
Tuan Song alias Chu Pian Ran berencana langsung pulang ke rumah setelah masalah di Hanzhong selesai.
Saat ini Tuan Song, Qin Wu Zhu dan para pengawalnya telah berkuda hingga pintu gerbang Hanzhong.
Namun tiba-tiba mereka dihentikan oleh dua orang pria yang berkuda dari arah luar daerah Hanzhong.
Rupanya mereka datang dari Qianzhong dan berniat meminta bantuan pada pria bertopeng terkait wabah penyakit aneh yang telah menyerang beberapa penduduk akhir-akhir ini.
Keberadaan tuan Song di Hanzhong ternyata telah sampai di daerah Qianzhong. Untuk itu dengan segera mereka memacu kudanya secepat mungkin agar tidak terlambat kedahuluan pria bertopeng itu pergi.
Tuan Song pun menyanggupi permintaan tolong mereka.
Pangeran Qin Wu Zhu dan para pengawalnya juga turut serta dengan tuan Song karena mereka ingin tahu keadaan sebenarnya di sana.
Rencana pulang Chu Pian Ran pun gagal.
Akhirnya rombongan itu memacu kudanya menuju daerah Qianzhong yang bisa ditempuh selama dua sampai tiga hari perjalanan.
Selama tiga hari berkuda, rombongan itu hanya beristirahat satu kali di rumah makan sederhana yang ada di sebuah dusun kecil.
Selain mengistirahatkan tubuh mereka, kuda yang mereka tunggangi tentu juga butuh makan minum dan istirahat.
****
Qianzhong
Rombongan itu sampai di Qianzhong pada tengah hari, lalu kedua pria yang membutuhkan bantuan itu memandu mereka menuju ke sebuah dusun kecil dimana mereka tinggal.
Rupanya dusun tempat mereka tinggal terpisah lumayan jauh dari pusat daerah Qianzhong.
Sesampainya di dusun, rombongan itu dibawa menuju ke rumah salah satu pria tadi yang bernama Hua Wei.
Ternyata istri Hua Wei menjadi salah satu korban dari wabah penyakit aneh itu.
Untuk sesaat tuan Song memperhatikan tubuh istri Hua Wei yang terbaring lemah itu.
Di kulit wanita itu terdapat bagian-bagian yang menghitam. Tuan Song lalu menyentuh salah satu bagian hitam itu dan mencoba menerawang dengan kekuatan batinnya.
"Ini bukan penyakit biasa. Penyakit ini disebabkan karena ulah sejenis iblis." Kata tuan Song.
Mendengar pernyataan tuan Song, semua orang yang ada di ruangan itu terkejut.
__ADS_1
"Benarkah itu tuan? Lalu bagaimana dengan istri dan warga di sini yang terkena penyakit ini? Apakah bisa disembuhkan?" Tanya Hua Wei dengan wajah cemas.
"Aku akan tetap berusaha untuk menolong kalian. Masalah bisa disembuhkan atau tidak aku masih belum yakin, kita lihat saja nanti hasilnya. Untuk saat ini aku tidak bisa terburu-buru menangani para pasien, aku butuh meditasi untuk meningkatkan kekuatanku." Jelas tuan Song.
"Baik tuan, kami menurut saja. Jika tuan butuh kamar kosong untuk meditasi, kebetulan di rumah kami ada sebuah kamar kosong bekas mendiang orang tua saya." Ucap Hua Wei.
"Baiklah, aku akan menggunakan tempat itu." Sahut tuan Song.
Tanpa berlama-lama tuan Song kemudian bermeditasi di kamar itu.
Sementara itu, Qin Wu Zhu dan para pengawalnya diajak berkeliling dusun oleh pria yang tadi bersama Hua Wei, yang namanya Ah Jung.
Setelah dua hari dua malam bermeditasi akhirnya tuan Song keluar kamar.
Hua Wei yang mengetahui hal itu dengan cepat meminta adik iparnya untuk menyiapkan makan untuk tuan Song.
Sementara menunggu makanan siap, tuan Song berkata kepada Hua Wei.
"Sekarang kau kumpulkan para pasiennya di satu tempat agar aku nanti mudah menanganinya." Kata pria bertopeng itu.
Dengan sigap Hua Wei pun keluar rumah untuk melaksankan perintah tuan Song.
