
Braak!!
Seorang pria paruh baya menggebrak meja dengan wajah penuh amarah.
Usaha yang dilakukannya kali ini lagi-lagi mengalami kegagalan.
Aku pikir gadis itu akan mati pelan-pelan, tapi kenapa hasilnya bisa seperti ini! Umpatnya dalam hati.
Awalnya dia meminta dukun untuk meneluh Chu Jeong Byun, si penasehat kerajaan. Tapi tanpa penyebab yang jelas rupanya si dukun tidak mampu membuat Chu Jeong Byun itu celaka.
Si dukun berkata jika Chu Jeong Byun seperti memiliki perisai kuat yang memagarinya. Entah dari mana perisai gaib itu berasal, si dukun tidak mengetahuinya.
Dengan fakta seperti itu, akhirnya Chu Pian Ran, anak gadis mereka satu-satunya yang menjadi target selanjutnya.
Dukun pun mulai beraksi dengan mengirimkan mantranya.
Dan hasilnya, mantra itu sanggup membuat anak gadis itu berubah penyakitan selama satu tahun lebih.
Pria itu merasa senang karena akhirnya dia bisa melampiaskan sakit hatinya pada penasehat kerajaan itu.
Pria itu bernama Xian Mu Wei.
Dia menyimpan dendam pada Chu Jeong Byun karena beberapa tahun lalu pria itu membongkar perbuatannya yang mengkorupsi uang bantuan untuk rakyat Donghai yang sedang dilanda banjir.
Akibatnya sang kaisar memberikan hukuman dengan menyita separuh harta kekayaan keluarga Xian dan mencopot jabatannya.
Karena malu, setelah peristiwa itu keluarga Xian pindah dari ibukota dan menetap di Handan.
__ADS_1
Keluarga Xian mendirikan sebuah rumah makan di daerah itu sebagai sumber penghidupan sehari-hari.
Xian Mu Wei memiliki 2 anak, yang sulung adalah anak laki-laki yang bernama Xian Mu Bei. Dan anak kedua, seorang perempuan bernama Xian Mu Chi.
Seluruh keluarga Xian menyimpan sakit hati kepada keluarga Chu.
Mengetahui targetnya tidak jadi mati malah sehat kembali, Xian Mu Wei menjadi berang.
Dia menyuruh anaknya Xian Mu Bei untuk mendatangi dukun itu kembali.
Kediaman Dukun Shie Chian Min
"Bagaimana ini kakek Shie, kenapa gadis itu sehat kembali?" Tanya Xian Mu Bei.
"Berat." Jawab laki-laki itu singkat.
"Maksud kakek?" Lanjut Xian Mu Bei.
"Aduh kakek, kakek tidak bisa berhenti begitu saja dong. Kita belum berhasil membuat mereka benar-benar menderita." Desak Xian Mu Bei.
"Kalian pikir kalian ini siapa ingin mengendalikan aku seenaknya saja! Kalian yang punya masalah dengan mereka kenapa harus aku yang menanggung akibatnya. Kalian pikir uang bisa menggantikan nyawaku ha!!" Ucap si dukun mulai emosi.
"Sudah, sekarang kamu pergi! Katakan pada ayahmu kalau aku tidak mau membantunya lagi." Si dukun mengusir Xian Mu Bei dengan terang-terangan.
Seperginya pemuda itu, dukun Shie bermeditasi untuk mengembalikan kekuatannya.
Selama puluhan tahun menjadi dukun, baru kali ini dia berurusan dengan keluarga yang dianggapnya kebal dari mantra yang mematikan.
__ADS_1
Shie Chian Min mewarisi ilmu perdukunan itu dari kakeknya. Di tanah Qin ini, hanya keluarganya yang masih menggeluti ilmu hitam itu.
Sebenarnya, pihak kerajaan sudah melarang keras adanya praktek perdukunan yang tujuannya untuk mencelakai orang. Namun keluarga Shie tetap membandel dan terus berkecimpung dengan dunia hitam itu.
Agar tidak tercium oleh pihak kerajaan, mereka melakukan praktek perdukunannya secara sembunyi-sembunyi.
Siapa sebenarnya mereka, kenapa mantraku tidak mempan membuat mereka mati... Batin dukun Shie.
Sebagai seorang dukun yang menurutnya sakti, pria tua itu benar-benar penasaran.
Dia sudah mencoba untuk menerawang melalui mata batinnya, namun gagal. Ujung-ujungnya dia malah muntah darah tanpa sebab yang jelas.
Kediaman Xian Mu Wei
"Bagaimana ini ayah, dukun tua itu sudah tidak mau membantu kita lagi. Aku tidak rela melepaskan keluarga Chu itu sampai mereka benar-benar menderita." Kata Xian Mu Bei.
Pria paruh baya itu masih belum bereaksi. Pikirannya juga sedang memikirkan cara yang tepat untuk mencelakai keluarga Chu.
"Apa kita culik saja gadis itu ayah. Biar si Chu itu merasakan pedihnya kehilangan anak satu-satunya." Lanjut Xian Mu Bei.
"Kita tidak boleh gegabah. Kau tentu tahu dengan jelas jika si Chu itu sekarang semakin memiliki pengaruh di ibukota. Jika kita menculik anaknya, pasti kaisar tidak akan tinggal diam. Kita pasti akan diburu oleh prajurit kerajaan." Kata Xian Mu Wei.
"Selama beberapa tahun ini hidup kita sudah berbalik. Jika kita bertindak sembrono bisa-bisa keluarga kita bisa tamat." Tambahnya.
Xian Mu Bei membenarkan pendapat ayahnya.
Kedua orang itu tenggelam dalam pikirannya masing-masing.
__ADS_1
Untuk saat ini mereka menemui jalan buntu.
"Sebaiknya kita tunda dulu masalah ini. Kita perlu rencana yang benar-benar matang agar tidak berimbas pada keluarga kita." Ucap Xian Mu Wei memecah keheningan.