
Author note: Cerita ini hanya fiksi. Jadi jangan dianggap kejadian di dalamnya bersifat nyata. Semua adegannya tidak benar ada! Cerita ini dibuat dari imajinasi author saja.
*
*
*
"Aku... akan menjelaskan rencananya! Semua harus bekerja sama!"
Semuanya mengangguk. Lalu mereka mulai mendekat pada Akihiro untuk mendengar penjelasan dan melihat gambaran yang digambar oleh Akihiro di dalam kertasnya. Tapi sebelum Akihiro memulai dengan tulisannya, ia kembali mendongak dan bertanya, "Ngomong-ngomong... di sini ada berapa anak tadi?"
"Dua puluh delapan." Jawab Rei. "Ditambah dengan dirimu jadi dua puluh sembilan."
Akihiro mengangguk. Ia berpikir sejenak dan kembali bicara. "Hmm... sebelum kita mulai, bagaimana kalau kalian semua memberitahu tentang kelebihan dan kemampuan kalian dulu. Agar aku bisa dengan mudah memberikan tugas untuk kalian ikuti."
Semua meneleng dan ada juga yang melirik ke teman sampingnya. "Maksudnya apa, Dian?"
"Itu... coba satu persatu kalian memperkenalkan diri, lalu beritahukan apa saja tentang kelebihan kalian. Kalian ini masing-masing pasti punya bakat, kan? Nah! Kebolehan apa yang bisa kalian lakukan?" tanya Akihiro setelah ia menjelaskan.
"Oooh~" Semuanya mengangguk paham. Mereka saling berbincang dan bergumam dengan teman sebelahnya. Pada awalnya, tidak ada yang ingin memulai duluan untuk perkenalan itu. Tapi pada akhirnya...
Malah Dennis duluan yang mulai.
"Hai! Aku yang mulai duluan, ya? Hmm... namaku Dennis–"
"Udah tau!"
"Eh? A–aku tidak tahu pintar dalam hal apa. Dan aku juga tidak tahu apa yang aku sukai. Hobiku hanya tidur dan main ponsel. Kadang aku juga suka menata rambutku sendiri dan... aku paling suka berjalan-jalan gitu. Dan–"
"Oke cukup!" Akihiro menyela. Dennis tersentak. "Eeeh? Aku belum selesai, loh!"
"Tidak apa-apa. Informasi segitu saja sudah cukup, kok!" Akihiro menulis sesuatu di kertasnya. Lalu setelah itu kembali mendongak menatap anak-anak yang duduk bersila di depannya. "Selanjutnya siapa?" tanya Akihiro. Ia sedikit menaikan alis ke atas untuk menunggu jawaban dari yang lainnya.
Satu orang mengacungkan tangan. Dia si Lala anak dari kelas 2-A yang akan menceritakan tentang dirinya sendiri. "Halo, aku adalah...."
Tapi saat baru saja dimulai, tiba-tiba Akihiro membuat Lala menghentikan ucapannya dengan menyela pertanyaan Akihiro yang ia lontarkan pada Ibu kantin. Akihiro sempat menengok ke arah Ibu kantin dan bertanya, "Bu! Menu hari ini ada Sup Kari Ayam, gak?"
"Oh~ Ada, kok!" jawab Ibu kantin setelah mengangguk.
"Oke! Aku pesan satu, ya?"
"Oke." Ibu Kantin berdiri. Lalu matanya melirik ke arah Rei dan bertanya, "Rei, kau mau diambilkan juga, tidak?"
Pada awalnya Rei agak ragu untuk menjawab "iya". Tapi karena ia merasa lapar dan tidak tahan dengan godaan makanan kesukaannya itu, maka Rei pun mengangguk. "Iya. Satu mangkuk saja. Maaf sudah merepotkan."
"Baik. Akan saya siapkan."
Setelah Ibu kantin pergi ke dapur untuk menyiapkan pesanan Akihiro dan Rei, Akihiro kembali melirk ke arah Lala dan meminta temannya itu untuk melanjutkan perkataannya yang tadi sempat disela.
Lala melanjutkannya. Akihiro dan yang lainnya mendengarkan. Sesekali Akihiro juga menulis sesuatu di kertasnya. Lalu saat di pertengahan pengenalan, Yuni tiba-tiba saja berdiri.
"Aku ingin ke kamar mandi."
__ADS_1
Semuanya tidak mempedulikan Yuni ingin pergi ke mana. Intinya, tanpa mereka sadari Yuni telah berjalan pergi dari kerumunan.
