Chu Pian Ran

Chu Pian Ran
Episode 72 Pembalasan Chu Pian Ran Untuk Kerajaan Lian


__ADS_3

Sekalipun sangat berat, akhirnya keluarga Chu dan keluarga Lee mengijinkan Chu Pian Ran pergi ke perbatasan dan memberi pelajaran pada kerajaan Lian.


Setelah semuanya siap, pagi itu Chu Pian Ran berangkat bersama Qin Wu Zhu beserta 200 prajuritnya ke perbatasan dari depan istana Qin.


****


Tiga minggu kemudian, rombongan Chu Pian Ran telah tiba di markas perbatasan.


Karena baru saja melakukan perjalanan panjang, Chu Pian Ran mengistirahatkan tubuhnya terlebih dahulu selama satu hari.


Keesokan harinya, di ruang kerja jenderal Long Yuan telah berkumpul pria paruh baya itu, Qin Wu Zhu dan Chu Pian Ran.


"Kau yakin akan melakukan itu Nanyang?" Tanya jenderal Long Yuan dengan perasaan sedikit takut saat gadis di sampingnya itu memberi tahu niatnya yang ingin memberi pelajaran pada kerajaan Lian.


"Aku yakin paman. Tapi sebelum berangkat aku perlu bantuan dari paman." Balas Chu Pian Ran.


"Bantuan apa yang kau perlukan?" Lanjut jenderal Long Yuan.


"Kata kak Zhu Er paman memiliki persediaan racun pelumpuh syaraf permanen. Aku membutuhkan itu untuk melumpuhkan prajurit Lian." Sahut Chu Pian Ran.


Jenderal Long Yuan lumayan terkejut dengan niat gadis itu.


"Kau ingin melumpuhkan prajurit Lian yang jumlahnya ratusan ribu itu? Bagaimana caranya kau melakukannya?" Sambung jenderal Long Yuan.


"Nanyang berniat untuk meracuni semua sumber air yang ada di markas prajurit Lian paman. Jadi dia tidak perlu berhadapan langsung dengan para prajurit itu." Sela Qin Wu Zhu.


"Tapi ini tetap beresiko. Sekalipun kau punya nyali besar untuk menghadapi mereka, kau juga tetap harus berhati-hati dan jangan bertindak gegabah." Ucap jenderal Long Yuan memperingatkan.


"Pasti paman, aku akan sangat berhati-hati." Jawab Chu Pian Ran.


"Persediaan racun pelumpuh syarafku tidak akan mencukupi untuk melumpuhkan semua prajurit Lian. Kalau begitu aku akan segera memerintahkan beberapa prajurit untuk membeli racun itu di daerah-daerah sekitar markas." Sambung jenderal Long Yuan.


"Terimakasih paman untuk bantuannya." Kata Chu Pian Ran.


Dengan segera jenderal Long Yuan membuat beberapa surat tertulis dan berstempel sebagai syarat penting untuk membeli racun jenis itu.


Racun pelumpuh syaraf tidak diperjual belikan secara bebas di wilayah Qin. Untuk membeli racun itu harus ada pengantar tertulis dan berstempel dari pihak si pembeli.


Setelah surat pengantar itu selesai ditulis, jenderal Long Yuan keluar dari ruang kerjanya lalu memanggil beberapa prajurit dan memerintahkan mereka membeli racun pelumpuh syaraf di daerah-daerah yang dekat dengan markas. Tak lupa, pria paruh baya itu juga memberikan surat pengantar yang dibuatnya tadi ke masing-masing prajurit.


Tak menunggu lama lagi beberapa prajurit itu pun berangkat untuk melaksanakan perintah jenderalnya.


Sambil menunggu prajurit tadi muncul ketiga orang itu kembali berdiskusi.


Di pertemuan itu Chu Pian Ran menjelaskan dengan rinci rencana yang akan dia gunakan untuk mengalahkan kerajaan Lian.


Jenderal Long Yuan dan Qin Wu Zhu dibuat kagum dengan ide gadis itu, namun rasa khawatir di hati pun tetap ada.

