
"Iya iya, nenek tidak akan marah dengan paman Rong Hya lagi dan tetap mengijinkan dia untuk melatihmu, tapi dengan syarat paman Rong Hya harus benar-benar menjaga keselamatanmu saat latihan dan Yin'er tidak boleh melakukan sesuatu yang berbahaya tanpa pengawasan orang dewasa," demi cucunya, Nyonya Chu Jeong Byun rela mengalah namun dengan mengajukan syarat.
"Terimakasih ya nek, nenek Chu memang cantik dan baik... Yin'er janji tidak akan melakukan sesuatu yang berbahaya tanpa ijin," gadis kecil itu meluncurkan pujiannya sekaligus mengucapkan janji.
🌹
Keesokan harinya...
Setelah kemarin sempat terjadi konflik kecil antara Nyonya Chu Jeong Byun dan Rong Hya, hari ini pemuda jelmaan siluman serigala itu kembali melatih kemampuan Lee Chu Mian Yin namun dengan syarat dia harus benar-benar menjaga keselamatan gadis kecil tersebut seperti yang telah dipesankan oleh Tuan dan Nyonya Chu Jeong Byun kemarin sore.
Pagi ini, sekitar jam 8 nan, terlihatlah si Rong Hya dan putrinya Lee Jiang Wook sedang duduk di gazebo sebelum mereka berdua memulai latihan.
"Paman benar-benar minta maaf ya sayang karena kemarin sudah memintamu melakukan hal yang berbahaya," siluman serigala itu meminta maaf dengan disertai penyesalan.
"Sudahlah paman, paman Rong Hya tidak perlu minta maaf, kan latihan kemarin juga untuk kebaikannya Yin'er agar kemampuan Yin'er lebih berkembang lagi," gadis kecil itu mencoba mengurangi rasa bersalah pada diri Rong Hya.
"Nenek tetap mengijinkan paman untuk melatih Yin'er asal paman benar-benar menjaga keselamatannya Yin'er saat latihan dan Yin'er tidak boleh melakukan sesuatu yang berbahaya tanpa pengawasan orang dewasa," imbuh Lee Chu Mian Yin menirukan apa yang telah dipesankan oleh neneknya kemarin malam.
"Kakek dan nenekmu kemarin sore juga sudah berpesan seperti itu pada paman... Kalau soal menjaga keselamatanmu pada saat latihan, sudah pasti paman akan melakukannya sayang, kan paman tidak mungkin membiarkanmu terluka. Lagipula paman kan juga dari bangsa siluman yang punya kekuatan supranatural yang bisa paman gunakan untuk melindungimu," sahut siluman serigala itu yang dari awal memang tidak punya niatan untuk membuat celaka putrinya mendiang Chu Pian Ran tersebut.
"Lalu sekarang kita mau latihan apa paman?" tanya gadis kecil itu tidak sabaran sambil menoleh pada si Rong Hya.
"Hari ini kamu latihan terbang naik turun dari daratan menuju ke tempat yang tinggi dulu saja ya," balas siluman serigala itu masih belum berani meminta putrinya Lee Jiang Wook untuk melakukan hal yang lebih ekstrim dari yang kemarin.
"Okay uncle," ucap Lee Chu Mian Yin yang tentu saja langsung membuat si Rong Hya juga menoleh pada gadis kecil yang duduk di samping kirinya tersebut dengan tatapan bingung.
"Bahasa aneh apa itu Yin'er? Sepertinya baru kali ini paman mendengarnya," ujar pemuda jelmaan serigala itu jujur.
"Itu tadi bahasa Inggris paman. Dulu sewaktu ibu masih ada, Yin'er sering diajari bahasa Inggris oleh beliau," terang putrinya Lee Jiang Wook.
"Bahasa Inggris? Bahasa apa juga itu?" lanjut si Rong Hya penasaran.
"Bahasa Inggris itu ya salah satu bahasa modern tempat ibuku berasal," jawab gadis kecil itu sesuai dengan apa yang pernah didengar dari mendiang ibundanya yang membuat siluman serigala tersebut semakin bertambah bingung.
