Chika'S Terror In The School

Chika'S Terror In The School
Season 3- Terror The Death Test Episode 1–Berita Awal


__ADS_3


*****


Disaat hantu Chika sudah tiada lagi di sekolah mereka, selalu saja masalah baru muncul. Setelah terror dari Chika, tiba-tiba saja seorang gadis berambut putih bernama Diana itu datang. Dialah pembawa bencana baru di sekolah dan harus diwaspadai.


Untuk pertama kalinya, Diana datang dengan sosok yang manis dan cantik. Ia juga bersikap baik pada semuanya, sampai semua orang mempercayainya sebagai anak yang baik.


Tapi seiring berjalannya waktu, secara perlahan, Diana mulai menunjukan sosoknya yang sebenarnya. Ia menunjukan dirinya pada semua bahwa dia adalah manusia yang keji. Suka membunuh manusia sampai akhirnya jatuh banyak korban di sekolah.


Kejadian mengerikan itu semakin memburuk semenjak Rei menghilang dan kelompok Dennis pergi keluar sekolah hanya untuk mencari Rei.


Semenjak mereka pergi, Diana semakin berkuasa di sekolah itu. Ia pun dengan bebasnya membunuh dan membantai semua penghuni sekolah. Banyak sekali korban yang telah ia bunuh. Tetapi untungnya, tidak semua orang berhasil dibunuh Diana.


Masih ada banyak anak lainnya yang selamat. Mereka semua bekerja sama untuk menjatuhkan dan mengalahkan Diana. Sampai akhirnya... Diana pun membunuh dirinya sendiri dengan cara melompat dari lantai dua lewat jendela.


Dirinya sudah terkepung oleh banyaknya warga sekolah yang sudah bersatu dan bekerja sama untuk menangkap dirinya. Makanya, karena Diana sudah tidak bisa kemana-mana lagi, jadi dia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara melompat keluar lewat jendela.


Saat di situlah, Diana pun akhinya meninggal dengan cara yang mengenaskan. Sejak Diana dikabarkan meninggal, semua orang tidak ada yang mengunjungi pemakamannya dikarenakan mereka sangat membenci Diana yang jahat itu.


Saat ia meninggal, yang telah memakamkan dirinya juga adalah seorang penjaga kuburan itu saja. Tanpa ada yang mendoakan dan datang di acara pemakamannya. Sungguh gadis yang malang!


****


Bulan Juni, tanggal 15–


“BAAAA!”


“UWAAAA!” Semuanya terkejut saat tiba-tiba saja si Nashira mengagetkan Dennis dan teman-temannya.


Siang ini, sekitar pukul 2 siang, Dennis dan teman-temannya sedang berkumpul di saung di tengah sawah yang ada di belakang rumahnya Dennis.


Di dalam saung kecil itu, mereka sedang bercerita tentang kejadian Diana. Saat ini, Nashira yang sedang bercerita tentang pengalaman bersama kakaknya itu untuk menyelamatkan semuanya.


Menyelamatkan?


Iya. Berkat si kembar, para warga sekolah bisa selamat dari maut. Mereka tidak akan menjadi korban pembunuhan dan tumbal Diana.


“Ya... Bagaimana kalian bisa selamat? Lalu orang-orang itu? Kalian menemukan mereka semua di mana?” tanya Mizuki penasaran. Karena saat kejadian si Diana sudah ingin tertangkap oleh semua warga sekolah yang telah mengepungnya, hanya Mizuki saja yang ada di tempat kejadian. Tidak hanya Mizuki, sih... Tapi ada adiknya juga.


“Nih, jadi ceritanya seperti ini....”


Nashira yang akan menceritakan kisahnya terlebih dahulu. Sesekali juga dibantu dan ditimpali oleh kakak kembarnya.


