Chu Pian Ran

Chu Pian Ran
Episode 63 Lee Jiang Wook Berangkat Ke Perbatasan


__ADS_3

Ibukota Qin


Setelah berkuda selama dua minggu, prajurit yang diutus jenderal Long Yuan untuk mengantarkan surat kepada kaisar Qin telah sampai di ibukota.


Sesampainya di istana, prajurit itu segera menyerahkan surat tersebut kepada kasim Liu untuk diserahkan kepada kaisar.


Saat ini surat itu sedang dibaca oleh kaisar Qin di ruang kerjanya. Di surat itu dituliskan bahwa nona Chu telah ditemukan namun keadaannya sedang tidak baik. Selain itu, jenderal Long Yuan juga memberitahu bahwa kaisar Lian meninggal secara tiba-tiba.


Setelah membaca surat dari adiknya itu, kaisar Qin sedikit merasa lega.


Kekhawatirannya terhadap keselamatan nona Chu kini sudah terjawab.


Dengan segera kaisar Qin kemudian memanggil kasim Liu dan memerintahkan padanya untuk datang ke kediaman Chu dan menyampaikan kabar bahwa nona Chu sudah ditemukan namun keadaanya sedang tidak baik.


Tak menunggu waktu lama kasim Liu pun langsung berangkat menuju ke kediaman Chu.


Kediaman Tuan Chu


"Kasim Liu, ada apa gerangan anda kemari?" Tanya tuan Chu merasa heran dengan kedatangan kasim Liu.


"Maaf tuan Chu, kedatangan saya kemari ingin menyampaikan pesan dari kaisar." Jawab kasim Liu.


"Pesan apa kasim?" Lanjut tuan Chu.


"Saat ini nona Chu sudah ditemukan dan sedang ada di markas prajurit di perbatasan." Terang kasim Liu.


"Benarkah itu kasim? Putriku sudah ditemukan? Lalu bagaimana keadaannya?" Tuan Chu memberikan beberapa pertanyaan pada kasim Liu dengan nada tidak sabaran.


"Kata kaisar, saat ini keadaan nona Chu sedang tidak baik tuan Chu. Untuk lebih jelasnya bagaimana, saya juga tidak tahu karena hanya demikian pesan yang harus saya sampaikan kepada tuan." Jelas kasim itu.


"Ya sudah kalau begitu. Terimakasih banyak kasim Liu untuk kabarnya." Ucap tuan Chu.


"Anda tidak perlu sungkan tuan Chu, saya hanya menjalankan perintah dari yang mulia kaisar. Kalau begitu saya pamit undur diri dulu." Setelah berpamitan kasim Liu pun pergi meninggalkan kediaman tuan Chu.


Mendapat kabar menggembirakan itu, tuan Chu segera mencari istrinya.


Sejak Chu Pian Ran diculik oleh mata-mata Lian, nyonya Chu selalu bersedih hati dan kehilangan semangat hidup.


Bukan hanya itu saja, wanita paruh baya itu juga sering melamun dan kadang susah diajak berkomunikasi.


Orang tua mana yang tidak pedih hatinya jika putri satu-satunya diculik oleh pihak musuh kerajaan.


Tuan Chu mendapati istrinya sedang duduk melamun di gazebo taman bunga.


Pria paruh baya itu dengan langkah cepat mendekati istrinya itu.


"Istriku ada kabar gembira, putri kita sudah ditemukan." Kata tuan Chu begitu pria itu telah duduk di samping istrinya.

__ADS_1


Mendengar putrinya telah ditemukan, semangat hidup wanita paruh baya itu mulai bangkit.


"Benarkah suamiku? Lalu dimana dia dan bagaimana keadaannya?" Nyonya Chu memburu suaminya dengan beberapa pertanyaan.


"Putri kita saat ini ada di markas prajurit di daerah perbatasan istriku. Menurut penuturan kasim Liu keadaannya sedang tidak baik." Balas pria paruh baya itu.


"Apa dia sedang sakit parah seperti biasanya?" Tanya nyonya Chu dengan wajah sangat cemas.


"Aku tidak tahu istriku, kasim Liu hanya mengatakan demikian." Ucap tuan Chu.


"Kalau begitu segera suruh orang untuk menjemput putri kita suamiku." Kata nyonya Chu.


"Tentu istriku, aku harap kau lebih bersabar lagi. Sekarang aku akan pergi ke kediaman Lee untuk menyampaikan berita ini sekaligus meminta Lee untuk menjemput Ran Er. Aku yakin dia mau melakukannya." Ujar tuan Chu.


Setelah mencium kening istrinya, tuan Chu segera berangkat ke kediaman Lee.


****


Keesokan siang harinya, di depan kediaman tuan Lee telah berkumpul puluhan pria termasuk Lee sendiri.


Mereka sedang mempersiapkan diri untuk berangkat ke perbatasan.


Tuan Chu memerintahkan 20 pengawalnya untuk menyertai Lee, begitu pula dengan tuan Lee. Jadi rombongan yang akan berangkat ke perbatasan semuanya berjumlah 41 orang.


Tuan Chu dan tuan Lee sengaja mengerahkan banyak pengawal sebagai tindakan pencegahan jika mereka nanti bertemu dengan penjahat di jalan apalagi saat perjalanan pulang nanti mereka harus membawa Chu Pian Ran.


Dari pihak kaisar sendiri juga memberikan perintah tertulis yang ditujukan kepada adiknya jenderal Long Yuan, agar saat mengantar nona Chu pulang nanti, jenderal Long Yuan memerintahkan 500 prajuritnya untuk mengawal rombongan Lee.


