Chu Pian Ran

Chu Pian Ran
Episode 98 Bukan Gempa Bumi Biasa


__ADS_3

Karena Qin Wu Zhi dan Han Zhuo Jin tahu jika Chu Pian Ran pasti lelah dan ngantuk berat, kedua pemuda itu sengaja tidak membangunkan perempuan cantik itu saat jam sarapan telah tiba. Maka, mereka pun pergi ke rumah makan berdua saja.


Menjelang tengah hari, terbangunlah nyonya muda Lee dengan rasa malas. Rupanya, perjalanan panjang yang dia tempuh dari ibukota Qin sampai daerah bagian barat Han ini telah menguras banyak tenaganya, belum lagi perempuan cantik itu kemarin juga harus mengeluarkan banyak kekuatan supranaturalnya demi memulihkan lahan pertanian penduduk setempat.


Sementara Chu Pian Ran masih rebahan di atas ranjang, tampaklah di dekat lahan pertanian, Han Zhuo Jin sedang bercakap-cakap dengan beberapa penduduk dengan ditemani oleh Qin Wu Zhi.


Ternyata, karena pemuda itu kemarin berada di tengah lahan pertanian yang lumayan jauh jaraknya dari pinggiran, jadi para penduduk belum tahu jika salah satu dari pemuda itu adalah pangeran kedua kaisar Han.


Mereka baru tersadar saat pagi hari ketika akan mengecek lahan pertanian mereka lagi dan kebetulan melihat sosok Han Zhuo Jin ada di tempat itu juga. Sementara, saat pangeran kedua kaisar Han itu sedang berada di penginapan dan rumah makan, penduduk belum mengenalinya karena pemuda itu memang jarang terekspos oleh rakyatnya, sebab selama ini yang sering terjun langsung ke lapangan saat rakyat mengalami masalah adalah kakak pertamanya, alias putra mahkota Han Zhuo Jung.


Setelah mandi dan makan sampai kenyang, dengan segera Chu Pian Ran mengambil kudanya dan melajukannya lagi ke lahan pertanian. Tampaklah olehnya, di sekitar lahan itu selain prajurit juga ada kedua pangeran dan banyak penduduk setempat.


Begitu melihat kedatangan sosok putri angkat kaisar Qin yang tersohor di daratan China, para penduduk setempat yang kebetulan ada di situ pun memberi hormat sambil membungkukkan badannya.


Karena ingin mempersingkat waktu agar urusannya di wilayah Han cepat selesai, tanpa berbasa-basi nyonya muda Lee langsung terbang ke tengah lahan pertanian lagi untuk meningkatkan kadar kesuburan lahan itu. Maka, Qin Wu Zhi dan Han Zhuo Jin pun segera menyusul perempuan cantik itu.


Tak menunggu lama, Chu Pian Ran pun meletakkan tangan kanannya lagi seperti kemarin dan proses itu juga membutuhkan waktu sampai lima jam.


Tentu saja, untuk menunggu hasilnya membutuhkan waktu hingga satu bulanan, dan waktu selama itu tidak akan mungkin diikuti oleh pihak dari kerajaan Qin karena mereka harus segera kembali ke ibukota.


Atas permintaan nyonya muda Lee, maka sore itu juga mereka berangkat ke istana Han.


Perjalanan dari daerah bagian barat Han menuju ibukota membutuhkan waktu 3 hari 3 malam perjalanan tanpa henti.


Saat ini, rombongan itu telah masuk ke ibukota Han. Tak beda jauh dengan di Qin, sebagian besar penduduk ibukota Han juga berjajar di tepi kanan kiri jalan untuk menyaksikan rombongan itu lewat.


Rupanya, berita pendekar bertopeng alias tuan putri Nanyang yang akan berkunjung ke istana telah tersebar ke seluruh penduduk ibukota itu, maka tak heran begitu mata mereka melihat sosok perempuan cantik yang ada di baris paling depan bersama Han Zhuo Jin dan Qin Wu Zhi, para penduduk itu melambaikan tangan atau sapu tangannya kepada sosok tuan putri itu.


