Chika'S Terror In The School

Chika'S Terror In The School
Episode 21~ Kejadian Mengerikan (Resolusi 2)


__ADS_3

****


"Apakah, Ibu mau aku panggilkan Chika ke sini?"


Bu Risa tersentak kaget. "Kau gila?! Jika kau memanggil Chika, maka dia akan membunuh kita semua!"


"Apa maksud Ibu? Kan Chika hanya mengincar pembunuh dirinya sendiri. Pembunuh yang ada di sini!"


"Tidak, tidak bisa! Kau tidak bisa memanggilnya!" Dengan cepat, Bu Risa menodongkan pisaunya dan berniat akan menusuk Yuni.


GREP!


Tapi sayangnya tidak bisa. Tiba-tiba saja, tangan yang memegang Pisau itu berhenti sendiri. Bu Risa merasakan ada yang telah menggenggam tangannya dengan kuat.


Itu adalah sesuatu yang tidak terlihat.


"A–ada apa ini?!" Bu Risa memegang tangan kanannya dengan tangan kiri. Ia berusaha untuk menggerakkan tangan kanannya itu.


"Tanpa kupanggil, Chika itu bisa datang, kok." Ujar Yuni santai.


"Chika?!" Semuanya terkejut.


Ternyata benar kata Yuni. Di samping Bu Risa, tiba-tiba saja muncul sosok anak kecil berambut panjang itu. Ia sedang memegangi tangannya Bu Risa.


Sosok Chika akhirnya muncul. Dia menampakkan dirinya pada semua orang di sana. Ternyata, wajah Chika tidak seperti yang orang lain bayangkan. Chika itu berkulit putih mulus, dan wajahnya cantik. Tidak menyeramkan. Tapi hanya sedikit pucat.


"Ketemu. Ternyata kamu yang telah membunuhku..., Risa?"


****


BRAK!


"KYAAAA!"


Pintunya berhasil di dobrak oleh Chisi berbadan besar itu. Semuanya ketakutan. Mereka kembali berdiri lalu berlari ke pojok ruangan itu. Akihiro akan melindungi yang lainnya.


"Ketemu kalian!" Chisi itu tersenyum miring. Lalu, makhluk itu pun mulai mengangkat palunya ke atas, lalu dengan cepat Chisi itu membanting palunya ke bawah.


Hampir saja mengenai kepala Rashino. Mereka semua mundur ke belakang. Dan pada akhirnya, mereka pun terpojok di sudut ruangan. Mereka tidak bisa ke mana-mana lagi.


"Kita harus bagaimana ini?!" Nashira gemetar ketakutan. Ia memeluk kakaknya.

__ADS_1


"Te–tenang! Pasti ada jalan lain!" Akihiro akan memikirkan caranya untuk kabur. Tapi ia tidak punya kesempatan lain. Karena Chisi itu sudah dekat dengan mereka.


Chisi mengangkat palunya lagi. Tapi, kali ini tidak akan Lisa biarkan makhluk itu membanting palunya ke bawah.


Dengan cepat, Lisa pun menahan serangan palu itu. Ia menarik palunya dengan cepat dan akhirnya dapat!


Palunya memang sedikit berat. Tapi Lisa berhasil melempar palu itu jauh-jauh agar si Chisi tidak bisa menyerang teman-temannya lagi.


Tapi ternyata, Lisa salah. Setelah ia membuang palu itu, Chisi pun merubah wajahnya menjadi menyeramkan. Sepertinya Chisi itu mulai murka. Lalu tangannya pun di gerakkan. Chisi itu menangkap dan mencengkram kepala Lisa, lalu melemparnya sampai ke luar jendela. Lemparannya sangat kuat.


"Lisaaa!" Akihiro pun berteriak. Ia tidak menghampiri Lisa, melainkan, Ia malah menatap tajam pada Chisi itu. Lalu setelah itu, Akihiro pun memukul tubuh Chisi sekuat yang ia bisa.


Tapi ternyata tidak ada hasilnya, melainkan tangan Akihiro lah yang terasa sakit. Bagaimana ini?!


Chisi itu menggerakkan tangannya, lalu mengepal pergelangannya. Setelah itu, dengan cepat, Chisi itu mengayunkan pukulannya ke arah Akihiro. Beruntung, Akihiro pun masih bisa sempat menghindar dengan cepat.


Lalu setelah itu, perkelahian antara Akihiro dan Chisi itu pun dimulai. Akihiro berusaha untuk melumpuhkan Chisi dengan menggocoh kepala maupun bagian tubuh lainnya. Tapi hasilnya tetap sia-sia. Chisi itu sangat kuat. Akihiro pun menggeleng tidak percaya.


Chisi itu pun berjalan semakin dekat dengan mereka yang terpojok.


Akihiro pun mengisyaratkan sesuatu. Ia berbisik pada si kembar bersaudara yang ada di sampingnya. "Dengar ini baik-baik! Aku akan menghentikan makhluk ini. Kalau aku sudah bilang 'cepat', maka kalian harus cepat mencari celah untuk keluar dari sini dan berlari lagi ke pintu keluar! Mengerti?"


"Jangan khawatirkan aku!"


BRUK!


