Chu Pian Ran

Chu Pian Ran
Episode 43 Di Hanzhong


__ADS_3

Pagi hari sebelum matahari terbit, tuan Song sedang menunggu kedatangan Qin Wu Zhu beserta para pengawalnya di gerbang ibukota.


Beberapa saat kemudian, dari kejauhan mata tuan Song melihat Qin Wu Zhu bersama empat pengawalnya melaju mendekat ke arahnya.


Rupanya Qin Wu Zhu menyamar lagi dengan memasang kumis tipis di atas bibirnya seperti saat di Sanchuan dulu.


Setelah Qin Wu Zhu berbasa basi sebentar, akhirnya rombongan itupun berangkat ke Hanzhong.


Perjalanan dari ibukota ke Hanzhong membutuhkan waktu paling tidak satu minggu.


Rombongan itu akan beristirahat saat menjelang malam hingga pagi hari di sebuah penginapan.


Akhirnya sampailah rombongan itu di daerah Hanzhong.


Kedatangan rombongan itu menarik perhatian banyak penduduk di daerah itu, khususnya si pria bertopeng yang saat itu memang sedang naik daun.


Demi mendengar berita bahwa pria bertopeng ada di Hanzhong, gubernur Lei dibuat ketar-ketir karenanya.


Kini rombongan itu sedang ada di depan sebuah penginapan.


"Tuan Song, bagaimana jika kita menginap di sini saja?" Tanya Qin Wu Zhu.


"Jika yang mulia pangeran ingin menginap di sini silahkan saja, aku akan mencari penginapan lain. Aku tidak mau kita tinggal di penginapan yang sama selama di Hanzhong ini." Jawab tuan Song terus terang.


"Baiklah jika itu kemauan anda, saya menurut saja." Ucap Qin Wu Zhu.


Pria bertopeng itu lalu kembali menuntun kudanya untuk mencari penginapan lain.


Beberapa meter kemudian tuan Song menemukan sebuah penginapan yang dirasa cocok.


Setelah menyelesaikan pembayaran, tuan Song masuk ke kamar dan bermeditasi untuk mendapatkan petunjuk.


Tengah malamnya...


Tuan Song menyudahi meditasinya dan merubah wujudnya menjadi kupu-kupu. Kemudian dia terbang menuju kediaman gubernur Lei.


Berdasarkan instingnya, kupu-kupu itu masuk ke ruang kerjanya gubernur Lei.


Ruang kerja gubernur Lei sangatlah gelap karena memang tidak ada penerangan sama sekali. Namun itu tidak menjadi masalah bagi tuan Song. Dengan kelebihan yang dia miliki, matanya bisa melihat ruang kerja itu dengan sangat jelas.


Setelah kembali ke wujud manusia, pria bertopeng memejamkan matanya berusaha menerawang ruangan itu.


Beberapa menit kemudian tuan Song berjalan dan mendekati sebuah lemari kayu yang ukurannya sedang.

__ADS_1


Dengan kekuatan telapak tangannya pria bertopeng itu memindah lemari itu tanpa menimbulkan suara.


Rupanya di bawah lemari itu, tepatnya di lantai, terdapat tempat penyimpanan tersembunyi.


Tuan Song melihat tempat penyimpanan itu terkunci oleh rantai besi kecil. Dengan mengerahkan kekuatannya, setelah dua puluh menit, kunci rantai itu pun putus.


Tuan Song membuka pintu tipis berbentuk persegi itu dan mengambil tumpukan buku yang ada di dalamnya.


Ada tiga buku catatan ukuran besar di depan pria bertopeng itu. Untuk sesaat dia membuka beberapa halaman dari buku itu. Rupanya itu adalah catatan keuangan.


Tuang Song kembali menutup pintu itu dan mengembalikan lemari kayu persis seperti semula.


Dengan membawa buku itu, tuan Song meninggalkan kediaman gubernur Lei dalam wujud kupu-kupu.


Pagi harinya...


Qin Wu Zhu telah datang di penginapan tuan Song dan bertanya pada salah seorang pelayan apakah tuan Song ada di kamarnya.


Pelayan itu menjawab jika tuan Song masih ada di kamarnya karena sedari tadi para pelayan penginapan belum melihat sosok pria bertopeng itu keluar.


Pemuda itupun meminta tolong pada pelayan itu untuk menyampaikan pesannya pada tuan Song. Tak lupa Qin Wu Zhu memberi pelayan itu satu koin emas.


