Chu Pian Ran

Chu Pian Ran
Episode 56 Qin Wu Zhu Membuka Rahasia Chu Pian Ran Kepada Kaisar


__ADS_3

Setelah pertemuannya dengan Qin Wu Lei, Qin Wu Zhu sedang mempertimbangkan saran adiknya agar memberitahu identitas tuan Song sebenarnya pada ayahandanya. Semua itu semata-mata demi untuk melindungi nona Chu dan keluarganya mengingat bahwa mata-mata Lian sudah berani memasuki ibukota dan membuat masalah besar.


Pada suatu hari ketika kaisar sedang menjenguk Qin Wu Zhu, pemuda itu pun berniat untuk mengatakannya.


"Ayahanda, ada yang ingin ananda tanyakan." Ucap Qin Wu Zhu.


"Apa yang ingin kau tanyakan Zhu Er?" Tanya kaisar.


"Apakah selama ini ayahanda ingin tahu siapa sebenarnya tuan Song?" Lanjut Qin Wu Zhu.


"Tentu saja nak. Sejak pria bertopeng itu menjadi perbincangan banyak orang, aku sangat penasaran dengan identitas aslinya. Ada apa tiba-tiba kau berkata seperti itu Zhu Er?" Kata kaisar.


"Jika ananda berkata bahwa tuan Song sekarang ada di ibukota apakah ayahanda akan percaya?" Sambung Qin Wu Zhu.


"Benarkah? Tapi beberapa bulan terakhir ini aku sama sekali tidak mendengar kabar jika dia ada di ibukota. Bukankah terakhir kali kau bersama tuan Song saat di Qianzhong dan pria bertopeng itu terluka parah?" Ujar kaisar.


"Benar ayahanda, tuan Song terluka sangat parah hingga koma 3 bulan setelah bertarung dengan iblis di Qianzhong." Kata Qin Wu Zhu.


"Koma selama 3 bulan? Benarkah itu? Darimana kau tahu soal itu nak?" Tanya kaisar penasaran.


"Sebenarnya tempat tinggal pria bertopeng itu ada di ibukota ini ayahanda." Balas Qin Wu Zhu.


Kaisar lumayan terkejut mendengar perkataan putranya.


"Tempat tinggalnya di ibukota? Apa benar itu nak?" Lanjut kaisar dengan nada masih tidak percaya.


"Benar ayahanda, dan tuan Song sebenarnya adalah seorang gadis." Sahut Qin Wu Zhu terus terang.


Rasa terkejut kaisar menjadi bertambah.


"Apa? Tuan Song seorang gadis? Siapa gadis itu nak?" Tanya kaisar dengan mata sedikit melebar.


"Apakah ayahanda masih ingat peristiwa saat acara pentahbisan selir dua tahun yang lalu?" Tanya Qin Wu Zhu.


"Tentu saja ayah masih ingat nak. Memangnya apa hubungannya dengan pemilihan selir itu?" Balas kaisar.


"Gadis yang menjadi pusat perhatian saat itu adalah tuan Song ayahanda." Sahut Qin Wu Zhu.


"Nona Chu? Nona Chu adalah tuan Song?" Ujar kaisar.


"Benar ayahanda, tuan Song adalah nona Chu. Dan nona Chu jugalah yang telah menyembuhkan ananda dan Lu Zee." Jawab Qin Wu Zhu.


Kaisar Qin Shi Huang menarik napas panjang. Pria paruh baya itu sedang berusaha untuk menenangkan dirinya dari rasa terkejut.

__ADS_1


"Benarkah itu nak?" Tanya kaisar memastikan lagi.


"Iya ayahanda. Hamba tahu identitas aslinya karena diberitahu oleh tabib Fei dari Qianzhong." Sahut Qin Wu Zhu.


"Ya ampun, aku benar-benar tidak menyangka jika tuan Song yang hebat itu ternyata putri penasehat kerajaan. Rupanya pria itu sudah membohongiku." Ujar kaisar.


"Bohong bagaimana ayahanda? Tuan Chu melakukan itu pasti ada tujuannya, sama seperti halnya nona Chu yang menyamar sebagai pria bertopeng karena dia tidak ingin identitas aslinya diketahui oleh banyak orang." Terang Qin Wu Zhu.


