Chu Pian Ran

Chu Pian Ran
Episode 46 Melawan Iblis Betina


__ADS_3

Akhirnya ke sepuluh perempuan itu kini berhasil disembuhkan setelah mendapatkan tiga kali penanganan untuk masing-masing pasiennya.


Penduduk dusun itu benar-benar gembira sekali.


Tapi bagi tuan Song sendiri masalah yang paling penting justru baru akan dihadapi yaitu mengalahkan iblis yang telah menyebarkan penyakit itu.


Saat ini tuan Song sedang berkeliling di dusun itu untuk mencari keberadaan si iblis dengan ditemani Qin Wu Zhu dan Hua Wei.


Sampailah mereka di pinggir hutan. Lalu mereka masuk lebih dalam ke hutan itu.


Langkah tuan Song terhenti saat melihat sebuah pohon besar dan lebat daunnya.


Untuk sesaat pria bertopeng itu memejamkan matanya dan berusaha menerawang dengan kekuatan batinnya.


"Aku sudah menemukannya. Sebaiknya kita pergi dulu dari tempat ini." Kata tuan Song.


Dalam perjalanan kembali Qin Wu Zhu bertanya pada pria bertopeng itu.


"Apakah iblis itu ada di pohon besar itu tuan Song?" Tanya pemuda itu.


"Benar. Dia jenis iblis betina dan lumayan kuat. Aku perlu bermeditasi selama satu bulan untuk bisa melawannya." Ucap tuan Song.


Kedua pria itu menjadi kagum dengan pengorbanan tuan Song, khususnya Qin Wu Zhu yang sudah pernah beberapa kali bersama pria itu untuk menyelesaikan masalah.


Tanpa menunggu lama lagi, tuan Song pun melakukan meditasi panjangnya.


****


Ibukota


Kabar kepulangan Chu Pian Ran yang gagal telah membuat sedih hati Lee, entah kenapa pemuda itu benar-benar sangat rindu pada kekasihnya itu.


Baru saja beberapa hari bertemu dengan gadis itu, dia harus berpisah kembali.


Hampir tiga bulan sudah kekasihnya itu belum kembali juga. Beberapa hari ini Lee merasa kehilangan separuh semangat hidupnya.


Gelagat Lee yang seperti itu tentu saja tidak lepas dari pantauan kedua orang tuanya.


"Kau sedang kenapa nak? Akhir-akhir ini ayah perhatikan kau terlihat murung. Kau sedang memikirkan Ran Er?" Tanya tuan Lee pada suatu hari.


"Lee benar-benar rindu pada Ran Er ayah..." Balas Lee dengan lesu.


"Kamu harus sabar nak, di luar sana Ran Er sedang berjuang untuk menolong orang..." Jelas pria paruh baya itu.

__ADS_1


"Rasanya aku ingin segera menikahinya ayah..." Lanjut Lee.


"Cinta itu tidak boleh egois Lee... Jika kau memaksa dia untuk segera menikah denganmu, bisa-bisa dia malah hilang rasa padamu." Ucap tuan Lee.


"Kalau begitu bertunangan dulu saja ayah." Sambung Lee.


"Kalau kau ingin bertunangan dengannya, kau bicarakan baik-baik dulu dengan Ran Er. Jika dia setuju, ayah dan ibu akan berbicara pada tuan dan nyonya Chu." Ujar tuan Lee lalu mengusap-usap pundak putranya.


Di kediaman Chu, suasana nyonya Chu sedang tidak baik. Beberapa hari terakhir ini hatinya terus saja gelisah dan kepikiran dengan putrinya.


Tuan Chu sudah berusaha untuk menenangkan istrinya itu namun tidak ada perubahan. Firasat nyonya Chu mengatakan bahwa putrinya sedang mengalami sesuatu yang buruk.


****


Kembali di Qianzhong


Setelah bermeditasi selama satu bulan, makan sepuasnya dan mandi kini tuan Song siap menghadapi iblis itu.


Orang-orang yang ingin melihat pertarungan tuan Song dengan iblis itu berdiri agak jauh untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan.


Untuk mengeluarkan iblis betina dari pohon besar itu tuan Song memberikan beberapa hentakan pada batang pohon menggunakan kekuatan kedua tangannya.