Para pasien itu akhirnya dikumpulkan di salah satu rumah penduduk yang memiliki teras rumah yang cukup luas. Mereka semua dibaringkan di atas dipan bambu, masing-masing satu orang untuk satu dipannya.
Setelah makan dan mandi, tuan Song menuju ke tempat para pasien dikumpulkan.
Suasana depan rumah itu cukup ramai karena semua penduduk dusun berada di situ.
Tuan Song kemudian meminta mereka untuk menepi dan tidak bersuara.
Untuk sesaat tuan Song memperhatikan para pasien itu. Ternyata penduduk yang terkena penyakit aneh itu semuanya adalah perempuan.
Akhirnya tuan Song mendekati salah satu pasien perempuan yang dia anggap paling parah diantara pasien lain.
Dengan bantuan salah satu anggota keluarga perempuan itu dan Qin Wu Zhu, perempuan itu dibuat duduk dan tuan Song duduk bersila di belakangnya.
Tuan Song lalu mengerahkan kekuatannya pada kedua telapak tangannya dan menempelkannya pada pinggang perempuan itu.
Tiga puluh menit kemudian mulailah muncul asap-asap hitam dari tubuh perempuan itu.
Para penduduk yang melihat kejadian itu dibuat terkejut.
__ADS_1
Selama satu setengah jam tuan Song menangani perempuan itu.
Bagian-bagian menghitam yang ada di kulit perempuan itu telah menipis.
Sekarang giliran perempuan lainnya untuk mendapatkan penanganan.
Tuan Song melakukan hal yang sama hingga perempuan ke sepuluh.
Semua hasilnya sama, bagian kulit yang menghitam dari para pasien itu terlihat menipis dalam arti belum sembuh total.
"Untuk hari ini cukup sampai di sini dulu, aku butuh meditasi untuk meningkatkan kekuatanku lagi." Kata tuan Song.
"Terimakasih banyak tuan Song untuk bantuan anda. Jika tidak ada tuan, entah apa yang terjadi dengan anggota keluarga kami ini." Ucap Hua Wei mewakili penduduk dusun tersebut.
"Untuk saat-saat ini kalian berhati-hatilah jika pergi ke suatu tempat. Jangan sampai pasien yang seperti ini bertambah lagi." Pesan tuan Song.
"Baik tuan Song, aku akan mengingatkan penduduk lainnya." Balas Hua Wei
"Sekarang bawalah mereka pulang kembali. Jika terjadi apa-apa dengan mereka segera beritahu aku." Lanjut tuan Song.
"Baik tuan Song." Jawab Hua Wei.
Kumpulan penduduk dusun mulai membubarkan diri.
Para pengawal Qin Wu Zhu dengan dibantu beberapa warga membantu mengangkut para pasien untuk dibawa ke rumah masing-masing.
"Bagaimana keadaan anda tuan Song, apakah baik-baik saja?" Tanya Qin Wu Zhu.
"Setelah mengobati mereka tubuhku menjadi sedikit lemas. Menangani masalah yang dibuat oleh iblis itu lebih berat dibandingkan masalah manusia." Jelas pria bertopeng itu.
"Saya harap anda tetap sehat terus tuan Song. Jika anda membutuhkan sesuatu jangan sungkan untuk mengatakannya pada saya." Kata Qin Wu Zhu.
"Yang saya butuhkan sekarang hanyalah banyak meditasi. Untuk melawan iblis pembuat kekacauan ini aku perlu melakukan meditasi panjang terlebih dahulu. Jika yang mulia pangeran ingin kembali ke ibukota aku persilahkan." Terang tuan Song.
"Tidak tuan Song, kami akan berada di sini hingga permasalahannya selesai. Sudah menjadi tanggung jawabku sebagai seorang pangeran untuk memperhatikan rakyatnya." Sahut Qin Wu Zhu.
"Baiklah jika itu kemauan yang mulia pangeran, aku akan langsung bermeditasi lagi." Ujar tuan Song.
Untunglah ke sepuluh pasien itu tidak mengalami sesuatu yang buruk malah keadaan mereka menjadi lebih baik dan tidak ada penambahan kasus lagi.
Para penduduk di dusun itu bisa sedikit bernapas lega.
__ADS_1