Cinta Pertama

Cinta Pertama
Bab. 101


__ADS_3

Semua kerinduan yang sama-sama mereka rasakan sedikitnya saat ini bisa terobati. Panasnya mentari pagi tidak menyurutkan apa yang mereka lakukan. Dennis semakin memperdalam ciumannya bahkan pasokan udara yang masuk sudah semakin menipis.


Dania segera menghentikan aksi suaminya yang cukup berani di tempat umum, karena merasa malu telah berciuman di depan umum. Walaupun saat ini tidak ada orang yang melihatnya. Mereka menikmati pagi itu dengan penuh kerinduan dan kebahagiaan.


Setelah ciuman mereka berakhir, Dennis menarik tangannya Dania hingga berlarian di tepi bibir pantai. Dennis terus saja menggenggam tangan Istrinya mereka menikmati suasana pantai di pagi hari sebelum pulang ke kota.


Kedua pasangan suami istri menikmati indahnya suasana pantai pagi hari itu. Cuacanya sungguh begitu cerah, sinar matahari pagi itu tidak terlalu panas. Mereka mengitari sepanjang bibir pantai hingga menjelang siang saling bergandengan tangan.


Dennis melirik ke arah Dania yang sesekali menghalau anak rambutnya yang beterbangan mengenai wajahnya itu, "Ternyata istriku yang cantik ini jago juga berkelahi, kamu belajar dari mana sih sayang kok aku baru tahu yah??" tanya Dennis.


Dennis tersenyum malu-malu wajahnya merah merona seperti kepiting rebus, "Waktu aku sekolah dasar tidak sengaja lewat depan surau tempat orang yang sedang latihan dan aku tertarik melihatnya dan itu berlangsung setiap hari karena aku setiap berangkat sekolah pasti lewat sana, suatu hari aku singgah dan menyaksikan mereka sedang bertanding dan ada seseorang yang melihatku sedang mengamati mereka. Kebetulan orang itu mengajak untuk ikut bergabung dan alhamdulillah aku sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pak Samir yang telah mengijinkan aku untuk bergabung dengan anak-anak didiknya tersebut," jelasnya panjang lebar Dania dengan senyuman tipisnya.


Dennis bangga pada istrinya yang ternyata memilki kemampuan dan keahlian yang terpendam, "Itu bagus sayang, jadi kamu bisa menjaga diri kamu dan si kembar Jika aku tidak berada di samping kalian," pujinya Dennis.


"Biasa saja kok Mas, aku hanya pinter mukul dan nendang doang kok, Mas saja yang terlalu melebih-lebihkan," tampik Dania yang malu mendengar pujian dari mulut suaminya sendiri.


"Aku bukan hanya sekedar memuji, tapi aku serius loh istriku, entah kenapa rasa sayangku sama kamu semakin besar saja setiap harinya yang aku rasakan," imbuhnya Dennis lagi.


Dennis menyempatkan untuk mengecup sekilas pipinya Dania yang memerah itu kemudian mereka kembali melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki. Daniel Aliando Sneider dan anak buahnya sudah pulang duluan.

__ADS_1


"Bagaimana masih mau melanjutkan perjalanan kita atau pulang?" Tanyanya Dennis seraya berdiri di depannya Dania untuk menghalau paparan sinar matahari langsung mengenai wajahnya Dania.


Dania menutup matanya Dennis," ihh Mas stop dong lihatin aku seperti itu, aku kan jadi malu kalau aku ditatap seperti itu," kilahnya Dania yang tersenyum bahagia lalu sembari menundukkan kepalanya.


"Aku suka melihat wajahmu jika sedang tersipu malu," ujarnya Dennis sembari mengelus rambut panjangnya Dania yang tergerai diterpa angin sepoi-sepoi yang langsung bertiup dari laut.


Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..


Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Cinta Pertama loh, judulnya ada di bawah ini:



Cinta Kedua CEO


Love Story Ocean Seana


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Baby Sitter Pilihan

__ADS_1


Merebut Hati Mantan Istri


Duren, i love you


First Love Rubi Salman



Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap CP Cinta Pertama Istri dengan caranya: Like Setiap babnya


Rate bintang lima


Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi


Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...


Makasih banyak all readers…


I love you all..

__ADS_1


__ADS_2