
Istana Kerajaan Lian
Rumor tentang kematian mendiang kaisar Lian Xiao Yang, Chang Xibing dan Chang Xuang yang tidak wajar masih beredar di kalangan istana sekalipun itu dibicarakan secara sembunyi-sembunyi.
Dan yang lebih aneh lagi adalah menghilangnya nona Chu yang sampai saat ini belum diketahui bagaimana caranya dan dimana dia sekarang.
Lian Xiao Jung tahu pasti bahwa ayahnya, Chang Xibing dan Chang Xuang tidak mempunyai riwayat penyakit jantung. Pemuda itu telah meminta keterangan pada tabib istana terkait kematian ketiga pria itu.
Selain mati di hari yang sama dan dalam jangka waktu yang berdekatan, mendiang kaisar Lian, Chang Xibing dan Chang Xuang juga mati dengan mata terbelalak.
Ada beberapa orang yang berspekulasi bahwa kematian tiga pria itu ada hubungannya dengan nona Chu.
Setelah mempertimbangkannya selama berhari-hari, akhirnya kaisar Lian yang baru itu memutuskan akan mengirim mata-mata ke wilayah Qin.
Mengingat jarak ibukota Lian dengan ibukota Qin sangat jauh, untuk mempercepat sampainya informasi ke ibukota Lian, pemuda itu berencana untuk mengirimkan beberapa mata-mata yang akan disebar di beberapa wilayah Qin yang terhubung dalam satu jalur terpendek dari ibukota Qin ke ibukota Lian.
Pagi hari itu, Lian Xiao Jung selaku kaisar baru di wilayah Lian memanggil 25 orang pilihan yang akan dikirim ke wilayah Qin sebagai mata-mata.
Mereka diberi waktu selama 1 tahun untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang nona Chu yang tak lain adalah jelmaan pria bertopeng.
Sebelum memberangkatkan mereka, Lian Xiao Jung memberikan arahan secara detail apa saja yang harus mereka lakukan dan di daerah mana mereka akan ditempatkan.
Setelah melakukan persiapan, mulailah ke 25 orang itu melakukan perjalanan panjang menuju ke wilayah Qin.
****
Istana Kerajaan Qin
Pagi itu, ruang aula yang biasa digunakan untuk pertemuan rutin antara kaisar dengan para pejabat istana terlihat berbeda.
Kali ini kaisar mengundang ibu suri, pemaisuri, kedua selir, dan keempat putranya untuk hadir di aula tersebut.
"Yang terhormat semua para undangan yang hadir di aula ini, pagi ini aku sengaja mengumpulkan kalian di sini karena aku ingin kalian ikut menyaksikan acara pentahbisan seorang nona muda menjadi putri angkatku." Terdengar suara kaisar Qin memecah keheningan aula itu.
Para pejabat istana (kecuali tuan Chu dan tuan Lee) dibuat terkejut dengan penuturan kaisar barusan. Diantara mereka ada yang saling berpandangan dengan wajah heran dan penasaran.
Beberapa detik kemudian terdengarlah teriakan Lu Zee dari depan pintu aula.
"Yang mulia pangeran Qin Wu Zhu dan tuang Song memasuki ruangaaaan!"
Tak lama kemudian muncullah dua sosok pria dari pintu aula. Semua mata hadirin menatap kedua pria itu sedang berjalan lewat di tengah-tengah barisan para pejabat istana yang saat itu wajah mereka dipenuhi tanda tanya.
Qin Wu Zhu lalu berbelok arah ke kiri dan duduk di bangku kosong di samping kakaknya, Qin Wu Zhang. Sementara tuan Song naik ke altar aula di samping kaisar. Pria bertopeng itu kemudian memberi hormat pada kaisar Qin Shi Huang.
"Para hadirin semua, mengingat besarnya jasa tuan Song pada rakyat Qin kita ini, maka hari ini aku menganugerahi dia gelar 'Putri Nanyang' dan menjadikan dia sebagai putri angkatku." Kata kaisar mantap.
Bagai disambar petir, para pejabat istana itu sangat terkejut.
"Aku tahu pasti kalian para pejabat istana sedang terkejut. Tuan Song yang selama ini kita kenal sebagai pria bertopeng sebenarnya adalah seorang gadis. Tapi untuk identitas aslinya aku tidak bisa memberitahu kalian. Untuk itulah, sebagai rasa terimakasihku sebagai kaisar Qin, aku menjadikannya sebagai putri angkatku dan memberinya gelar 'Putri Nanyang'. Dan kalian semua kujadikan saksi di acara pentahbisan ini." Lanjut kaisar.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, naiklah kasim Liu ke atas altar aula dengan membawa nampan yang di atasnya terdapat sebuah dekrit yang isinya menyatakan bahwa nona Chu Pian Ran diangkat sebagai putri angkat kaisar dan sebuah token tanda identitas 'Putri Nanyang'.
