
Semenjak peristiwa yang terjadi pada nenek Xhi Wan Chang dan cucunya Xhi Wan Mei, setiap satu minggu sekali, Chu Pian Ran menjadi rutin berkeliling di daerah pinggiran ibukota demi mengetahui keadaan penduduk setempat sambil membawa uang koin emas sebagai persiapan jika ada warga yang kebetulan perlu dibantu. Tentu saja, semua itu atas sepengetahuan anggota keluarganya, dan mereka sangat setuju dengan pemikiran dan usaha perempuan cantik itu.
Dalam melakukan aksi kemanusiaannya itu, nyonya muda Lee bahkan tak segan-segan menjual beberapa perhiasannya karena pada dasarnya perempuan cantik itu tidak suka memakai perhiasan. Daripada tersimpan terus di dalam kotak, maka atas persetujuan anggota keluarganya juga, perhiasan-perhiasan itu dijual di toko perhiasan milik keluarga suaminya, dan sebagai gantinya Chu Pian Ran menerima uang koin emas.
****
Hampir dua tahun sudah, Zhin Zhuan, si peri pegar emas tinggal di kediaman Chu, namun sampai saat ini kekuatan supranaturalnya hanya pulih 20%.
Peri cantik itu sudah berusaha dengan berbagai macam cara, mulai dari rajin meditasi, rajin puasa, dan rajin latihan beladiri, namun semuanya hanya sedikit membuahkan hasil.
Sebenarnya, Chu Pian Ran memiliki pemikiran untuk membawa Zhin Zhuan ke hutan Jinfeng dan meminta bantuan pada peri penguasa hutan itu, namun untuk membawanya ke sana, perempuan cantik itu tidak mendapatkan ijin dari keluarganya. Satu-satunya cara adalah meminta bantuan pada Rong Hya, si siluman serigala, namun sosok pemuda siluman itu sudah lama tidak menampakkan dirinya di ibukota Qin.
Pagi itu, tampaklah nyonya muda Lee sedang berlatih dengan Zhin Zhuan di ruangan khusus yang dipakai untuk latihan beladiri miliknya di kediaman Chu. Chu Pian Ran memang sengaja menguji tingkat ilmu beladiri peri itu, agar tahu sampai sejauh mana perkembangan kemampuannya sekarang.
Setelah saling tanding selama dua jam, hasilnya pun terlihat dengan kekalahan dari pihak Zhin Zhuan.
"Bagaimana ini kak, sampai sekarang ilmu beladiriku masih payah saja...," keluh peri pegar emas itu hampir putus asa sambil menyeka keringatnya dengan sapu tangan.
"Sabar Zhuan Er, semua itu butuh proses... Bukankah kamu juga sudah berusaha semampu yang kamu bisa...," sahut nyonya muda Lee memberi semangat.
"Sebenarnya aku berniat minta tolong pada Rong Hya untuk mengantarmu ke hutan Jinfeng dan meminta bantuan pada peri senior Jinfeng Zhui, namun sudah lama sekali siluman serigala itu tidak menampakkan batang hidungnya di depanku. Entah kemana perginya siluman itu," lanjut Chu Pian Ran.
"Rong Hya? Siluman serigala?" tanya Zhin Zhuan penasaran karena nyonya muda Lee memang belum pernah menceritakan soal Rong Hya pada peri pegar emas itu.
"Iya, Rong Hya itu siluman serigala dari hutan Jinfeng, teman baik mendiang peri Mei Hwa Lie, yang menjadikanku sebagai inangnya," terang perempuan cantik itu.
"Mudah-mudahan saja dia segera muncul kembali, sehingga bisa mengantarmu ke hutan Jinfeng... Kamu yang sabar dulu sambil menunggu kedatangannya," tambah nyonya muda Lee.
"Memangnya peri senior yang namanya Jinfeng Zhui itu pasti bisa memulihkan kekuatan supranaturalku kak?" tanya si peri pegar emas lagi.
"Menurutku bisa, karena peri itu membudidayakan beberapa tanaman obat yang sangat langka. Tidak ada salahnya kan membawamu kesana, namanya juga usaha...," jawab Chu Pian Ran.
