Chika'S Terror In The School

Chika'S Terror In The School
Episode 73– Ujian IPS (Resolusi 4)


__ADS_3

Author note: Cerita ini hanya fiksi. Jadi jangan dianggap kejadian di dalamnya bersifat nyata. Semua adegannya tidak benar ada! Cerita ini dibuat dari imajinasi author saja.


*


*


*


"Dennis!!"


Semuanya terkejut saat melihat Dennis terjatuh ke laut setelah guncangan hebat di kapal yang ia tumpangi. Hanya Dennis saja yang jatuh. Mereka semua memasukan lengannya ke dalam laut untuk mencari Dennis dan berharap Dennis bisa menangkap tangan mereka sebelum tenggelam semakin dalam.


"Kak Rei, cepat selamatkan Kak Dennis! Dia anaknya tidak bisa berenang tahu!" panik Adel yang mencemaskan kakaknya. Ia memohon pada Rei. Tentu saja Rei akan menuruti permintaan Adel. Karena sebelum Adel merengek padanya, Rei juga sudah berniat akan menyelam dan menyelamatkan Dennis.


Rei berdiri di pinggir kapal. Ia akan menceburkan diri ke dalam laut. Tapi sebelum itu, ia melepas jaketnya dulu, lalu melemparnya ke Mizuki. "Mizuki! Tolong pegang jaketku dulu!"


Mizuki menangkapnya, lalu mengangguk. "Ba–baiklah, Rei!"


Setelah itu, Rei melompat masuk ke dalam air. Ia berjanji akan membawa Dennis kembali ke atas kapal. Sekaligus, ia juga berniat ingin membunuh hantu Duyung itu. Makanya sambil menyelam, tidak lupa Rei juga membawa Tongkat Bambu miliknya untuk menusuk hantu Duyung.


"Ketiga target telah dikenai. Dan sekarang... aku hanya harus menusuk bagian hati si hantu itu dan sudah! Hantunya akan mati. Semoga saja perkataan Dennis benar." Batin Rei. Lalu tak lama ia melihat Dennis. Ternyata Dennis belum tenggelam semakin jauh. Karena air lautnya juga sedang tenang jika sudah berada di tengah.


Dennis berusaha untuk naik ke dasar laut. Tapi karena ia tidak tahu bagaimana caranya berenang, ya jadi percuma. Pergerakan Dennis malah menyebabkan dirinya tenggelam semakin dalam. Apalagi saat ini, Dennis masih memegang Tongkat Bambu miliknya yang juga ikut terjatuh bersamanya.


Semakin lama, pergerakan Dennis semakin melemah. Ya karena ia sudah mulai kelelahan ditambah dengan napasnya yang tidak bisa bertahan semakin lama di dalam laut. Semua gelembung udara yang keluar dari mulut dan hidungnya juga sudah semakin dikit yang bertanda kalau Dennis sudah tidak memiliki udara lagi di dalam paru-parunya.


Tapi untung saja tepat waktu. Rei datang dan ia berhasil mendapatkan tubuh Dennis. Rei menggenggam pergelangan tangan Dennis lalu menariknya.


Saat Rei menarik tangan Dennis dan memeluk tubuhnya, seketika Dennis langsung menutup mata dan tidak bergerak lagi. Rei takut kalau Dennis tidak akan bisa bertahan, dia bisa mati jika terus-menerus berada di dalam air.


Tentu saja! Manusia mana yang tahan jika diri mereka terus-terusan tenggelam di dalam air tanpa tangki oksigen?


"Be–bertahan, Dennis! Aku akan membawamu keluar untuk segera bernapas!" batin Rei sambil berusaha untuk bergerak naik ke permukaan air. Ia agak kesulitan dalam membawa tubuh Dennis karena, satu tangan ia gunakan untuk membawa tubuh Dennis, sementara tangan yang satunya lagi ia gunakan untuk memegang Tongkat Bambu yang ia bawa. Dan untuk naik ke permukaan, Rei hanya bisa menggunakan kedua kakinya saja.


Tapi walau hanya dengan kakinya, Rei bisa membawa Dennis sampai ke permukaan. Dengan cepat Rei mengayunkan kakinya, dan akhirnya Rei bisa melihat cahaya lagi. Ia hampir sampai. Rei tersenyum senang karena ia akhirnya bisa menyelamatkan Dennis tepat waktu.


Rei melirik ke arah Dennis dengan senyumnya. Lalu membesarkan matanya saat Rei melihat tangan kanan Dennis masih menggenggam Tongkat Bambu itu. "Eh? Kau masih tersadar, kah, Dennis?" gumam Rei dalam hati.


