
Qin Wu Zhu sudah tidak melakukan penyamaran lagi. Penampilan pemuda itu kembali seperti semula.
Pagi harinya, anak buah Hong Gwan yang sudah babak belur dibawa oleh Qin Wu Zhu dan Chu Pian Ran ke biro keamanan Sanchuan.
Pihak biro keamanan Sanchuan benar-benar kaget mendengar kasus itu ditambah lagi setelah Qin Wu Zhu menunjukkan token atau plat identitasnya.
Semua orang yang ada di biro keamanan berlutut dan meletakkan kepalanya di lantai di depan Qin Wu Zhu.
"Maafkan kelalaian kami yang mulia pangeran, kami benar-benar tidak tahu jika ada kasus sebesar ini di daerah Sanchuan ini." Kata ketua biro keamanan dengan perasaan takut.
"Saat ini bukan waktunya minta maaf. Aku mau sekarang kalian bertindak dan meringkus semua komplotan Hong Gwan." Perintah pemuda itu tegas.
"Baik yang mulia pangeran, kami akan segera melaksanakan perintah yang mulia."
Tanpa menunggu perintah dua kali, puluhan orang biro keamanan segera pergi ke kediaman Hong Gwan dan meringkus semua orang yang terlibat.
Berita penangkapan Hong Gwan dan anak buahnya menyebar cepat di daerah Sanchuan. Banyak penduduk yang merasa tidak percaya jika pria kaya itu menjalankan bisnis yang keji.
Di depan Qin Wu Zhu dan Chu Pian Ran, Hong Gwan beserta anak buahnya sedang menerima hukuman cambukan dari pihak biro keamanan dengan wajah ketakutan.
Setelah dirasa cambukan itu sudah menimbulkan rasa sakit, pemuda itu mengangkat tangan kanannya.
Pihak biro keamanan menghentikan cambukannya.
"Kalian memang kelompok laki-laki yang tidak pantas hidup di dunia ini. Bagaimana bisa manusia berakal seperti kalian bisa melakukan tindakan sekeji ini demi mencari keuntungan." Suara tegas Qin Wu Zhu memecah keheningan.
"Sekarang katakan, dimana saja kalian sudah menjual orang-orang itu? Awas saja jika sampai ada yang terlewat, aku tidak akan segan-segan langsung memenggal kepala kalian." Lanjut Qin Wu Zhu.
__ADS_1
Hong Gwan, otak kejahatan itupun memberitahu bahwa semua transaksi penjualan ada di kediamanannya.
Dengan segera pihak biro keamanan mengambil buku catatan yang dimaksud dan melakukan pemeriksaan terhadap buku transaksi itu.
Dengan surat tertulis dan cap stempel Qin Wu Zhu, pihak biro keamanan Sanchuan meminta bantuan kepada pihak biro keamanan beberapa daerah lainnya, yang di dalamnya terdapat para korban Hong Gwan.
Dua minggu kemudian, di biro keamanan Sanchuan telah berkumpul puluhan para korban yang dijual oleh komplotan Hong Gwan.
Ternyata yang menjadi target komplotan Hong Gwan adalah orang-orang muda yang sudah yatim piatu.
Sebagian besar korban terdiri dari para gadis yang memiliki paras lumayan cantik. Para gadis itu dijual dengan harga sangat tinggi di rumah-rumah bordil.
Wang Er yang saat itu keadaan tubuhnya sudah lumayan membaik dan kembali ke Sanchuan bersama Lu Zee merasa sangat senang sekali karena dapat berkumpul lagi dengan kakak perempuannya.
Kakak adik beradik itu mengucapkan banyak terimakasih kepada orang-orang yang telah menyelamatkan mereka.
Para korban juga diberi uang saku yang lumayan banyak hasil sitaan sebagian kekayaan Hong Gwan.
Kasus kejahatan Hong Gwan beserta antek-anteknya pun diteruskan ke pengadilan setempat.
Qin Wu Zhu, Chu Pian Ran, Lu Zee dan pihak biro keamanan ikut menyaksikan proses pengadilan itu.
Akhirnya, Hong Gwan beserta komplotannya mendapatkan hukuman yang seadil-adilnya.
****
Kini suasana Sanchuan kembali tenang.
__ADS_1
Sore itu, Qin Wu Zhu dan Chu Pian Ran sedang makan mie bersama di warung biasanya.
Karena kedua orang itu sudah berjasa besar, pemilik mie menggratiskan makan minum mereka.
"Setelah ini apa rencana tuan Song selanjutnya?" Tanya pemuda itu.
"Aku tidak tahu. Mengalir saja berdasarkan kata hati." Jawab pria bertopeng itu.
"Kalau boleh saya tahu, darimanakah tuan mendapatkan kelebihan yang luar biasa itu? Pasti guru anda sangat hebat sekali. Rasanya saya ingin berkenalan dengannya." Lanjut Qin Wu Zhu.
"Masing-masing manusia pasti memiliki rahasia. Ada yang boleh diberitahukan kepada orang kepercayaan dan ada yang harus disimpan sendiri. Pertanyaan yang mulia pangeran termasuk kriteria rahasia yang tidak bisa saya jawab." Balas Chu Pian Ran.
"Apakah tuan tidak tertarik untuk bergabung dengan kemiliteran kerajaan Qin? Kerajaan Qin sangat membutuhkan orang seperti anda." Tambah pemuda itu.
"Aku ini orang yang menyukai kebebasan. Jika aku bergabung dengan kemiliteran Qin, pasti aku harus tunduk di bawah perintah orang lain." Ucap si pria bertopeng.
"Tentu saja untuk tuan Song akan mendapat perlakuan khusus." Kata Qin Wu Zhu.
"Aku masih belum ada niat kesana." Imbuh Chu Pian Ran.
"Bagaimana jika saya secara khusus mengundang anda ke ibukota? Yang mulia kaisar pasti senang bertemu dengan anda." Lanjut pemuda itu.
"Untuk saat ini aku belum ada keinginan ke ibukota." Balas pria bertopeng itu.
Mereka berdua menghabiskan waktu dengan mengobrol hingga malam hari karena rencananya besok pagi Chu Pian Ran akan melanjutkan pengembaraannya.
Dalam hati Qin Wu Zhu sebenarnya sangat ingin bergabung untuk mengembara dengan tuan Song. Namun, di ibukota dia masih memiliki tanggung jawab di kemiliteran.
__ADS_1