__ADS_1


Saat itu Chu Pian Ran diberi sebuah peta kerajaan Lian oleh jenderal Long Yuan. Dengan melihat peta itu, Chu Pian Ran jadi tahu jika kerajaan Lian memilik 4 markas besar prajurit yang tersebar di wilayah Lian.


Sebelum berangkat ke Lian dan sambil menunggu para prajurit yang ditugasi untuk membeli racun kembali ke markas, gadis itu pun bermeditasi terlebih dahulu.


Dua hari kemudian, satu persatu prajurit yang membeli racun kembali ke markas dan menyerahkan barang tersebut kepada jenderal Long Yuan.


Sambil menunggu Chu Pian Ran selesai meditasi, pria paruh baya itu dengan dibantu keponakannya menyiapkan botol-botol berisi racun pelumpuh syaraf permanen yang akan dibutuhkan oleh Chu Pian Ran selama di Lian. Botol-botol itu lalu dimasukkan ke dalam kain dan diikat.


Setelah tiga hari bermeditasi, muncullah suara batin yang kuat dalam diri Chu Pian Ran untuk menyiapkan botol besar berisi air.


Tanpa ragu-ragu, gadis itu lalu membuka matanya, bangkit berdiri lalu melangkah ke luar kamar untuk mencari keberadaan jenderal Long Yuan atau Qin Wu Zhu.


Setelah bertemu dengan Qin Wu Zhu, Chu Pian Ran menyampaikan sesuatu pada pemuda itu.


Qin Wu Zhu sempat heran saat gadis itu meminta botol besar berisi air padanya, namun pemuda itu tetap menuruti keinginan Chu Pian Ran.


Lima belas menit kemudian terlihatlah Qin Wu Zhu membawa botol berisi air lalu menyerahkannya pada Chu Pian Ran.


Sesudah menerima benda itu, Chu Pian Ran melanjutkan meditasinya kembali.


Lagi-lagi suara batin itu muncul dan menyuruh Chu Pian Ran untuk meletakkan telapak tangannya di bibir botol.


Beberapa menit setelahnya, keluarlah cahaya putih dari telapak tangan gadis itu dan masuk ke dalam botol berisi air lalu cahaya putih itu membaur dengan air yang ada di dalamnya.


Air yang awalnya jernih sekarang berubah warna menjadi putih pekat seperti susu.


Pada hari ketujuh, Chu Pian Ran menyudahi meditasinya. Setelah mandi dan makan, gadis itu menulis surat terlebih dahulu untuk keluarganya di ibukota Qin.


Chu Pian Ran lalu keluar dari kamar dan menyerahkan surat itu kepada Qin Wu Zhu dengan maksud agar pemuda itu memerintahkan salah satu prajurit di markas untuk mengirimkan surat itu kepada kaisar Qin lalu meneruskannya pada keluarganya.


Sore itu, dengan memanggul buntelan kain berisi sebotol besar air putih pekat dan botol-botol racun di pundaknya, Chu Pian Ran merubah wujudnya menjadi kupu-kupu di depan jenderal Long Yuan dan Qin Wu Zhu.


Kemudian dengan kekuatan supranaturalnya kupu-kupu itu terbang melesat dengan cepat meninggalkan markas dan menuju wilayah Lian.


Kedua pria yang menyaksikan kepergian Chu Pian Ran itu hatinya merasa cemas. Mereka berharap gadis itu berhasil melaksanakan niatnya dan kembali dengan selamat.


Target pertama Chu Pian Ran adalah markas prajurit Lian yang ada di perbatasan yang terdekat dengan wilayah Qin.


Kupu-kupu jelmaan Chu Pian Ran sampai di markas tersebut pada malam hari.


Suasana markas malam itu lumayan ramai karena memang markasnya sangat besar dan tentu saja penghuninya sangat banyak.


Kupu-kupu itu lalu mencari sumber air yang ada di situ. Setelah merubah wujud menjadi manusia dan memakai cadar tebal, dengan hati-hati dan cepat Chu Pian Ran menaburkan racun pelumpuh syaraf permanen dan menuangkan sebagian air putih pekat di satu persatu sumur yang ada di markas tersebut.


Jumlah sumur yang ada di markas pertama itu semuanya ada 20 buah.