Tak berapa lama, kedua perempuan itu pun keluar dari ruangan. Si peri pegar emas Zhin Zhuan kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda, sementara itu nyonya muda Lee kembali ke kediaman mertuanya.
****
Pucuk dicinta ulam pun tiba, satu setengah pekan kemudian siluman serigala itu tiba-tiba muncul di kediaman Lee untuk mengunjungi Chu Pian Ran.
"Kemana saja kau ini, lama sekali tidak menampakkan diri," ucap perempuan cantik itu begitu mereka berdua telah duduk di kursi yang ada di depan teras kediaman utama.
"Ada hal penting yang harus kuurus di luar ibukota nyonya muda Lee," sahut Rong Hya.
"Untungnya kau tiba-tiba muncul saat aku sedang butuh bantuanmu," kata Chu Pian Ran.
"Butuh bantuan apa nyonya muda? Sepertinya ada hal yang serius...," balas siluman serigala itu.
"Aku minta tolong agar kau mengantar Zhin Zhuan ke peri Jinfeng Zhui," ujar nyonya muda Lee.
"Zhin Zhuan? Siapa dia? Memangnya dia ada masalah apa hingga membutuhkan bantuan peri Jinfeng Zhui?" tanya pemuda siluman itu penasaran.
"Zhin Zhuan itu peri burung pegar emas yang kehilangan kekuatan supranaturalnya karena dihisap oleh iblis jahat... Aku pikir peri Jinfeng Zhui bisa membantunya, jadi aku minta tolong padamu untuk mengantarkannya ke sana," jelas Chu Pian Ran.
"Menurut perkiraanku peri Jinfeng Zhui bisa memulihkan kekuatan supranaturalnya peri burung pegar emas itu, karena beliau punya tanaman langka yang setahuku bisa meningkatkan kekuatan supranatural. Lalu kapan siapnya Zhin Zhuan ke sana?" sambung Rong Hya.
"Coba nanti aku ke kediaman orang tuaku lalu menanyakan hal ini padanya," ucap nyonya muda Lee.
"Baiklah, kalau begitu besok aku akan kemari lagi," imbuh siluman serigala itu.
"Bu buuu...," tiba-tiba muncullah sosok mungil Lee Chu Mian Yin dari kejauhan yang diikuti oleh seorang pelayan di belakangnya.
__ADS_1
"Sini sayang...," panggil perempuan cantik itu sambil melambaikan tangannya sebagai isyarat agar putrinya itu mendekat padanya.
"Yin Er, kenalkan, ini paman Rong Hya...," ujar Chu Pian Ran memperkenalkan sekali lagi pemuda siluman itu pada putri kecilnya dengan pengucapan yang jelas pada kata 'Rong Hya' begitu gadis cilik itu sudah berdiri di sampingnya.
Karena pemuda siluman serigala itu lumayan lama tidak bertemu dengan putri kecilnya, jadi di kesempatan ini Rong Hya diperkenalkan lagi pada Lee Chu Mian Yin agar gadis cilik itu ingat kembali akan sosok pemuda itu.
"Man yong ya...," kata bibir mungil Lee Chu Mian Yin dengan pengucapan yang dipenggal per suku kata karena kata itu lumayan sulit baginya untuk diucapkan.
Menyaksikan tingkah putri kecil Chu Pian Ran yang menggemaskan itu, Rong Hya pun tersenyum.
Sejak Lee Chu Mian Yin lahir hingga sebesar sekarang, siluman serigala itu baru bertemu dengan gadis cilik itu sebanyak tiga kali, dan pertemuannya yang kedua sekitar 9 bulan yang lalu saat gadis kecil itu belum bisa berjalan. Sekalinya bersua, rupanya Lee Chu Mian Yin telah berubah menjadi gadis cilik yang cerdas dan menggemaskan.
"Halo si kecil yang cantik, bagaimana kabarnya sekarang?" tanya siluman serigala itu sambil menatap putri nyonya muda Lee.
"Yin Er baik paman...," jawab ibunya mewakili putri kesayangannya dengan kedua tangannya merangkul pinggang gadis kecil itu sambil wajahnya di dekatkan pada wajah gadis cilik itu.
