Chu Pian Ran

Chu Pian Ran
Episode 53 Chu Pian Ran Menyembuhkan Qin Wu Zhu Dan Lu Zee Diam-Diam


__ADS_3

Kediaman Keluarga Chu


Berita tentang Qin Wu Zhu dan Lu Zee yang terluka parah telah sampai di kediaman Chu.


Malam itu Chu Pian Ran yang sedang membaca buku di dalam kamarnya masih belum mendengar tentang kabar itu.


"Nona nona, ada kabar buruk." Kata Xi Er setengah berlari sambil masuk ke kamar majikannya.


Chu Pian Ran meletakkan buku yang dibacanya.


"Kabar buruk apa Xi sampai kau cemas seperti itu?" Tanya gadis itu.


"Itu nona, pangeran Qin Wu Zhu dan pengawalnya Lu Zee dicelakai penjahat hingga terluka parah. Bukan hanya itu saja nona, mereka berdua juga diracun dengan racun langka. Sekarang ini yang mulia kaisar sudah menyebar sayembara, untuk siapa saja yang berhasil menemukan penawar racun itu akan diberi hadiah tail emas yang banyak." Jelas Xi Er.


Untuk sesaat Chu Pian Ran terdiam.


"Apakah pelakunya sudah ditangkap Xi?" Lanjut Chu Pian Ran.


"Belum nona, aku dengar jenderal Long Yuan sedang mengerahkan banyak prajurit untuk memburunya." Balas Xi Er.


"Nona, apa kau berniat untuk menyembuhkan mereka?" Tanya Xi Er.


"Setelah bertarung dengan iblis betina dan terluka parah kekuatanku tinggal seperempat Xi. Tapi nanti malam aku akan mencoba dulu, siapa tahu aku bisa sedikit membantu mereka." Jelas Chu Pian Ran.


"Menurut nona kira-kira siapa ya yang berani melukai dan meracuni pangeran kedua hingga seperti itu? Nyali mereka besar sekali sampai berani berurusan dengan anggota kerajaan." Tanya Xi Er penasaran.


"Aku juga tidak tahu Xi siapa pelakunya. Yang jelas mereka bukan orang sembarangan. Kita tunggu saja nanti perkembangan selanjutnya. " Ucap Chu Pian Ran.


"Kalau begitu aku tidur dulu Xi, nanti sebelum tengah malam tolong kau bangunkan aku." Lanjut Chu Pian Ran.


"Siap nona, nanti Xi Er akan membangunkan nona." Sahut Xi Er.


Chu Pian Ran lalu bangkit dari kursi dan menuju ranjangnya untuk tidur.


Sebelum tengah malam Xi Er pun membangunkan majikannya.


Di depan Xi Er, Chu Pian Ran merubah wujudnya menjadi kupu-kupu.


Pelayan itu dibuat bengong dengan apa yang dilihatnya. Memang baru pertama kali ini Xi Er melihat secara langsung majikannya itu berubah menjadi kupu-kupu.


"Hati-hati nona." Kata Xi Er kepada kupu-kupu itu.


Si kupu-kupu lalu terbang menuju istana.


Istana Kerajaan Qin


Dengan menggunakan instingnya kupu-kupu itu berusaha mencari kamar Qin Wu Zhu.


Lima belas menit kemudian, kupu-kupu itu telah masuk ke dalam kamar Qin Wu Zhu.


Setelah merubah wujudnya seperti semula, Chu Pian Ran mendekati ranjang dan melihat pemuda itu keadaannya sangat memprihatinkan.


Gadis itu lalu duduk di tepi ranjang dan mulai menerawang tubuh Qin Wu Zhu.

__ADS_1


Memang benar berita yang dia dengar dari Xi Er, di dalam tubuh pemuda itu sudah mengalir racun lambat namun mematikan.


Tanpa menunggu lama lagi, Chu Pian Ran berusaha mendudukkan tubuh Qin Wu Zhu dan kemudian dia mengalirkan sedikit kekuatannya pada pemuda itu dengan harapan kadar racun yang ada dalam tubuhnya bisa berkurang.