"Roh ibuku sebenarnya berasal dari dunia modern paman, tepatnya dari abad 20. Tapi untuk lebih jelasnya lagi paman bisa bertanya pada kakek, nenek atau ayahku saja, soalnya Yin'er sendiri juga bingung kalau mau menjelaskannya...," imbuh Lee Chu Mian Yin yang membuat si Rong Hya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal karena saking bingungnya.
"Kita mulai latihannya sekarang saja yuk paman, keburu panas lo," ajak putrinya Lee Jiang Wook.
"Iya sayang, kita cari tempat latihan yang lebih rendah dari atap kediaman utama dulu ya."
Tak berapa lama, tampaklah si Rong Hya dan Lee Chu Mian Yin bangkit dari duduknya lalu mereka berdua melangkahkan kakinya di sekitar area kediaman tersebut sambil mengedarkan pandangan mereka untuk mencari tempat yang cocok untuk latihan.
Beberapa menit kemudian, si Rong Hya dan Lee Chu Mian Yin pun berpapasan dengan Xi'er yang tangan kanannya sedang membawa sebuah ember kayu berisi air yang akan digunakan untuk menyiram tanaman.
"Kalian berdua katanya mau latihan?" tanya gadis pelayan itu sambil meletakkan ember yang dibawanya ke tanah.
__ADS_1
"Iya bibi, kita berdua sedang mencari tempat yang lebih rendah dari atap kediaman utama untuk latihan," balas putrinya Lee Jiang Wook.
"Jangan-jangan kakak Rong Hya mau melatih nona kecil terbang dari satu atap ke atap lainnya lagi seperti kemarin ya, hati-hati lo nanti bisa dimarahi bibi Chu lagi," Xi'er berusaha memperingatkan si Rong Hya termasuk majikan kecilnya itu juga.
"Kau jangan khawatir Xi'er, bibi Chu tidak akan marah lagi seperti kemarin dan masih memberiku kesempatan untuk melatih Yin'er. Lagipula latihan hari ini rencananya tidak terbang dari satu atap ke atap lainnya lagi kok," jawab pemuda jelmaan siluman serigala itu.
"Tapi tetap harus hati-hati lo kak, nona kecil kan belum cukup umur untuk melakukan latihan yang berat seperti kemarin, aku saja sampai ngeri melihatnya," lanjut gadis pelayan itu terus terang.
"Iya Xi'er, aku tahu. Percayalah aku pasti akan menjaga Yin'er dengan baik," imbuh si Rong Hya mencoba meyakinkan mantan pelayan setia mendiang nyonya muda Lee tersebut.
"Ya sudah, kalau begitu aku akan melanjutkan pekerjaanku menyiram tanaman. Selamat latihan saja ya untuk kalian," ujar Xi'er yang kemudian mengangkat dan membawa ember berisi air tadi lalu meninggalkan kedua orang tersebut.
Beberapa saat kemudian, tampaklah si Rong Hya dan Lee Chu Mian Yin melanjutkan langkah mereka menuju ke bagian belakang kediaman dan akhirnya menemukan tempat yang cocok untuk melakukan latihan terbang naik turun menggunakan ilmu peringan tubuh, yakni atap kandang kuda.
"Halo kuda-kuda gagah, bagaimana kabar kalian semua? Sudah makan belum?" tanya gadis kecil itu yang mendapat balasan berupa ringkik an pelan dari semua binatang berkaki empat tersebut.
"Maaf ya kuda-kuda gagah, hari ini Yin'er mau latihan ilmu peringan tubuh di sini, mudah-mudahan kalian tidak keberatan dan tidak terganggu," sebelum memulai latihan, putrinya Lee Jiang Wook meminta ijin dulu pada binatang berkaki empat tersebut.
Saat gadis kecil itu sedang berbincang dengan para kuda tersebut, datanglah salah seorang pria paruh baya yang merupakan salah satu pelayan yang tugasnya merawat dan membersihkan kandang kuda. Adapun nama pelayan tersebut adalah paman Zhao.