"Ik ik, man...," ucap Lee Chu Mian Yin mencoba menirukan kata-kata ibunya, namun kalimatnya yang tidak sempurna itu justru membuat Rong Hya tertawa pelan.
"Yin Er tidak ingin jalan-jalan dengan paman?" tanya pemuda siluman itu.
"Yan yan na?" sahut Lee Chu Mian Yin.
"Jalan-jalan keluar sana, Yin Er mau?" lanjut Rong Hya.
Seolah mengerti maksud perkataan pemuda siluman itu, gadis kecil itu pun lalu menoleh pada ibunya sebagai tanda minta persetujuan.
"Yin Er mau jalan-jalan dengan paman Rong Hya?" tanya Chu Pian Ran dengan menatap mata putri kesayangannya.
"Au bu, yan yan na...," balas Lee Chu Mian Yin sambil tangan kanannya menunjuk ke arah pintu gerbang.
"Ya sudah, Yin Er boleh jalan-jalan dengan paman Rong Hya tapi tidak boleh nakal ya...," lanjut nyonya muda Lee.
Belasan menit kemudian, datanglah Lee Jiang Wook mencari keberadaan putri kecilnya.
"Sayang, dimana Yin Er?" tanya ayah muda itu begitu sudah duduk di samping istrinya.
"Dibawa jalan-jalan oleh Rong Hya suamiku," jawab Chu Pian Ran.
"Rong Hya? Siluman serigala itu datang kemari?" lanjut Lee Jiang Wook.
"Iya suamiku. Mereka berdua baru saja pergi sekitar lima belas menit yang lalu," sahut nyonya muda Lee.
"Kebetulan sekali... Bukankah kau sedang butuh bantuannya untuk mengantar Zhin Zhuan ke hutan Jinfeng?" lanjut ayah muda itu.
"Iya, suamiku. Tadi aku sudah mengungkit masalah ini dengannya, dan dia pun bersedia mengantarnya," ucap Chu Pian Ran.
****
Tiga hari kemudian...
Pagi itu, sebelum matahari terbit, tampaklah tuan dan nyonya Chu, Chu Pian Ran beserta Xi Er mengantar kepergian Zhin Zhuan, si peri pegar emas dan Rong Hya di depan kediaman Chu. Mereka berdua pergi ke hutan Jinfeng dengan berkuda. Setelah berpamitan, kedua makhluk dari golongan bukan manusia itu pun berangkatlah.
.
.
Kediaman Peri Jinfeng Zhui
"Jadi kau adalah temannya Chu Pian Ran?" tanya peri Jinfeng Zhui sambil memeriksa kekuatan supranatural Zhin Zhuan.
__ADS_1
"Bukan hanya teman peri, tapi nyonya muda Lee dan suaminya lah yang telah menolongku dari pria si pedagang burung itu dengan cara membeliku...," jelas si peri pegar emas.
"Begitu rupanya...," ucap peri senior itu telah selesai memeriksa kekuatan supranatural Zhin Zhuan.
"Bagaimana peri? Apakah anda bisa menolongku?" lanjut peri muda cantik itu tidak sabaran.
"Bisa... Kebetulan aku punya tanaman langka yang bisa meningkatkan kekuatan supranaturalmu. Tapi, setelah meminumnya kau harus bermeditasi panjang agar kekuatanmu benar-benar pulih sepenuhnya," terang peri Jinfeng Zhui.
"Baik peri, apapun akan kulakukan asal kekuatan supranaturalku kembali seperti sediakala...," balas peri Zhin Zhuan.
Beberapa saat kemudian, bangkitlah peri Jinfeng Zhui dari tempat duduknya dan melangkahkan kakinya menuju tempat tumbuhnya tanaman herbal yang sangat langka. Setelah mencabut satu tanaman herbal, peri senior itu pun kembali duduk di dekat peri Zhin Zhuan.
Atas instruksi peri senior itu, si peri pegar emas menumbuk tanaman herbal itu dengan dicampur sedikit air lalu langsung meminum air perasannya. Beberapa menit kemudian, terasalah ada sesuatu aliran hangat dalam tubuh peri Zhin Zhuan.
