Chu Pian Ran

Chu Pian Ran
Episode 65 Anugerah Yang Tidak Diinginkan Oleh Chu Pian Ran


__ADS_3

Setelah melakukan perjalanan selama hampir 3 minggu, akhirnya iring-iringan panjang itu sampai di gerbang ibukota.


Lee langsung memerintahkan salah satu pengawalnya untuk mendahului mereka ke ibukota dan memberi kabar di kediaman Chu bahwa sebentar lagi mereka akan tiba.


Rombongan itu kemudian terbagi menjadi tiga kelompok. Kelompok Qin Wu Zhu yang terdiri dari 500 prajurit melanjutkan perjalanan ke markas prajurit yang ada di ibukota, separuh pengawal Lee kembali ke kediaman Lee dan sisanya menuju ke kediaman Chu.


Kini kereta yang ditumpangi Lee dan Ran Er telah sampai di depan kediaman Chu.


Di depan kediaman telah berkumpul tuan dan nyonya Chu serta beberapa pelayan termasuk Xi Er.


Begitu Chu Pian Ran turun dari kereta, nyonya Chu segera menghampiri putrinya itu dan memeluknya sambil menangis. Chu Pian membalas pelukan ibunya sambil mengelus punggung wanita paruh baya itu.


Suasana haru pun menyelimuti kediaman Chu.


Tuan Chu lalu mengajak istri dan putrinya serta calon menantunya untuk masuk ke kediaman.


Kini mereka berempat telah berkumpul di ruang tamu.


"Sayang, bagaimana keadaanmu?" Tanya nyonya Chu dengan mata masih berair. Kedua tangan wanita paruh baya itu menggenggam kedua tangan putrinya.


"Aku baik-baik saja bu... Maaf, aku sudah membuat ayah dan ibu khawatir lagi..." Balas Chu Pian Ran.


"Kau tidak perlu berkata seperti itu nak, yang penting sekarang kau kembali dengan selamat." Ucap tuan Chu.


"Apa yang sudah diperbuat orang Lian itu padamu nak?" Lanjut nyonya Chu dengan wajah cemas.


"Aku tidak tahu bu... Sejak aku diculik hingga tiba-tiba muncul di markas prajurit aku sama sekali tidak tahu apa yang terjadi." Jelas Chu Pian Ran.


"Benarkah itu nak?" Sambung nyonya Chu dengan perasaan heran.


"Iya bu, aku sama sekali tidak tahu apa yang terjadi." Tegas gadis itu.


"Sepertinya memang benar apa yang diperkirakan oleh jenderal Long Yuan bahwa mereka melakukan hal yang tidak wajar untuk menculikmu, hingga dengan tidak masuk akal mereka bisa lolos dari kejaran ribuan prajurit kita. Jenderal Long Yuan berkata bahwa di kerajaan Lian masih ada beberapa orang yang mempraktekkan ilmu hitam." Kata tuan Chu.


"Paman Long Yuan juga berkata seperti itu saat aku ada di markas perbatasan, paman." Tambah Lee.


"Ya sudah, karena kalian baru kembali dari perjalanan jauh, sebaiknya kalian istirahat dulu, kapan-kapan kita lanjut lagi perbincangannya." Ucap tuan Chu.


"Baiklah paman, kalau begitu Lee pamit pulang dulu." Sahut Lee.


Setelah berpamitan dengan calon mertuanya dan mencium kening Chu Pian Ran, Lee pun meninggalkan kediaman Chu.


****


Berita tentang kepulangan Chu Pian Ran ke ibukota telah dilaporkan pada kaisar. Pria itu berniat untuk memanggil Chu Pian Ran secara pribadi setelah keadaan gadis itu lebih baik.


Kaisar Qin sudah memiliki rencana pada benaknya bahwa ia akan memberikan gelar 'Putri Nanyang' pada Chu Pian Ran sekaligus akan menjadikan gadis itu sebagai putri angkatnya.


Sebelum hal itu terlaksana, kaisar Qin membutuhkan izin terlebih dahulu dari permaisurinya. Untuk itu, kaisar Qin lalu memerintahkan kasim Liu untuk memanggil permaisurinya agar menemuinya di ruang kerjanya.


Lima belas menit kemudian masuklah permaisuri Ling Mu Nian ke ruang kerja kaisar Qin.


"Salam hormat yang mulia kaisar, semoga yang mulia panjang umur..." Permaisuri memberi hormat pada kaisar Qin dengan membungkukkan badannya.


"Duduklah permaisuriku, ada yang ingin kubicarakan denganmu." Kata kaisar.


"Baik yang mulia."


Permaisuri kemudian duduk di kursi kayu yang tak jauh dari suaminya.


"Permaisuriku, jika seandainya kita memiliki putri angkat, apakah kau akan setuju?" Tanya kaisar.


"Yang mulia ingin mengangkat seorang putri? Siapakah gadis itu yang mulia?" Permaisuri ganti bertanya pada suaminya dengan perasaan heran.


"Aku ingin menjadikan putri penasehat kerajaan Chu sebagai putri angkat kita karena dia sangat berjasa pada kerajaan Qin ini." Terang kaisar.


