
Kediaman Tuan Chu
Sepulang dari istana, tuan Chu kemudian memanggil istri dan putrinya.
Pria paruh baya itu lalu memberitahu mereka bahwa kaisar telah mengetahui identitas tuan Song dari Qin Wu Zhu.
Awalnya Chu Pian Ran kecewa karena Qin Wu Zhu tidak menepati janjinya. Namun setelah gadis itu berpikir dua kali, tindakan Qin Wu Zhu itu ada benarnya juga.
Hadiah tail emas yang diberikan oleh kaisar akhirnya dibagi-bagikan kepada penduduk ibukota yang tidak mampu. Chu Pian Ran sendiri sama sekali tidak mengambil sedikitpun hadiah dari kaisar Qin itu.
****
3 bulan kemudian
Di sebuah rumah yang lumayan terpencil, lima orang mata-mata Lian sedang duduk berdiskusi.
Selama ini mereka berhasil lolos dari buruan prajurit karena Chang Xuang memang telah memantrai tempat sekitar mereka tinggal.
Pernah suatu kali, ada sepuluh prajurit yang berkuda mendekati tempat mereka tinggal. Namun beberapa meter sebelum sampai di rumah mereka, dengan tiba-tiba sepuluh prajurit itu secara serempak memiliki pemikiran untuk berbalik arah.
Sebenarnya lima orang mata-mata Lian itu mudah saja mengalahkan mereka, tapi mereka tidak mau mengambil langkah tersebut karena tidak ingin menimbulkan kecurigaan musuh. Target mereka yang utama adalah segera membawa nona Chu keluar daerah Qin dan bukan untuk bertempur dengan prajurit Qin.
Makanya mereka sekarang sedang membahas bagaimana caranya membawa nona Chu keluar dari Qin mengingat mereka sudah cukup lama berada di daerah itu, sementara kaisar Lian sudah tidak sabar untuk menunggu kedatangan mereka.
Akhirnya mereka telah mencapai kesepakatan. Pada tengah malam besok mereka akan memulai aksinya.
Keesokan pagi harinya...
Sesuai rencana, Chang Xuang akan berangkat terlebih dahulu ke perbatasan ibukota Qin, sedangkan empat teman lainnya akan dibagi menjadi dua kelompok. Keempat orang tersebut berangkat ke perbatasan ibukota melalui jalur berbeda untuk menghindari kecurigaan prajurit Qin.
Keempat mata-mata Lian itu nantinya akan berkumpul di tempat yang sama di perbatasan ibukota itu.
Sebelum tengah malam tiba Chang Xuang telah berada di dekat gerbang ibukota. Dari balik sebuah pohon besar pria itu melihat ada lumayan banyak prajurit sedang berjaga di pintu gerbang. Tak lupa malam itu Chang Xuang mengenakan jubah hitam dan cadar hitam untuk menutupi sebagian wajahnya.
Chang Xuang dengan mengendap-endap lalu pergi menjauh dari gerbang itu.
Tiga puluh menit kemudian, pria itu dengan menggunakan jurus peringan tubuhnya, dia naik terbang ke atas tembok benteng ibukota.
Setelah dirasa aman diapun meninggalkan benteng itu dan mulai melompati atap-atap bangunan ibukota dengan hati-hati menuju kediaman penasehat kerajaan Chu.
Bukanlah hal yang sulit untuk mencari kediaman penasehat kerajaan Qin karena setiap bangunan pejabat istana pasti ada plat nama yang dipasang di depan kediaman.
Dengan mengintip dari salah satu atap kediaman Chu, Chang Xuang melihat bahwa kediaman penasehat kerajaan itu dijaga oleh puluhan prajurit.
Pria itu lalu mengedarkan matanya untuk mencari tempat yang sekiranya cocok untuk dia merapalkan mantra.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian matanya melihat bahwa di bagian belakang kediaman Chu ada bagian yang gelap dan tidak terjangkau oleh pandangan para penjaga.
Tak menunggu waktu lama, dengan hati-hati Chang Xuang menuju tempat tersebut.
Untuk sesaat dia memperhatikan tempat gelap itu untuk memastikan bahwa tempat itu aman.
Setelah dirasa aman, pria itu lalu turun dan duduk bersila sambil menangkupkan kedua tangannya untuk merapalkan mantra andalannya.
Mulut Chang Xuang mulai berkomat-kamit selama satu jam.
Setelah satu jam berlalu secara aneh puluhan prajurit itu secara bersamaan tiba-tiba saja jatuh tergeletak tak berdaya di tanah dan tak bergerak. Demikian pula dengan semua penghuni kediaman Chu, mereka tertidur dengan pulasnya termasuk Chu Pian Ran sendiri.
Setelah bertarung dengan iblis di Qianzhong, kekuatan Chu Pian Ran sangat lemah.
Begitu juga saat dia siuman dari koma, kekuatannya tersisa seperempatnya saja.
Karena gadis itu memaksakan dirinya untuk mengobati Qin Wu Zhu dan Lu Zee, kekuatan yang dimilikinya sekarang tinggal sepuluh persen.
Dengan kekuatan yang setipis itu, bukan hanya insting dan batin Chu Pian Ran tidak bisa memberikan peringatan padanya, namun gadis itu malah turut terkena mantra Chang Xuang.
Merasa mantranya telah bekerja, dengan segera Chang Xuang memeriksa kediaman utama Chu untuk mencari kamar Chu Pian Ran.