Semuanya merunduk. Chisi itu memukul tembok dengan sangat keras sampai terlihat retakan di tembok itu. Lalu setelah itu, Akihiro pun memeluk tangan besar Chisi dan menahannya agar tidak bisa bergerak. Chisi itu mulai bergerak kembali. Dia memiringkan badannya.


"Cepat!" Akihiro berteriak. Kedua si kembar pun mulai berlari. Mereka melewati samping tubuh Chisi itu dan akhirnya, mereka berhasil keluar dari sudut ruangan. Akihiro pun menghembuskan nafas lega. Ia senang temannya bisa keluar dengan selamat.


Tapi bagaimana dengan dirinya sendiri?


Tentu saja ia dalam bahaya. Chisi itu mencengkram kepala Akihiro lalu mengangkatnya sampai ke depan wajahnya. Mereka saling bertatap muka. Akihiro pun tersenyum. Lalu secara mendadak, Akihiro menendang kepalanya, lalu menusuk mata Chisi itu dengan kakinya.


Chisi itu akhirnya merasa kesakitan. Ia tidak melepaskan Akihiro, melainkan tubuh Akihiro itu dilempar olehnya ke tembok. Akihiro pun langsung terjatuh.


Chisi itu memegang matanya. Lalu, ia berbalik badan. Sebelah matanya yang tidak terluka, ia melihat ada si kembar yang sedang berlari ke pintu keluar kelas.


"Mau ke mana kalian?!" Chisi itu berteriak. Lalu Chisi kembali mengejar si kembar. Tapi saat di depan pintu, Nashira tersandung kakinya sendiri dan terjatuh.


Chisi itu berlari lebih cepat dari dugaan si kembar. Rashino yang sedang membantu adiknya berdiri itu pun terkejut. Tiba-tiba saja Chisi itu ada di hadapan mereka. Sangat dekat!

__ADS_1


Si Chisi mengangkat kaki kanannya dan....


BRUK!


"AAAAAAKH!"


Itu teriakkan Nashira yang merintih kesakitan. Rashino pun mundur secara perlahan karena ia merasa takut pada Chisi itu. Chisi besar itu telah menginjak kaki kiri Nashira dengan keras sehingga, pergelangan kakinya itu hancur dan tulang keringnya patah. Darah memuncrat ke mana-mana. Terjadi pendarahan di kakinya.


Lalu, setelah itu, Chisi itu kembali mengangkat kakinya lagi dan berniat akan menginjak kepala Nashira. Tapi sebelum itu, tiba-tiba....


BUAK!


Darah kembali berkucuran ke mana-mana. Rashino dan Nashira pun terkejut melihatnya. Mereka melihat, kepala si penjaga malam yang telah dirasuki Chiki itu tiba-tiba saja hancur. Apa yang telah terjadi?


Chisi itu pun terjatuh dengan tubuhnya yang sudah tidak memiliki kepala itu. Si kembar melihat di belakang Chisi itu ternyata ada Akihiro yang sedang memegang sebuah palu raksasa milik Chisi tadi. Ternyata, Akihiro lah yang telah memukul kepala Chisi itu dengan kuat sampai kepalanya hancur seperti itu.


"Kalian baik-baik saja?" Akihiro menjatuhkan palu itu, lalu berlari menghampiri si kembar.


"Aku baik! Tapi...," Rashino melirik ke adiknya.


"Eh! Anak ini terluka! Kau harus segera diobati!" Akihiro membantu Nashira bangun kembali. Nashira mengerang kesakitan karena kakinya yang telah patah itu. Bukan patah lagi, tapi memang sudah hancur dan harusnya diamputasi.


Kasihan, Nashira....


Matanya mengeluarkan air mata karena ia merasakan sakit yang luar biasa itu. Tidak bisa ditahan pastinya.


"Ini gawat!" Akihiro menggeleng. Lalu, ia membuka ikatan dasinya. Dengan dasinya itu, Akihiro mengikat bagian dengkul kaki kiri Nashira agar tidak terjadi pendarahan lagi. Lalu setelah itu, Akihiro pun menggendong Nashira di pundaknya, dan segera pergi dari tempat itu.


Lalu tak lama kemudian, Akihiro sempat teringat dengan Lisa. Ia lupa kalau tadi, Lisa dilempar keluar jendela oleh Chisi itu. Lalu, sebelum membawa Nashira, Akihiro dan Rashino akan pergi mencari Lisa dulu.


Akihiro tahu kalau Lisa dilempar lewat jendela di sebelah kanan. Kalau begitu, berarti, Akihiro harus pergi ke lorong yang di sebelah kanannya. Tapi saat baru saja berbelok, mereka semua terkejut.


Karena apa yang mereka lihat saat ini, itu sangat mengerikan!


Akihiro pun berteriak, "TIDAAAAAK!"


Ternyata yang mereka lihat adalah tubuh Lisa yang menempel di dinding dengan kepala yang sudah hancur karena terbentur tembok. Yang tersisah, hanyalah sebuah pita ikat rambut yang biasanya digunakan Lisa untuk mengikat rambutnya itu saja. Dan yang tersisah hanyalah tubuh tanpa kepala dengan darah yang menyebar ke mana-mana.


Entah bagaimana bisa seperti itu...!


To be Continued- Eps 22 >>>>

__ADS_1


__ADS_2