"Lo nona kecil dan tuan muda Rong Hya datang kemari? Kalian berdua ingin berkuda bersama?" tanya pria paruh baya itu yang mengira jika si Rong Hya dan majikan kecilnya akan mengambil kuda.
"Tidak paman, kami berdua tidak sedang ingin berkuda, tapi kami mau mengadakan latihan ilmu peringan tubuh di atap kandang itu," balas pemuda siluman serigala itu sambil jari telunjuk kanannya menuding ke arah atap kandang.
"Apa sebaiknya tidak mencari tempat latihan lain saja tuan muda, di sini kan bau...," ucap paman Zhao terus terang.
"Ya sudah, kalau begitu paman tinggal dulu ya soalnya paman mau melanjutkan bersih-bersih kandangnya," imbuh pria paruh baya itu.
"Iya paman, silahkan," sahut si Rong Hya.
Tanpa menunggu lama, mereka berdua pun segera memulai latihannya.
"Nanti paman akan berdiri di atas atap kandang, terus kamu berusaha untuk terbang menuju ke atap itu ya," kata pemuda jelmaan serigala itu.
"Baik paman."
Beberapa detik kemudian, terlihatlah si Rong Hya sedang terbang menuju ke atas atap kandang lalu membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Lee Chu Mian Yin.
"Ayo sayang, kamu bisa melakukannya sekarang. Yakinlah bahwa kamu pasti bisa!" seru si Rong Hya dari atas atap sambil memberi kata-kata penyemangat pada putrinya Lee Jiang Wook itu.
Untuk sesaat, tampaklah gadis kecil itu sedang mempersiapkan dirinya dengan beberapa kali menarik napas dalam-dalam dan membuangnya pelan-pelan.
Setelah merasa siap, Lee Chu Mian Yin pun mundur beberapa langkah lalu sesudah berlari sebentar dengan kecepatan sedang, putrinya Lee Jiang Wook pun mulai terbang naik menuju ke atas atap namun ternyata dia belum bisa mencapai tempat itu yang langsung saja membuat si Rong Hya mengeluarkan berkas sinar merahnya dari jari telunjuk dan jari tengah kanannya untuk mencegah tubuh gadis kecil itu jatuh ke bawah dengan lilitan sinar tadi pada pinggang Lee Chu Mian Yin seperti waktu kemarin.
Tak berapa lama, terlihatlah si Rong Hya sedang mengangkat badan gadis kecil itu menggunakan lilitan sinar merah miliknya menuju ke atas atap kandang tepatnya di samping kirinya.
__ADS_1
"Wah, Yin'er gagal paman," kelu putrinya Lee Jiang Wook setelah posisi tubuhnya seimbang di atas atap itu.
"Tidak apa-apa sayang, namanya juga latihan... Jangan patah semangat ya," pemuda siluman serigala itu terus memberi motivasi pada Lee Chu Mian Yin.
"Keadaanmu sudah stabil?" lanjut si Rong Hya untuk memastikan bahwa gadis kecil itu siap untuk beraksi kembali.
"Sudah paman," sahut putrinya Lee Jiang Wook.
"Sekarang kamu turun ke bawah dan ulangi naik ke sini lagi ya," siluman serigala itu memberi instruksi yang tak lama kemudian dilakukan oleh Lee Chu Mian Yin tanpa ragu-ragu.
Sementara si Rong Hya dan putrinya Lee Jiang wook sedang berlatih di area kandang kuda, di depan kediaman Chu terlihatlah Qin Wu Dang dengan dikawal dua orang prajurit masuk ke dalam gerbang kediaman yang langsung disambut oleh seorang pelayan perempuan yang kebetulan melihat anaknya putra mahkota Qin Wu Zhang itu masuk ke halaman.
Adapun kedatangan anak laki-laki itu adalah untuk bertemu putri mendiang bibinya yang akhir-akhir ini jadi jarang datang ke markas besar prajurit untuk latihan.