Si pelayan dengan segera melaksanakan perintah pemuda itu.


Pelayan itu mengetuk pintu kamar tuan Song.


Sepi. Tidak ada jawaban.


"Tuan Song." Panggil pelayan itu.


Haish, pasti pangeran itu ingin bertemu denganku... Mengganggu orang tidur saja. Rutuk tuan Song dalam hati.


Kembali terdengar ketukan di pintu kamar pria bertopeng itu.


Beberapa detik kemudian terdengar pintu kamar terbuka.


Belum juga si pelayan membuka suara untuk menyampaikan pesan Qin Wu Zhu, tuan Song sudah mendahuluinya bicara.


"Jika ada yang mencariku katakan saja nanti sore suruh menemuiku lagi. Aku masih ngantuk berat, jangan ada yang menggangguku." Kata tuan Song lalu langsung menutup pintu kamarnya lagi.


Si pelayan sempat terhenyak sebentar dengan sikap tuan Song barusan. Kemudian pelayan itupun meninggalkan depan kamar pria bertopeng untuk meneruskan pesannya pada pemuda tadi.


****

__ADS_1


Sore harinya di sebuah ruangan tertutup...


"Lain kali jika yang mulia pangeran ingin mencariku jangan di saat pagi hari, aku masih ngantuk berat dan tidak ingin diganggu. Setiap malam aku sering bergadang karena ada urusan yang kukerjakan." Tuan Song memperingatkan Qin Wu Zhu dengan terus terang.


"Saya benar-benar minta maaf tuan Song karena tadi sudah mengganggu tidur nyenyak anda." Kata Qin Wu Zhu merasa bersalah.


Tuan Song lalu membuka sebuah buntelan kain yang dia bawa tadi.


"Aku sudah mendapatkan buku ini di ruang kerja gubernur Lei, sekarang giliran tugasmu untuk memeriksanya." Ucap tuan Song sambil menyerahkan tiga buah buku catatan pada pemuda itu.


Qin Wu Zhu lumayan terkejut. Ternyata tanpa sepengetahuannya tuan Song sudah mengambil langkah duluan.


"Baik tuan Song, saya akan memeriksa buku catatan ini dengan teliti." Jawab Qin Wu Zhu.


Untuk sesaat pemuda itu membuka beberapa lembar halaman dari buku itu kemudian menutupnya lagi.


"Sekarang aku akan kembali ke penginapan, dan kau segeralah periksa buku catatan itu." Lanjut tuan Song.


"Baik tuan Song." Balas Qin Wu Zhu.


Tuan Song lalu meninggalkan ruangan itu dan kembali ke penginapan untuk bermeditasi.


Setelah mendapatkan buku catatan itu, Qin Wu Zhu mengajak Lu Zee untuk memeriksanya.


Rupanya buku itu adalah buku catatan pengumpulan pajak dari rakyat dan rincian pengeluarannya.


Kedua pemuda itu memeriksa buku catatan dengan teliti dan menemukan catatan pengeluaran pajak yang nominalnya tidak masuk akal.


Mereka berdua menandai tulisan-tulisan angka yang tidak wajar itu.


Qin Wu Zhu dan Lu Zee melakukan pekerjaan itu hingga malam hari.


Pagi harinya...


Qin Wu Zhu bersama para pengawalnya berkeliling di daerah Hanzhong untuk mencari informasi terkait pemanfaatan uang pajak rakyat.


Seperti yang mereka perkirakan, wujud dari pemanfaatan pajak rakyat tidak sesuai dengan jumlah nominal pengeluarannya. Hampir separuh penghasilan pajak dari rakyat dikorupsi oleh gubernur Lei.


Gubernur Lei terlihat panik saat anak buah yang diperintahkannya untuk memata-matai tuan Song beserta beberapa pria yang menyertainya itu memberi laporan bahwa para pria itu sedang berkeliling di Hanzhong dan bertanya-tanya pada beberapa penduduk terkait pajak rakyat.


Tanpa mereka sadari, di balik pintu ruang kerja gubernur Lei ada seekor kupu-kupu yang sedari tadi mendengarkan percakapan mereka.


Kupu-kupu itu juga mendengar bahwa gubernur Lei berniat kabur diam-diam.

__ADS_1


Dengan segera si gubernur memerintahkan anak buahnya itu untuk menyiapkan semua kebutuhannya saat dalam pelarian.


__ADS_2