"... Ya seperti itulah diriku." Lala menyelesaikan pengenalan dirinya. Dari nama, hobi, sampai kesukaannya ia beritahu semua. Dan dengan rajinnya, Akihiro menulis semua yang ia dengar.
"Oke... next! Siapa lagi?" tanya Akihiro.
Ethan akan berdiri untuk memperkenalkan diri. Tapi sebelum itu, Ibu kantin datang membawa dua mangkuk pesanan Akihiro dan Rei di atas nampan. "Ini pesanan kalian telah datang."
"Keren..." Akihiro menepuk tangannya. Ia ingin cepat memakan pesanannya itu. Tapi sebelum Ibu kantin sampai di kerumunan anak-anak, tiba-tiba saja Yuni datang. Ia berlari dari kamar mandi, dan tidak sengaja ia menabrak Ibu kantin sampai terjatuh.
PRANG!!
Ibu kantin tidak terjatuh. Tapi nampan yang ia pegang bergeser dan terlepas dari tangannya. Dan kedua mangkuk berisi makanan pesanan Akihiro dan Rei itu terjatuh ke lantai dan pecah. Akihiro langsung berdiri dan menghampiri Ibu kantin untuk membantu membereskan makanan yang tumpah dan memungut pecahan beling dari mangkuk yang pecah.
"Ah, maaf." Ucap Yuni pelan. Wajahnya tetap biasa saja setelah ia melakukan kesalahan. Tapi Yuni sendiri malah tidak merasa bersalah karena sudah mendorong Ibu kantin. Dengan ekspresi datarnya itu, Yuni sedikit, hanya sedikit menggerakkan bibirnya dan tersenyum.
Hanya beberapa detik saja. Lalu setelah itu, ia kembali datar dan berjalan pelan menghampiri Rei. Ia ingin membisikan sesuatu padanya, tapi tidak sempat karena Adel sudah memanggilnya.
"Yuni, Yuni! Ayo duduk di samping Adel lagi, dong!"
Yuni ternyata menurut. Ia beranjak dari Rei, lalu duduk di samping Adel dan sampingnya lagi adalah Dennis. Setelah Yuni duduk, Dennis berbisik padanya, "Yuni, kau tidak membantu Ibu kantin membereskan makanannya yang tumpah?"
"Itu bukan salahku." Jawab Yuni dingin.
"Tapi kan–"
"Itu bukan salahku."
Setelah Akihiro selesai membantu Ibu kantin, ia kembali ke tempatnya. "Ah, baiklah. Sekarang... Ethan silahkan lanjutkan. Maaf untuk keributan tadi."
Ethan menggeleng dan tersenyum. "Ah tidak apa-apa. Hal seperti itu sudah biasa. Tidak bisa dibilang seperti keributan dong."
"Baiklah kalau begitu, sekarang lanjutkan. Kau harus lebih cepat. Begitu juga dengan yang lainnya nanti. Karena kita sudah tidak punya banyak waktu lagi."
"Oke."
Ethan tidak dimulai dari pemberitahuan namanya. Ia langsung saja dengan hal-hal yang disukai dan kemampuannya. Lalu dengan waktu yang cepat dan singkat, Ethan akhirnya menyelesaikan perkenalannya.
Setelah Ethan, dilanjut langsung oleh anak yang lainnya. Setelah selesai, dilanjut lagi dan lagi sampai semuanya selesai memperkenalkan diri.
Catatan di kertas Akihiro sudah penuh dengan informasi tentang kemampuan teman-temannya yang ia dapatkan. Entah catatan itu untuk apa.
"Bagus! Sekarang semuanya sudah selesai. Ayo kembali mendekat."
Setelah mengangguk, Akihiro mengambil satu kertas lagi untuk gambaran rencana yang sudah ia buat. Setelah itu, Akihiro meletakan kertas yang sudah digambar itu ke tengah-tengah agar semua temannya bisa melihat.
"Ini apa Dian?" tanya Rei.
"Oh... ini gambar dari rencanaku."
"Tapi gambarnya tidak jelas gini."
"Berisik! Nanti juga dijelasin."
__ADS_1
Akihiro mengambil pensilnya lagi. Ia akan menggunakan pensilnya itu untuk menunjuk. "Yosh! Ayo kita mulai sekarang. Nih! Anggap saja kedua persegi panjang ini adalah gedung 1 dan gedung 2 di sini. Dan... tanda yang sudah aku bulati ini adalah tempat di mana CCTV itu diletakan. Untuk pertama, kita bahas tentang CCTV itu dulu."
