
Markas Prajurit Qin di Perbatasan
Pagi ini jenderal Long Yuan terlihat sedang menulis surat di ruang kerjanya.
Pria paruh baya itu bermaksud untuk memberi kabar kepada kakaknya di ibukota jika nona Chu telah ditemukan.
Setelah surat itu selesai ditulis jenderal Long Yuan memanggil salah satu prajuritnya dan memerintahkannya untuk segera menyampaikan surat itu pada kaisar Qin.
Sepeninggal prajurit itu, jenderal Long Yuan kemudian memerintahkan seorang prajurit lainnya untuk memanggil Qin Wu Zhu agar menemuinya di ruang kerjanya.
Sepuluh menit kemudian datanglah Qin Wu Zhu ke ruang kerja pamannya.
"Paman memanggilku?" Tanya pemuda itu.
"Duduklah dahulu, ada yang ingin paman bicarakan padamu." Ucap Long Yuan.
Qin Wu Zhu pun menuruti perintah pamannya dan duduk di sebuah kursi yang tidak jauh dari pria paruh baya itu.
"Zhu Er, apa kau menyukai nona Chu?" Tanya Long Yuan terus terang.
Suasana ruangan itu hening karena Qin Wu Zhu diam saja tidak menjawab pertanyaan pamannya.
Melihat reaksi keponakannya itu Long Yuan bisa menebak bahwa Qin Wu Zhu memang menyukai nona Chu.
"Paman tahu selama ini kau tidak pernah dekat dengan seorang gadis dan bahkan kau menolak memilih selir dua tahunan yang lalu. Tapi ingat, jika kau sudah jatuh hati pada seorang gadis jangan pada orang yang salah seperti nona Chu karena dia sudah bertunangan." Terang Long Yuan.
"Kau ini seorang pangeran, jika kau berbuat hal yang buruk suatu saat akan mempengaruhi nama baik anggota keluarga yang lain khususnya ayahmu yang sebagai kaisar Qin. Apa kata orang nanti jika kamu mendekati seorang gadis yang sudah bertunangan." Lanjut Long Yuan.
Qin Wu Zhu masih saja terdiam.
Beberapa waktu yang lalu adiknya Qin Wu Lei juga mengatakan hal yang intinya sama tapi dia berani beradu argumen. Sekarang yang berbicara seperti itu gantian pamannya, dan pemuda itu tidak memiliki keberanian untuk membantah.
Selama bertahun-tahun hidup dengan pamannya, pemuda itu memiliki penilaian bahwa pamannya itu memang orang yang tegas dan bijak.
"Zhu Er, tidakkah kau ingin mengatakan sesuatu pada paman?" Tanya pria paruh baya itu lagi.
"Jujur paman, aku sudah lama menyukai nona Chu sejak gadis itu terkena jarum beracun dan secara ajaib bisa sembuh dengan sendirinya." Akhirnya Qin Wu Zhu pun membuka suara.
"Lalu setelah kau tahu nona Chu sudah bertunangan kau tetap nekat?" Imbuh Long Yuan.
"Maaf paman aku belum bisa melepaskannya." Jawab Qin Wu Zhu dengan suara agak merendah.
__ADS_1
"Paman sudah memperingatkanmu Zhu Er. Aku harap kau bisa menjaga sikapmu pada nona Chu." Tegas Long Yuan.
Satu minggu sudah Chu Pian Ran belum juga sadar. Dan selama satu minggu itu, Bing Er, nama gadis pelayan yang diambil dari perkampungan dekat markas, merawat dan menjaga Chu Pian Ran dengan tekun seperti yang diperintahkan oleh jenderal Long Yuan.
Pada sore harinya, mata Chu Pian Ran mulai terbuka. Pertama kali yang dia rasakan adalah badannya sangat lemas.
Gadis itu lalu mencoba beradaptasi dengan keadaan sekitarnya. Setelah mengedarkan matanya, gadis itu bertanya-tanya karena dia merasa asing dengan kamar yang ditempatinya.
Beberapa menit kemudian datanglah Bing Er dengan membawa baskom berisi air dan lap. Pelayan itu memang bermaksud untuk membersihkan tubuh Chu Pian Ran.
"Nona, anda sudah sadar?" Tanya Bing Er begitu masuk beberapa langkah ke dalam kamar. Gadis itu kemudian meletakkan baskom air dan lap di atas meja.
"Kau siapa?" Tanya Chu Pian Ran dengan suara lemah.
"Nama saya Bing Er nona. Saya adalah pelayan yang disuruh merawat dan menjaga anda oleh jenderal Long Yuan." Jawab pelayan itu.