Jadi... Pertanyaannya sekarang adalah, bagaimana semua orang yang mengepung Diana itu bisa muncul begitu saja? Dari mana mereka? Kenapa mereka tidak muncul sedari tadi semenjak Adel, Akihiro, Rei, Mizuki, Yuni dan Sachiko juga Ibunya Dennis datang?

__ADS_1


Jawabannya adalah, saat sebelum kelompok Adel datang, Diana sudah membuat terror di sekolah itu. Setiap malam, ia selalu berburu daging manusia. Setiap hari pasti ada yang tewas di sekolah itu karena dibunuh oleh Diana.


Setiap malam itu, adalah hari yang paling menegangkan dan mengerikan untuk seluruh warga sekolah. Karena setiap malam, Diana selalu berkeliling lingkungan sekolah sambil menggesekkan pisaunya ke tembok berkali-kali. Sehingga suara decitan pun dapat terdengar.


Semuanya juga sudah tahu kalau jika mereka mendengar suara decitan seperti itu, berarti tandanya Diana atau si malaikat maut sudah ada di dekat mereka untuk mencari korban berikutnya.


Siang harinya, sebelum 4 jam kedatangan kelompoknya Adel, Diana sudah memulai rencananya. Siang itu juga, dia memulai terror untuk semua orang di sekolah itu.


Diana berkeliaran kemana-mana. Ia menangkap semua murid sekolah dan menyandera mereka di dalam gudang belakang sekolah. Jika ada yang memberontak dan berusaha untuk kabur dari kejaran Diana, maka tidak segan-segan, Diana akan melukai orang itu.


Intinya, tujuan dia saat itu adalah untuk mengumpulkan semua warga sekolah di dalam gudang itu. Diana mengurung mereka dan tidak akan membiarkan mereka untuk keluar dari dalam gudang.


Tapi si kembar Nashira dan Rashino tidak menjadi murid lainnya yang sudah mulai pasrah dengan nasib mereka.


Saat Diana menangkap semua anak, si Kembar malah pergi bersembunyi di luar sekolah mereka. Sampai akhirnya, Diana pun menghentikan perburuannya.


Saat kelompok Adel dengan yang lainnya sudah datang, Nashira dan Rashino baru bergerak kembali untuk membebaskan semua korban yang terkunci di gudang.


Saat semuanya telah terselamatkan, Rashino pun menyusun rencana untuk menjebak Diana.


“Nah, begitulah ceritanya. Apa kalian mengerti?” Nashira akhirnya menyelesaikan ceritanya yang lumayan panjang itu.


Semuanya mengangguk. Lalu tiba-tiba saja mereka mendengar suara dengkuran yang lumayan keras di samping Dennis. Saat dilihat, ternyata suara dengkuran itu berasal dari Akihiro yang telah tertidur selama Nashira bercerita.


Semuanya ingin menahan tawa, tapi tidak bisa. Pada akhirnya, mereka pun tertawa lepas saat melihat wajah Akihiro yang super lucu saat tertidur.


Dennis berkata sambil tertawa, “Dasar Kak Dian, haha... Memangnya Nashira berdongeng untuknya, apa?”


“Huuuh! Tidak sopan. Aku kan sedang bercerita dan dia dengan enaknya tidak mendengar ceritaku.” Gerutu Nashira sambil menggembungkan pipi sebelah kanannya.


“Biarkan dia tidur. Dia sudah berkerja keras tau semalam.” Ujar Yuni pelan.


Semuanya menoleh ke arah Yuni dengan tampang bingung mereka. “Eh? Bekerja keras?” tanya Dennis. “Apa maksudmu?”


“Kalian sih kerjaanya tidur melulu. Semalam, aku melihat Kak Dian membantu ayahnya Dennis mengumpulkan beras hasil panen. Dia sudah begadang dengan ayahnya Dennis, loh!” jelas Yuni.


Semuanya mengangguk paham. “Oh, baik sekali si Kak Dian ini.” Dennis tertawa kecil sambil menepuk tangannya.


