Chu Pian Ran

Chu Pian Ran
Episode 83 Kebahagiaan Keluarga Lee Dan Keluarga Chu


__ADS_3

Begitu berita kehamilan Chu Pian Ran sampai di telinga nyonya Chu, maka dengan segera wanita paruh baya itu pergi ke rumah besannya dengan ditemani Xi Er.


Sama halnya dengan tuan Lee, saat ini suaminya juga sedang ada di istana untuk menghadiri sidang rutin. Jadi, nyonya Chu berniat menyampaikan kabar gembira itu sepulang suaminya dari istana.


Ketika wanita paruh baya itu telah bertemu dengan Chu Pian Ran, dia pun memeluk putrinya itu dengan erat.


Lee dan ibunya yang menyaksikan pemandangan itupun menjadi terharu.


"Sayang, ibu sangat senang sekali saat mendapat kabar bahwa kau hamil." Ucap nyonya Chu sambil memegang kedua pundak putrinya.


"Aku juga senang bu, aku tidak mengira akan hamil secepat ini..." Balas Chu Pian Ran.


"Sekalipun ibu tahu sebenarnya kau belum siap untuk memiliki anak, tapi ibu yakin kau pasti akan menerima kehamilanmu yang tidak direncanakan ini dengan ikhlas nak..." Lanjut wanita paruh baya itu.


"Tentu bu, aku pasti akan menjaga kandunganku ini sebaik mungkin dan merawat anakku kelak dengan sepenuh hati." Jelas putrinya.


Menjelang tengah hari, pulanglah tuan Lee dan tuan Chu dari istana. Kebetulan saat ini tuan Chu memiliki niat untuk menemui putrinya dan mengobrol dengannya.


Begitu dua pria paruh baya itu masuk dalam kediaman, datanglah seorang pelayan menemui mereka untuk menyampaikan kabar gembira itu dan memberitahu jika yang lain sedang berkumpul di ruang tamu.


Untuk beberapa saat mereka saling berpandangan, tak lama kemudian tuan Lee dan tuan Chu menuju ruang tamu dengan langkah cepat.


Kini, di ruang tamu itu dua keluarga sedang bercengkerama dengan perasaan bahagia.


Malam harinya...


Sudah beberapa menit yang lalu, Lee Jiang Wook dan Chu Pian Ran sedang beradu mesra di atas ranjang dengan posisi perempuan itu berbaring di samping suaminya, sementara wajah pemuda itu berada sangat dekat di atas wajah istri tercintanya.


Sungguh tak terkatakan betapa bahagianya Lee saat perempuan itu hamil dari benih cintanya. Tak berapa lama, pemuda itu lalu menghujani wajah istrinya dengan ciuman-ciuman lembut disertai hati bahagia bercampur haru.


21+


Beberapa menit kemudian, mulailah tangan kanan Lee melepas pakaian atas istrinya pelan-pelan hingga tubuh atas istrinya itu polos. Setelahnya, pemuda itu menciumi perut istrinya dengan lembut dan ciumannya menyebar ke separuh tubuh atas perempuan cantik itu.


Sekarang, berhentilah bibir Lee di atas gundukan istrinya yang sebelah kanan, dan tak berapa lama pemuda itu menciumi dan menjilati bagian itu dengan rasa sayang. Kemudian, Lee menghisap puncak bagian itu agak kuat hingga dia merasa puas dan sesudahnya dia ganti ke gundukan kiri istrinya.


"Sayang, hari ini aku benar-benar bahagia sekali karena kau akhirnya mengandung buah cinta kita..." Kata Lee pelan setelah bibirnya selesai menghisap.


"Aku juga merasa bahagia suamiku..." Sahut istrinya sambil menatap lekat suaminya.


"Aku janji akan menjadi ayah yang baik untuk anak kita kelak sayang..." Lanjut pemuda itu.


Beberapa saat kemudian, perempuan cantik itu merangkulkan tangan kirinya di leher suaminya lalu mencium bibir pemuda itu. Mulailah pasangan suami istri itu berciuman dengan lembut hingga belasan menit.


****


Berita tentang kehamilan Chu Pian Ran telah sampai di istana. Sebagai putri angkat kaisar, perempuan itu mendapat surat ucapan selamat dari beberapa anggota kerajaan termasuk Qin Wu Zhu. Pemuda itu bukan saja mengirimkan surat ucapan selamat namun juga memberikan sekeranjang besar buah-buahan berkualitas tinggi.


Siang itu, terlihatlah Chu Pian Ran sedang membaca secarik kertas ucapan selamat dari Qin Wu Zhu dengan sang suami berada di dekatnya dan ikut membaca tulisan itu.


Aku ucapkan selamat atas kehamilanmu Nanyang


Jaga tubuhmu dengan baik dan makanlah makanan bergizi agar anakmu tumbuh sehat


Qin Wu Zhu


"Sepertinya kakak angkatmu yang satu ini lumayan perhatian denganmu sayang..." Ucap suaminya pelan.