Lima belas menit kemudian pria itu akhirnya berhasil menemukan kamar gadis itu. Untuk sesaat Chang Xuang mengamati wajah Chu Pian Ran dan terpesona dengan kecantikannya.
Namun karena ada tugas yang lebih penting, pria itu menghentikan rasa kagumnya lalu mengambil botol kecil dari balik bajunya dan meminumkan isinya pada gadis itu.
Tanpa mendapatkan kesulitan yang berarti, pria itu berhasil membawa Chu Pian Ran keluar dari ibukota.
Selanjutnya Chang Xuang pun meletakkan tubuh gadis itu di atas kuda dan dengan kecepatan penuh pria itu memacu kudanya menuju ke tempat empat temannya berkumpul.
Dengan segera mereka meninggalkan tempat itu dengan melalui jalur hutan.
Pagi harinya...
Seperti hari-hari biasanya, pria penjual daging dan ikan langganan kediaman Chu mengantarkan pesanan ke kediaman itu.
Alangkah terkejutnya saat pria itu melihat ada beberapa orang tergeletak tak bergerak di halaman kediaman tuan Chu.
Tanpa berlama-lama pria itu lalu berlari menuju ke kantor biro keamanan ibukota dan melaporkan kejadian itu.
Beberapa menit kemudian, jenderal Long Yuan, kepala biro keamanan dan sepuluh petugas dari biro keamanan sudah berkumpul di kediaman penasehat kerajaan.
Mereka semua dibuat terkejut karena semua penghuni kediaman itu tidak sadarkan diri termasuk tuan dan nyonya Chu.
Sementara itu keberadaan nona Chu tidak diketahui.
__ADS_1
Jenderal Long Yuan lalu menyuruh salah satu petugas biro keamanan untuk melapor kepada kaisar.
Sedangkan sebagian petugas lainnya diperintahkannya untuk mengumpulkan tubuh prajurit penjaga kediaman Chu di aula.
Prajurit yang berjaga malam itu jumlahnya ada 50 orang dan semuanya dalam keadaan tak sadarkan diri.
Jenderal Long Yuan dan beberapa petugas dari biro keamanan lalu memeriksa kediaman tuan Chu dengan teliti untuk mencari sesuatu yang sekiranya mencurigakan, namun nihil mereka tidak menemukan apapun yang tidak wajar.
Kaisar sangat terkejut setelah mendapat laporan dari petugas biro keamanan itu. Dengan segera dia mengabarkan berita itu kepada Qin Wu Zhu dan Qin Wu Lei serta memerintahkan mereka untuk datang ke kediaman Chu.
Petugas biro keamanan itu hanya melaporkan kepada kaisar bahwa kediaman penasehat kerajaan diserang oleh penjahat dan semua penghuninya tidak sadarkan diri. Sementara nona Chu yang belum diketahui keberadaannya tidak dilaporkan kepada kaisar.
Kedua pangeran itu tak kalah terkejutnya dengan kaisar. Tanpa menunggu waktu lama merekapun segera berangkat ke kediaman Chu.
"Apa yang terjadi paman?" Tanya Qin Wu Zhu begitu dia dan adiknya sampai di kediaman Chu.
"Semua penghuni kediaman Chu tidak sadarkan diri dengan aneh. Satu hal lagi, putri mereka nona Chu juga menghilang dari kamarnya." Jelas jenderal Long Yuan pada ponakannya itu.
"Apa?!" Tanya Qin Wu Zhu dan Qin Wu Lei bersamaan dengan wajah kaget.
Kedua pangeran itu saling berpandangan dengan wajah tegang.
"Kak, apakah hal buruk itu terjadi sekarang?" Tanya Qin Wu Lei penuh kecemasan.
"Sepertinya begitu." Jawab Qin Wu Zhu tak kalah cemasnya.
Melihat gelagat aneh kedua keponakannya itu jenderal Long Yuan pun bertanya.
"Kalian ini kenapa? Apa maksud kalian?" Tanya jenderal Long Yuan penasaran.
Qin Wu Zhu melihat pada adiknya dan adiknya memberi isyarat dengan anggukan dengan maksud agar kakaknya bicara jujur saja pada paman.
Qin Wu Zhu lalu mengajak pamannya berpindah dari tempat itu menuju tempat yang sepi lalu berkata jujur pada pamannya itu.
"Paman, sebenarnya nona Chu itu adalah tuan Song si pria bertopeng." Ucap Qin Wu Zhu.
"Apa?! Kau tidak bercanda kan Zhu Er?!" Tanya Long Yuan terkejut.
"Paman, aku tidak bercanda. Nona Chu itu adalah pria bertopeng dan ayahanda juga sudah tahu itu." Balas Qin Wu Zhu.
Untuk sesaat Long Yuan terdiam karena kagetnya.
"Aku takut jika nona Chu benar-benar ditangkap oleh mata-mata dari Lian paman." Lanjut Qin Wu Zhu.
"Ya sudah, kalau begitu untuk saat ini paman akan mengerahkan sebanyak-banyaknya prajurit untuk memburu mereka. Mereka pasti belum terlalu jauh dari ibukota." Kata Long Yuan.
__ADS_1
Jenderal Long Yuan lalu beranjak dari tempat itu dan dengan segera dia memacu kudanya menuju markas prajurit dan mengerahkan dua ribu prajuritnya untuk memburu penculik nona Chu.