
"Kak Hiro menyukai Kak Mizuki, ya?"
"Eh, aku...,"
"Hehe, tidak usah malu, kak! Curhat aja. Jika memang rahasia, aku bisa kok menjaganya. Ayolah!" Dennis memohon dengan mengepal tangannya ke depan dan melebarkan matanya.
Akihiro tersenyum. "Huf, iya. Aku menyukai Mizuki."
"Waaah, kakak jujur ternyata! Lalu, kenapa kakak terus memendam perasaan kakak?"
"Hmm, kalau boleh jujur, aku dulu sudah pernah berpacaran dengan Mizuki. Tapi hanya sebentar saja." Kata Akihiro.
"Eh? Berapa lama? Setahun? Sebulan?"
"Tidak. Hanya satu hari saja." Akihiro menengok ke Dennis dan tersenyum. "Lucu, kan?"
Dennis terkejut. "E, eh? Satu hari saja?! Sebentar sekali! Memangnya apa yang terjadi?"
Akihiro mendesah. "Hah, ada masalah antara kami berdua...."
****
Flashback, cerita tentang Akihiro dan Mizuki-
Pukul 7 pagi. Hari Rabu,* tanggal 21 agustus*-
"Mizuki, maukah kau menjadi pacarku?" Itu Akihiro yang sedang mengungkapkan perasaanya pada Mizuki saat di dalam kamarnya Mizuki.
Mizuki hanya tersenyum senang. Lalu, ia pun mengangguk. Mizuki menerima Akihiro sebagai pacarnya. Akihiro senang sekali!
Hari Rabu itu, Akihiro dan Mizuki mulai saling jatuh cinta. Lalu, setelah itu, mereka berdua pergi ke luar kamar bersama. Mereka akan berjalan ke kelasnya.
Tapi saat di tangga, mereka berdua bertemu dengan Rei. Rei melihat Akihiro dan Mizuki bergandengan tangan. Peraturan di sekolah, tidak boleh bergandengan tangan. Apalagi pada lawan jenis.
Rei pun menentang hal itu. "Lepaskan tangan kalian. Dilarang bergandengan tangan. Tidak boleh lakukan itu di sekolah ini!"
"E, eh? Memangnya ada peraturan seperti itu?!" tanya Akihiro tidak percaya.
"Masih untung aku beritahu kalian! Lepaskan atau aku akan melaporkan hal ini pada guru lain." Ancam Rei.
"Cish!" Akihiro melepaskan tangan Mizuki. Lalu, Akihiro pun kembali melangkahkan kakinya menuruni tangga.
"Ayo Mizuki!" ajak Akihiro.
Mizuki tersentak. Ia pun langsung berjalan menghampiri Akihiro. Tapi, Akihiro melihat pandangan Mizuki selalu terpaku pada Rei yang ada di atas sana. Akihrio merasa curiga.
"Zuki, kamu liatin apa sih?" tanya Akihiro.
Mizuki kembali tersentak lalu dengan cepat ia menengok ke Akihiro dan tertawa kecil. "Ah! Tidak ada apa-apa, kok! Hehe...."
Oh iya, lupa diberitahu. Pada saat itu, Mizuki adalah anak baru di sekolah itu. Ia masuk pada pertengahan semester. Makanya, dia masih baru kepada lingkungan sekolah dan terhadap murid lainnya. Tadi juga, saat pertama kali Mizuki melihat Rei pada saat di tangga itu.
****
__ADS_1
Di kelas-
Ini adalah kelas Akihiro. Mizuki juga ada di dalamnya. Ternyata Akihiro dan Mizuki sekelas. Semua murid sedang fokus mendengarkan guru. Lalu, tak lama kemudian, ada seseorang yang mengetuk pintu dari depan.
Itu ternyata Rei. Ia ingin mengumumkan sesuatu. "Permisi, bisa minta waktunya sebentar?"
Semuanya mengangguk. Rei pun berdiri di depan kelas. Ia membawa sebuah kertas dengan beberapa tulisan di tangannya. Rei akan membacakan pengumuman yang ada di kertas itu.
"Hari ini, kami para OSIS ingin membawa beberapa murid untuk ikut dalam anggota OSIS. Mohon perhatiannya. Yang kupanggil namanya, silahkan maju ke depan. Baiklah, kita mulai saja."
Akihrio terus melirik ke Mizuki. Ia melihat Mizuki yang sedang memperhatikan pengumuman dari Rei itu. Tapi, sepertinya, Mizuki tidak mendengarkan Rei, melainkan, ia hanya fokus menatap wajah Rei sambil senyum-senyum sendiri.
"... Mizuki!"
"Ah! Iya?!" Mizuki berdiri dari kursinya. Ia terkejut sekali saat Rei tiba-tiba saja memanggil namanya.
Akihiro juga terkejut. "Eh? Nama Mizuki dipanggil? Itu artinya...."
"Ayo, yang namanya Mizuki, silahkan maju ke depan."
Mizuki beranjak dari tempatnya. Ia berdiri di samping Rei.