Kaisar Qin lalu mengambil dua benda itu dan menyerahkannya pada Chu Pian Ran.
"Mulai sekarang kau telah menjadi anggota kerajaan Qin dan berubah nama menjadi 'Putri Nanyang'." Ucap kaisar di hadapan gadis itu.
"Terimakasih yang mulia kaisar." Balas Chu Pian Ran dengan membungkukkan badan.
Diantara barisan para pejabat istana ada dua pria yang merasa terharu sekaligus khawatir. Tak lain dan tak bukan, kedua pria itu adalah tuan Chu dan tuan Lee.
Acara pentahbisan Chu Pian Ran menjadi putri angkat kaisar Qin berlangsung selama empat puluh lima menit. Setelah itu para pejabat istana diperkenankan undur diri dari tempat itu dan pulang ke rumah masing-masing.
Saat ini tinggallah kaisar Qin dan Chu Pian Ran di ruang aula.
"Bagaimana perasaanmu nona Chu? Aku harap kau senang mendapatkan anugerah ini." Kata kaisar.
"Maafkan hamba yang mulia kaisar, jika hamba boleh jujur, hamba masih berat untuk menyandang status baru ini." Jawab Chu Pian Ran terus terang.
"Aku tahu perasaanmu nona Chu. Tapi aku yakin, cepat atau lambat kau akan bisa menjalaninya dengan nyaman." Lanjut kaisar.
"Kau tidak perlu risau nona Chu. Sekalipun kau sudah menjadi putri angkatku, aku tidak akan membatasi kebebasanmu. Tapi aku harap paling tidak satu atau dua jam per hari kau berkunjunglah ke istana ini agar semakin akrab dengan anggota keluarga kerajaan." Sambung kaisar.
"Oh ya satu lagi. Aku sudah menyuruh pelayan untuk menyiapkan sebuah kamar lengkap dengan isinya untukmu. Dengan adanya kamar itu, kau bisa merubah wujudmu saat ingin datang atau keluar dari istana." Tambah kaisar.
"Terimakasih yang mulia kaisar." Balas Chu Pian Ran.
Setelah percakapan dengan kaisar itu selesai, Chu Pian Ran mohon undur diri untuk langsung pulang ke rumahnya.
****
Kediaman Tuan Lee
"Sudahlah nak, kau tidak perlu berpikir berlebihan seperti itu. Bukankah Ran Er adalah tipe wanita yang tidak mudah tergoda oleh pria lain?" Ucap tuan Lee pada putranya.
Saat ini kedua pria itu ada di gazebo halaman depan ruang tamu.
"Ran Er memang bukan tipe seperti itu ayah, tapi bagaimana jika ada pangeran yang menyukainya." Balas Lee lesu.
"Kau jangan berpikiran negatif dulu Lee. Kaisar tentu tahu jika Ran Er adalah tunanganmu. Jadi aku yakin beliau akan menjaga Ran Er dari sesuatu yang tidak diinginkan." Jelas tuan Lee.
****
Kediaman Tuan Chu
"Wah, Xi Er tidak menyangka jika nona sekarang sudah mendapat gelar tuan putri Nanyang." Kata pelayan itu dengan mata berbinar.
"Heleh, aku malah tidak berharap sama sekali untuk mendapatkan gelar itu." Balas Ran Er datar.
"Jangan begitu nona. Mendapatkan gelar dan dijadikan putri angkat kaisar itu adalah anugerah yang sangat besar. Para gadis lain saja sangat berharap bisa menjadi anggota kerajaan, kenapa nona malah tidak suka." Lanjut Xi Er.
__ADS_1
"Jangan samakan aku dengan perempuan lain Xi. Memangnya apa enaknya menjadi anggota kerajaan, aku malah merasa risih. Aku yakin sekali setelah acara pentahbisanku tadi, para pejabat istana mulai penasaran dan ingin tahu siapa aku sebenarnya." Ucap Ran Er.
"Betul juga sih nona. Tapi bukankah cepat atau lambat mereka akan tahu siapa nona sebenarnya." Ujar Xi Er.