Begitu kaisar menyebut putri penasehat kerajaan, permaisuri Ling Mu Nian menjadi ingat jika nona Chu ini hampir 3 tahun yang lalu membuat semua orang yang ada di aula istana merasa terkejut campur kagum dengan apa yang dilakukannya pada saat acara pentahbisan selir.


"Nona Chu? Apa yang telah gadis itu lakukan hingga dia sangat berjasa pada kerajaan kita yang mulia?" Lanjut permaisuri sangat penasaran.

__ADS_1


"Apa kau tahu tuan Song si pria bertopeng permaisuri?" Ucap kaisar.


"Tentu hamba tahu yang mulia. Pria bertopeng itu tersohor di wilayah Qin karena banyak membantu orang dengan kelebihannya yang tidak biasa. Lalu apa hubungannya nona Chu dengan pria bertopeng itu yang mulia?" Sambung permaisuri.


"Jika aku katakan bahwa nona Chu itu si pria bertopeng, apakah kau akan percaya permaisuri?" Kata kaisar.


Permaisuri sangat terkejut mendengar perkataan suaminya. Mata wanita itu melebar.


"Benarkah itu yang mulia? Nona Chu si pria bertopeng yang tersohor itu?" Tanya permaisuri tidak percaya.


"Benar permaisuri. Awalnya aku juga terkejut sepertimu saat diberitahu Qin Wu Zhu." Sahut kaisar.


Permaisuri tertegun sejenak. Rasa tidak percayanya masih menyelimuti wanita itu.


"Bagaimana permaisuri, apakah kau setuju jika aku menjadikannya sebagai putri angkat kita? Bukankah kau juga menginginkan seorang putri?" Tanya kaisar lagi.


"Hamba tentu sangat setuju yang mulia. Siapa yang tidak ingin memiliki putri yang cantik dan hebat seperti nona Chu. Tapi apakah nona Chu sendiri setuju dengan keputusan yang mulia ini?" Lanjut permaisuri.


"Kau tidak perlu mengkhawatirkan hal itu permaisuri, biar aku yang mengatasinya. Tapi ingat permaisuri, rahasia tentang nona Chu ini jangan sampai kau ceritakan kepada siapa-siapa, karena nona Chu tidak suka jika identitasnya sebagai tuan Song diketahui oleh banyak orang. Jika suatu saat nanti ibu suri bertanya, katakan saja untuk bertanya langsung padaku." Ucap kaisar.


"Baik yang mulia kaisar hamba mengerti. Hamba akan menyimpan rahasia ini baik-baik." Jawab permaisuri.


Setelah permaisuri meninggalkan ruang kerja suaminya, benak wanita itu pun mulai berpikir.


Aku benar-benar tidak menyangka jika nona Chu adalah pria bertopeng... Bagaimana gadis itu menjadi sehebat itu...


Andai saja dia belum bertunangan, pasti aku akan menjadikannya sebagai permaisurinya Qin Wu Zhu...


****


3 hari kemudian...


Setelah pertemuan rutin antara kaisar dan para pejabat istana, kasim Liu mendatangi tuan Chu untuk menyampaikan pesan kaisar pada pria itu.


Kini tuan Chu sudah berdiri di depan kaisar Qin. Pria itu lalu memberi hormat pada penguasa Qin itu.


"Salam hormat yang mulia kaisar, semoga yang mulia panjang umur..." Kata tuan Chu sambil membungkukkan badannya.


"Baik yang mulia."


Setelah tuan Chu duduk, kaisar pun melanjutkan pembicaraannya.


"Bagaimana keadaan putrimu sekarang tuan Chu?" Tanya kaisar.


"Sudah lebih baik yang mulia. Terimakasih untuk semua kebaikan yang mulia sehingga putri hamba bisa pulang ke ibukota dengan selamat." Balas tuan Chu.


"Kau tidak perlu sungkan tuan Chu, aku merasa senang bisa membantu kalian. Apalagi putrimu sudah berjasa besar pada wilayah Qin ini." Sahut kaisar.


"Sekarang ini aku memanggilmu karena membutuhkan persetujuanmu." Lanjut kaisar.


"Persetujuan tentang apa itu yang mulia?" Tanya tuan Chu mulai heran.


"Aku ingin menjadikan putrimu sebagai putri angkatku tuan Chu dan aku harap kau setuju dengan keputusanku ini." Ujar kaisar.


Tuan Chu lumayan terkejut dengan penuturan kaisar itu.


"Maafkan hamba yang mulia, bukannya hamba bermaksud untuk menolak kebaikan yang mulia. Tapi menurut hamba, putri hamba tidak layak untuk menjadi putri angkat yang mulia." Ucap tuan Chu.


"Kau tidak perlu merasa rendah diri seperti itu tuan Chu. Aku saja menganggap putrimu pantas menjadi putriku, tapi mengapa kau mengganggapnya demikian. Kemarin aku sudah mendapat persetujuan dari permaisuriku, dan sekarang aku mau kau juga menyetujuinya." Kata kaisar.