“Ya... Sebaiknya kita diamkan saja dia.” Ujar Rei yang masih fokus dengan bukunya. Sedari tadi, Rei selalu membaca buku yang entah apa itu judulnya. Intinya itu novel misteri yang telah menarik perhatian Rei. Makanya Rei membaca buku fiksi itu.


****


Hari semakin siang dan hawanya juga semakin panas. Sebentar lagi jam 3 dan nyaris mau sore. Mereka hanya berbincang lalu terdiam, berbincang sebentar dan kembali terdiam.


Sebenarnya mereka sudah tidak memiliki topik pembicaraan lagi. Jadi mereka hanya saling diam-diam saja. Tidak ada yang berbicara.

__ADS_1


Rei masih sibuk dengan bukunya. Lalu Akihiro sudah terbangun kembali sejak 3 menit yang lalu. Saat ini dirinya sedang memakan cemilan dari rumah Dennis lagi. Dennis sendiri sedang bengong sambil menatap sawah yang ada di depannya.


Yuni dengan Adel juga terdiam. Tapi... Mizuki dengan Sachiko masih berbincang berdua. Hanya saja, semuanya tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan itu. Karena pastinya, saat Mizuki bicara dengan adiknya, dia pasti menggunakan bahasa Jepang.


Sungguh hari yang membosankan.


Lalu tak lama kemudian, tiba-tiba saja Nashira kembali membuka mulutnya. Ia berkata, “Eh, kalian sudah pada dengar berita viral akhir-akhir ini belum?” tanya Nashira sambil memainkan ponselnya.


Setelah mengetik-ngetik, Nashira pun menunjukan layar ponselnya pada semua temannya. Di layarnya itu tertulis, “Berita Viral yang Sedang Hot. Kasus Terror di Internet yang Memakan Korban.”


Semuanya membaca judul berita itu dan terkejut. “Kasus Terror internet?”


“Memakan korban? Bagaimana bisa?”


Nashira mengangguk, lalu ia mengetik kembali di keyboard ponselnya. “Nih beritanya Seperti ini. Akan ku bacakan. Jadi... di sini dikatakan, kalau ada seorang pemuda yang tak sengaja mendapat pesan di dalam message miliknya. Pesan itu menunjukan sebuah tantangan yang harus orang itu lakukan. Jika tidak dilakukan, maka orang itu akan mati. Kasus ini sudah menyebar di mana-mana dan berbagai pesan aneh juga muncul di ponsel mereka. Katanya juga, matinya secara mengenaskan. Bisa tiba-tiba terkena serangan jantung mendadak, atau bisa juga mendapat kesialan yang berujung pada kematian.” Jelas Nashira setelah ia membacakan isi beritanya itu.


“Eh? Ini sepertinya pembajakan dari hacker, deh! Tapi yang membingungkan itu, bagaimana kematian bisa muncul begitu saja?” pikir Rei.


“Mungkin hackernya itu si malaikat maut, haha....” canda Akihiro. Semuanya menatap tajam ke arah Akihiro. Mereka ternyata menganggap serius berita itu.


“Haduh, ini kok aneh, ya? Hmm... Semoga saja kita tidak kena pesan Message Terror itu.” Ujar Yuni.


Semuanya mengangguk. Mereka juga berharap yang sama seperti yang dipikirkan Yuni.


Tapi apakah terror di internet itu memang benar ada?


*


*


*


To be continued-


_________________________


Hai... Author's come back :)


Sengaja dibuat sekarang... Umm... >-<


Soalnya Thor juga ga tahan sama Hiatus ini! Rasanya sepi sekali kalau tidak menulis. Aku kangen juga sama komentar kalian :3


Jadwal up: Up setiap hari Jumat, Sabtu dan Minggu saja dulu, ya?


Nanti kalau Ujian UNBK nya selesai, baru bisa up tiap hari lagi :)

__ADS_1


Follow IG: @Pipit_otosaka8


__ADS_2