"Eh? Kenapa yang menjadi tempat CCTV itu sangat sedikit?" tanya Dennis.
"Itulah yang tidak kalian ketahui." Akihiro menunjuk ke bulatan yang ada di gedung 1. "CCTV di sekolah ini memang sedikit. Si Bob itu bisa mengawasi kita semua kalau sedang berada di luar ruangan. Karena... letak CCTV hanya ada di lorong-lorong, pinggiran lapangan, taman dan gudang belakang. Setiap lorong banyak sekali CCTV. Maka dari itu, kita jangan lewat lorong untuk menyelinap. Karena... tujuan utama kita adalah menemukan si Bob itu!"
"Oke... lalu setelah itu apa?" tanya Rei setelah ia memahami soal CCTV yang dijelaskan Akihiro. "Tujuan utama kita kan untuk menangkap si Bob itu, kan? Nah, apa kau sendiri tahu di mana ruangan si Bob untuk mengawasi kita berada?" tanya Rei.
"Tentu aku tahu. Tapi yang akan pergi ke sana hanya Aku, Rei, Adit aku juga menunjukmu, dan Ethan. Untuk Adit dan Ethan, aku percaya pada kalian. Kalian pasti bisa bela diri, kan?"
"Iya... aku sedikit-sedikit bisa, sih..." Jawab Ethan sambil menggaruk kepalanya.
"Aku pastinya bisa, dong!" jawab Adit berbangga diri.
"Itu bagus. Nah, keempat orang itu akan pergi ke ruangan si Bob untuk menangkapnya. Lalu... kita lanjut membahas kedua anak buahnya Bob yang menyebalkan. Untuk tugas ini, aku menunjuk Dennis, Yuni, Revi dan Davin."
"Eh? Kenapa harus aku?" tanya Davin setelah dirinya ditunjuk.
"Dengarkan dulu. Karena tugas ini, aku memerlukan beberapa orang yang bisa berkelahi menggunakan senjata. Karena... kedua anak buahnya Bob itu adalah... robot! Mereka bukan manusia dan tidak akan mudah untuk mengalahkan mereka. Jadi... untuk tugas yang ini memang beresiko, ya? Haduh..." Akihiro menggaruk kepalanya. Ia sedikit bingung dengan rencananya sendiri.
Lalu Akihiro mengambil kertas catatannya. Ia melihat sejenak dan membaca tulisannya, lalu setelah itu matanya melirik ke arah Zainal dan menunjuknya. "Oh iya, Zainal. Kau ikut dalam kelompoknya Dennis untuk mengalahkan kedua anak buahnya Bob. Karena aku tahu, kau bisa bertarung juga."
"Ah, baiklah Dian!"
"Semangat itu bagus. Tapi kalian tetap harus berhati-hati, ya? Dennis akan memimpin kelompoknya. Dan jika bisa, kau mencari rencana baru untuk mengalahkan kedua robot itu."
"Tapi Kak Dian... hmm... apakah robot memiliki kelemahan?" tanya Dennis.
"Incar kepalanya. Jika kalian berhasil memisahkan kepala robot, maka robot itu akan mati dengan sendirinya." Akihiro kembali melirik ke arah kertas yang berisi gambarnya. Lalu tak lama ia tersentak karena ada satu hal informasi lagi yang belum ia kasih tahu pada Dennis.
"Oh iya, Dennis! Satu lagi. Hati-hati juga dengan mereka. Walau robot itu tidak memiliki sistem senjata dari dalam tubuhnya, tapi setiap robot memegang satu senjata berupa pistol. Dengan matanya juga, mereka bisa membibik dengan hebat. Jadi harus berhati-hati."
"Ya! Bagaimana kalau untuk permulaan, kita harus rebut senjatanya terlebih dahulu?" tanya Dennis pada kelompoknya.
"Iya! Itu bagus."
"Boleh saja."
"Intinya kau yang memimpin, Dennis!"
"Sepertinya semua kelompokmu bisa diandalkan, Dennis." Ujar Akihiro. "Nah, bagaimana kalau kalian mencari tempat duduk yang lebih jauh dari sini untuk mendiskusikan rencana yang akan kalian buat."
"Ah, baiklah!" Dennis beranjak. Kelima teman lainnya mengikuti Dennis dari belakang. Dan sekarang, anak-anak yang masih tersisah akan diberi tugas apa oleh Akihiro?
*
*
*
To be Continued-
Follow IG: @pipit_otosaka8
__ADS_1