Tak berapa lama, terdengarlah suara lengkingan keras perempuan dari pohon besar itu.


Kemudian muncullah asap hitam tebal dari pohon besar itu, lalu asap itu membentuk sosok perempuan yang serba hitam. Kulitnya hitam, wajahnya hitam dan pakaiannya hitam compang camping juga berwarna hitam. Ukuran iblis betina itu dua kali lipat dari ukuran tubuh manusia biasa.


Demi melihat perwujudan iblis itu sebagian penduduk merasa sangat ketakutan.


"Hei manusia, lancang benar kau menggangguku, sepertinya kau ingin mati ya!" Kata iblis itu dengan suara tinggi.


"Kau sendiri yang lancang, berani-beraninya kau mengirimkan penyakit aneh pada beberapa penduduk dusun ini!" Balas tuan Song tanpa rasa takut.


Iblis itupun tertawa melengking. Lagi-lagi tuan Song dan para penduduk menutup telinganya.


"Woi iblis betina! Hentikan tertawa jelekmu itu! Membuat telingaku sakit tahu!" Teriak tuan Song.


Bukannya berhenti tertawa, iblis betina itu malah semakin lama tertawanya.


Karena sudah tidak tahan lagi, dengan mengerahkan seluruh kekuatannya tuan Song pun memulai serangannya.


Terjadilah pertarungan seru diantara keduanya.


Karena pertarungan itu, debu dan daun-daun kering yang ada di sekitarnya terbang berhamburan.

__ADS_1


Para penduduk melihat pertempuran itu dengan wajah tegang tak terkecuali Qin Wu Zhu.


Dua jam sudah pertarungan itu berlangsung sengit, namun iblis betina itu belum menunjukkan tanda-tanda kalah, malah terlihat masih kuat saja.


Tiga jam, empat jam hingga lima jam akhirnya tubuh tuan Song terpental dan membentur batang pohon hingga memuntahkan darah.


Orang-orang yang melihat kejadian itu sangat terkejut.


Lagi-lagi terdengar suara tertawa melengking yang tinggi dari mulut iblis itu.


"Dengan kekuatan seperti itu kau ingin melawanku manusia?! Aku dengan senang hati akan mengantarkan nyawamu." Kata iblis itu lalu tertawa melengking lagi.


Tuan Song dengan sisa kekuatannya pun memejamkan mata untuk beberapa saat.


Tiba-tiba tubuh tuan Song mengeluarkan cahaya putih tipis. Kedua telapak tangan pria bertopeng itu juga mengeluarkan cahaya putih yang tebal.


Melihat lawannya mengeluarkan jurus ampuh, iblis betina itu pun juga mengeluarkan cahaya berwarna hitam dari kedua telapak tangannya.


Blaarr!!!


Terdengar suara keras dari benturan dua cahaya itu.


Keduanya terpental jauh, lagi-lagi tubuh tuan Song terbentur pada sebatang pohon dan membuat tubuh pria itu jatuh tergeletak.


Namun rupanya cahaya putih tuan Song berhasil mengenai tubuh iblis betina itu.


Iblis betina itu lalu menjerit dengan suara yang sangat tinggi. Suara jeritannya benar-benar memekakkan telinga.


Suasana saat itu benar-benar mencekam.


Cahaya putih milik tuan Song berhasil membakar tubuh si iblis yang membuat makhluk itu melengking berkepanjangan.


Tak berapa lama tubuh iblis pun menjadi abu.


Suasana yang tadinya tegang menjadi sangat hening.


Dengan segera Qin Wu Zhu berlari ke arah tuan Song, kemudian disusul yang lainnya.


Qin Wu Zhu melihat tubuh tuan Song tergeletak tak bergerak, rupanya pria itu juga memuntahkan banyak darah. Tuan Song pingsan karena terluka parah.


Dengan segera Qin Wu Zhu mengangkat tubuh pria itu. Ditemani dengan para pengawalnya dan Hua Wei, mereka segera membawa tuan Song ke tabib yang ada di pusat daerah Qianzhong.


Dengan panduan Hua Wei mereka memacu kuda dengan cepat menuju ke salah satu tabib ternama di pusat daerah Qianzhong.

__ADS_1


__ADS_2