Chu Pian Ran

Chu Pian Ran
Episode 149 Keistimewaan Lee Chu Mian Yin Diketahui Anggota Keluarga Kerajaan


__ADS_3

Sebelum Lee Chu Mian Yin sempat memberikan jawaban pada Qin Wu Dang, si Rong Hya tampak turun dari atas atap kandang kuda dan mendarat tepat di dekat kedua bocah itu.


"Ini temanmu ya Yin'er?" pemuda jelmaan siluman serigala itu bertanya karena ingin tahu siapa sosok anak laki-laki tersebut.


"Ini namanya pangeran muda Qin Wu Dang, paman. Dia anak dari putra mahkota Qin Wu Zhang. Kakak Dang'er ini bukan teman tapi kakak angkatnya Yin'er, karena ibu Chu Pian Ran adalah putri angkat Kaisar Qin," gadis kecil itu memperkenalkan Qin Wu Dang pada si Rong Hya dengan penuturan kalimat yang dia rangkai sesuai dengan kemampuannya.


"O begitu ya... Salam hormat pangeran muda Qin Wu Dang, perkenalkan namaku adalah Rong Hya, yang berasal dari bangsa siluman serigala dan juga teman dari mendiang nyonya muda Lee," setelah paham dengan maksud perkataan putrinya Lee Jiang Wook tadi, si Rong Hya pun lalu memperkenalkan dirinya pada anak laki-laki itu disertai dengan sikap tubuh menghormat.


"Salam kenal juga paman Rong Hya, senang bertemu dengan anda...," putranya Qin Wu Zhang memberikan balasan dengan sikap tubuh menghormat pula.


"Jadi paman yang melatih ilmu peringan tubuh pada Yin'er?" lanjut anak laki-laki itu.


"Bukan hanya melatih pangeran muda, namun juga menjaga keselamatannya agar tidak terluka saat berlatih, mengingat usia Yin'er yang masih sangat belia," sahut siluman serigala itu terus terang.


"Wah, kamu hebat sekali ya Yin'er, sudah bisa mempraktekkan ilmu peringan tubuh di saat umurmu belum ada 9 tahun, kakak jadi ingin mencobanya...," ucap Qin Wu Dang sambil melihat pada Lee Chu Mian Yin dengan rasa kagum yang semakin menambah rasa sukanya pada gadis kecil itu.


"Hebat apanya sih kak, Yin'er kan juga baru saja bisa," kata putrinya Lee Jiang Wook merendah.


"Menurut kakak ya tetap saja hebat. Kakak yang berumur 11 tahunan saja belum punya ilmu peringan tubuh seperti kamu karena memang belum diizinkan untuk melakukannya," timpal putranya Qin Wu Zhang jujur dari kedalaman hatinya.


"Boleh tidak kakak melihatmu saat terbang dengan ilmu peringan tubuhmu?" tambah anak laki-laki tersebut yang memang sangat ingin tahu bagaimana gadis kecil yang disukainya itu mempraktekkan ilmu peringan tubuhnya.


Untuk sesaat, Lee Chu Mian Yin menatap pada si Rong Hya dengan maksud meminta pertimbangan.


"Itu terserah kamu sayang. Jika kamu mau melakukannya, paman akan siap menjaga keselamatanmu seperti tadi," siluman serigala itu tanggap akan isyarat mata yang dipancarkan oleh gadis kecil itu.


"Baiklah kak, Yin'er akan melakukannya, tapi sebentar saja ya. Paman naik ke atas atap itu lagi dong, jadi kalau Yin'er nanti gagal naik ke atas, paman bisa langsung menolong Yin'er," sesudah menyanggupi permintaan Qin Wu Dang, Lee Chu Mian Yin pun lalu meminta si Rong Hya untuk naik ke atas atap kandang kuda lagi.


"Siap jenderal kecil."


Setelah berkata demikian, pemuda jelmaan serigala itu pun lalu menuruti perkataan putrinya Lee Jiang Wook.