Chu Pian Ran benar-benar tak menyangka dengan sambutan yang semeriah ini. Setelah identitasnya benar-benar terbongkar, semakin banyaklah orang yang mengenal dia.


Maka, untuk menunjukkan sikap keramahan di depan mata penduduk ibukota Han, perempuan cantik itu pun membalas dengan lambaian tangan juga sambil tak henti-hentinya bibirnya menyunggingkan senyum hingga di depan istana Han.


Begitu masuk ke istana Han, Qin Wu Zhi dan Chu Pian Ran pun disambut dengan hangatnya oleh anggota keluarga kerajaan Han.


Tak berapa lama, kaisar Han yang bernama Han Zhuo Lung pun membawa kedua tamu kehormatannya masuk ke dalam aula dan mempersilahkan mereka duduk untuk beristirahat sambil menikmati makanan dan minuman yang pada saat itu telah tersedia.


Maka, tampaklah beberapa orang yang ada di dalam aula itu sedang menikmati makanan dan minuman dalam suasana yang hangat dan tenang.


Sekalipun perut Chu Pian Ran sangat lapar karena habis berkuda selama 3 hari 3 malam tanpa henti, maka demi menjaga harga dirinya di depan kaisar Han dan beberapa anggota keluarga kerajaan Han yang kebetulan ikut hadir dan menemani mereka makan di tempat itu, cara makan nyonya muda Lee pun dibuat sesopan mungkin.


Saat mereka sedang menikmati acara makan minum bersama, tiba-tiba ruangan itu bergetar lumayan kuat untuk beberapa saat yang spontan membuat mereka panik dan akhirnya keluar dari ruangan.


Tampaklah, banyak penghuni istana Han sedang berkumpul di halaman istana dengan perasaan panik bercampur heran.


Di wilayah Han itu tidak ada gunung berapi satu pun tapi bagaimana bisa terjadi gempa bumi.

__ADS_1


Untuk beberapa menit ke depan, getaran-getaran itu masih terasa namun tidak sekuat yang pertama tadi.


Saat getaran tadi berlangsung, Chu Pian Ran sempat memejamkan mata sebentar untuk melakukan penerawangan agar dia tahu apa yang sebenarnya terjadi. Begitu mendapatkan jawabannya dari suara batinnya yang kuat, perempuan cantik itu lumayan terkejut namun masih menyimpannya dalam hati agar jangan menimbulkan kepanikan bagi banyak orang.


Setelah dirasa keadaan sudah aman, maka mereka pun masuk kembali ke istana, namun suasananya menjadi berubah sejak ada getaran tadi. Yang awalnya suasana tenang dan hangat namun sekarang ada aura ketegangan di masing-masing wajah orang yang duduk di aula tersebut tak terkecuali kaisar Han.


Setelah berbasa-basi sebentar, kaisar Han Zhuo Lung mempersilahkan kedua tamu kehormatannya untuk beristirahat di kamar yang telah disiapkan sebelumnya.


Maka, Chu Pian Ran dan Qin Wu Zhi pun dibawa oleh beberapa pelayan menuju ke kamar yang telah dipersiapkan untuk mereka.


Setelah mandi sebersih-bersihnya dan berganti pakaian, nyonya muda Lee bukannya istirahat, namun dia mengetuk pintu kamar Qin Wu Zhi dan meminta kakak angkatnya itu untuk menemaninya keluar istana.


"Keluar istana? Untuk apa Nanyang? Tidakkah sebaiknya kita beristirahat dulu." Ucap Qin Wu Zhi di ambang pintu dengan rasa keheranan.


"Kak, menurut penerawanganku tadi, gempa bumi itu bukan gempa bumi biasa, tapi karena disebabkan oleh kekuatan iblis yang sangat besar yang ingin membebaskan dirinya dari segel yang telah mengurungnya selama ribuan tahun. Jika aku berdiam diri saja, itu artinya aku sengaja membiarkan rakyat Han ini terancam jiwanya atau bahkan bisa kehilangan nyawa." Jelas Chu Pian Ran dengan suara pelan.