Selesai di markas pertama, kupu-kupu itu melanjutkan aksinya menuju markas berikutnya hingga semua sumur di 4 markas prajurit Lian telah ditaburinya dengan racun pelumpuh syaraf permanen dan dituangi air putih pekat.

__ADS_1


Untuk menaburkan racun di 4 markas prajurit Lian yang berjauhan tempat, kupu-kupu itu menghabiskan waktu selama satu minggu.


Tanpa diketahui siapapun bahkan Chu Pian Ran sendiri, air putih pekat yang dituangkan dalam sumur bereaksi dengan racun pelumpuh syaraf permanen dan akhirnya menyebar ke semua air yang ada di dalam sumur.


Sekarang yang menjadi target terakhir kupu-kupu itu adalah istana kerajaan Lian.


Dengan sisa botol racun yang tinggal sebuah dan sedikit air putih pekat, kupu-kupu itu terbang cepat menuju istana kerajaan Lian.


Dua hari kemudian sampailah kupu-kupu itu di istana Lian. Sambil menunggu malam tiba, kupu-kupu itu mengistirahatkan dirinya di atas sebuah pohon yang ada di istana itu.


Mendiang kaisar Lian memiliki 10 pangeran dan dua putri dari permaisuri dan selir-selirnya.


Malam ini, Chu Pian Ran berniat untuk meminumkan racun pelumpuh syaraf bercampur air putih pekat pada ke sepuluh pangeran itu dan membakar istana kerajaan Lian.


Malampun tiba, kupu-kupu itu dengan mengandalkan insting dan kekuatan batinnya memasuki satu persatu kamar pangeran kerajaan Lian.


Target pertama adalah kamar Lian Xiao Jung, kaisar baru kerajaan Lian yang telah memerintahkan dua mata-matanya untuk membunuh tunangan Chu Pian Ran.


Sebelum meminumkan racun itu, si kupu-kupu menebarkan bubuk pembius ke kamar saat si penghuni telah tidur.


Setelah menunggu sepuluh menit, kupu-kupu itu merubah wujudnya menjadi manusia kembali.


Chu Pian Ran kemudian mendekati sebuah meja yang ada di situ lalu menuangkan sedikit racun pelumpuh syaraf dan sedikit air putih pekat ke dalam cangkir.


Gadis itu lalu membawa cangkir itu dan meminumkan isinya pada pemuda yang sedang berbaring di ranjang.


Sesudahnya, cangkir bekas racun itu dimasukkannya dalam buntelan kain yang dia bawa.


Awalnya, Chu Pian Ran ingin meracuni ke sepuluh pangeran Lian. Namun dalam aksinya itu, suara batinnya mencegah saat dia hendak mencelakai dua pangeran Lian karena kedua pangeran itu tidak sejahat saudaranya yang lain. Kedua pangeran itu adalah Lian Xiao Yuan dan Lian Xiao Yung, putra dari selir Xie Yu Mei, putri kaisar Han.


Setelah selesai membereskan delapan pangeran Lian, aksi terakhir Chu Pian Ran adalah membakar istana kerajaan Lian itu.


Ruangan yang pertama dibakar adalah aula utama yang biasa digunakan untuk pertemuan rutin.


Setelahnya, dia membakar ruangan lain yang jaraknya saling berjauhan.


Tak menunggu lama, istana kerajaan Lian yang megah itu dilalap si jago merah di beberapa tempat.


Malam yang awalnya tenang berubah menjadi gempar dan panik. Para prajurit dan pelayan yang ada di istana kalang kabut berusaha memadamkan api.


Kupu-kupu jelmaan Chu Pian Ran menyaksikan kejadian menegangkan di istana Lian dari kejauhan.


Tak sampai di situ, kepanikan mereka menjadi bertambah saat menemukan delapan pangerannya tak sadarkan diri di atas ranjang.


Sementara itu di luar istana Lian, para penduduk ibukota Lian banyak yang berkumpul di dekat istana untuk menyaksikan istana Lian yang terbakar itu.


Banyak penduduk yang bertanya-tanya mengapa istana Lian bisa terbakar sampai separah itu.

__ADS_1


__ADS_2