"Aku menganggapnya biasa saja suamiku. Malah menurut kebanyakan orang, dia itu tipe laki-laki yang dingin." Balas istrinya berbohong.


Perempuan itu sengaja menutupi kenyataan yang ada karena dia tidak ingin suaminya berpikiran yang negatif.

__ADS_1


"Tapi menurut hati nuraniku tidak begitu sayang... Selama ini aku merasa dia itu sebenarnya menyukaimu." Kata Lee.


"Darimana kau tahu dia menyukaiku suamiku?" Tanya Chu Pian Ran ingin tahu.


"Apa kau masih ingat saat acara pentahbisan selir beberapa tahun yang lalu? Aku melihat pandangannya sering mengarah padamu." Jelas pemuda itu.


"Benarkah? Aku malah tidak tahu hal itu... Saat itu aku sedang tegang dan gelisah karena merasa tidak nyaman menghadiri acara seperti itu, jadi aku tidak memperhatikan sekelilingku kecuali paman Long Yuan." Jawab istrinya jujur.


"Jika dia memang menyukaiku apakah kau cemburu?" Lanjut perempuan cantik itu.


"Dulu saat kita belum menikah aku memang sempat cemburu, tapi sekarang aku sudah tidak mengkhawatirkan hal itu lagi karena kau sudah menjadi milikku seutuhnya." Terang Lee.


****


Sejak Chu Pian Ran hamil, Lee mulai protektif pada istrinya. Dia melarang perempuan cantik itu agar tidak melakukan pekerjaan yang berat-berat. Jadi semenjak istrinya mengandung, hari-hari Chu Pian Ran sering diisi dengan memeriksa buku keuangan dan membantu memasak ala kadarnya.


Selama memasuki tri semester pertama kehamilannya, Chu Pian Ran tidak mengalami yang namanya mual ataupun muntah. Namun, sejak saat itu dia mulai menyukai makanan manis yang jumlahnya bisa dikatakan lumayan banyak. Sehingga, setiap hari ibunya dan ibu mertuanya pasti menyiapkan berbagai macam makanan manis termasuk buah-buahan.


Selain ngidam makanan yang serba manis, perempuan itu juga bersikap sedikit manja, kadangkala jika permintaannya tidak dituruti, dia akan ngambek dan wajahnya cemberut. Alhasil, Lee pun berusaha untuk sabar dalam menghadapi perubahan sikap istrinya itu.


Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan...


Kini, usia kehamilan Chu Pian Ran sudah memasuki bulan ketiga. Perut perempuan cantik itu telah terlihat sedikit membuncit, berat badannya sedikit bertambah, dan buah dadanya juga sedikit membesar. Tak ayal, keadaannya yang sekarang membuat suaminya semakin sering menciumi perutnya dan mengajak bicara janin yang ada di rahimnya itu.


"Suamiku, aku ingin beli makanan di luar..." Kata Chu Pian Ran sedikit manja pada suaminya pada suatu sore.


"Kan baru dua hari yang lalu kau beli makanan di luar sayang... Ingat, tidak baik terlalu sering makan makanan di luar, makanan itu kurang sehat karena terkena debu..." Balas Lee berusaha mengingatkan istrinya lagi.


Seperti yang sudah-sudah, mulailah istrinya itu menjadi ngambek dan wajahnya sedikit cemberut.


"Ayolah sayang, jangan bersikap seperti itu... Kan ini demi kebaikan anak kita juga..." Pemuda itu membujuk istrinya dengan suara lembut.


Setelah berpamitan pada tuan dan nyonya Chu, pemuda itu pun menemani istrinya untuk membeli makanan di luar.


Telah beberapa kali, Chu Pian Ran berhenti di beberapa kios kue untuk membeli kue yang diinginkannya. Dan seperti biasanya, nyonya muda itu akan makan kue-kuenya sambil berjalan.


Sebenarnya Lee sudah memperingatkan istrinya agar tidak makan sambil jalan karena hal itu dianggap tidak sopan, namun Chu Pian Ran tidak menggubris nasehat suaminya itu.


Kini, pasangan suami istri itu sudah duduk di tepi kanal dan perempuan cantik itu masih terus mengunyah kue yang dibelinya tadi. Saat Chu Pian Ran ingin menyuapi suaminya sebuah kue, pemuda itu menolak.


"Kau habiskan saja sendiri sayang, melihatmu yang makan sedari tadi saja sudah membuatku kenyang..." Kata Lee terus terang.


Pasangan suami istri itu duduk di tepi kanal hingga kue yang ada di tangan Chu Pian Ran telah habis tak tersisa.


21+


Seperti rutinitas yang biasa mereka lakukan sebelum tidur, Lee telah melepas pakaian atas istrinya sampai tubuh atas perempuan cantik itu polos.


Dan kini, pemuda tampan itu sedang menatap untuk beberapa saat gundukan istrinya yang terlihat lebih berisi dengan puncaknya yang sedikit lebih besar dari sebelum dia hamil.