"Ya! Sekian untuk hari ini. Nama-nama yang dipanggil tadi, akan menjadi anggota OSIS yang baru." Ujar Rei.
Mizuki jadi anggota OSIS?! Ini gawat!
****
Sore harinya, semua murid kembali ke kamarnya masing-masing. Akihiro juga sedang berjalan menuju kamarnya. Lalu, ia dikejutkan oleh sosok Mizuki yang sedang berdiri di depan pintu kamarnya.
"Eh, Mizuki, kami ada di mana sih? Tadi kita ti-"
"Kita putus ya, mulai sekarang."
Seketika, Akihiro langsung terdiam. Sambil memasang wajah tak percaya, ia bertanya, "Putus? Tapi kenapa?"
"Aku punya alasannya sendiri."
"Tapi, kita baru saja mulai!"
"Maafkan aku. Aku tidak bisa bersama kamu terus. Sudah, ya! Aku punya urusan lain."
Akihiro hanya terdiam saja sambil menatap Mizuki yang perlahan mulai pergi dan menghilang dari hadapannya.
A, aku..., Mizuki tidak mau denganku lagi?
****
Back-
"Ah! Jadi begitu? Tapi, kenapa Kak Mizuki minta putus pada Kakak?" tanya Dennis.
Akihiro mengepal kedua tangannya kuat-kuat. "Ini semua gara-gara Rei!" geram Akihiro.
__ADS_1
"Eh? Kak Rei? Memangnya dia kenapa?"
"Rei lah yang sudah merebut Mizuki dariku!" teriak Akihiro.
"Kakak pasti salah paham. Kenapa kakak menyalahkan Kak Rei?" tanya Dennis.
"Karena, semenjak Mizuki jadi anggota OSIS, sikapnya itu jadi dingin dan cuek kepadaku. Ini pasti karena hasutan dari Rei untuk menjauhiku!"
"E, eh? Apakah seperti itu? Itu tidak mungkin."
Akihiro hanya diam saja. Lalu, tak lama kemudian, pintu menuju ke tangga bawah itu terbuka, lalu muncul kepala Rei dari sana. "Ah, ternyata kalian di sini!"
"Kak Rei!"
"Eh? Kok, ada Kak Rei di sini? Hmm, bagaimana dengan perasaan Akihiro, ya?"
Dennis terkejut.
Tiba-tiba saja Akihiro berdiri, lalu berjalan cepat ke arah Rei. Mereka berhadapan. Akihiro menatap tajam pada Rei.
BUK!
"E, eh! Kak Hiro!" Dennis berlari menghampiri Rei dan Akihiro.
Akihiro mendorong Rei ke tembok. Rei sangat terkejut. Kenapa tiba-tiba saja Akihiro bersikap seperti itu padanya?!
"Menjauhlah dari Mizuki, Rei! Kau tidak boleh merebutnya!" bentak Akihiro.
Rei menyipitkan matanya. "Apa maksudmu itu?"
"Eh, kakak-kakak, sudah ya?" Dennis memisahkan Rei dan Akihiro. "Kalian tidak boleh bertengkar di sini!"
Tapi, sepertinya Rei masih penasaran dengan sikap baru Akihiro itu. Ia pun mendorong Dennis menjauh darinya, lalu Rei pun mendorong Akihiro ke tembok di depan tangga. Rei menatap Akihrio. Tampangnya terlihat menyeramkan. "Apa masalahmu?!"
Akihiro mengerutkan keningnya. Lalu, ia kembali mendorong Rei untuk menjauh darinya. "Masalahmu banyak, Rei!" Bentak Akihiro. "Kau sudah merebut Mizuki dariku!"
"Eh? Aku tidak mengerti."
"Jangan pura-pura bodoh! Kau baik di depanku, tapi tidak di belakang. Dasar pelakor!"
"Tunggu Dian! Kau itu bicara apa sih?! Katakan yang benar padaku!" Rei membentak balik.
"Kau merebut Mizuki dariku. Dulu, kami itu berpacaran. Tapi sekarang, tidak lagi semenjak Mizuki ikut OSIS. Itu juga karena ajakanmu waktu itu, kan? Kau tahu? Setelah Mizuki menjadi OSIS, dia langsung minta putus padaku. Ini pasti karena hasutan darimu, kan?!" jelas Akihiro.
"Eh! Tidak Dian! Bukan-"
"Tidak seperti itu, Hiro. Rei tidak bersalah." Itu suara seorang perempuan. Rei dan Akihiro sangat mengenal suara itu. Begitu pula dengan Dennis.
Akihiro dan Rei menengok ke arah tangga menuju ke bawah yang ada di samping mereka. Semuanya terkejut. Karena di bawah sana ada seorang gadis yang mereka kenal.
"I, itu Mizuki! Oh tidak..., apa dia mendengar perdebatan Kak Rei dengan Kak Hiro?" Batin Dennis.
.....
__ADS_1
To be continued- Eps 26 >>>>