Chu Pian Ran

Chu Pian Ran
Episode 134 Iblis Qing Liong Lepas dari Segel


__ADS_3

"Peri Mei Hwa Lie sendiri adalah sahabat dari peri Jinfeng Zhui yang jiwanya musnah dan tercerai berai ribuan tahun yang lalu akibat memberantas beberapa iblis yang mengadakan pemberontakan dan menimbulkan kekacauan besar di dunia manusia... Setelah kurun waktu selama ribuan tahun, roh peri Mei Hwa Lie akhirnya bisa terkumpul kembali dan memilih menumpang di rohnya nona Chu Pian Ran," lanjut perempuan cantik itu lalu berhenti sesaat untuk mengatur napasnya.


"Karena kekuatan spiritual roh peri Mei Hwa Lie lumayan terkuras banyak untuk melindungi Tuan Chu Jeong Byun, akhirnya saat teluh itu mengenai nona Chu Pian Ran, putri tunggal si penasehat kerajaan itu pun menjadi penyakitan hingga dia pun meninggal... Roh asli nona Chu Pian Ran kembali ke nirwana, sedangkan roh peri Mei Hwa Lie yang ikut keluar dari raganya pun dengan sisa kekuatan spiritual yang dimilikinya, menarik rohku dari dunia modern untuk menempati raga putri penasehat kerajaan ini," sambung nyonya muda Lee.


"Benar-benar misteri hidup yang rumit...," ujar Jenderal Long Yuan tak habis pikir setelah mendengar kisah keponakan angkatnya.


"Dan paman tahu wajah ayahku di dunia modern itu seperti apa? Ya mirip dengan wajahnya Paman Long Yuan... Makanya beberapa tahun yang lalu saat ada acara pentahbisan para selir pangeran, aku selalu memperhatikan paman yang membuatku semakin rindu dengan ayah asliku," tambah Chu Pian Ran.


"Oh ya? Lalu kenapa tidak kau ceritakan dari dulu?" pria paruh baya itu lumayan terhenyak dengan penuturan putri angkat kakaknya, karena dia masih ingat betul saat acara pentahbisan selir para pangeran dulu, putrinya Tuan Chu Jeong Byun sering memperhatikan dirinya yang membuat dia merasa heran.


"Kalau aku ceritakan pada waktu itu pasti aku dianggap 'orang tidak waras' paman. Dia saja sudah berkali-kali mengatakan jika aku 'perempuan aneh'...," jawab perempuan cantik itu jujur sambil telunjuk kirinya menuding Qin Wu Zhu.


"Jadi begitu ceritanya. Aku pikir waktu itu kamu 'suka' dengan pamanku, padahal kan lebih tampanan aku...," sela pangeran kedua Kaisar Qin dengan percaya dirinya.


"Ye sembarangan... Jangan bilang kamu cemburu dengan pamanmu sendiri ya," sergah Chu Pian Ran sambil menyeringai tanpa peduli jika putrinya sedari tadi menyimak perbincangan mereka.


"Ibu, memangnya paman Zhu'er suka dengan ibu ya?" potong Lee Chu Mian sambil menatap pada ibunya.


Pertanyaan putrinya Chu Pian Ran yang polos itu tentu saja membuat tiga orang dewasa yang ada di dekatnya lumayan terkejut khususnya Qin Wu Zhu yang langsung memelototi adik angkatnya namun perempuan yang dia pelototi tetap bersikap santai saja.


"O tidak sayang, ibu tadi hanya bercanda kok... Lagipula mana mungkin pamanmu yang tampan itu mau dengan perempuan aneh seperti ibumu ini...," balas nyonya muda Lee yang mulai tersadar jika perkataannya tadi tidak pantas didengar oleh putrinya yang masih berumur 5 tahunan.


"Syukurlah paman Zhu'er bukan ayahnya Yin'er. Habis, paman Zhu'er berkali-kali mengatai ibu 'aneh'... Ditambah lagi paman Zhu'er juga kurang pintar, masa' bahasa Inggris dibilang bahasa siluman."


Kata-kata Lee Chu Mian Yin barusan sukses membuat paman angkatnya menjadi malu sekaligus dongkol, namun tetap dia simpan dalam hati karena tidak ingin memperpanjang masalah.


