Chu Pian Ran

Chu Pian Ran
Episode 47 Tuan Song Adalah Nona Chu Pian Ran


__ADS_3

Qin Wu Zhu dan Hua Wei sangat cemas di depan pintu kamar dimana tuan Song sedang diperiksa oleh tabib.


Setelah tiga puluh menit menunggu, terdengarlah pintu kamar terbuka.


"Tabib, bagaimana keadaan tuan Song?" Tanya Qin Wu Zhu dengan wajah cemas.


"Yang mulia pangeran, ada hal penting yang ingin hamba sampaikan pada yang mulia. Kita bicara di ruang kerja hamba saja." Kata tabib Fei.


"Untuk tuan Hua Wei, tolong anda jangan masuk ke kamar tuan Song. Anda cukup berjaga saja di sini." Lanjut tabib itu.


"Baik tabib." Jawab Hua Wei.


Kedua pria itu kemudian menuju ruang kerja tabib Fei dan berbicara serius.


Bagai disambar petir, Qin Wu Zhu sangat terkejut saat diberitahu oleh tabib Fei bahwa tuan Song adalah seorang perempuan.


"Keadaannya sangat mengkhawatirkan. Organ dalamnya ada yang terluka dan tulang punggungnya ada yang retak." Jelas tabib Fei.


"Tabib Fei, aku mohon anda menjaga rahasia ini." Kata Qin Wu Zhu.


"Baik yang mulia pangeran, hamba akan menjaga rahasia ini dengan baik." Balas tabib Fei.


"Sekarang jika yang mulia ingin tahu siapa perempuan itu silahkan anda masuk ke kamarnya." Lanjut tabib Fei.


Qin Wu Zhu pun bangkit dari tempat duduk dan meninggalkan ruang kerja tabib Fei dan melangkah menuju kamar si pria bertopeng.


Hua Wei yang melihat raut wajah cemas Qin Wu Zhu pun bertanya.


"Yang mulia pangeran, bagaimana hasil pemeriksaan tabib Fei?" Tanya Hua Wei.


"Tabib Fei mengatakan jika keadaan tuan Song sangat parah. Ada luka pada organ dalamnya dan retak di punggungnya. Hua Wei sekarang kau pulanglah, biar aku dan para pengawalku yang menjaga dan merawat tuan Song. Jika ada apa-apa, aku akan menyuruh pengawalku memberitahu kalian." Ucap Qin Wu Zhu.


"Baik yang mulia pangeran, hamba undur diri dulu." Sahut Hua Wei.


Setelah Hua Wei pergi, Qin Wu Zhu masuk ke kamar pria bertopeng dan menutup pintunya kembali.


Karena sejak dahulu ingin mengetahui siapa sebenarnya pria bertopeng itu, Qin Wu Zhu membuka topeng yang menutupi wajah itu.


Setelah topeng terlepas lagi-lagi pemuda itu dibuat terkejut.


Nona Chu... Batin Qin Wu Zhu.


Pemuda itu melihat wajah gadis cantik itu sangat pucat. Wajah gadis yang telah membuat dia jatuh hati saat pertama kali melihatnya di aula istana dulu.


Qin Wu Zhu menciumi wajah Chu Pian Ran sambil meneteskan air matanya.


Entah kenapa melihat gadis itu tidak berdaya hati Qin Wu Zhu sangat sakit dan sedih.

__ADS_1


Pemuda itu kemudian memeluk tubuh Chu Pian Ran yang pingsan itu untuk beberapa saat.


"Sayang, kau harus bertahan... Aku yakin kau pasti bisa melewati masa-masa sulit ini seperti biasanya..." Kata Qin Wu Zhu dengan hati pilu.


Entah apa sebabnya bibir Qin Wu Zhu sangat ingin memanggil gadis yang ada di depannya itu dengan kata 'sayang'. Dia merasa seolah-olah gadis itu adalah kekasihnya.


Pemuda itu lalu menatap wajah cantik gadis itu lekat-lekat sambil membelai rambutnya.


Beberapa detik kemudian Qin Wu Zhu mencium lembut bibir Chu Pian Ran.


Setelah Qin Wu Zhu menutup kembali wajah Chu Pian Ran dengan topeng, dia keluar kamar untuk menemui Lu Zee.


Melihat wajah majikannya yang sedih dan kelihatan seperti habis menangis Lu Zee pun bertanya.


"Yang mulia pangeran bagaimana keadaan tuan Song?" Tanya Lu Zee.


"Nanti saja aku ceritakan kalau kita sudah pulang ke ibukota. Sekarang aku ada tugas penting untukmu." Ucap Qin Wu Zhu.


Qin Wu Zhu menyuruh Lu Zee untuk mengantarkan pesan tertulis kepada tuan Chu secepatnya.


Tanpa banyak tanya pengawal setia Qin Wu Zhu itu pun segera berangkat.


Satu minggu sudah Qin Wu Zhu menjaga dan merawat Chu Pian Ran yang masih juga belum sadar.


Saat ada pengawal yang menawarkan diri untuk menggantikannya pemuda itu menolak dengan memberikan alasan yang dibuat masuk akal.