"Pendapatmu ada benarnya juga nak. Tapi aku benar-benar terkejut mengetahui nona Chu bisa sehebat itu. Darimana dia mendapat kekuatan seperti itu? Sepertinya aku harus memanggil tuan Chu agar tahu dengan jelas kebenarannya." Ucap kaisar.


"Tapi ayahanda, dengan mengatakan rahasia ini, itu artinya ananda sudah mengingkari janji pada nona Chu bahwa ananda tidak akan membocorkan rahasia ini pada orang lain. Tapi mengingat kejadian yang menimpa ananda dan Lu Zee, ananda khawatir dengan keselamatan keluarga Chu. Untuk itulah ananda membuka rahasia ini pada ayahanda agar ayahanda sudi kiranya untuk melindungi keluarga Chu." Terang Qin Wu Zhu.


"Kau tidak perlu khawatir nak, biar aku nanti yang akan bicara dengan tuan Chu. Sedangkan masalah bantuan perlindungan untuk keluarga Chu tentu saja ayah akan senang melakukannya." Balas kaisar.


"Kalau boleh ayah tahu, bagaimana caranya nona Chu itu menyembuhkanmu dan Lu Zee? Kenapa aku tidak tahu sama sekali tentang hal ini. Apa dia muncul dan menghilang secara tiba-tiba seperti sebelumnya?" Lanjut kaisar.


"Benar ayahanda. Nona Chu menyembuhkan ananda dan Lu Zee dengan sembunyi-sembunyi. Tapi pada suatu malam ananda secara kebetulan tersadar dan melihat nona Chu ada di kamar ananda." Jelas Qin Wu Zhu.


"Gadis itu benar-benar tidak tanggung-tanggung dalam menolong orang. Tidak peduli masuk ke kamar pria tetap saja dia lakukan." Kata kaisar.


"Nona Chu memang berhati mulia ayahanda. Tidak peduli bahwa kekuatannya sedang melemah dia akan tetap berusaha untuk membantu orang yang kesulitan." Sahut Qin Wu Zhu.


"Apa kau tahu bagaimana caranya gadis itu muncul dan menghilang tiba-tiba nak?" Tanya kaisar.


Lagi- lagi kaisar dibuat terkejut.


"Ha, nona Chu berubah menjadi kupu-kupu? Benarkah itu?" Tanya kaisar.


"Benar ayahanda. Adik Lei Er melihatnya dengan mata kepala sendiri." Ucap Qin Wu Zhu.


"Astaga, gadis itu benar-benar membuatku kagum dan terkejut. Rasanya aku tidak sabaran untuk bertemu dengan tuan Chu." Kata kaisar.


Keesokan harinya...


Setelah pertemuan rutin antara kaisar dan para pejabat istana, kasim Liu menghampiri tuan Chu dan menyampaikan pesan kaisar pada pria itu.


Kasim Liu kemudian mengantar tuan Chu di ruang kerja kaisar.


"Salam hormat kepada yang mulia kaisar, semoga yang mulia panjang umur..." Tuan Chu memberi hormat pada kaisar dengan membungkukkan badannya.


"Tuan Chu, aku tidak menyangka jika kau berani membohongiku." Kata kaisar.


Tuan Chu sedikit terhenyak dengan ucapan kaisar. Pria paruh baya itu kurang paham dengan apa yang dimaksud oleh kaisar.

__ADS_1


"Maafkan hamba yang mulia kaisar, hamba tidak mengerti apa maksud yang mulia." Balas tuan Chu.


"Kau pernah berkata padaku jika putrimu hingga saat ini masih dalam proses pemulihan, tapi ternyata dia sudah pergi mengembara dan menyamar sebagai pria bertopeng." Lanjut kaisar.


Bukan main terkejutnya tuan Chu. Dengan segera pria paruh baya itu pun berlutut.


"Mohon ampun yang mulia kaisar, hamba tidak bermaksud untuk membohongi yang mulia. Tapi ini semua memang keinginan putri hamba." Terang tuan Chu.


"Tuan Chu, kau tidak perlu berlutut seperti itu. Aku memang marah padamu, tapi setelah tahu bahwa putrimu adalah tuan Song, aku benar-benar kagum padanya. Sekarang bangkitlah, aku tidak mau melihatmu berlutut seperti itu." Ucap kaisar.