Mendengar perkataan adik angkatnya itu, pangeran keempat kaisar Qin sangat terkejut.


"Kau yakin?" Tanya Qin Wu Zhi masih tak percaya dengan volume suara dibuat pelan juga.


"Yakin kak... Aku bisa merasakan aura jahatnya sampai di tempat ini." Balas nyonya muda Lee.


"Apa tidak sebaiknya kita beritahukan saja ke kaisar Han?" Lanjut pemuda itu.


"Untuk saat ini jangan dulu. Aku mengajakmu keluar karena ingin memastikan keadaan terlebih dahulu." Sahut Chu Pian Ran.


"Kalau begitu, kita ajak putra mahkota saja. Kakak minta saja seorang pelayan untuk memanggilkannya." Ucap perempuan cantik itu.


Tak berapa lama, Qin Wu Zhi pun meminta salah satu pelayan yang kebetulan ada di dekat mereka untuk memanggilkan putra mahkota.


Sepuluh menit kemudian, Han Zhuo Jung pun telah ada di hadapan Chu Pian Ran dan Qin Wu Zhi.


"Ada perlu apakah tuan putri Nanyang memanggilku?" Tanya pemuda itu heran.


"Aku ingin memberitahumu suatu hal yang gawat terkait gempa bumi tadi putra mahkota." Balas nyonya muda Lee.


"Hal gawat apa tuan putri?" Lanjut Han Zhuo Jung mulai terlihat panik.


"Sebelum aku mengatakannya, aku ingin mengajakmu keluar istana untuk memastikan seberapa gawat kondisinya. Tapi aku harap, sebaiknya kita simpan masalah ini dulu sebelum aku menerawang lebih lanjut." Terang perempuan cantik itu.


Tak menunggu lama, ketiga orang itu pun melajukan kudanya dengan kecepatan penuh menuju suatu tempat sesuai arahan insting Chu Pian Ran.


Satu setengah jam kemudian berhentilah ketiga orang itu lalu turun dari punggung kuda masing-masing. Terlihatlah oleh mereka, di kejauhan ada sebuah gunung yang tidak aktif yang mengeluarkan asap hitam tebal. Tak menunggu lama, perempuan cantik itu pun mengulurkan tangan kanannya dengan telapak tangan terbuka ke arah gunung itu untuk memastikan keadaan yang sebenarnya terjadi.


Beberapa detik kemudian, tiba-tiba tubuh Chu Pin Ran terpental ke belakang hingga beberapa meter. Begitu mengalami hal itu, paniklah ketiga orang itu.

__ADS_1


"Gawat, sebentar lagi iblis jahat itu akan meloloskan diri dari segelnya. Putra mahkota, segera kau ungsikan para penduduk yang rumahnya ada di dekat area gunung itu." Kata nyonya muda Lee dengan wajah sangat tegang.


"Iblis jahat apa tuan putri? Aku tidak mengerti dengan maksud perkataanmu." Tanya Han Zhuo Jung terus terang dengan wajah panik.


"Sudah tidak ada waktu untuk menjelaskannya lagi, sekarang kau cepat ambil tindakan. Aku akan pergi ke hutan Jinfeng untuk meminta bantuan pada peri Jinfeng Zhui." Lanjut perempuan itu dengan nada lumayan tinggi dan segera saja dia merubah wujudnya menjadi kupu-kupu lalu melesat dengan cepat menuju ke hutan Jinfeng.


Putra mahkota yang melihat pemandangan itu pun langsung terkaget.


"Jangan berlama-lama lagi putra mahkota, sekarang kita ke istana dan menghadap pada kaisar lalu akan kuceritakan semua. Setelah itu kita harus segera mengambil tindakan sebelum semuanya menjadi terlambat." Ujar Qin Wu Zhi.


Dengan segera, dua pemuda itu pun melarikan kudanya dengan kecepatan penuh menuju ke istana.


Bagai disambar petir, kaisar Han Zhuo Lung sangat kaget setelah diberitahu kondisi sebenarnya oleh pangeran keempat kaisar Qin. Tak beda jauh dengan ayahnya, Han Zhuo Jung pun memiliki perasaan yang sama.