"Entahlah Xi. Sekarang ini semakin lama semakin bertambah orang yang tahu siapa aku sebenarnya. Jika banyak orang yang tahu identitasku ini, aku khawatir jika suatu saat nanti ada orang yang berniat balas dendam atau jahat pada orang-orang terdekatku. Jika mereka ingin mencelakaiku aku masih bisa mengatasinya, tapi jika sasaran mereka adalah orang-orang terdekatku dan pada saat itu kekuatanku sedang lemah atau aku sedang tidak ada di dekat mereka, aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi." Terang Ran Er.
Mendengar penuturan majikannya itu Xi Er terdiam. Pelayan itu membenarkan perkataan nonanya. Jika saat ini nonanya menjadi putri angkat kaisar dan menarik banyak perhatian orang, tentu semakin banyak orang yang penasaran dan menyelidiki identitas majikannya itu.
"Aku harap anggota keluarga nona dan anggota keluarga tuan besar Lee terus baik-baik saja." Tambah Xi Er kemudian.
"Aku juga berharap demikian Xi." Kata Ran Er.
****
Sementara itu, mata-mata Lian sudah ada yang sampai di beberapa daerah wilayah Qin yang jaraknya agak dekat dengan wilayah Lian.
Diantara mata-mata Lian yang dikirim, ada salah satu dari mereka yang mempunyai tugas paling berat, yaitu mata-mata yang mendapat bagian di daerah ibukota Qin.
Mengingat ibukota Qin pernah gempar karena kasus yang pernah terjadi di kediaman Chu, maka sejak saat itu gerbang ibukota Qin dijaga ketat oleh para prajurit, dan setiap pendatang baru akan mengalami proses pemeriksaan terlebih dahulu.
Selain harus memiliki ilmu bela diri yang tinggi, mata-mata Lian untuk daerah ibukota Qin juga harus memiliki kecerdikan sehingga dia tidak dicurigai oleh penduduk ibukota maupun prajurit Qin.
Sebelum masuk ibukota Qin, mata-mata Lian yang bernama Kim Lung itu menginap beberapa hari di daerah terdekat ibukota untuk menyusun strategi terlebih dahulu.
Akhirnya pemuda itu memutuskan untuk menyamar menjadi seorang pengemis di ibukota Qin.
Agar bisa masuk ibukota dengan aman, pada suatu dini hari, Kim Lung melompati benteng ibukota dengan ilmu peringan tubuhnya.
Untuk menyempurnakan penampilannya, pemuda itu telah mempersiapkan pakaian compang camping dalam buntelan kainnya.
Selain itu, Kim Lung juga mengacak-acak rambutnya dan melumuri sebagian kulit badan dan wajahnya dengan sedikit lumpur.
Awalnya pemuda itu tidak langsung berada di pusat ibukota, namun dia berencana untuk berkeliaran terlebih dahulu di pinggiran ibukota.
Dengan berbekal sebuah kaleng penyok berukuran sedang di tangannya, maka sempurnalah penyamaran Kim Lung itu.
Pagi hari sebelum matahari terbit, Kim Lung sudah terlihat berjalan pelan-pelan di pinggiran ibukota dengan membawa kaleng penyoknya dan buntelan kain ukuran sedang di pundaknya.
Beberapa kali pemuda itu berpura-pura batuk untuk meyakinkan penyamarannya.
Beberapa penduduk ibukota yang kebetulan melihat pengemis itu tak ada yang menyangka jika dia sebenarnya adalah mata-mata dari kerajaan Lian.
Baru saja empat hari berkeliaran di sekitar tempat itu, Kim Lung sudah mendapatkan informasi jika nona Chu Pian Ran yang menghilang secara misterius dari istana Lian ternyata sudah pulang di rumahnya selama beberapa minggu ini.
Selain itu, Kim Lung juga mendapatkan kabar jika kaisar Qin baru saja mempunyai seorang putri angkat yang wajahnya selalu mengenakan topeng.
Karena Kim Lung sudah tahu jika pria bertopeng adalah nona Chu Pian Ran. Maka pemuda itu sangat yakin jika putri angkat kaisar Qin adalah putri penasehat kerajaan.
Pada suatu tengah malam, tanpa sepengetahuan siapapun, pengemis jelmaan Kim Lung dengan ilmu peringan tubuhnya meninggalkan daerah ibukota dengan maksud untuk menyampaikan pesan lisan kepada temannya yang berada di daerah dekat ibukota.
__ADS_1
Dalam melakukan aksinya, jaringan mata-mata dari kerajaan Lian itu telah menyusun strategi dengan serapi dan seteliti mungkin agar tidak menimbulkan kecurigaan siapapun.