Tuan dan nyonya Lee beserta tuan dan nyonya Chu turut mengantarkan keberangkatan rombongan besar itu.


Setelah berpamitan kepada orang tuanya dan calon mertuanya, Lee beserta para pengawalnya pun berangkat.


Karena jalanan ibukota saat itu lumayan ramai, rombongan itu mengendarai kudanya dengan sangat lambat.


Beberapa penduduk ibukota ada yang menyimpan pertanyaan dalam hati saat menyaksikan iring-iringan itu.


Begitu rombongan itu telah melewati gerbang ibukota, merekapun memacu kudanya dengan kecepatan penuh.


Selama berjam-jam hingga keesokan paginya mereka melajukan kudanya tanpa henti.


Dengan melihat peta wilayah Qin, pagi itu rombongan Lee berhenti di suatu tempat yang cukup luas dekat sungai kecil.


Di tempat itu mereka mengistirahatkan para kudanya agar makan dan minum sepuasnya setelah melakukan perjalanan jauh.


Sedangkan para penunggangnya saat itu ada yang makan dan minum dari bekal yang dibawa, ada yang mencuci mukanya di sungai, dan ada yang sedang rebahan di atas rumput.


Setelah tiga jam beristirahat, rombongan itu melanjutkan perjalanannya kembali.

__ADS_1


Selama dua minggu lebih dua hari rombongan itu telah melakukan perjalanan panjang, hingga akhirnya sampailah mereka di perbatasan.


Rombongan itu kemudian berniat masuk ke dalam markas namun dihadang oleh beberapa prajurit.


Lee selaku pemimpin rombongan pun turun dari kudanya. Setelah pemuda itu memberi penjelasan bahkan membawa nama kaisar, para prajurit itu segera minta maaf.


Lee lalu diantar oleh salah satu prajurit untuk menemui jenderal Long Yuan. Sedangkan prajurit yang lain mempersilahkan para pengawal Lee untuk membawa kuda mereka ke kandang dan menyuruh mereka beristirahat.


Kini Lee telah ada di ruang kerja jenderal Long Yuan.


"Terimakasih paman Long, karena paman telah menemukan Ran Er. Kami benar-benar sangat khawatir karena hal ini." Kata Lee.


Lee memanggil jenderal Long Yuan dengan sebutan 'paman' karena pria paruh baya itu adalah teman dari ayahnya.


Dulu sebelum jenderal Long Yuan pergi ke perbatasan, pria paruh baya itu sering berkunjung ke kediaman Lee.


"Sebenarnya tunanganmu itu tidak kami temukan Lee, tapi sepertinya dia sendirilah yang sengaja datang ke sini." Balas Long Yuan.


"Maksud paman apa? Aku benar-benar tidak mengerti." Tanya Lee.


"Ada prajurit yang tidak sengaja menemukan nona Chu saat dia menjadi mustika." Jelas Long Yuan.


Lee bertambah bingung mendengar penuturan pria yang ada di depannya itu.


"Kau bingung kan? Kami yang di sini pun juga demikian." Ucap Long Yuan.


"Iya paman, aku semakin tidak mengerti." Ujar Lee jujur.


"Jadi, beberapa minggu yang lalu ada dua prajurit yang tidak sengaja menemukan benda mirip kelereng berkelip-kelip saat mereka berpatroli di markas. Lalu oleh Qin Wu Zhu benda itu diminta dan disimpannya. Setelah satu minggu lebih benda itu akhirnya berubah menjadi tunanganmu." Terang Long Yuan.


"Benarkah itu paman? Aneh sekali." Kata Lee.


"Dari informasi yang aku dengar, hidup nona Chu itu memang dipenuhi keanehan. Bukankah kau sangat dekat dengannya, kau seharusnya lebih tahu dari kami." Ucap pria paruh baya itu.


"Tidak juga paman. Ran Er yang sekarang bukanlah tipe gadis yang suka bercerita. Jika tidak ditanya maka dia pun tidak akan memberitahu. Sampai kita bertunanganpun dia masih terkesan misterius. Bahkan paman dan bibi Chu pun sering dibuat terkejut olehnya." Jelas Lee.


"Aku tidak ingin terlalu mencampuri urusan pribadi kalian. Tapi menurutku kau adalah pemuda yang sangat beruntung karena mendapatkan nona Chu yang hebat itu." Ujar Long Yuan.


"Menurut pandangan orang lain, aku memang beruntung paman. Tapi selama ini malah aku menjadi khawatir karena kelebihannya itu. Sudah kesekian kalinya Ran Er terluka parah akibat kehebatan yang dimilikinya." Terang Lee.


"Nona Chu rela menerima semua itu karena ingin menolong orang Lee. Orang yang peduli dengan sesama tentu harus siap menerima resikonya. Tapi apa yang dilakukan nona Chu benar-benar sikap yang sangat mulia." Jelas Long Yuan.


"Apa yang dikatakan paman memang benar. Tapi jika boleh jujur, aku sering merasa khawatir dan takut jika suatu saat nanti aku kehilangan dia paman." Kata Lee.


"Jangan terlalu berpikir berlebihan Lee. Percayalah dengan kemampuan yang dimiliki oleh tunanganmu. Aku yakin suatu saat nanti kalian bisa hidup bahagia." Hibur pria paruh baya itu.


"Terimakasih banyak paman untuk masukannya. Bolehkah aku menemui Ran Er sekarang?" Tanya Lee.

__ADS_1


"Tentu saja. Aku akan mengantarmu ke kamarnya."


Jenderal Long Yuan lalu mengantar Lee hanya sampai di depan kamar nona Chu dan kemudian pria paruh baya itu kembali ke ruang kerjanya.


__ADS_2