"Salam hormat yang mulia pangeran muda Qin Wu Dang," ucap pelayan perempuan itu sambil sikap tubuhnya memberi hormat pada putranya Qin Wu Zhang.
"Bibi pelayan aku ingin bertemu dengan adik Yin'er, apakah dia ada?" tanya anak laki-laki tersebut.
"Ada yang mulia pangeran muda. Saat ini nona kecil sedang berlatih ilmu peringan tubuhnya bersama tuan muda Rong Hya," jawab pelayan itu yang tentu saja langsung membuat Qin Wu Dang lumayan terkejut.
"Ilmu peringan tubuh? Memangnya adik Yin'er punya ilmu seperti itu? Kan dia masih kecil," lanjut putranya Qin Wu Zhang seolah tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan, karena dia sendiri yang umurnya 11 tahunan saja belum diijinkan untuk berlatih ilmu peringan tubuh oleh anggota keluarganya.
Sekalipun semua pelayan yang ada di kediaman Chu sudah mendapat peringatan dari Tuan Chu Jeong Byun agar tidak membocorkan keistimewaan cucunya pada orang di luar kediaman, namun pelayan perempuan itu tetap melakukannya karena dia pikir Qin Wu Dang masih tergolong kerabat, mengingat mendiang Chu Pian Ran adalah putri angkat kaisar dan memiliki hubungan yang lumayan dekat dengan anggota keluarga kerajaan.
Sementara itu, dari pihak Qin Wu Zhu sendiri, juga memang sengaja masih merahasiakan kelebihan ponakan angkatnya tersebut dari anggota keluarganya yang lain atas permintaan Lee Chu Mian Yin sendiri.
"Nona kecil sudah memiliki ilmu peringan tubuh sejak beberapa minggu yang lalu yang mulia pangeran muda, bahkan kemarin saja sudah bisa terbang dari atap kediaman utama menuju ke atap lainnya yang jaraknya lumayan jauh," tutur pelayan perempuan itu terus terang yang tentu saja langsung membuat putranya Qin Wu Zhang tersebut sangat terkejut.
"Apa iya bibi pelayan?" tanya anak laki-laki itu berusaha memastikan apa yang dikatakan oleh pelayan yang ada dihadapannya tersebut.
"Benar yang mulia pangeran muda, malah kemarin juga membuat nyonya besar sempat marah besar pada tuan muda Rong Hya karena sudah meminta nona kecil untuk melakukan hal berbahaya itu," jelas si pelayan.
"Sekarang mereka latihan dimana bibi pelayan? Aku mau melihatnya," imbuh Qin Wu Dang.
"Mari yang mulia pangeran muda, hamba akan mengantar yang mulia ke tempat mereka berlatih."
Tak lama kemudian, tampaklah pelayan perempuan itu membawa putranya Qin Wu Zhang menuju ke belakang kediaman tepatnya area kandang kuda, yang waktu itu si kecil Lee Chu Mian Yin masih terlihat berlatih terbang beberapa kali dengan naik turun dari daratan menuju atap kandang kuda hingga menjadi mahir.
Setelah mengantar sampai di depan kandang kuda, si pelayan pun lalu pamit undur diri untuk melanjutkan pekerjaannya.
"Kakak Dang'er datang kemari?" tanya putrinya Lee Jiang Wook keheranan begitu dia melihat sosok Qin Wu Dang.
"Iya Yin'er, aku sengaja datang kemari untuk menjengukmu karena akhir-akhir ini kamu jarang berlatih di markas," jawab anak laki-laki itu terus terang.
"Aku dengar dari pelayan tadi, kamu berlatih ilmu peringan tubuh ya?" lanjut putranya Qin Wu Zhang yang membuat gadis kecil tersebut terdiam untuk sesaat karena dia sudah pernah diperingatkan oleh anggota keluarganya untuk tidak menceritakan kelebihannya pada orang di luar kediaman.
__ADS_1
🌹🌹🌹