Chu Pian Ran

Chu Pian Ran
Episode 58 Dukacita Keluarga Chu dan Keluarga Lee


__ADS_3

Kabar tentang kediaman Chu yang diserang penjahat telah sampai di kediaman Lee.


Sama seperti lainnya, mereka juga terkejut dan sangat khawatir mengetahui hal itu. Terkhusus karena mereka juga mendapat berita bahwa nona Chu diduga telah diculik oleh si penjahat.


Dengan segera tuan dan nyonya Lee beserta putranya berangkat menuju ke kediaman keluarga Chu.


Ketika sampai di kediaman Chu, mereka melihat banyak petugas biro keamanan yang sedang berjaga di sana.


Pangeran Qin Wu Zhu dan Qin Wu Lei pun masih ada di tempat itu untuk mengawasi para tabib yang sedang berusaha menyadarkan para penjaga dan semua penghuni kediaman Chu.


Namun sepertinya usaha para tabib itu sia-sia saja, hingga sekarang belum ada seorangpun diantara mereka yang bisa disadarkan.


Anggota keluarga Lee lumayan terkejut dengan adanya Qin Wu Zhu dan Qin Wu Lei di kediaman Chu.


Dengan segera anggota keluarga Lee memberi hormat pada kedua pangeran itu.


"Kami tidak menyangka jika yang mulia pangeran Qin Wu Zhu dan yang mulia pangeran Qin Wu Lei juga ada di tempat ini." Kata tuan Lee.


"Yang mulia kaisar yang telah menyuruh kami kemari tuan Lee. Sebenarnya tadi juga ada paman Long Yuan, tapi saat ini beliau sedang turut melakukan pengejaran bersama dua ribu prajuritnya." Jelas Qin Wu Zhu.


"Bagaimana keadaan tuan dan nyonya Chu sekarang yang mulia pangeran?" Tanya tuan Lee.


"Sampai sekarang semua penghuni kediaman Chu dan para penjaga belum berhasil disadarkan oleh para tabib. Entah apa yang terjadi dengan mereka hingga mereka semua seperti ini. Para tabib istanapun sampai saat ini belum mengetahui penyebab mereka sampai tidak sadarkan diri." Terang Qin Wu Zhu.


"Lalu bagaimana dengan nona Chu yang mulia pangeran, benarkah dia diculik?" Sambung tuan Lee.


"Kemungkinan besar seperti itu tuan Lee. Kita semua akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan nona Chu kembali." Ucap Qin Wu Zhu.


"Kalau begitu bolehkah kami menjenguk tuan dan nyonya Chu?" Tanya tuan Lee.


"Silahkan saja tuan dan nyonya Lee. Dan untuk tuan muda Lee, bisakah kita bicara berdua?" Ujar Qin Wu Zhu.

__ADS_1


"Tentu yang mulia pangeran." Jawab Lee Jiang Wook.


Tuan dan nyonya Lee kemudian melangkah pergi menuju ke kamar tuan dan nyonya Chu. Sementara itu, Qin Wu Zhu dan Lee Jiang Wook melangkahkan kakinya menuju ke kursi dekat kolam kediaman Chu.


"Tuan muda Lee aku turut prihatin dengan musibah yang menimpa calon mertua dan tunanganmu. Saat ini aku hanya ingin menyampaikan bahwa kau harus siap untuk menerima hal yang paling buruk sekalipun." Kata Qin Wu Zhu dengan raut wajah sedih.


Lee Jiang Wook yang merasa kurang paham dengan maksud perkataan Qin Wu Zhu pun bertanya.


"Maaf yang mulia pangeran hamba belum paham dengan maksud perkataan yang mulia." Sahut Lee Jiang Wook.


"Tuan muda Lee, kau tentu tahu jika aku dan pengawalku pernah dihajar habis-habisan dan diracun oleh orang jahat. Aku merasa pelaku yang menculik nona Chu adalah orang yang sama." Balas Qin Wu Zhu.