"Jenderal Long Yuan? Memangnya ini ada dimana?" Lanjut Chu Pian Ran.
"Anda sedang di markas prajurit di daerah perbatasan wilayah Qin nona." Balas Bing Er.
Untuk sesaat Chu Pian Ran pun berpikir.
"Nona apa yang anda rasakan sekarang?" Tanya Bing Er.
"Kalau begitu saya akan memberi tahu jenderal Long Yuan dan yang mulia pangeran jika anda sudah sadar." Ujar Bing Er.
Dengan segera pelayan itu meninggalkan kamar untuk memberitahu jenderal Long Yuan dan Qin Wu Zhu.
Sepuluh menit kemudian masuklah dua pria di kamar Chu Pian Ran.
Jenderal Long Yuan dan Qin Wu Zhu merasa lega melihat nona Chu sudah sadar.
Saat melihat jenderal Long Yuan, jiwa Song Hyu Meen yang menempati raga Chu Pian Ran menjadi teringat akan ayahnya di dunia modern.
"Salam nona Chu, bagaimana kabar anda sekarang?" Tanya jenderal Long Yuan.
"Tubuhku merasa sangat lemas jenderal." Jawab Chu Pian Ran.
"Sebaiknya anda banyak istirahat dulu nona. Aku sudah menyuruh pelayan tadi untuk memasak bubur untuk nona." Ucap Long Yuan.
"Terimakasih banyak jenderal, yang mulia pangeran, maaf aku sudah merepotkan kalian. Kalau boleh aku tahu bagaimana bisa aku ada di sini?" Lanjut Chu Pian Ran.
__ADS_1
Untuk sesaat kedua pria itu saling memandang dengan wajah heran.
"Apakah nona tidak ingat bagaimana bisa sampai di tempat ini?" Tanya Long Yuan.
"Terakhir kali yang aku ingat, aku sedang ada di kamarku malam itu. Memangnya apa yang terjadi denganku?" Kata Chu Pian Ran.
Lagi-lagi jenderal Long Yuan dan Qin Wu Zhu dibuat keheranan.
"Kau sempat diculik oleh mata-mata kerajaan Lian nona Chu. Ada satu bulan lebih kau ada di tangan mereka. Kami semua benar-benar khawatir." Kali ini Qin Wu Zhu yang memberikan penjelasan.
Sejak diberi peringatan oleh pamannya, pemuda itu menjadi hati-hati jika dekat dengan nona Chu saat bersama pamannya.
Qin Wu Zhu tidak mau pamannya menjadi murka gara-gara dia mengabaikan nasehatnya.
"Diculik oleh mata-mata kerajaan Lian? Benarkah itu? Kenapa aku tidak ingat sama sekali." Ujar Chu Pian Ran.
"Nona Chu, anda baru saja sadar dari pingsan, dan tubuh anda sekarang sedang tidak baik. Sebaiknya anda jangan berpikir terlalu berat dulu. Jika anda nanti sudah merasa lebih baik, kita bisa melanjutkan pembicaraan ini." Jelas Long Yuan.
"Baiklah." Sahut Chu Pian Ran.
Beberapa menit kemudian masuklah Bing Er dengan membawa nampan yang di atasnya ada 2 mangkuk.
Untuk sementara jenderal Long Yuan dan Qin Wu Zhu pamit undur diri dari kamar itu.
"Nona, sebaiknya anda makan sekarang, anda pasti sangat lapar setelah berhari-hari pingsan." Kata Bing Er sambil menyodorkan sesendok bubur.
Karena tubuh Chu Pian Ran sangat lemas, gadis itu makan dengan posisi tetap berbaring.
Dengan pelan-pelan Bing Er menyuapi Chu Pian Ran hingga mangkuk itu kosong.
Sesudah itu Bing Er kemudian membantu Chu Pian Ran untuk minum obat.
"Terimakasih Bing Er." Ucap Ran Er pelan.
"Nona tidak perlu berterimakasih, ini sudah menjadi tugas saya." Balas Bing Er.
"Rumahmu dimana Bing Er? Apakah kau masih memiliki orang tua?" Tanya Chu Pian Ran.
"Rumah saya ada di dekat markas ini nona. Sedangkan untuk orang tua, saya hanya tinggal berdua dengan ibu saya, ayah saya sudah meninggal lima tahun yang lalu karena sakit nona." Terang Bing Er.
Bing Er lalu membersihkan tubuh Chu Pian Ran dan mengganti pakaiannya.
__ADS_1
Sepuluh menit kemudian Chu Pian Ran merasa mengantuk dan gadis itu pun tertidur.