Chu Pian Ran

Chu Pian Ran
Episode 27 Munculnya Pendekar Bertopeng


__ADS_3

Kabar tertangkapnya keluarga Xian dan dukun Shie telah menyebar di beberapa bagian daerah Qin.


Di ibukota berita itu sedang melejit karena terkait dengan peristiwa peracunan putri penasehat kerajaan.


Keluarga tuan Chu sedikit merasa lega karena dalang pelaku yang mencelakai keluarganya telah tertangkap dan dipenjara.


Banyak penduduk di ibukota mendengar bahwa di balik penangkapan keluarga Xian dan dukun Shie ada kaitannya dengan laki-laki misterius bertopeng.


Rumor mengatakan bahwa laki-laki bertopeng itulah yang membantu penangkapan keluarga Xian dan dukun Shie.


****


Kediaman Keluarga Chu


"Jadi dia ke Handan tujuannya untuk ini. Aku tidak menyangka, justru Ran Er sendiri yang berhasil meringkus penjahat itu." Kata tuan Chu.


"Sampai sekarang aku khawatir jika putri kita nanti kenapa-kenapa... Semakin dia banyak dikenal orang, semakin banyak masalah yang akan dihadapinya..." Keluh nyonya Chu dengan perasaan cemas.


"Berdoa saja agar dia dalam keadaan baik-baik saja istriku... Dengan kemampuannya itu aku yakin dia bisa mengatasi masalah yang ada." Lanjut tuan Chu.


****


Paviliun Huo Jiang


"Apa kau tahu siapa laki-laki bertopeng itu Zee?" Tanya Qin Wu Zhu pada pengawal pribadinya.


"Menjawab yang mulia pangeran, dari rumor yang hamba dengar laki-laki itu bernama tuan Song, selebihnya latar belakangnya tidak ada satupun yang tahu." Jawab Zee.


"Selama interogasi dengan keluarga Xian dan dukun tua itu, aku dengar laki-laki misterius itu memiliki kelebihan yang tidak biasa." Lanjut pemuda itu.


"Hamba juga mendengar tentang hal itu yang mulia. Di dataran Qin ini baru laki-laki misterius itu yang memiliki kemampuan sehebat itu. Bahkan dukun shie yang menggeluti ilmu hitam selama puluhan tahun saja dibuatnya sekarat." Kata Zee.


"Sekarang kau utuslah orang untuk mencari tahu asal usul laki-laki bertopeng itu. Kerajaan Qin ini seharusnya mendapatkan dia demi memperkuat keamanan sehingga kerajaan ini tidak mudah diganggu oleh kerajaan lain." Sambung Qin Wu Zhu.


"Apa yang anda katakan sangat benar yang mulia pangeran. Andai kerajaan Qin memiliki dia tentu kerajaan kita akan ditakuti oleh kerajaan lain. Kalau begitu hamba undur diri untuk melaksanakan perintah yang mulia pangeran." Ucap Zee lalu meninggalkan pemuda itu sendirian di ruang kerjanya.


****


Saat ini Chu Pian Ran sedang berada di sebuah rumah makan yang ada di perbatasan Handan.


Gadis itu merasa lega karena keluarga Xian dan dukun tua Shie sudah ditangkap oleh biro penyidik.


Beberapa pengunjung rumah makan sering memperhatikan Chu Pian Ran karena 'laki-laki' bertopeng itu sedang menjadi bahan perbincangan banyak orang.


Sekalipun mengenakan topeng, gadis itu bisa makan minum dan berbicara dengan leluasa. Hal ini dikarenakan tuan Chu memesan topeng yang dirancang dengan desain bagian lubang hidung dan mulut tidak tertutup oleh topeng itu.

__ADS_1


Chu Pian Ran tidak peduli jika sedang diperhatikan oleh beberapa pasang mata.


Dengan percaya dirinya dia makan dengan lahap semua makanan yang ada di depannya. Maklum, untuk menghadapi dukun Shie dia harus mengerahkan banyak kekuatannya dan berpuasa selama 3 hari 3 malam karena harus meditasi.


Setelah menyelesaikan acara makannya dan membayar, gadis itu meninggalkan rumah makan.


Chu Pian Ran kemudian melarikan kudanya ke tempat yang banyak pepohonannya.


Dia mengarahkan kudanya masuk lebih dalam ke area itu.