Setelah berterimakasih, tuan Chu pun kembali berdiri.


"Tuan Chu, duduklah kau di kursi itu. Ada hal penting yang ingin kubicarakan padamu." Perintah kaisar sambil menunjuk ke sebuah kursi.


"Baik yang mulia." Tuan Chu kemudian menuruti perintah kaisar.


"Tuan Chu, kemarin malam aku sudah mendengar sebagian cerita tentang putrimu dari putraku Zhu Er. Terus terang aku sangat terkejut bercampur kagum saat tahu bahwa tuan Song adalah putrimu." Kata kaisar


"Maafkan kami yang mulia jika selama ini kami merahasiakan hal besar ini. Selain ini keinginan putri hamba sendiri, tapi juga demi menjaga keamanan keluarga kami." Terang tuan Chu.


"Aku paham dengan alasanmu tuan Chu. Kalian merahasiakan hal ini pasti punya maksud tertentu dan aku tidak bisa menyalahkan kalian." Lanjut kaisar.


"Aku juga mengatakan terimakasih karena putrimu sudah menyembuhkan putraku dan Lu Zee. Sebenarnya aku ingin menyampaikan hal ini secara langsung pada putrimu, tapi mengingat kehadirannya di istana nanti bisa menimbulkan penasaran banyak orang, jadi aku wakilkan saja padamu. Kau tidak perlu khawatir tuan Chu, rahasia putrimu tidak tersebar luas di istana, hanya tambah aku dan putraku Lei Er yang mengetahuinya." Jelas kaisar.


"Terimakasih yang mulia karena yang mulia berkenan menjaga rahasia putri hamba. Hamba merasa khawatir jika identitasnya diketahui oleh banyak orang kemudian ada orang yang bermaksud jahat pada putri hamba." Ujar tuan Chu.


"Salah satu tujuanku memanggilmu ke sini adalah untuk membahas masalah itu tuan Chu. Kau tentu sudah tahu jika putraku dan pengawalnya dibuat sekarat oleh musuh. Menurut perkiraan sementara jenderal Long Yuan pelakunya adalah mata-mata Lian. Mereka ingin menemukan keberadaan putrimu lalu memintanya bersekutu dengan mereka." Kata kaisar.


"Benarkah itu yang mulia?" Tanya tuan Chu terkejut.


"Untuk pemikiran sementara kami seperti itu tuan Chu. Putraku Zhu Er membocorkan identitas putrimu padaku karena dia khawatir suatu saat nanti terjadi hal buruk pada keluargamu. Jadi dia meminta padaku untuk melindungi keluargamu. Akhirnya aku berinisiatif akan memberikan 100 prajurit untuk menjaga kediamanmu sebagai langkah antisipasi." Balas kaisar.


"Terimakasih banyak atas perhatian yang mulia. Jika demikian keinginan yang mulia, hamba akan menerimanya." Sahut tuan Chu.


"Oh ya satu lagi tuan Chu. Seperti janjiku di sayembara, bagi siapa saja yang bisa menyembuhkan putraku dan Lu Zee, maka aku akan memberikan sejumlah tail emas. Tadi aku sudah menyuruh orang untuk mengantarkan hadiahnya di kediamanmu, terimalah itu dan berikan pada putrimu sebagai rasa terimakasihku. Sebenarnya dengan uang sejumlah itu rasanya sangat kecil sekali dibandingkan dengan semua jasa putrimu yang telah banyak membantu rakyat Qin." Sambung kaisar.


"Maafkan hamba yang mulia kaisar, bukannya hamba menolak pemberian dari yang mulia, tapi semua yang dilakukan putri hamba itu tulus, jadi yang mulia tidak perlu memberikan apa-apa." Ucap tuan Chu.


"Aku sangat tahu jika putrimu tulus melakukannya tuan Chu, tapi kau tetap terimalah itu agar hatiku lega karena itu sudah menjadi janjiku." Ujar kaisar.


"Baiklah, jika itu memang kehendak yang mulia akan hamba terima dan hamba sampaikan pada putri hamba." Balas tuan Chu.


Kaisar dan tuan Chu masih berbincang hingga satu jam ke depan. Di kesempatan itu, kaisar Qin Shi Huang menanyakan beberapa rahasia pribadi putri tuan Chu.

__ADS_1


__ADS_2