Ah, Rei tidak peduli dengan Tongkat Bambu itu. Yang penting sekarang, dirinya hampir sampai ke permukaan. Ta–tapi sebelum itu, tiba-tiba saja Rei merasa ada beban yang berat telah menahan dirinya untuk terus maju. Rei menunduk untuk melihat sesuatu yang telah menahannya.


Rei terkejut karena ia melihat ada si Hantu Duyung itu menunjukan wujudnya tepat di samping Dennis dan dirinya. Lalu... rambutnya itu telah mengikat kaki Dennis.


****

__ADS_1


"Oh tidak! Kenapa mereka lama sekali?" Adel semakin panik saja. Ia terus menunggu dan berharap kalau kakaknya itu bisa diselamatkan.


"Ada yang aneh di bawah sana." Gumam Ethan dengan mata masih melirik ke laut mencari tanda-tanda kemunculan Rei. Tapi sudah lama mereka menunggu, masih belum ada tanda juga. Ethan jadi cemas. Ia berniat ingin menyelam dan melihat apa yang telah terjadi pada Rei sampai ia lama sekali untuk menyelamatkan Dennis.


Ethan berdiri. Ia akan menyerahkan dayungnya pada Azra untuk bertugas mengendalikan kapalnya. Tapi sebelum itu, ia sempat melihat pergerakan dari Davin yang terduduk di tengah kapal. "Davin sudah sadar! Dia bisa mengendalikan kapal ini!"


Langsung saja Ethan melemparkan dayungnya pada Davin dan seketika Davin pun membuka mata karena terkejut setelah ada benda berat yang menimpa tubuhnya. "Eh? Apa ini?"


"Davin! Dayung dan kendalikan kapal ini, cepat!" tegas Ethan. Lalu setelah itu, tanpa tanda-tanda, ia langsung saja melompat ke dalam laut.


"Ta–tapi bagaimana caranya?"


"Kau tidak tahu cara mendayung? Ayo aku ajarkan!" Revi menarik tangan Davin. Davin menurut lalu, ia berpindah posisi. Ia duduk di samping Revi sebagai tugas di depan untuk menggerakkan perahunya.


"Hah, aku tidak tahu apa yang telah terjadi padaku dan kenapa aku bisa tiba-tiba ada di sini. Dan sekarang, baru saja aku bangun sudah disuruh-suruh!" gerutu Davin dalam hati.


****


Baru saja Ethan menceburkan dirinya ke dalam laut, ia sudah bisa melihat Rei dan Dennis tak jauh dari permukaan. Ethan terbelalak kaget melihat Rei dan Dennis sedang berhadapan langsung oleh si Hantu Duyung itu.


Tapi saat ini, Hantu Duyung itu sudah... tertusuk oleh Tongkat Bambu yang dipegang Dennis?!


"To–tongkatnya menancap tepat di dada hantu itu! Ini hebat!" Ethan tersenyum senang karena ia bisa melihat kedua temannya itu bisa menghadapi bahaya mereka sendiri. "Setelah ini, hantunya pasti benar-benar mati, kan?"


Ethan terkejut. Lalu dengan cepat, ia menyelam semakin dalam sampai akhirnya ia mendapatkan tubuh Rei. Ethan tahu penyebabnya Rei dan Dennis tenggelam. Ya, karena hantu itu masih belum melepaskan kaki Dennis dengan rambutnya. Dan Rei juga tidak bisa membawa Dennis naik ke permukaan kalau hantunya tetap menempel padanya.


Maka dari itu, Ethan melepaskan lilitan rambut yang ada di kaki Dennis, lalu setelah itu Rei yang masih bisa bertahan pun bisa menggerakkan kakinya lagi. Ia juga dibantu oleh Ethan untuk sampai ke permukaan.


Semuanya yang ada di atas kapal masih menunggu Dennis, Rei dan Ethan muncul dari dalam laut.


BYURRR!


"I–itu mereka!" Adel menunjuk senang setelah ia melihat kepala Rei dan Adit muncul di permukaan. Lalu setelah itu, Rei mengangkat tubuh Dennis agar ia bisa mendapatkan oksigen untuk bernapas kembali.


"Ka–kak Rei! Apa yang sudah terjadi pada Kak Dennis?!" tanya Adel cemas. Ia melihat Dennis sudah tidak bergerak di pelukan Rei dan wajahnya terlihat pucat.


"Hah... cepat tolong Dennis dulu!" Rei juga sudah terlihat kelelahan. Lalu beberapa anak yang ada di dalam kapal menarik tubuh Dennis terlebih dahulu ke atas kapal. Lalu setelah itu, Rei.