Saat ini, terlihatlah gadis kecil itu sedang melakukan persiapan sebelum terbang naik ke atas seperti tadi, yakni dia mundur beberapa langkah lalu berlari dengan kecepatan sedang, dan kemudian terbang naik ke atas yang rupanya bisa mendarat di atap tersebut dengan sukses karena sebelum putranya Qin Wu Zhang datang di tempat itu tadi, Lee Chu Mian Yin sudah melakukannya beberapa kali.


Tak berapa lama, terdengarlah tepukan tangan dari Qin Wu Dang sebagai wujud kagumnya pada kehebatan gadis kecil itu.


Tiba-tiba muncullah dalam benak putrinya Lee Jiang Wook itu untuk melanjutkan aksinya dengan terbang menuju ke atas atap bangunan yang difungsikan sebagai kamar pelayan yang bertugas merawat kuda yang jaraknya kurang dari 20 meteran.


"Paman, Yin'er mau terbang ke atas atap itu, paman tetap mengawasi Yin'er dari sini ya," ujar gadis kecil itu.


"Baiklah sayang, kamu jangan khawatir, paman akan tetap siaga di sini," balas si Rong Hya.


Beberapa detik kemudian, setelah merasa mantap, tampaklah Lee Chu Mian Yin sedang terbang dari atap kandang kuda menuju atap bangunan kamar pelayan dan lagi-lagi berhasil mendarat dengan lancar yang semakin membuat putranya Qin Wu Zhang semakin takjub.


Sesudah membalikkan tubuhnya dengan hati-hati, gadis kecil itu pun terbang turun dan mendaratkan kakinya di samping kanan Qin Wu Dang.


Plok plok plok plok

__ADS_1


Untuk kedua kalinya, anak laki-laki itu memberikan tepuk tangan pada adik angkatnya.


"Kamu benar-benar hebat Yin'er, kakak sangat kagum padamu. Nanti setibanya di rumah, kakak akan membujuk ayanda agar diizinkan untuk berlatih ilmu peringan tubuh," Qin Wu Dang memberikan pujian pada putrinya Lee Jiang Wook sekaligus menyampaikan rencananya.


Saat ini, terlihatlah Lee Chu Mian Yin sedang duduk di gazebo taman bunga bersama dengan putranya Qin Wu Zhang.


"Akhir-akhir ini kenapa kamu jadi jarang datang ke markas prajurit, Yin'er?" anak laki-laki itu bertanya sambil menoleh pada gadis kecil cantik yang duduk di samping kanannya.


"Senyampang paman Rong Hya masih ada di sini, Yin'er ingin sering berlatih dengan dia kak. Kan paman Rong Hya punya kekuatan supranatural yang bisa melindungi Yin'er agak tidak terluka saat latihan," jawab putrinya Lee Jiang Wook jujur.


"Begitu ya... Lalu siapa yang awalnya berniat ingin kamu berlatih ilmu peringan tubuh? Kamu sendiri?" lanjut Qin Wu Dang penasaran.


"Bukan kak, yang pertama kali meminta Yin'er untuk mencoba berlatih ilmu peringan tubuh adalah ayah. Saat besar nanti Yin'er kan ingin jadi seorang jenderal, jadi Yin'er perlu mengasah kemampuan mulai dari sekarang," balas Lee Chu Mian Yin masih berusaha menyembunyikan tentang cincinnya yang sebenarnya menjadi alasan utama dia diminta ayahnya untuk berlatih ilmu peringan tubuh.


"O ayahmu ya? Aku pikir paman Qin Wu Zhu," prediksinya anak laki-laki itu ternyata meleset.


"Sebenarnya kakak tidak setuju jika kamu bercita-cita ingin menjadi jenderal, Yin'er," imbuh putranya Qin Wu Zhang mengungkapkan keberatannya dengan jujur.


"Tapi Yin'er ingin sekali menjadi hebat seperti paman Qin Wu Zhu dan kakek Long Yuan, kak. Punya banyak prajurit, bisa menggunakan pedang, memberantas orang jahat, membela rakyat, bisa banyak lagi lah pokoknya," untuk kesekian kalinya gadis kecil itu menyampaikan alasannya kenapa dia ingin menjadi seorang jenderal dengan penuturannya yang lugu.