"Selama ini pamanku Long Yuan beserta banyak prajurit sudah berusaha untuk memburu mereka namun hasilnya nihil, sampai sekarang mereka belum tertangkap juga. Dan hal terpenting yang ingin kusampaikan adalah bahwa kami menduga jika mereka itu mata-mata dari Lian. Kedatangan mereka ke ibukota ini sebenarnya ingin mengincar pria bertopeng yang adalah tunanganmu tuan muda Lee." Lanjut Qin Wu Zhu.


Lee Jiang Wook terkejut mendengar penuturan Qin Wu Zhu. Raut wajahnya bertambah cemas.


"Benarkah itu yang mulia pangeran? Untuk apa mereka mengincar tunangan hamba?" Tanya Lee Jiang Wook.


Kedua pemuda itu terdiam dan larut dalam pikirannya masing-masing.


****


Setelah menunggu seharian, akhirnya semua penghuni dan para penjaga kediaman keluarga Chu tersadar dalam waktu yang hampir bersamaan. Hal ini menimbulkan keheranan berikutnya.


Awalnya saat tersadar, semua orang yang tadinya pingsan itu seperti orang yang agak linglung karena sulit diajak berkomunikasi. Tapi setelah beberapa jam kemudian mereka menjadi normal seperti biasanya.


Saat tuan dan nyonya Chu diberitahu oleh tuan Lee bahwa Chu Pian Ran diculik, pedihlah hati mereka. Nyonya Chu pun tidak bisa membendung air matanya.


Sejak saat itu keluarga Chu dan keluarga Lee diliputi oleh dukacita yang mendalam karena terus memikirkan keselamatan Chu Pian Ran.


****

__ADS_1


Setelah tengah malam saat Chang Xuang berhasil menculik nona Chu dan membawanya keluar dari ibukota, kelima mata-mata Lian itu terus berkuda selama tiga hari tanpa henti agar mereka tidak cepat terkejar oleh prajurit Qin.


Selain mengandalkan kecepatan kuda, Chang Xuang juga menggunakan ilmu hitamnya agar mereka tidak tertangkap oleh prajurit Qin.


Kini kelima orang itu memutuskan untuk istirahat sebentar di area hutan yang ada di wilayah Qin.


Setelah mereka makan dan minum, Chang Xuang kembali bersila dan menangkupkan kedua tangannya untuk kembali merapalkan mantra.


Sementara itu, jenderal Long Yuan yang telah menyebar dua ribu prajuritnya, selama tiga hari pengejaran belum mendapatkan hasil apa-apa. Namun semua prajurit Qin terus melakukan perburuan demi mendapatkan kembali nona Chu.


Seminggu setelah Chu Pian Ran terkena mantra dan diminumi cairan pelumpuh oleh Chang Xuang, akhirnya gadis itupun sadar. Akan tetapi keadaannya menjadi linglung dan tatapan matanya kosong.


Setelah berusaha keras hingga berminggu-minggu, mata-mata Lian itu akhirnya berhasil keluar dari wilayah Qin.


Chang Xuang kemudian menyuruh salah satu dari antara mereka untuk mendahului rombongan itu ke ibukota Lian agar memberi kabar kepada kaisar dan meminta kepada kaisar untuk mengirimkan prajuritnya agar menjemput mereka di perbatasan Lian.


Dengan segera salah seorang mata-mata Lian itu memacu kudanya untuk melaksanakan perintah Chang Xuang.


Sesudah satu minggu berkuda, akhirnya mata-mata Lian itu sampai di ibukota dan langsung melaporkannya kepada kaisar.


Mendapat laporan dari mata-mata itu kaisar Lian sangat senang bercampur terkejut saat diberitahu bahwa pria bertopeng adalah seorang gadis.


Tak menunggu waktu lama akhirnya kaisar memerintahkan seratus prajuritnya untuk menjemput Chang Xuang dan lainnya di perbatasan.


Berita tertangkapnya pria bertopeng pun kemudian menyebar dengan cepat di istana kerajaan Lian.


Mereka tidak sabar untuk melihat siapakah sebenarnya pria bertopeng yang tersohor di wilayah Qin itu.


Setelah satu minggu lebih dua hari, akhirnya rombongan yang menjemput Chu Pian Ran memasuki istana Lian.


Keadaan gadis itu masih sama saja seperti sebelumnya, dia terlihat linglung dan tatapan matanya kosong.

__ADS_1


__ADS_2