
Kediaman Tuan Chu
Dua minggu sudah Ran Er tersadar dari komanya. Kini gadis itu sudah bisa duduk dan berjalan di kamarnya.
Tuan dan nyonya Chu masih melarang keras gadis itu untuk keluar kamar.
Dalam dua minggu ini sudah empat kali Ran Er mendapat kiriman dan surat dari Qin Wu Zhu dan hari ini adalah kiriman yang keempat.
Untuk kali ini Qin Wu Zhu memberikan obat-obatan herbal untuk gadis itu.
Ran Er mengambil gulungan surat dari kotak obat lalu membacanya.
Nona Chu, aku sangat ingin bertemu denganmu.
Besok pada hari minggu aku akan menjengukmu.
Qin Wu Zhu
"Nona, sebenarnya surat itu dari siapa? Apakah orangnya sama dengan yang biasanya memberikan kiriman?" Tanya Xi Er penasaran lagi.
"Iya Xi orangnya sama." Jawab Ran Er.
"Siapa nona?" Desak Xi Er.
"Pangeran Qin Wu Zhu." Balas Ran Er.
"Pangeran Qin Wu Zhu? Jangan-jangan pangeran itu sudah tahu identitas nona dan tertarik pada nona." Ucap pelayan itu.
Ran Er menatap Xi Er dengan pandangan bertanya.
"Apa maksudmu Xi?" Tanya Ran Er.
"Xi Er jadi lupa kalau ingin mengatakan hal ini pada nona. Dulu waktu awal-awal nona sakit, Xi Er juga disuruh tuan besar untuk menjemput nona di Qianzhong. Aku dengar pangeran Qin Wu Zhu lah yang merawat dan menjaga nona selama di klinik tabib Fei." Jelas Xi Er.
"Benarkah?" Lanjut Ran Er.
"Iya nona itu yang aku dengar." Balas Xi Er.
"Kalau boleh Xi Er tahu, bagaimana jika pangeran Qin Wu Zhu benar-benar suka pada nona? Pangeran itu tampan lo nona, banyak yang ingin menjadi istrinya." Sambung Xi Er.
"Pangeran itu memang tampan Xi, tapi di hatiku hanya ada Lee. Aku menjadi sayang padanya karena dia sangat perhatian denganku." Terang Ran Er.
"Iya nona, tuan Lee memang sangat perhatian pada nona. Selama ini Xi Er sudah melihat pengorbanan tuan muda Lee yang sangat banyak." Kata Xi Er.
__ADS_1
"Tapi nona jika aku boleh jujur, tuan muda Lee sekarang menjadi lebih agresif." Lanjut Xi Er.
"Itu karena aku tinggal pergi terlalu lama Xi, jadi sikapnya menjadi seperti itu." Ucap Ran Er.
****
Benar saja, pada hari minggu pangeran Qin Wu Zhu datang ke kediaman Chu untuk menjenguk nona Chu dengan ditemani pengawal setianya, Lu Zee.
Setelah berbincang sebentar dengan tuan dan nyonya Chu, pangeran Qin Wu Zhu lalu diantar tuan Chu ke kamar putrinya. Kebetulan saat itu Lee juga sedang ada di kamar kekasihnya.
Lee sangat terkejut melihat kehadiran pangeran Qin Wu Zhu di kamar Ran Er.
Mau tidak mau, Lee memberikan hormat pada pangeran kedua Qin itu sekalipun hatinya dipenuhi tanda tanya dan cemburu.
Akhirnya tuan Chu mengajak Lee untuk keluar kamar Ran Er karena pangeran Qin Wu Zhu ingin bicara berdua saja dengan gadis itu.
Kini muda mudi itu sudah duduk di kursi yang ada di dalam kamar.
"Bagaimana keadaan nona Chu sekarang?" Tanya Zhu Er.
"Terimakasih untuk perhatian yang mulia pangeran, keadaan hamba sekarang menjadi lebih baik." Jawab Ran Er.
"Aku benar-benar khawatir dan takut saat melihat keadaanmu setelah bertarung dengan iblis betina itu." Ucap Zhu Er.
"Tabib Fei yang memberitahuku. Setelah dia memeriksamu dia mengatakan rahasia ini padaku." Balas Qin Wu Zhu sedikit berbohong.
Waktu itu tabib Fei memang mengatakan jika tuan Song ternyata seorang perempuan. Tapi untuk mengetahui siapa wajah di balik topeng itu, Qin Wu Zhu lah yang punya inisiatif.