"Kalau jenderal laki-laki itu wajar Yin'er, tapi kamu kan seorang perempuan... Menurut kakak, kamu lebih pantas mengurus bisnis seperti ayahmu," Qin Wu Dang mencoba memberi masukan.


"Kalau seperti ayah tidak menantang lah kak. Yin'er inginnya terjun ke bidang militer," lagi-lagi pendirian Lee Chu Mian Yin sulit digoyahkan.


Setelah kedua anak itu berbincang selama dua jam an, tak lama kemudian putranya Qin Wu Zhang pun pamit undur diri untuk kembali ke istana.


🌹


Sore ini sekitar jam 5 nan, tampaklah Qin Wu Dang masuk ke ruang kerja ayahandanya dengan maksud ingin minta ijin untuk berlatih ilmu peringan tubuh seperti Lee Chu Mian Yin.


"Salam hormat ayahanda...," anak laki-laki itu memberi salam dengan sikap tubuh menghormat pada putra sulung Kaisar Qin tersebut.


"Ada apa Dang'er? Ada yang ingin kau bicarakan dengan ayahanda?" tanya Qin Wu Zhang penasaran dengan kedatangan putranya itu.


"Begini ayahanda, kedatangan Dang'er kemari karena ingin minta ijin untuk berlatih ilmu peringan tubuh," jawab anak laki-laki itu jujur.


"Ayahanda kan sudah pernah berkata kalau kamu boleh berlatih ilmu peringan tubuh jika sudah berumur 15 tahun," putra sulung Kaisar Qin itu kembali mempertegas apa yang pernah diucapkannya beberapa waktu yang lalu.


"Tapi adik Yin'er sudah bisa ilmu peringan tubuh ayahanda, masa' Dang'er tidak boleh berlatih?" sahut Qin Wu Dang yang membuat ayahnya sempat terkejut.


"Apa iya Lee Chu Mian Yin sudah bisa ilmu peringan tubuh?" Qin Wu Zhang kembali bertanya dengan maksud untuk memastikan kebenaran dari apa yang dikatakan oleh putranya barusan.


"Iya ayahanda, hari ini Dang'er berkunjung ke kediaman nenek Chu dan melihat adik Yin'er bisa terbang dari tanah menuju ke atap, dari satu atap ke atap lainnya maupun dari atap meluncur ke bawah," terang anak laki-laki itu yang langsung membuat putra sulungnya Kaisar Qin tersebut semakin terkejut.


"Astaga, anak sekecil itu sudah bisa ilmu peringan tubuh? Siapa juga yang menyuruh dan melatihnya? Itu kan bisa bahaya," Qin Wu Zhang mengungkapkan isi hatinya.


"Kata adik Yin'er tadi, yang meminta dia untuk mencoba ilmu peringan tubuh adalah ayahnya, sedangkan hari ini yang melatih dia adalah paman Rong Hya, bangsa siluman serigala yang juga teman dari mendiang bibi Chu Pian Ran," jelas Qin Wu Dang.

__ADS_1


"Apa alasannya paman Lee Jiang Wook meminta putrinya untuk berlatih ilmu peringan tubuh di usia belia seperti itu?" imbuh putra sulungnya Kaisar Qin.


"Berdasarkan penjelasan adik Yin'er tadi katanya untuk mengasah kemampuannya, karena kelak dia kan bercita-cita ingin menjadi seorang jenderal," tutur anak laki-laki itu.


"Tapi menurutku itu masih terlalu dini. Untuk berlatih ilmu peringan tubuh kan bisa saat Lee Chu Mian Yin sudah cukup umur. Lagipula saat menjadi jenderalnya juga pasti di atas umur 20 tahunan seperti pamanmu Qin Wu Zhu," Qin Wu Zhang menyampaikan buah pemikirannya.


"Kalau soal itu Dang'er juga tidak tahu ayahanda," ujar Qin Wu Dang.


"Oh ya, ada hal terlupakan yang ingin Dang'er ceritakan pada ayahanda tentang adik Yin'er," tambah anak laki-laki itu yang tiba-tiba teringat peristiwa 'lemparan kertas' yang terjadi beberapa hari yang lalu saat di kelas.


"Soal Lee Chu Mian Yin? Tentang apa lagi itu nak?" balas putra sulung Kaisar Qin keheranan.