Tak berapa lama, tangan kanan Lee memainkan puncak gundukan kanan perempuan itu dengan lembut hingga mengeras, dan mulailah dia mengusap-usap gundukan itu.


"Suamiku, coba kau tebak apa jenis kelamin anak kita." Kata istrinya.


Sambil tangannya terus bergerak di gundukan itu, mata pemuda itu menatap lekat istri tercintanya.


"Memangnya kau sudah tahu jenis kelamin anak kita sayang?" Tanya Lee.


"Aku tadi sudah menerawangnya dan telah mengetahui jenis kelaminnya." Terang perempuan itu.


"Jika menurut perkiraanku sepertinya anak kita perempuan... Bagaimana sayang, apakah tebakanku benar?" Ucap pemuda tampan itu.

__ADS_1


"Tepat sekali suamiku... Dan aku yakin putri kita kelak akan secantik diriku." Lanjut Chu Pian Ran percaya diri.


Lee Jiang Wook tersenyum mendengar perkataan istrinya.


"Putri kita cantik bukan karena ibunya saja yang cantik, tapi juga ayahnya yang berwajah tampan..." Suaminya tak mau kalah.


Tak berapa lama, Chu Pian Ran mendorong tubuh suaminya hingga pemuda itu berada di bawah tubuh perempuan itu.


Beberapa detik kemudian, nyonya muda itu mencium bibir suaminya dengan hasrat cinta yang bergelora.


Tangan Chu Pian Ran lalu membuka pakaian atas suaminya hingga terlihatlah tubuh perkasa pemuda itu.


Tak berapa lama, perempuan cantik itu pun menciumi tubuh suaminya hingga 'sesuatu' yang di bawah sana mulai menegang.


"Jangan sayang, jika kau teruskan, nanti milikku bisa menagih jatah. Apalagi sudah hampir tiga bulan ini kita tidak bercinta..." Pinta Lee.


"Jika kau ingin bercinta denganku lakukan saja suamiku, tapi pelan-pelan saja..." Ucap istrinya dengan masih terus menciumi tubuh suaminya itu.


"Tidak sayang, aku tidak berani melakukannya... Aku takut jika janinmu nanti kenapa-napa." Jelas pemuda itu.


"Bercinta saat hamil sebenarnya tidak apa-apa suamiku, asal sekali dua kali dan dilakukan dengan pelan-pelan..." Terang istrinya.


Tanpa meminta persetujuan suaminya, Chu Pian Ran pun melepas kain penutup bagian bawah tubuh suaminya dan terlihatlah kejantanan pemuda itu telah tegak.


Karena sudah mendapat lampu hijau dari istrinya, maka Lee pun mulai mendominasi lagi. Pemuda itu melepaskan pakaian bawah istrinya, hingga tubuh perempuan cantik itu sepenuhnya polos.


Setelah melakukan pembasahan, memasukkan miliknya ke liang sempit istrinya dengan hati-hati dan pelan-pelan, maka terjadilah penyatuan.


Tak berapa lama, pemuda itupun melakukan pergerakan lebih pelan dari sebelumnya, saat istrinya belum hamil.


Selama puluhan menit terdengarlah lenguhan pelan dan teratur dari mulut istrinya diiringi pergerakan kejantanan Lee.


Akhirnya, pergerakan itu berhenti setelah benih cinta pemuda itu keluar dan masuk ke rahim istrinya.


Dengan pelan, Lee pun mencabut miliknya lalu dia beristirahat di samping perempuan itu untuk beberapa menit.


Kini, pasangan suami istri itu berbaring dengan tubuh saling berhadapan dan saling menatap lekat satu sama lain.


Tubuh mereka yang polos telah tertutup dengan selimut tebal sebatas leher.


Tangan kiri Lee diletakkan di bawah kepala istrinya, sementara tangan kanan pemuda itu merengkuh bahu istrinya sehingga tubuh mereka sangat berdekatan.


Tatapan mata yang lekat dari kedua insan itu mulai memancarkan aliran-aliran cinta yang tak terlihat yang membelenggu hati mereka berdua.


Cinta keduanya semakin lama semakin menumbuhkan akar-akar yang kuat yang membuat hati mereka terpaut dan seakan-akan tak terpisahkan oleh apapun bahkan maut sekalipun.


"Aku sangat mencintaimu sayang..." Ucap Lee pelan dari kedalaman hatinya.


"Aku juga sangat mencintaimu suamiku..." Kata Chu Pian Ran.


Akhirnya, pasangan suami istri itu pun jatuh tertidur dengan berpelukan dan perasaan cinta yang mendalam.


Pesan dari author :


Syukurlah, setelah satu hari kemarin lagi galau karena akunnya tidak bisa diakses, tadi siang sudah bisa diakses lagi dan sekarang bisa update.


Terimakasih banyak untuk para readers yang telah setia mendukung hingga sampai sekarang ini.


Mudah-mudahan akunnya terus lancar dan bisa update setiap hari.


Salam sehat dan sukses selalu... 😍

__ADS_1


__ADS_2