"Aku benar-benar tidak menyangka ternyata nona Chu menjadi lebih hebat seperti ini. Nona Chu tidak perlu khawatir, rahasia nona sebagai tuan Song akan aku jaga baik-baik." Ujar Zhu Er.
Sementara itu di ruang kerja tuan Chu, pria paruh baya itu sedang bicara serius dengan Lee.
Lee sangat kaget saat diberitahu paman Chu jika pangeran Qin Wu Zhu telah mengetahui identitas tuan Song sebenarnya.
Rasa cemburu di hati Lee mulai bertambah. Bukan hanya itu saja, hati Lee juga khawatir kalau-kalau pangeran itu mulai mendekati kekasihnya, mengingat dulu waktu di aula istana mata pangeran kedua Qin itu sering melihat Ran Er dengan tatapan yang tidak biasa.
Setelah hampir dua jam mengobrol dengan Ran Er, Qin Wu Zhu akhirnya pamit pulang.
Sepeninggal pemuda itu, Lee langsung menginterogasi kekasihnya.
"Sayang, apa saja yang kalian bicarakan tadi?" Tanya Lee dengan kedua tangannya merangkul pinggang Ran Er. Muda mudi itu sekarang sedang duduk di tepi ranjang dengan jarak yang sangat dekat.
"Pembicaraan biasa Lee. Dia menanyakan kabarku, bercerita sedikit saat kita menyelesaikan masalah bersama di Hanzhong dan Qianzhong." Balas Ran Er.
__ADS_1
"Bagaimana dia bisa tahu identitasmu sayang?" Lanjut Lee.
"Katanya dia diberitahu oleh tabib Fei." Ucap Ran Er.
"Sayang, apakah kau terpesona dengan pangeran itu?" Tanya Lee dengan suara lebih pelan.
"Kenapa kau bertanya tentang ini lagi Lee?" Sambung Ran Er.
"Aku ingin tahu pasti bagaimana perasaanmu padaku sayang?" Kata Lee.
Mata Ran Er menatap pemuda itu.
"Jadi kau belum yakin dengan perasaanku Lee? Aku sudah merelakan sebagian tubuhku untuk kau lihat dan kau sentuh tapi kau masih ragu padaku?" Ujar Ran Er.
"Maafkan aku sayang, aku hanya ingin memastikannya saja." Balas Lee.
Kedua tangan Ran Er lalu mengelus pipi pemuda itu.
"Lee, saat ini di hatiku hanya ada kamu. Awalnya hatiku masih dingin, tapi setelah melihat semua pengorbananmu dan merasakan kasih sayangmu, hatiku mulai menyukaimu. Untuk itu aku rela saat kau meminta sesuatu dariku yang seharusnya belum boleh dilakukan sebelum kita menikah." Terang Ran Er.
"Kalau begitu rencana pertunangan kita dipercepat saja agar kau tidak sering khawatir seperti ini." Lanjut gadis itu.
"Benarkah? Kau sudah siap?" Tanya Lee.
"Iya, aku siap Lee." Jawab Ran Er.
"Baiklah kalau begitu, aku akan segera memberitahu ayah dan ibu untuk membicarakan hal ini dengan paman dan bibi Chu. Bagaimana jika sebulan lagi?" Ucap Lee.
"Terserah kau saja. Tapi aku tidak ingin perayaan pertunangan kita nanti diadakan terlalu meriah, cukup sederhana saja." Balas gadis itu.
"Baiklah sayang." Lee lalu mencium kening kekasihnya itu.
Seminggu kemudian, tuan Lee, istrinya dan Lee datang ke kediaman Chu untuk membahas masalah pertunangan.
Setelah satu jam berdiskusi akhirnya kedua keluarga itu sepakat jika acara pertunangan anak mereka diadakan satu bulan kemudian pada hari minggu.
****
Paviliun Huo Jiang
Berita tentang rencana pertunangan Ran Er dengan Lee telah sampai di telinga Qin Wu Zhu, namun pemuda itu merasa biasa-biasa saja.
Entah kenapa Qin Wu Zhu memiliki keyakinan bahwa pernikahan nona Chu akan lama diselenggarakan.
__ADS_1
Pemuda itu telah mempunyai rencana, jika nanti dia bertemu nona Chu di kemudian hari, dia akan mengungkapkan perasaannya pada gadis itu apapun resikonya.