"Sekarang, pergilah kau ke gua itu dan bermeditasilah selama 6 bulan di sana, maka niscaya kekuatan supranaturalmu akan kembali seperti sediakala," perintah peri senior itu sambil tangannya menunjuk ke sebuah gua yang jaraknya puluhan meter dari tempat mereka duduk.
Tanpa berbantah, peri pegar emas pun menuruti kata-kata peri Jinfeng Zhui dan bermeditasi selama 6 bulan di dalam gua tersebut.
Sementara peri Zhin Zhuan bermeditasi panjang, Rong Hya pun pulang ke kediaman keluarga serigala selama empat bulan dan setelah itu kembali lagi ke ibukota Qin untuk menyampaikan kabar tentang Zhin Zhuan kepada Chu Pian Ran.
****
6 bulan lebih sepekan kemudian...
Berkudalah si peri pegar emas dengan hati gembira menuju ke kediaman Chu di ibukota Qin.
Seperti yang telah dikatakan oleh peri Jinfeng Zhui, kini kekuatan supranaturalnya telah kembali seperti sediakala.
Setelah berkuda selama hampir dua pekan, sampailah peri Zhin Zhuan di kediaman Chu. Tentu saja, kepulangannya itu disambut hangat oleh semua penghuni kediaman karena mereka sudah menganggap peri pegar emas itu seperti kerabat sendiri.
.
.
"Terimakasih banyak ya kak, sekarang kekuatan supranaturalku telah pulih seperti sediakala...," ucap Zhin Zhuan pada Chu Pian Ran saat berkunjung di kediaman Lee setelah tiga hari kepulangannya.
"Kenapa kau berterimakasihnya padaku, seharusnya kan pada peri Jinfeng Zhui...," sahut nyonya muda Lee.
"Tentu saja aku sangat berterimakasih pada peri senior itu kak, tapi ide untuk membawaku ke sana kan juga dari kakak...," kata si peri pegar emas.
"Lalu apa rencanamu selanjutnya? Apa kau akan kembali mengembara?" tanya Chu Pian Ran.
"Aku masih belum tahu kak... Saat ini aku malah betah tinggal di kediaman paman Chu, karena semua orangnya baik padaku dan sudah menganggapku sebagai kerabat sendiri. Sementara di luar sana, aku tidak mempunyai sanak saudara atau teman dekat," jelas Zhin Zhuan.
"Ya sudahlah jika itu memang kemauanmu, aku hanya menurut saja... Lagipula kau juga sudah kuanggap adik sendiri seperti Xi Er," lanjut perempuan cantik itu.
"Sekali lagi terimakasih banyak kak, untuk semua bantuan kakak selama ini padaku... Aku benar-benar tidak bisa membalas budi baik kalian semua," sambung si peri pegar emas.
"Aku sama sekali tidak menganggap semua yang telah kulakukan padamu itu sebagai hutang Zhuan Er, jadi aku harap kau berhenti berpikir tentang balas budi itu... Lagipula, selama ini kau kan juga sudah merelakan dirimu menjadi pelayan di kediaman orang tuaku selama hampir dua tahun," kata Chu Pian Ran.
"Iya sih kak... Tapi jujur, dalam hatiku, aku tidak akan bisa melupakan semua kebaikan kalian selama ini...," ucap peri cantik itu.
"Sudahlah Zhuan Er, jangan mengungkit soal itu lagi, yang penting kita jalani saja apa yang ada di depan kita," ujar nyonya muda Lee.
"Oh ya kak, bagaimana kalau suatu saat nanti jika ada kasus yang harus kakak tangani, aku ikut dengan kakak? Siapa tahu kekuatan supranaturalku bisa membantu kakak untuk menyelesaikan masalah yang terjadi," lanjut Zhin Zhuan menawarkan dirinya.
"Boleh juga... Baiklah, kapan-kapan jika aku menangani suatu kasus, aku akan mengajakmu juga," balas Chu Pian Ran.
Mendapat jawaban seperti itu tentu saja hati Zhin Zhuan, si peri pegar emas sangat senang. Rasanya dia malah tidak sabaran untuk ikut berpetualang dengan kakak angkatnya yang hebat itu.
__ADS_1