Setelah menemukan tempat yang sekiranya cocok, dia turun dari kudanya dan menambatkan si kuda di salah satu batang pohon.


Gadis itu kemudian berlatih jurus meringankan tubuh.


Entah bagaimana awalnya tiba-tiba ada dorongan yang begitu kuat dari dalam dirinya untuk melakukan hal itu.


Awalnya Chu Pian Ran mencoba untuk melompat dalam jarak pendek dulu.


Setelah beberapa kali mencoba, dia menambah jarak lompatannya.


Kali ini dia ingin mencoba melompat dari tanah menuju sebuah batu yang lumayan besar yang jaraknya beberapa meter di depannya.


Gadis itu dengan giat berlatih hingga matahari tepat di atas kepalanya.


Sekarang ini Chu Pian Ran ingin mencoba sesuatu yang lebih menantang.


Gadis itu mengambil nafas panjang sebagai persiapan.


Dengan berkonsentrasi dia berhasil mengangkat tubuhnya sedikit demi sedikit dari tanah.


Usaha pertama, kedua hingga ketiga mengalami kegagalan, namun Chu Pian Ran tidak putus asa.


Dia terus mencoba dan akhirnya kakinya berhasil mendarat di dahan pohon itu.


Gadis itu melayangkan pandangannya. Dia mencari pohon yang paling dekat untuk dia darati selanjutnya.


Untuk sesaat Chu Pian Ran berdiam diri sebagai langkah persiapan.


Dia tidak ingin terjatuh ke tanah jika usahanya nanti gagal.


Gadis itu lalu merentangkan kedua tangannya dan mulai melayangkan tubuhnya di udara.


Chu Pian Ran berusaha meyakinkan hatinya bahwa dia bisa mendarat di pohon yang dimaksud, dan berhasil


Dia melakukan hal yang sama berulang-ulang, hingga kini dia sudah bisa mendarat di pohon yang jaraknya lumayan jauh.

__ADS_1


Gadis itu terus berlatih hingga matahari hampir terbenam.


Chu Pian Ran melanjutkan perjalanannya menuju ke Julu.


Sesampainya di Julu, hari sudah gelap. Chu Pian Ran menuntun kudanya dan berniat mencari penginapan.


Lagi-lagi Chu Pian Ran menjadi perhatian di daerah itu.


Setelah menemukan penginapan, gadis itu langsung membersihkan diri dan tidur.


Pagi harinya


Chu Pian Ran terbangun dengan tubuh yang bugar kembali.


Pagi ini dia berniat untuk jalan-jalan menikmati udara segar dan pemandangan pagi di daerah itu.


Beberapa orang terlihat sedang berlalu lalang dengan kesibukan masing-masing.


Di tepi kanan kiri jalan itu terdapat beberapa kios yang menjual berbagai jenis dagangan.


"Tuan bertopeng." Sebuah suara pria terdengar memanggil.


Chu Pian Ran mencari sumber suara itu.


Seorang pria yang berumur sekitar 50 tahunan mendekati gadis itu.


"Paman memanggilku?" Tanya Chu Pian Ran.


"Iya tuan, maaf jika saya sudah mengganggu anda... Saya bermaksud ingin meminta bantuan pada tuan." Jelas pria itu.


"Minta bantuanku? Bantuan dalam hal apa?" Lanjut si pria bertopeng.


"Bagaimana jika kita bicara di toko saya saja tuan, lebih enak ngobrolnya..." Sahut pria cukup berumur itu.


Sesaat kemudian, Chu Pian Ran mengikuti pria itu menuju sebuah toko kain miliknya.


Setelah mempersilahkan pria bertopeng itu duduk, pria yang bernama Jiu Lin itu mengutarakan maksudnya.


"Saya benar-benar minta tolong pada tuan, selama ini saya sudah 3 kali mengalami kerugian gara-gara perampok itu." Pinta paman Jiu Lin dengan penuh harap.


"Baiklah paman, saya bersedia membantu. Lalu kapan kita akan berangkat ke Taiyuan?" Tanya Chu Pian Ran.


"Besok lusa pagi tuan." Kata pria itu.


"Sebelumnya saya mengucapkan terimakasih banyak pada tuan karena sudah mau membantu saya." Lanjutnya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa paman, paman tidak perlu sungkan. Selama saya bisa membantu akan saya bantu." Ucap pria bertopeng itu.


__ADS_2