Maka dengan segera, pria paruh baya itu pun memerintahkan putra mahkotanya untuk segera mengerahkan prajurit dan membantu para penduduk dekat gunung tersebut mengungsi ke tempat yang lebih aman.


Tak ingin berpangku tangan, Qin Wu Zhi pun menawarkan diri untuk membantu mereka dengan menyertakan prajuritnya.


Sementara Han Zhuo Jung dan Qin Wu Zhi memimpin barisan prajurit menuju pemukiman penduduk dekat gunung dimana si iblis disegel, kupu-kupu jelmaan Chu Pin Ran melesat cepat bagai kesetanan menuju hutan Jinfeng.


Karena perempuan itu mengerahkan kekuatan supranaturalnya dengan maksimal, maka dia pun berhasil sampai di hutan itu dalam satu hari.


Setelah mengubah wujudnya menjadi manusia kembali, tubuh nyonya muda Lee pun sempoyongan karena kepalanya merasa pusing dan badannya lemas.


Mengingat ada hal darurat yang sebentar lagi terjadi, mau tidak mau, Chu Pian Ran pun harus melanjutkan perjalanannya menuju ke tengah-tengah hutan Jinfeng menggunakan ilmu peringan tubuhnya sambil berteriak-teriak memanggil nama peri penguasa hutan itu.


Untungnya, lima belas menit kemudian peri itu pun muncul.


"Apa yang terjadi nak? Kenapa kau tiba-tiba muncul di hutan ini dengan kondisi seperti ini?" Tanya peri Jinfeng Zhui keheranan sambil menopang badan Chu Pian Ran yang terlihat sempoyongan.


"Tolong peri, ada iblis jahat di wilayah Han yang akan melepaskan dirinya dari segel." Ucap nyonya muda Lee langsung ke intinya.


"Iblis jahat? Di wilayah Han?" Untuk sesaat peri penguasa hutan itu berpikir, namun tak berapa lama ekspresinya sangat terkejut.


"Astaga, itu kan iblis Qing Liong yang sudah membuat kekacauan besar di bumi ribuan tahun yang lalu. Ya sudah, kau tinggallah di sini dan pulihkan tenagamu dulu, sementara aku akan mengumpulkan peri senior lainnya sebelum berangkat ke sana."


Secepat kilat, peri Jinfeng Zhui pun merubah wujudnya menjadi cahaya yang bentuknya mirip komet jatuh lalu terbang meninggalkan hutan itu.


Saat ini, tampaklah puluhan peri senior yang berasal dari berbagai penjuru daratan China di mulut kawah gunung sambil mengerahkan segenap kekuatan supranaturalnya masing-masing untuk memperkuat segel yang mengurung iblis Qing Liong.


Sementara itu di kejauhan, banyak pasang mata yang menyaksikan puluhan peri senior itu beraksi dengan wajah tegang bercampur takut, termasuk kaisar Han Zhuo Lung.


Diantara mereka, tampaklah Qin Wu Zhi yang sedang mempertanyakan keberadaan adik angkatnya, karena diantara para peri itu tidak terlihat sosok Chu Pian Ran. Pria itu berharap keadaan adik angkatnya dalam keadaan baik-baik saja.


Tiga hari telah berlalu, namun para peri senior itu belum berhenti mengerahkan kekuatan supranaturalnya, hingga salah satu dari mereka terpental sangat jauh dan akhirnya jatuh ke bawah dalam keadaan tak berdaya.

__ADS_1


Melihat pemandangan itu, maka Han Zhuo Jung beserta beberapa prajurit melajukan kudanya dengan kecepatan penuh untuk menolong peri yang terpental tadi dan segera membawanya ke tabib untuk mendapatkan perawatan semampunya karena yang menjadi pasien bukanlah dari golongan manusia.


Menghadapi kenyataan yang seperti itu, ketakutan penghuni wilayah Han semakin bertambah dan mereka semua memiliki harapan yang sama, yakni agar para peri itu berhasil memperkuat segel yang mengurung iblis jahat Qing Liong.


__ADS_2