Setiap malam selama seminggu ini, Qin Wu Zhu selalu membuka topeng nona Chu untuk menatapnya lama-lama dan menciuminya.


Pemuda itu tahu jika nona Chu sudah memiliki kekasih namun Qin Wu Zhu tidak peduli akan hal itu.


Baginya dia sangat sayang pada gadis yang sekarang sedang tak berdaya itu.


****


Setelah hampir dua minggu berkuda dengan kecepatan penuh, Lu Zee akhirnya sampai di kediaman tuan Chu pada malam hari.


Tanpa mempedulikan rasa lelahnya, pemuda itu langsung masuk ke kediaman Chu dan memberikan pesan pangeran Qin Wu Zhu pada tuan Chu.


Setelah selesai membaca pesan itu, wajah tuan Chu berubah tegang dan cemas.


"Tuan Chu apakah anda baik-baik saja?" Tanya Lu Zee.


Lu Zee memang belum diberitahu oleh Qin Wu Zhu bahwa tuang Song adalah nona Chu. Jadi pemuda itu heran melihat perubahan raut wajah tuan Chu yang drastis setelah membaca pesan itu.


"Aku baik-baik saja Lu Zee. Terimakasih banyak untuk semuanya. Sekarang kau bisa pulang." Balas tuan Chu.


"Baik tuan Chu."

__ADS_1


Lu Zee pun meninggalkan kediaman tuan Chu dan pulang ke rumahnya sendiri seperti yang diperintahkan oleh Qin Wu Zhu sambil menunggu kepulangan majikannya itu ke ibukota.


Dengan segera malam itu juga tuan Chu memanggil sepuluh anak buahnya dan Xi Er, kemudian memerintahkan mereka pergi ke Qianzhong untuk menjemput putrinya yang sedang sakit keras.


Xi Er yang mendengar bahwa nonanya sakit keras setelah bertempur dengan iblis pun menjadi sangat khawatir.


Saat itu nyonya Chu sedang ada di dalam kamar, sehingga wanita paruh baya itu tidak tahu apa yang terjadi pada putrinya dan apa yang sedang dilakukan oleh suaminya malam itu.


Tuan Chu sengaja merahasiakan kondisi putrinya sekarang dari istrinya agar istrinya itu tidak terlalu kepikiran. Mengingat beberapa hari ini istrinya menjadi pemurung dan sulit makan.


Para pelayan yang ada di kediaman juga diberi pesan oleh tuan Chu agar mereka merahasiakan hal ini untuk sementara waktu dari nyonya Chu.


Rombongan anak buah tuan Chu dengan segera melaksanakan perintah majikannya malam itu juga. Mereka juga membawa kereta kuda untuk nona Chu nantinya.


Rombongan itu kemudian melakukan perjalanan panjang dengan menembus gelapnya malam.


****


Setelah melakukan perjalanan lebih dari dua minggu, rombongan anak buah tuan Chu telah sampai di dekat pintu gerbang Qianzhong. Untuk sementara rombongan itu istirahat di sana.


Kemudian dua dari mereka masuk ke daerah Qianzhong dan mencari klinik tabib Fei tempat nona Chu dirawat.


Setelah setengah jam mencari sampailah mereka di klinik itu lalu menemui pangeran Qin Wu Zhu.


Merekapun berunding untuk membahas bagaimana cara membawa nona Chu keluar dari daerah Qianzhong agar identitasnya tetap terjaga. Mengingat saat mereka mengantar pria bertopeng ke klinik banyak penduduk Qianzhong yang tahu jika tuan Song sedang terluka parah setelah bertarung dengan iblis.


Akhirnya mereka sepakat untuk mengeluarkan nona Chu pada tengah malam saat daerah Qianzhong benar-benar sepi.


Tengah malamnya...


Tubuh nona Chu telah ada di dalam kereta kuda dengan penampilan aslinya sebagai nona Chu. Xi Er lah yang mengganti pakaian nona mudanya.


Di tempat itu, rombongan Qin Wu Zhu dan anak buah tuan Chu berpisah. Hal ini sengaja dilakukan agar tidak menimbulkan kecurigaan banyak orang.


Rombongan anak buah tuan Chu kembali melakukan perjalanan panjang. Kali ini mereka berjalan lebih lambat karena membawa nona Chu yang sedang sakit keras.


Xi Er yang melihat kondisi nona mudanya yang sangat pucatpun tak henti-hentinya menangis.


Dia merasa tidak tega melihat nona mudanya yang saat itu pingsan tak berdaya.


Setelah tiga minggu melakukan perjalanan, rombongan itu akhirnya masuk ke ibukota pada saat malam hari.


Satu jam kemudian sampailah mereka di depan kediaman tuan Chu. Dengan segera salah satu dari mereka membopong nona Chu menuju ke kamarnya.


Demi mendengar bahwa putrinya pulang dalam keadaan sakit parah, nyonya Chu segera berlari dan menuju ke kamar putrinya.


Setelah melihat langsung keadaan putrinya, wanita paruh baya itupun menangis. Tuan Chu yang sudah ada di dalam kamar putrinya berusaha menghibur istrinya.

__ADS_1


__ADS_2