Dua jam sudah Chu Pian Ran menempelkan kedua telapak tangannya pada punggung Qin Wu Zhu.


Beberapa detik kemudian dari tubuh pemuda itu mulai keluar asap hitam tipis.


Karena kekuatan dan tubuhnya belum pulih gadis itu mulai merasa sedikit pusing dan lemas.


Setengah jam kemudian gadis itu menghentikan pengobatannya lalu membaringkan lagi Qin Wu Zhu di ranjang.


Untuk beberapa saat Chu Pian Ran memejamkan matanya untuk memulihkan diri.


Setelah dirasa lebih baik dia merubah dirinya menjadi kupu-kupu kembali dan terbang menuju ke kediaman Chu.


Kediaman Keluarga Chu


Saat tiba di kamarnya dan merubah wujudnya seperti semula, Chu Pian Ran mendapati Xi Er sedang tertidur dengan posisi duduk dan kepalanya digeletakkan di atas meja.


Chu Pian Ran membiarkan saja pelayannya seperti itu dan tidak mau mengganggunya.


Chu Pian Ran pun langsung naik ke atas ranjang dan membaringkan tubuhnya.


Malam ini dia sudah melakukan pengobatan sebentar pada Qin Wu Zhu, dan malam keesokannya dia berencana untuk gantian mengobati Lu Zee.


Pagi harinya...


Xi Er sengaja tidak membangunkan nona mudanya mengingat tengah malam kemarin majikannya itu begadang hingga beberapa jam untuk mengobati Qin Wu Zhu.


"Kenapa hanya kau sendirian Xi? Dimana nona mudamu?" Tanya tuan Chu.


"Maaf tuan besar sepertinya pagi ini nona muda tidak bisa ikut sarapan bersama karena tengah malam tadi begadang untuk mengobati pangeran Qin Wu Zhu." Balas Xi Er.


Mendengar jawaban pelayan itu, tuan dan nyonya Chu sedikit terkejut.


"Mengobati pangeran? Benarkah itu?" Tanya nyonya Chu.


"Benar nyonya, kemarin malam saya melihat sendiri nona muda berubah menjadi kupu-kupu dan terbang keluar." Lanjut Xi Er.


"Kondisinya sendiri masih belum pulih tapi tetap memaksakan diri untuk menolong orang lain. Ya ampun nak kau ini benar-benar senang sekali membuat orang khawatir." Ucap nyonya Chu.


"Ya sudah biarkan saja nonamu itu tidur sepuasnya. Sekarang kau boleh pergi dan lanjutkan pekerjaanmu." Kata tuan Chu.


"Baik tuan besar, nyonya besar, kalau begitu saya undur diri dulu." Setelah membungkukkan badannya sedikit pada majikannya, Xi Er pun meninggalkan mereka.


Dua jam kemudian datanglah Lee ke kediaman Chu untuk bertemu dengan tunangannya.


Setelah masuk kamar, Lee mendapati gadis itu masih tidur nyenyak.


Saat itu Lee ada niat untuk menjahili Chu Pian Ran. Pemuda itu lalu keluar kamar dan memetik setangkai bunga rumput liar yang ada di depan kamar gadis itu.


Beberapa detik kemudian, pemuda itu sudah duduk di dekat Chu Pian Ran lalu menggelitiki hidung gadis itu dengan bunga rumput liar tadi.

__ADS_1


Lee melihat hidung tunangannya itu bergerak-gerak karena geli. Pemuda itu masih terus melanjutkan aksinya hingga akhirnya mata Chu Pian Ran pun terbuka dan melihat Lee.


Wajah gadis itu terlihat cemberut.


"Kau ini kenapa sih tidak bisa membiarkan aku istirahat dengan tenang. Aku masih ngantuk tahu." Gerutu Chu Pian Ran lalu menutupi kepalanya dengan selimut.