Perkataan kaisar barusan terkesan memaksa di pemikiran tuan Chu. Namun untuk membantahnya pria paruh baya itu tidak memiliki keberanian.


Melihat tuan Chu berdiam diri dan kelihatan berpikir, kaisar pun kembali berkata.


"Karena kau berdiam diri, aku menganggapmu setuju tuan Chu. Dan nanti tolong sampaikan keputusanku ini pada istrimu dan putrimu. Dua minggu lagi aku akan mengumumkan pengangkatannya. Kau tidak perlu khawatir, aku akan mengatur semuanya agar identitas putrimu sebagai tuan Song tetap terjaga." Tegas kaisar tidak bisa diganggu gugat.


Mau tidak mau pria paruh baya itu menyetujui keputusan kaisar.


****

__ADS_1


"Aku tidak mau menjadi putri angkat kaisar ayah." Kata Chu Pian Ran dengan wajah cemberut.


Gadis itu kaget setelah diberitahu ayahnya jika kaisar ingin menjadikannya sebagai putri angkat.


"Ayah mengerti perasaanmu nak, tapi ayah tidak bisa membantah keputusan kaisar." Pria itu berusaha memberi penjelasan pada putrinya.


Nyonya Chu sendiri tidak bisa berkata apa-apa dengan keputusan kaisar yang mengejutkan itu. Wanita paruh baya itu sangat tahu, jika kaisar sudah berkehendak maka tidak ada satupun yang bisa membantahnya.


"Sudahlah nak, sebaiknya kau terima saja dan jalani saja dulu. Aku yakin kaisar memiliki niat yang baik dengan menjadikanmu sebagai putri angkatnya." Lanjut tuan Chu.


Saat ini Chu Pian Ran sedang duduk sendirian di teras depan kamarnya.


Sampai sore hari wajah gadis itu masih terlihat kecut gara-gara keputusan kaisar yang terkesan memaksa itu.


Lee yang saat itu baru saja tiba di depan kamar tunangannya merasa heran melihat wajah gadisnya yang masam.


"Sayang kenapa wajahmu masam seperti itu, ada yang membuatmu kesal?" Tanya Lee penasaran begitu dia sudah duduk di samping tunangannya.


Chu Pian Ran hanya melirik malas pada Lee tanpa memberi jawaban.


Karena tunangannya itu diam saja, Lee mulai jahil dan menggelitiki pinggang Chu Pian Ran.


"Lee!" Kata gadis itu dengan mata mendelik pada Lee.


Pemuda itu menghentikan aksinya dan menatap wajah tunangannya dengan lekat.


"Maaf sayang..." Ucapnya pelan.


"Kau marah dengan seseorang?" Tanya Lee dengan volume suara masih sama.


"Hem." Chu Pian Ran memberikan jawaban yang sangat pendek.


"Pada siapa?" Lanjut Lee.


"Kaisar." Balas gadis itu.


"Kenapa dengan kaisar?" Sambung Lee.


"Dia memaksaku untuk menjadi putri angkatnya." Sahut Chu Pian Ran.


"Apa? Kau dijadikan putri angkat oleh kaisar?" Lee lumayan terkejut dengan perkataan tunangannya.


Pemuda itu untuk beberapa saat berdiam diri dan larut dalam pikirannya.


Sampai dua puluh menit kemudian suasana saat itu menjadi hening karena muda mudi itu sama-sama masih berdiam diri.


"Kenapa kau ini jadi iku-ikutan berdiam diri? Harusnya kan cukup aku yang jadi sebal." Kata Chu Pian Ran memecah keheningan.


"Jika kau jadi putri angkat kaisar, pasti kau nanti akan dikelilingi para pangeran tampan itu." Balas Lee datar dengan wajah lesu.


Chu Pian Ran sedikit terhenyak dengan alasan pemuda itu.


"Haisshh, jadi itu yang ada di pikiranmu? Ya ampun Lee..." Ucap Chu Pian Ran.


"Memangnya apa lagi yang kupikirkan sayang? Pemuda mana yang rela tunangannya didekati oleh beberapa pemuda tampan." Sahut Lee tak bersemangat.


Chu Pian Ran menyeringai kesal.


"Bukannya kau malah senang dijadikan putri angkat oleh kaisar?" Tanya Lee sambil kepalanya menoleh pada gadisnya.


"Senang apanya? Aku tidak menyangka kaisar akan mempunyai keputusan seperti itu. Dasar menyebalkan." Jawab Chu Pian Ran dengan wajah kecut.


Lee menatap lekat tunangannya itu hingga beberapa menit.


Merasa diperhatikan, gadis yang ada di depannya itupun memalingkan wajahnya pada Lee dan bertanya.


"Kenapa kau menatapku seperti itu?" Tanya Chu Pian Ran .


"Ingat sayang, kau itu milikku. Aku tidak akan rela jika ada pemuda lain mendekatimu." Sahut Lee terus terang.

__ADS_1


Merasa perkataan Lee tidak berbobot gadis itu kembali memalingkan wajahnya ke depan.


__ADS_2