"Jadi putrinya Tuan Chu Jeong Byun sebenarnya sudah meninggal?" tanya adik kandung Kaisar Qin berusaha mengalihkan bahan pembicaraan.


"Iya paman, karena teluh dari dukun tua itu nona Chu Pian Ran akhirnya meninggal, dan rohku lah yang mengisi raganya. Beberapa saat kemudian, setelah roh peri Mei Hwa Lie tahu jika aku terkena jarum beracun, akhirnya roh peri itu masuk kembali ke dalam raganya Chu Pian Ran untuk mengeluarkan racun dari raga perempuan yang kutempati ini. Dan sekarang, rohku dan rohnya peri Mei Hwa Lie sudah melebur menjadi satu yang membuat aku jadi seperti ini," jelas perempuan cantik itu.


"Bagaimana reaksi Tuan dan Nyonya Chu Jeong Byun saat mereka mengetahui bahwa putrinya sudah meninggal dan digantikan olehmu?" lanjut Jenderal Long Yuan penasaran.


"Awalnya mereka juga tidak percaya paman. Namun tak butuh waktu lama, pasangan suami istri itu pun menerimaku apa adanya karena raga yang ditempati oleh rohku adalah tubuhnya nona Chu Pian Ran. Akhirnya, Tuan dan Nyonya Chu Jeong Byun pun mengakui ku sebagai putri mereka," terang nyonya muda Lee.


"Lalu bagaimana dengan suamimu?" buru pria paruh baya itu karena ingin tahu kisah hidup keponakan angkatnya dengan jelas.


"Justru Lee Jiang Wook lah yang tahu terlebih dahulu tentang identitasku yang sebenarnya paman, bahkan dia juga yang menyarankan padaku agar aku berkata jujur pada Tuan dan Nyonya Chu Jeong Byun."

__ADS_1


Setelah berbincang hingga lebih dari dua setengah jam an, Chu Pian Ran pun mengajak putrinya pulang.


🌹


Sementara itu, di kawah gunung tempat iblis Qing Liong dipenjara dalam segel mantra beberapa peri senior, setelah lebih dari dua tahunan, iblis itu pun akhirnya bisa merusak segel tersebut dan melepaskan diri secara diam-diam.


Agar pengalamannya beberapa waktu yang lalu tidak terulang kembali, maka iblis itu pun dengan segera mencari tempat persembunyian di gua yang sangat dalam, lalu melakukan meditasi selama berbulan-bulan di tempat tersebut untuk meningkatkan kekuatan supranaturalnya.


Karena Qing Liong tidak puas dengan kekuatan spiritual yang dimilikinya, maka iblis itu pun menjelajah ke berbagai penjuru pada saat malam hari untuk berburu siluman atau peri dan dia hisap kekuatan supranatural mereka.


Setelah melakukan aksinya itu hingga hampir satu tahun, saat ini kekuatan supranatural Qing Liong pun meningkat berkali lipat dan berniat untuk menghabisi satu persatu peri senior yang telah memenjarakannya saat itu sebagai wujud balas dendam.


Sebelum memulai aksi balas dendamnya, iblis itu pun merubah wujudnya menjadi seekor ngengat untuk melakukan pengintaian terlebih dahulu pada para targetnya.


Adapun target pertama yang akan dia habisi dan dia serap kekuatan spiritualnya adalah Peri Jinfeng Zhui.


Tanpa menunggu lama, pada suatu malam, ngengat jelmaan Qing Liong pun terbang dengan cepat menuju ke hutan Jinfeng untuk melakukan pengintaian terlebih dahulu dan menunggu kesempatan yang tepat untuk menyerang.


🌹


Malam itu di pembaringannya, sudah sedari tadi Chu Pian Ran tidur dengan perasaan gelisah, sementara suami tercintanya sudah tertidur pulas karena kelelahan.


Dengan mengandalkan instingnya, seberkas cahaya putih jelmaan Chu Pian Ran itu melesat dengan cepat menuju kawah gunung tempat iblis Qing Liong dipenjara dengan segel mantra yang lumayan kuat.