Eh, tidak. Rei masih bisa naik ke kapal dengan sendirinya. Lalu Ethan kembali naik ke kapalnya sendiri yang ada di samping kapal pertama.


"Kak Rei kenapa lama sekali?" tanya Adel. Rei masih mengatur nafasnya sambil menyandarkan diri ke pinggiran kapal. Ia menjawab, "Tadi... kami sempat... diserang oleh Hantu itu."


"Hantunya hidup lagi?!"

__ADS_1


"Iya. Tapi Dennis telah membunuhnya. Dan sekarang, hantu itu benar-benar sudah mati. Tadi sebelum Dennis hilang kesadarannya, ia sempat menggetarkan tangannya yang memegang Tongkat Bambu lalu menusuk hantu itu tepat di dadanya." Jelas Rei. Ia memejamkan mata dan bergumam, "Yah... setelah itu gelembung terakhir keluar dari mulut Dennis. Saat disitulah, dia pingsan di pelukanku."


"La–lalu kenapa kau malah santai-santai saja? Dennis harus kita apakan?!" bentak Mizuki.


"Aku capek tahu. Dennis belum mati. Dia hanya membutuhkan sedikit nafas buatan saja."


"Eh? Nafas buatan?" Mizuki bergumam. Lalu ia menyentuh bibirnya sambil melirik ke arah Dennis. "Ugh! Ini demi Dennis. Aku akan menyelamatkannya!"


Mizuki berpindah tempat. Ia duduk di samping tubuh Dennis, lalu ia meminta semuanya untuk tidak mengerumuni Dennis agar dia bisa mendapatkan udara. Lalu setelah semuanya menjauh dari Mizuki, dengan cepat Mizuki menekan-nekan dada Dennis sebanyak 5x lalu setelah itu Mizuki menarik nafas dalam dan langsung mendekatkan wajahnya dengan Dennis. Mizuki memberikan nafasnya lewat mulut Dennis. Seketika semuanya pun terkejut melihatnya.


"E–e–eh, Mizuki! Apa yang kau lakukan?" tanya Nashira.


"Tutup saja matamu. Susah amat." Ujar Rei dingin sambil memejamkan matanya. Ia juga tidak ingin melihat aksinya Mizuki pada Dennis.


Nashira menurut. Ia akan menutup matanya, tapi ia sendiri juga tidak ingin melewatkan kesempatan itu. Dengan cepat, Nashira mengeluarkan ponselnya, lalu memotret Mizuki dengan Dennis.


Setelah dua kali pernafasan, Mizuki kembali menekan dada Dennis 3x lalu memberikan nafasnya lagi lewat mulut. Dan hanya untuk sekali. Saat itulah, Dennis akhirnya membuka mata dan Mizuki dapat merasakan detak jantung Dennis kembali bekerja dengan normal.


Setelah Dennis membuka mata, Mizuki langsung mengangkat kepalanya agar Dennis tidak tahu tentang sentuhan bibirnya Mizuki padanya itu.


"Dennis, kau selamat!" ucap Mizuki senang. Ia berhasil menyelamatkan nyawa temannya itu. Lalu setelah mendengar suara Mizuki, Rei kembali membuka matanya dan melirik ke arah Dennis.


Dennis sendiri tidak menjawab. Lalu bangun ke posisi duduk secara perlahan. Seseorang berujar lagi, "Kau sudah membuat kami semua cemas, Dennis!"


"Eh, cemas? Memangnya aku kenapa?" tanya Dennis bingung.


"Ah~ Intinya tadi kamu nyaris mati. Tapi... untungnya Mizuki memperlihatkan adegan yang seru tadi." Jawab Nashira dengan tertawa kecilnya.


"Ah, aku tidak mengerti."


"Intinya tadi kamu tenggelam ke dalam laut. Aku sudah menyelamatkanmu dan Mizuki berhasil membuatmu bernafas kembali dengan cara mouth to mouth." Rei menjelaskan dengan santainya. Seketika Nashira tertawa dan langsung menyenggol tubuh Rei dengan sikunya. "Rei! Kau ini, haha...."


"Eh?" Dennis meneleng. Ia berusaha untuk mencerna maksud dari perkataan Rei. "Mouth to mouth? Hmm... aku tenggelam dan... mouth to mouth itu... dengan Mizuki... Eh!"


Dennis tersentak. Akhirnya ia mengerti maksudnya. "EEEHHH?!"


*


*


*


To be Continued-

__ADS_1


Follow IG: @pipit_otosaka8


__ADS_2