"Sayang aku kesini karena ingin mengajakmu jalan-jalan." Kata Lee.


"Aku tidak mau, kau pulang saja, aku masih ngantuk." Balas Chu Pian Ran dari balik selimutnya.


"Ayolah sayang, kitakan sudah lama tidak jalan-jalan." Rengek Lee.


"Berisik!" Lanjut Chu Pian Ran.


Mau tidak mau Lee pun akhirnya mengurungkan niatnya. Bukannya pulang, Lee malah ikutan berbaring sambil memeluk tubuh Chu Pian Ran yang tertutup selimut.


Chu Pian Ran tak mau ambil pusing, dia membiarkan pemuda itu berbuat begitu karena matanya memang masih berat.


Beberapa menit kemudian muncullah nyonya Chu dari balik pintu. Wanita paruh baya itu heran melihat Lee sudah ada di samping putrinya.


"Kau sudah ada di sini Lee?" Tanya nyonya Chu.


Mendengar suara itu, Lee pun berbalik lalu langsung turun dari ranjang.


"Selamat pagi bibi." Lee memberi salam pada calon mertuanya.


"Kau ada perlu dengan Chu Pian Ran?" Lanjut nyonya Chu.


"Awalnya aku ingin mengajak Ran Er jalan-jalan bibi karena kita berdua sudah lama tidak jalan-jalan. Tapi rupanya Ran Er masih tidur nyenyak." Terang Lee.


"Kondisi Ran Er belum sepenuhnya pulih Lee, dan sekarang mungkin dia sedang kelelahan makanya dia terlambat bangun. Apa tidak sebaiknya kau pulang saja dulu." Kata nyonya Chu.


"Baiklah kalau begitu bibi, aku akan pulang dulu, kapan-kapan aku akan kesini lagi." Ucap Lee.


Setelah berpamitan pemuda itupun lalu pulang.


Nyonya Chu pun kemudian keluar dari kamar putrinya karena dia melihat putrinya itu masih tidur nyenyak.


Sore harinya tuan dan nyonya Chu masuk ke kamar putrinya dan mengajak gadis itu mengobrol.


"Keadaanmu masih lemah nak, kau jangan terlalu memaksakan diri dulu untuk menyembuhkan pangeran dan pengawalnya itu. Lagipula aku dengar racun lambat itu masih bisa menunggu waktu hingga beberapa bulan. Siapa tahu tidak lama lagi penawarnya berhasil ditemukan." Tuan Chu berusaha mengingatkan putrinya.


"Tapi aku tidak tega ayah. Kemarin malam saat aku melihat keadaan pangeran Qin Wu Zhu, tubuhnya benar-benar memprihatinkan." Balas Chu Pian Ran.


"Kamu boleh saja kasihan kepada mereka nak, tapi jangan lupakan dirimu sendiri. Kamu baru saja sadar dari koma selama tiga bulan. Ayah dan ibu benar-benar khawatir jika kau kenapa-kenapa lagi." Ucap nyonya Chu.


"Ayah dan ibu tidak perlu khawatir, untuk kali ini aku memberikan pengobatan hanya semampuku saja, jadi tidak terlalu banyak mengeluarkan kekuatanku. Lagipula aku melakukannya secara bergiliran harinya hingga mereka berdua lebih baik sedikit sampai penawar itu ditemukan." Terang Chu Pian Ran.


Seperti biasanya, tuan dan nyonya Chu tidak bisa membantah pendapat putrinya itu. Akhirnya merekapun menyerah pada pilihan putri mereka.


Seperti yang telah direncanakan oleh Chu Pian Ran, tengah malam ini giliran dia untuk mengobati Lu Zee.


Setelah menerawang, keadaan Lu Zee ternyata hampir sama dengan Qin Wu Zhu.

__ADS_1


Untuk beberapa malam, itulah yang dilakukan oleh Chu Pian Ran dan hal itu belum diberitahukan kepada Lee.


__ADS_2