Chu Pian Ran

Chu Pian Ran
Episode 59 Chu Pian Ran Dibelenggu dan Dimantrai


__ADS_3

Kini tubuh Chu Pian Ran yang tidak berdaya itu sudah didudukkan di kursi besi dengan masing-masing tangan dan kakinya dibelenggu oleh besi yang cukup tebal.


Di hadapan gadis itu telah berdiri kaisar kerajaan Lian, ke sepuluh putranya dan tukang tenung Chang Xibing.


Sebagian dari pangeran itu ada yang terpesona oleh kecantikan Chu Pian Ran dan ada yang merasa kasihan dengan nasib gadis itu.


"Aku benar-benar tidak menyangka jika pria bertopeng yang terkenal di wilayah Qin adalah seorang gadis." Kata Lian Xiao Yang, kaisar kerajaan Lian.


"Hamba pun juga demikian yang mulia." Ucap Chang Xibing.


"Jika dia nanti berhasil kita tundukkan, aku berniat akan menjadikannya sebagai selirku. Seorang gadis yang memiliki kelebihan tidak biasa seperti itu harus segera kita manfaatkan agar kerajaan Lian ini semakin bersinar di dataran China." Ujar kaisar Lian.


"Chang Xibing, sekarang giliranmu untuk menangani gadis ini. Ingat, kau jangan coba-coba untuk berbuat tidak senonoh padanya atau melukai tubuhnya." Perintah kaisar Lian.


"Baik yang mulia kaisar, hamba akan melaksanakan perintah yang mulia. Yang mulia kaisar tidak perlu khawatir, hamba mana berani berbuat seperti yang diprasangka yang mulia." Balas Chang Xibing.


"Ya sudah kalau begitu aku serahkan dia padamu. Jika ada apa-apa segera laporkan padaku. Dan jangan lupa kau suruh pelayan untuk memberi makanan dan minuman yang bergizi pada gadis itu. Melihat tubuhnya yang kurus dan pucat seperti itu aku jadi merasa kasihan." Kata kaisar Lian.


Kaisar Lian dan ke sepuluh putranya kemudian meninggalkan ruangan itu.


Sepeninggal mereka, Chang Xibing lalu memerintahkan seorang pelayan kepercayaan untuk menyiapkan makanan dan minuman bergizi untuk gadis itu.


Tak lupa pula Chang Xibing memerintahkan pelayan yang lain untuk membersihkan tubuh Chu Pian Ran yang memang terlihat kotor dan berbau karena sudah berminggu-minggu tidak mandi sama sekali selama dalam pelarian.


Sementara tubuh Chu Pian Ran sedang dibersihkan oleh pelayan dan akan disuapi makanan dan minuman, tukang tenung itu kembali ke ruangan khususnya untuk bermeditasi.


Karena Chang Xibing adalah tukang tenung andalan kaisar Lian, pria itu diberi fasilitas istimewa di istana seperti kamar tidur beserta perabotannya dan ruangan khusus untuk bermeditasi. Jadi tidak heran jika Chang Xibing biasa menginap di istana selama berhari-hari jika sedang dimintai bantuan oleh kaisar.


Ketika pelayan yang ditugasi oleh Chang Xibing untuk membersihkan tubuh Chu Pian Ran, pelayan itu dibuat heran dengan gambar bunga mei hwa yang ada di belakang bahu kanan gadis itu.


Dengan lap basah yang ada di tangannya pelayan itu mengelap bagian itu.


Aneh sekali, gambar bunga mei hwa ini terlihat seperti bunga asli saja dan bukan dilukis dengan sengaja. Batin pelayan itu.

__ADS_1


Saat pelayan itu sedang berpikir masuklah pelayan lain ke ruangan itu sambil membawa nampan berisi makanan dan minuman bergizi seperti yang diperintahkan oleh Chang Xibing.


"Kau kenapa Miao Er? Tugasmu belum selesai juga?" Tanya pelayan itu sambil meletakkan nampan yang dibawanya di atas meja.


"Kak Feng Er lihatlah, di belakang bahu nona ini ada gambar bunga mei hwa yang terlihat aneh." Sahut Miao Er.


Pelayan yang dipanggil Feng Er tadi akhirnya mendekat dan ikut melihat gambar bunga mei hwa itu.


Feng Er pun juga merasa heran.


"Kak, jika ini sengaja dilukis pasti hasilnya tidak seperti ini kan? Gambar bunga mei hwa ini terlihat sangat bagus sekali." Ucap Miao Er.


Feng Er kemudian mengusap-usapkan dua jarinya pada gambar bunga mei hwa itu. Alisnya kemudian berkerut.


