
Setelah berpamitan dengan anggota keluarganya, Qin Wu Zhu meninggalkan ibukota bersama pengawalnya yang setia, Lu Zee.
Pemuda itu menyamar dengan cara menempelkan kumis di atas bibirnya.
Qin Wu Zhu mendapatkan kabar jika keberadaan terakhir laki-laki bertopeng saat ini ada di daerah Dang.
Jarak ibukota ke daerah Dang memakan waktu selama seminggu berkuda.
Mereka berdua memacu kudanya dengan kecepatan penuh.
Jika malam tiba, mereka akan mencari penginapan di daerah yang kebetulan mereka lewati.
Tujuh hari sudah mereka melakukan perjalanan yang panjang. Dan sekarang, mereka telah memasuki daerah Dang.
Lu Zee ditugaskan oleh Qin Wu Zhu untuk mencari informasi tentang keberadaan pria bertopeng.
Sambil menunggu kabar dari Lu Zee, Qin Wu Zhu beristirahat di sebuah rumah makan.
Beberapa menit kemudian Lu Zee datang memberikan laporan.
"Tuan muda, dari informasi yang kudapat pria bertopeng itu sudah tidak ada di sini lagi. Rumornya dia sedang menuju Sanchuan." Lapor Zee.
"Darimana kaudapat informasi itu?" Tanya Qin Wu Zhu.
"Dari biro keamanan di sini tuan muda. Beberapa hari yang lalu, pria bertopeng itu menyerahkan dua penjahat yang terlibat kasus penculikan seorang gadis." Terang Zee.
"Ya sudah kita nanti pergi ke biro keamanan bersama-sama. Sekarang kau ikutlah istirahat dulu. Makan dan minumlah apa yang ada di meja ini." Perintah pemuda itu.
"Baik tuan muda, terimakasih." Zee lalu menyantap makanan yang ada di meja dengan lahapnya karena dia memang sedang lapar.
Selesai makan, kedua pemuda itu menuju biro keamanan Dang untuk mencari lebih banyak informasi tentang pria bertopeng.
Tanpa buang waktu lagi mereka berdua melanjutkan kembali perjalanannya menuju Sanchuan.
Dari Dang ke Sanchuan memakan waktu sehari perjalanan dengan berkuda tanpa henti.
****
Qin Wu Zhu dan pengawal pribadinya telah sampai di Sanchuan.
Daerah Sanchuan merupakan daerah yang lumayan besar dan ramai, levelnya dua tingkat di bawah ibukota Qin.
__ADS_1
Kedua pemuda itu menuntun kudanya melewati jalanan Sanchuan karena banyak orang yang berlalu lalang di jalanan.
Mereka lalu mencari sebuah penginapan untuk beristirahat karena sehari semalam mereka terus berkuda tanpa henti.
Selama 5 jam kedua pemuda itu menghabiskan waktunya di dalam kamar dan tidur. Baru setelah itu mereka berjalan-jalan di pusat daerah Sanchuan untuk mencari keberadaan pria bertopeng.
Akhirnya kedua pemuda itu pun mendapatkan informasi jika pria bertopeng memang ada di Sanchuan dan menginap di penginapan Yukuai.
Dengan segera Zhu Qin Wu Zhu dan Lu Zee menuju penginapan itu.
Secara kebetulan, sebelum mereka berdua sampai di penginapan Yukuai, dua pasang mata itu melihat sosok bertopeng yang sedang makan di sebuah warung mie.
Langsung saja kedua pemuda itu menghampiri pria bertopeng itu dan Qin Wu Zhu duduk di sampingnya.
"Tuang Song? Senang sekali saya bertemu dengan pendekar hebat seperti anda." Kata Qin Wu Zhu memulai basa-basinya.
Chu Pian Ran menoleh pada pria di sampingnya itu dan keheranan.
Bukankah ini pangeran Qin Wu Zhu, untuk apa dia menyamar seperti ini dan menemuiku. Benar-benar mencurigakan... Batin gadis itu.
Mata gadis itu tidak bisa ditipu dengan penampilan Qin Wu Zhu yang menyamar secara asal-asalan karena jiwa Song Hyu Meen yang menempati raga Chu Pian Ran adalah manusia modern yang memiliki pemikiran kritis.
Gadis itu menahan geli dalam hati. Dia akan mengikuti permainannya Qin Wu Zhu.
"Nama saya Sung Huan tuan, saya datang dari Taiyuan." Lanjutnya.
Merasa tidak digubris oleh pria di depannya, Qin Wu Zhu berusaha terus melancarkan basa-basinya.
