Chu Pian Ran

Chu Pian Ran
Episode 44 Gubernur Lei Diadili


__ADS_3

Menjelang tengah malam, gubernur Lei bersiap-siap untuk melarikan diri dengan bantuan dari beberapa anak buahnya.


Rencananya mereka akan berjalan kaki terlebih dahulu hingga sampai pintu gerbang Hanzhong untuk menghindari kecurigaan penduduk yang mungkin saja saat itu masih belum tidur.


Di gerbang Hanzhong nanti sudah ada anak buah gubernur Lei yang bertugas menyiapkan kereta kuda untuk pria itu.


Baru saja rombongan gubernur Lei keluar dari pintu belakang kediamannya, mereka dikejutkan dengan kehadiran pria bertopeng yang menghadang mereka.


Gubernur Lei benar-benar ketakutan saat itu.


"Kalian mau kemana? Mau kabur?" Tanya tuan Song dengan nada santai.


Gubernur Lei dan beberapa anak buahnya hanya berdiam diri saja. Mereka sadar siapa yang sedang mereka hadapi. Dari berita yang mereka dengar, tuan Song tidak segan-segan untuk menghajar para lawannya.


"Gubernur Lei, sepertinya malam ini kau tidak bisa kabur kemana-mana karena harus ada yang kau selesaikan dengan segera. Dari buku catatan keuangan yang kuambil dari ruang kerjamu ternyata kau ini suka makan uang pajak rakyat tuan gubernur." Lanjut tuan Song.


Demi mendengar kata-kata pria bertopeng itu, gubernur Lei sangat terkejut dan tubuhnya menjadi sedikit gemetar.


"Kau mulai ketakutan gubernur? Aku pikir anda ini pria pemberani yang akan melawanku, tapi ternyata kau begitu ketakutan hanya karena kata-kataku tadi. Syukurlah kalau kalian mau menyerahkan diri dengan cepat, jadi aku tidak akan buang-buang energi." Sambung tuan Song.


Pria bertopeng itu kemudian bertepuk tangan sebanyak tiga kali, kemudian muncullah beberapa pria dari kegelapan.


Mereka adalah Qin Wu Zhu dan para pengawalnya yang masing-masing telah siaga dengan membawa sebilah pedang.


Gubernur Lei dan anak buahnya tidak berkutik. Dengan segera mereka berhasil diringkus dan langsung dibawa ke biro pengadilan.


Petugas biro pengadilan yang saat itu sedang berjaga sangat terkejut. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa orang yang diikat malam itu adalah tuan gubernur dan anak buahnya.

__ADS_1


Selama ini dari laporan para rakyat, gubernur Lei menjalankan tugasnya dengan baik dan orangnya sangat ramah. Tapi entah mengapa si pria bertopeng dan beberapa temannya menyerahkan tuan gubernur dengan tangan terikat layaknya penjahat.


Saat itu Qin Wu Zhu sudah melepas kumis palsunya dan kembali seperti aslinya.


Pemuda itu lalu mengeluarkan token miliknya dan memperlihatkannya pada petugas biro pengadilan itu.


Saat petugas itu tahu bahwa itu adalah token milik pangeran kedua kerajaan Qin, pria itu langsung berlutut dan minta maaf.


"Untuk saat ini kau masukkan dulu mereka di penjara, besok pagi kita akan usut tuntas kejahatan gubernur ini." Perintah Qin Wu Zhu.


"Baik yang mulia pangeran, hamba akan laksanakan perintah yang mulia. Dengan segera hamba akan menghubungi kepala biro pengadilan dan pegawai lainnya." Balas petugas itu.


Tuan Song dan Qin Wu Zhu kemudian meninggalkan biro pengadilan dan kembali ke penginapan.


Sementara itu para pengawal Qin Wu Zhu masih ada di biro pengadilan untuk berjaga-jaga di tempat itu.


Pagi itu di depan kantor pengadilan telah berkumpul beberapa penduduk Hanzhong yang ingin menyaksikan proses sidang pengadilannya gubernur Lei.


Di ruang pengadilan, gubernur Lei diperhadapkan di depan tuan Meng selaku hakim di daerah Hanzhong.


Ikut hadir pula di tempat itu tuan Song, Qin Wu Zhu, Lu Zee, dan beberapa petugas dari biro pengadilan.


Saat ini hakim Meng sedang memeriksa lebih lanjut buku catatan keuangan pajak rakyat dan catatan pengeluarannya.


Pagi-pagi benar tadi Qin Wu Zhu memang menyuruh Lu Zee untuk mengantarkan buku catatan itu pada hakim Meng untuk diperiksa sebelum sidang pengadilan gubernur Lei dilaksanakan.


Hakim Meng dibuat terkejut saat memeriksa buku catatan keuangan itu. Dia tidak menyangka jika selama menjabat sebagai gubernur, tuan Lei sudah banyak mengkorupsi uang pajak dari rakyat.

__ADS_1


Tak lupa pula, Qin Wu Zhu juga membawa masalah Nan Bing beserta kedua temannya yang telah dituduh dan dianiaya.


"Tuan Lei, aku benar-benar tidak menyangka jika selama menjabat sebagai gubernur kau melakukan tindakan sekotor ini. Selama ini rakyat Hanzhong memberikan pandangan yang positif padamu tapi ternyata seperti ini." Sesal hakim Meng karena pria itu juga termasuk penduduk Hanzhong.


Tuan Lei hanya diam saja. Sejak kemarin pria itu sudah ketakutan karena masalahnya langsung ditangani oleh pangeran kedua kerajaan Qin dan tuan Song.


"Tuan Lei kenapa kau diam saja? Tidakkah kau ingin mengatakan sesuatu? Aku butuh pengakuan dari bibirmu sendiri karena ini menyangkut rakyat Hanzhong." Lanjut hakim Meng.


Tuan Lei tetap membisu.


Akhirnya proses pengadilan itu dibubarkan karena tuan Lei terus membungkam mulutnya.


Pria paruh baya itu akhirnya dimasukkan kembali ke penjara.


Sementara itu, pihak biro pengadilan memeriksa kembali semua bukti-bukti yang ada untuk mencari kebenaran yang lebih akurat.


Selama menunggu persidangan selanjutnya, tuan Song mengurung diri di kamar dan bermeditasi.


Satu minggu kemudian persidangan kedua tuan Lei digelar. Kali ini tuan Lei mengakui semua perbuatannya.


Hari ini, tuan Lei dijatuhi hukuman penjara selama delapan tahun dan diwajibkan untuk mengembalikan semua uang pajak rakyat yang telah dia korupsi. Sementara itu, untuk orang-orang yang ikut terlibat dengan aksinya diberi hukuman penjara tergantung dari besar kecilnya tingkat kejahatan yang mereka lakukan.


Setelah tuan Lei dipenjara, seluruh anggota keluarganya pindah dari Hanzhong karena tidak sanggup menahan malu.


Sementara itu, Nan Bing dan kedua temannya yang keadaannya sudah mulai membaik minta ijin untuk diperbolehkan pulang ke Hanzhong.


Kini daerah Hanzhong sudah mulai tenang, dan para penduduk berencana untuk mengadakan pemilihan gubernur yang baru.

__ADS_1


__ADS_2