Begitu sampai di tujuan, nyonya muda Lee pun sangat terkejut karena mendapati segel mantra tersebut telah retak serta berlubang kecil dan yang paling membuat perempuan cantik itu sangat khawatir adalah, berdasarkan penerawangannya, makhluk jahat yang dipenjara dalam segel mantra tersebut ternyata sudah tidak ada di tempat dalam waktu yang lumayan lama.


Tanpa menunggu lama, Chu Pian Ran pun segera meninggalkan tempat itu lalu terbang melesat lagi menuju ke kediaman Peri Jinfeng Zhui untuk melaporkan hal tersebut.


Begitu sampai di kediaman peri senior itu dan memberitahu kejadian gawat yang baru dia lihat, maka dengan segera kedua peri itu pun berniat untuk mengumpulkan peri senior yang lain dengan maksud untuk mencari keberadaan Qing Liong, menangkapnya kembali dan memenjarakannya lagi.


Namun, baru saja mereka keluar dari pagar gaib area Peri Jinfeng Zhui tinggal, kedua peri itu sudah disambut oleh iblis jahat yang awalnya hendak mereka tangkap.


Tanpa banyak bicara, Qing Liong yang memiliki kekuatan supranatural di atas kedua peri itu pun langsung menyerang dengan membabi buta untuk melampiaskan dendamnya yang tertahan selama ribuan tahun.


Beberapa detik kemudian, tampaklah di tengah gelapnya hutan malam itu, pertempuran sengit antara Peri Jinfeng Zhui dan Chu Pian Ran melawan Qing Liong pun berlangsung.


Kilatan-kilatan cahaya disertai dengan bunyi menggelegar yang bersahut-sahutan memecah keheningan malam di hutan Jinfeng yang membuat 'para penghuni' di sekitar area pertempuran itu pun memilih kabur dari tempat itu daripada menjadi korban kebrutalan Qing Liong.

__ADS_1


Selama berjam-jam hingga matahari telah terbit pertarungan dasyat itu pun masih terus berlangsung dengan kondisi Peri Jinfeng Zhui sudah mulai merasa lelah dan kewalahan menghadapi serangan ganas dari Qing Liong yang tidak dia sangka menjadi sekuat itu.


Puluhan menit kemudian, sebuah kilatan cahaya berwarna merah milik Qing Liong berhasil mengenai tubuh Peri Jinfeng Zhui yang membuat peri senior itu muntah darah hitam dan akhirnya badannya jatuh ke tanah dalam keadaan setengah mati dan tidak sadarkan diri.


Karena satu lawannya telah kalah, untuk mempersingkat waktu dan menghemat energi, iblis jahat itu pun mengerahkan segenap kekuatan supranaturalnya untuk menghabisi si Chu Pian Ran yang dulu juga ikut ambil bagian dalam proses penguatan segel mantra saat Qing Liong berusaha kabur dari segel tersebut.


Pada saat itu, pikiran nyonya muda Lee hanya fokus untuk menghadapi serangan iblis jahat yang semakin brutal itu yang akhirnya setelah setengah jam kemudian kedua makhluk berbeda jenis itu sama-sama terkena kilatan cahaya pamungkas dari pihak lawan.


Setelah tubuhnya mendapat serangan kilatan cahaya putih dari Chu Pian Ran, Qing Liong pun beberapa kali muntah darah dan badannya menjadi limbung namun masih bisa melarikan diri, namun untuk nyonya muda Lee, kilatan cahaya merah milik iblis jahat itu bukan hanya berhasil membuat dia muntah darah, tapi juga menyebabkan dia terkapar tak berdaya hingga belasan menit kemudian tampaklah tubuh Chu Pian Ran menghilang sedikit demi sedikit dan berubah menjadi bintik-bintik cahaya putih kecil yang tak lama kemudian titik-titik cahaya itu menghilang tanpa bekas.


🌹


Pagi itu di kediaman Lee, terlihatlah anggota keluarga Lee sedang bingung mencari keberadaan Chu Pian Ran yang pergi secara diam-diam tanpa pamit dan tanpa menulis pesan, termasuk Zhin Zhuan yang sedari tadi menunggu kedatangan nyonya muda Lee di depan kediaman utama Chu sebelum berangkat ke gua para kurcaci seperti biasanya.