"Menurutku ini bukan lukisan, tapi aku sendiri tidak tahu bagaimana gambar bunga mei hwa ini bisa sebagus itu. Sudahlah Miao Er, cepat selesaikan tugasmu itu lalu gantian denganku. Jika tuan Chang Xibing datang kesini dan kita belum selesai, nanti kita bisa dimarahi." Kata Feng Er.


"Iya kak, akan segera kuselesaikan." Balas Miao Er.


****


Kedua pemuda itu kini sedang berbincang di gazebo yang ada di depan halaman paviliun milik Lian Xiao Yuan. Mereka berdua adalah putra dari kaisar Lian dengan selir Xie Yu Mei.


"Iya kak, aku merasa kasihan dengannya. Tidak tega rasanya melihat gadis itu diperlakukan seperti itu." Balas Lian Xiao Yung jujur.


"Sebenarnya akupun juga merasa demikian tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa. Kau tahu kan dengan sifat ayahanda. Jika dia sudah menginginkan sesuatu pasti tidak ada seorangpun yang bisa membantahnya." Jelas Lian Xiao Yuan.


"Bagaimana dia menjadi orang sehebat itu ya kak? Apakah dia juga semacam tukang tenung?" Lanjut Lian Xiao Yung.


"Aku juga tidak tahu Yung Er, mungkin saja juga seperti itu." Sahut Lian Xiao Yuan.


"Dia cantik ya kak, pasti keluarganya sedih sekali jika mereka tahu dia diperlakukan seperti itu." Sambung Lian Xiao Yung.


"Iya, gadis itu cantik. Aku dengar dia itu putri dari penasehat kerajaan Qin." Ucap Lian Xiao Yuan.

__ADS_1


"Oh ya, benarkah itu?" Tanya Lian Xiao Yung.


"Aku dengar dari informasi yang kuterima ya demikian. Kau tertarik padanya?" Ujar Lian Xiao Yuan.


"Tentu saja tertarik kak. Pemuda mana yang tidak tertarik dengan gadis cantik dan hebat seperti dia. Andai saja dia penduduk ibukota Lian ini pasti akan aku jadikan kekasih." Jawab Lian Xiao Yung jujur.


Mendengar jawaban adiknya itu Lian Xiao Yuan tersenyum.


"Aku rasa kau tidak akan bisa mendapatkannya jika seandainya gadis itu penduduk ibukota ini. Pasti kau akan kalah duluan dengan ayahanda." Terang Lian Xian Yuan.


Mendengar perkataan kakaknya itu Lian Xiao Yung terdiam dan dalam hati dia membenarkannya.


"Mudah-mudahan saja gadis itu tidak apa-apa dan bisa kembali berkumpul dengan keluarganya." Ujar Lian Xiao Yung.


"Mudah-mudahan begitu." Balas Lian Xiao Yuan.


****


Sehari setelah dibelenggu di sebuah ruangan yang ada di istana kerajaan Lian, setiap hari selama tiga jam, Chu Pian Ran dimantrai oleh Chang Xibing dengan tujuan agar gadis itu menjadi tunduk.


Selama satu minggu sudah Chu Pian Ran dimantrai oleh Chang Xibing. Sekarang keadaan gadis itu sedang tidak sadarkan diri.


Awalnya Chang Xibing menduga, jika Chu Pian Ran nanti sadar, gadis itu mulai berubah menjadi tunduk. Namun pemikirannya itu ternyata meleset.


Pada malam hari saat ruangan dimana Chu Pian Ran dibelenggu, gambar bunga mei hwa yang ada di belakang bahu gadis itu mengeluarkan sinar.


Jika biasanya sinar itu mengelilingi tubuh Chu Pian Ran, tapi malam ini sinar itu merambat di kulitnya. Mulai dari kulit tangan hingga menyebar ke seluruh tubuh dan wajahnya.


Selama tiga jam kulit Chu Pian Ran dirambati oleh sinar itu dan secara perlahan tubuh gadis itu menjadi transparan dan akhirnya berubah menjadi titik-titik sinar yang sangat banyak.


Sesudah lima belas menit berlalu, titik-titik sinar itu kemudian berkumpul menjadi satu hingga sebesar kelereng.


Kelereng bersinar itu akhirnya naik melayang ke atas dan menembus hingga atap salah satu bangunan yang ada di area istana.

__ADS_1


Beberapa detik kemudian kelereng bersinar itu melayang menjauh dari istana kerajaan Lian.


Setelah melayang selama dua jam, kelereng itu akhirnya berhenti di atas permukaan sungai yang ada di wilayah Lian, lalu turun ke bawah hingga ke dasar sungai itu.


__ADS_2