"Saya sudah mendengar tentang kehebatan tuan di beberapa tempat, dan sekarang saya merasa beruntung sekali bisa bertemu langsung dengan tuan. Jika boleh, saya ingin kenal lebih dekat dengan tuan." Imbuh pemuda itu.
"Apa tujuan tuan Huan ingin kenal dekat denganku?" Tanya gadis itu dingin.
"Saya sangat kagum dengan kehebatan anda tuan. Jika tuan berkenan, sudikah anda menerima undangan makan bersama dengan saya?" Ucap Qin Wu Zhu penuh harap.
"Aku masih belum bisa memberi jawaban sekarang. Oh ya, ada hal penting yang akan kuurus, aku harus pergi sekarang." Chu Pian Ran bangkit berdiri meninggalkan pemuda itu yang saat itu tampangnya bengong karena sikap gadis itu yang begitu acuh.
"Yang mulia pangeran, anda baik-baik saja?" Bisik Lu Zee setelah pemuda itu duduk di samping majikannya.
"Aku tidak menyangka jika sikapnya sedingin itu." Kata Qin Wu Zhu.
"Zee, mulai sekarang kau amat-amati gerak-gerak pria bertopeng itu. Ingat, dia bukan orang sembarangan, jadi kau harus hati-hati jangan sampai ketahuan oleh dia." Perintah Qin Wu Zhu.
__ADS_1
"Baik yang mulia pangeran, hamba akan laksanakan perintah." Lu Zee bangkit berdiri dan melakukan tugas yang diperintahkan oleh Qin Wu Zhu.
Tengah malam
Sosok bayangan bertopeng dan berjubah hitam terlihat sedang melompati beberapa atap bangunan daerah Sanchuan.
Tengah malam itu, suasana pusat daerah Sanchuan sangat lengang. Hanya terlihat dua orang pria sedang berpatroli.
Sosok bertopeng itu kemudian mendarat di atap rumah Hong Gwan, salah satu juragan kaya yang ada di daerah Sanchuan.
Kediaman Hong Gwan lumayan luas, megah dan memiliki beberapa ruangan terpisah seperti kediaman keluarga Chu.
Tanpa disadari, dari kejauhan, Lu Zee sedang mengamati pergerakan sosok bertopeng itu.
Lu Zee juga bisa jurus meringankan tubuh seperti majikannya Qin Wu Zhu. Jadi, pemuda itu tidak merasa kesulitan saat mengikuti sosok bertopeng itu.
Sosok bertopeng itu lalu mendarat di salah satu pohon besar yang ada di kediaman itu.
Kediaman Hong Gwan rupanya dijaga oleh beberapa orang dengan tubuh yang tinggi besar. Chu Pian Ran menghitung semua penjaganya berjumlah 6 orang.
Gadis itu lalu terbang ke bagian belakang kediaman itu. Tanpa menimbulkan suara, gadis itu mengendap-endap dan memeriksa beberapa ruangan.
Dia menajamkan pendengarannya dengan kekuatan yang dia miliki. Samar-samar terdengar seperti suara orang merintih kesakitan.
Chu Pian Ran mencoba untuk menerawang dari mana suara itu berasal. Untuk sesaat, gadis itu berdiam diri dan memejamkan matanya.
Kemudian terdengar suara dalam hatinya 'ruang bawah tanah utara'.
Setelah gadis itu membuka matanya, dia mengendap-endap menuju ke arah bangunan yang ada di bagian utara.
Suara rintihan itu terdengar lebih jelas dari sebelumnya.
Chu Pian Ran mencoba untuk memeriksa bagian luar bangunan itu, dan mendapati bangunan itu terkunci dengan gembok besi yang besar.
Gadis itu mengeluarkan sebuah bungkusan yang dia selipkan di balik bajunya. Rupanya bungkusan itu berisi banyak kunci dengan berbagai bentuk dan ukuran.
Sebelum mencoba kunci-kunci itu, Chu Pian Ran melihat ke sekelilingnya, memastikan bahwa dia aman untuk melakukan aksinya.
Gadis itu lalu mulai mencoba membuka gembok dengan kunci-kunci yang dia bawa. Namun apes, tidak ada satu kunci pun yang berhasil membuka kunci itu.
Tiba-tiba telinganya menangkap seperti suara langkah orang. Dengan cepat gadis itu mencari tempat untuk bersembunyi.
__ADS_1
Rupanya salah satu penjaga sedang mengadakan patroli keliling. Setelah dirasa aman, penjaga itu melanjutkan patrolinya ke bagian lain.
Chu Pian Ran merasa gagal dengan aksinya kali ini. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi dari tempat itu.