Karena ditunggu hingga jam tujuh lebih belum juga muncul, maka peri pegar emas itu pun lalu memutuskan untuk pergi ke kediaman Lee yang pada saat ini Chu Pian Ran, Lee Jiang Wook dan putrinya memang giliran menginap di kediaman Tuan Lee Jiang Xun.


Begitu sampai di kediaman Lee dan mendapat informasi dari salah satu pelayannya, peri cantik itu pun semakin bertambah bingung dan heran karena semua penghuni di kediaman tersebut juga tidak tahu dimana keberadaan ibunya Lee Chu Mian Yin itu.


Karena Zhin Zhuan merasa kasihan dengan bangsa kurcaci jika terlalu lama menunggu kedatangannya sambil membawa suplai bahan makanan mentah, maka peri pegar emas itu pun akhirnya berangkat sendirian ke gua para manusia mini yang tentu saja langsung menjadi bahan pertanyaan para makhluk kerdil tersebut.


Setelah dua kali pulang pergi dari dari kediaman Chu ke gua bangsa kurcaci, maka setelah ijin Tuan dan Nyonya Chu Jeong Byun, Zhin Zhuan pun menjelajahi wilayah Qin untuk mencari keberadaan Chu Pian Ran dalam wujud seberkas cahaya putih.


Pada saat pergi ke tempat tinggal Peri Jinfeng Zhui, peri pegar emas itu dibuat terkejut dengan keadaan hutan Jinfeng yang porak poranda tak karuan dan sangat penasaran ketika melihat beberapa binatang dan siluman hutan tersebut berkerumun seperti menyaksikan 'sesuatu' yang menarik perhatian.


Begitu si peri pegar emas itu merubah wujudnya dalam bentuk manusia dan menerobos kerumunan itu, Zhin Zhuan pun langsung panik saat melihat tubuh Peri Jinfeng Zhui terkapar tak berdaya dalam keadaan tak sadarkan diri.


Tanpa menunggu lama, dengan segera peri pegar emas itu pun menyalurkan kekuatan supranatural yang dia miliki hingga peri senior tersebut sadar setelah satu setengah jam an mendapat bantuan energi dari Zhin Zhuan.


"Ran'er mana?" tanya Peri Jinfeng Zhui dengan suara pelan dan lemah dalam keadaan kepalanya dipangku oleh peri pegar emas itu.


"Memangnya kak Ran'er tadi ada di sini nek? Apa yang sebenarnya terjadi hingga nenek seperti ini?" balas Zhin Zhuan Zhuan dengan nada sedih dan panik.


"Iblis jahat Qing Liong berhasil kabur dari segelnya dan kemarin malam kami bertiga bertempur habis-habisan untuk mengalahkan dia tapi aku kalah. Sedangkan untuk Ran'er, aku sendiri tidak tahu bagaimana keadaannya...," sahut peri senior itu terbata-bata karena seluruh tubuhnya sangat kesakitan.


"Roh peri cantik itu musnah nenek Peri Jinfeng Zhui, kami semua juga melihatnya dari kejauhan, sedangkan iblis ganas itu kabur entah kemana...," seorang siluman rusa memberikan laporan yang tentu saja membuat kedua peri itu sangat terkejut dan sedih hingga tubuh mereka membeku untuk beberapa saat yang kemudian Peri Jinfeng Zhui dan Zhin Zhuan pun menangis dengan pedihnya.


Sekalipun hatinya sangat tidak karu-karuan saat itu, peri pegar emas dengan dibantu oleh sebagian penghuni hutan Jinfeng membantu Peri Jinfeng Zhui agar peri senior itu dapat terselamatkan.

__ADS_1


Setelah memasrahkan peri senior itu kepada sebagian penghuni hutan Jinfeng, dengan segera Zhin Zhuan merubah wujudnya menjadi seberkas cahaya putih dan melesat kilat menuju kediaman Chu untuk menyampaikan berita duka tentang Chu Pian Ran.


🌹🌹🌹


__ADS_2