"Beberapa hari yang lalu saat di sekolah, ada dua teman Dang'er yang sedang bermain lempar-lemparan kertas. Saat teman Dang'er yang duduknya di belakang adik Yin'er menghindar waktu dilempar kertas, anehnya kertas itu tidak bisa mengenai tubuhnya adik Yin'er," Qin Wu Dang pun mulai bercerita.


Untuk beberapa saat ruangan itu menjadi hening karena Qin Wu Zhang sedang berusaha mencerna cerita putranya barusan.


"Maksudmu kertasnya terpental sebelum mengenai badannya Lee Chu Mian Yin begitu?" putra sulung Kaisar Qin mencoba menyampaikan hasil pemahamannya.


"Benar ayahanda. Untuk memastikan bahwa penglihatan aneh itu bukan sekedar halusinasi, temannya mengulangi aksinya kembali dengan gulungan kertas yang lebih besar dan ternyata hal aneh itu benar-benar terjadi. Ada beberapa teman Dang'er yang menjadi saksinya," terang anak laki-laki itu.


"Aneh sekali... Setahu ayahanda selama ini, keistimewaan Lee Chu Mian Yin hanya berkomunikasi dengan binatang," Qin Wu Zhang mengungkapkan keheranannya.


"Apa mungkin itu warisan dari mendiang bibi, ayahanda?" tanya Qin Wu Dang mengutarakan hasil perkiraannya.


"Entahlah nak, ayahanda juga tidak tahu... Jika memang demikian, berarti Lee Chu Mian Yin memiliki beberapa keistimewaan dan kelak besar nanti bisa menjadi orang hebat seperi mendiang ibundanya," sahut putra sulung Kaisar Qin.


"Coba kapan-kapan kau ajak Lee Chu Mian Yin datang ke istana, ayahanda ingin mengajak dia ngobrol tentang masalah ini. Lagipula dia juga sudah lama tidak berkunjung kemari," imbuh Qin Wu Zhang.


"Baik ayahanda, kapan-kapan Dang'er akan mengajak adik Yin'er kemari," ujar anak laki-laki itu.


"Bagaimana soal yang tadi ayahanda, apakah Dang'er diijinkan untuk berlatih ilmu peringan tubuh?" Qin Wu Dang mengingatkan kembali ke pokok pembicaraan awal.


"Ayah belum bisa memutuskan untuk saat ini nak, perlu mendapat persetujuan dari yang lainnya. Jika ayahanda mengambil tindakan sendiri bisa-bisa nanti kena tegur karena mempraktekkan ilmu peringan tubuh di usiamu yang sekian itu masih berbahaya," jelas putra sulung Kaisar Qin terus terang.


"Baiklah ayahanda, kalau begitu Dang'er akan menunggu jawabannya."


🌹


Keesokan harinya...


Setelah diberitahu oleh putranya soal keistimewaan Lee Chu Mian Yin, putra mahkota Qin Wu Zhang pun meneruskan cerita tersebut ke anggota keluarganya yang lain setelah acara sarapan bersama usai yang tentu saja membuat mereka lumayan terkejut dan merasa kagum dengan putrinya Lee Jiang Wook, bahkan Kaisar Qin Shi Huang mempunyai rencana agar Lee Chu Mian Yin tinggal di istana saja supaya kelebihannya itu dapat terasah secara maksimal.


Tanpa menunggu lama, pria penguasa nomer satu di wilayah Qin tersebut memerintahkan Qin Wu Zhu untuk segera menjemput Lee Chu Mian Yin di kediaman Chu.


Saat ini sekitar jam 9 an, terlihatlah sosok Qin Wu Zhu memasuki gerbang kediaman Chu dan langsung menuju ke kediaman utama yang kebetulan waktu itu Lee Chu Mian Yin sedang berlatih ilmu peringan tubuhnya bersama Rong Hya, yang mana gadis kecil itu tampak terbang dari daratan menuju ke atap kediaman utama yang telah ada si Rong Hya di atas atap tersebut yang tentu saja aksinya itu membuat pangeran kedua Kaisar Qin menjadi sangat terkejut bercampur takjub.


🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2