Cinta Pertama

Cinta Pertama
Bab. 182


__ADS_3

"Aku dengan kekasihku hanya sekedar menikah saja, karena kami tidak ingin berhubungan terus dalam keadaan tanpa ada ikatan pernikahan," ujarnya pak Richard Kevin Durant.


Dania cukup dibuat terkejut mendengar perkataan dari Uncle Richard om dari suaminya, kakak dari Mama mertuanya itu.


"Hanya foto yang aku miliki sebelum kami berpisah, hingga detik ini aku terus mencari keberadaannya tapi, belum aku temukan," imbuhnya Pak Richard.


"Ya Allah… dia sangat mirip dengan mamanya, aku yakin dia adalah putriku yang hilang itu karena kekasihku sangat mirip dengan wajahnya istrinya Dennis keponakan aku sendiri, tapi dia sudah menghilang entah kenapa, apa Amelie masih hidup entah, karena sejak aku melihatnya aku yakin kalau dia adalah putriku bersama dengan Amelia Angelia Salim," Pak Ricard membatin.


Dania mengelus punggung tangannya pak Richard Kevin Durant yang seolah pria itu sangat dekat di dalam hatinya, "Oy uncle apa uncle tidak memiliki foto ataupun sesuatu tentang istrinya Uncle Richard?" Tanya Dania kepada uncle adiknya mama mertuanya itu.


"Kalau masalah Alhamdulillah Uncle punya, waktu itu Kami sedang makan di resto favorit kami," ucap Uncle Richard.


"Alhamdulillah kalau uncle punya fotonya berarti kalau uncle rindu dengannya tinggal lihatin foto itu," ungkap Dania Andira Aulia Ramadhani Edgardo.


Dennis Ritchie Valens Edgardo hanya terdiam menyimak dengan seksama percakapan dua orang beda generasi itu dan beda jenis kelaminnya. Uncle Richard merasa lega dan senang setelah beberapa saat berbincang dengan Dania.

__ADS_1


"Tapi waktu Uncle menikah dengan Istrinya, apa ada benda khusus seperti emas yang mereka jadikan mahar mungkin, memberikan sesuatu sebagai mas kawin?" tanya Dania yang entah kenapa membuatnya kepo timbul dan rasa ingin tahunya tinggi dengan kisah masa lalunya Pak Richard dengan istrinya itu dengan hal yang berhubungan dengan uncle Richard yang notabene Paman dari suaminya itu yang baru kali ini bisa bertemu langsung.


Uncle Richard termenung dan terdiam mengingat kenangan saat dirinya menikahi secara sederhana perempuan yang selalu membuatnya jatuh cinta jatuh cinta lagi berkali-kali dalam hidupnya.


"Aku ingat waktu itu aku hanya memberikan sebuah gelang yang sangat indah kepada istriku, mengingat kami menikah diam-diam waktu itu sehingga hanya satu benda yang mampu paman berikan untuk Istriku tercinta," jelas Uncle Richard.


"Alhamdulillah kalau Paman memberikan mas kawin kepada istrinya karena sesederhana bagaimana pun pernikahan dalam Islam itu harus ada mas kawinnya yang disesuaikan dengan kemampuan sang suami karena mahar itu adalah bentuk penghargaan Anda sebagai seorang pria terhadap wanita pendamping hidup Anda," jelasnya Dania panjang lebar.


Dania tiba-tiba teringat dengan isi kotak yang masih tersimpan rapi di dalam lemari milik ibunya di rumahnya yang ada di kampung halamannya.


"Kenapa aku teringat dengan perhiasannya Mama yang sama sekali tidak pernah ia sentuh ataupun dengan pakai, dulu sewaktu Mama di Indonesia belum berangkat ke Malaysia aku selalu bertanya-tanya kenapa Mama sama sekali tidak pernah memakai gelangnya kalau emang mama yang punya," batinnya Dania yang hingga detik ini masih bingung dan belum percaya dengan hal itu.


ibunya sama sekali tidak ingin memakai gelang it walaupun Dania sering memaksa nya,tapi ibunya selalu punya banyak cara untuk menolak secara halus permintaan Dania tersebut.


Uncle Richard semakin mengamati dan memperhatikan wajah Dania dan semakin dia teringat dengan istrinya yang menghilang itu.

__ADS_1


"Ya Allah… wajahnya sangat persis, aku tidak mungkin salah mengenali orang, saya yakin dia berkaitan dengan Emeli Zameera Duncan perempuan yang selalu hadir dalam mimpiku yang menghiasi hari-hariku,' pak Ricard membatin.


"Saya harus bertanya kepadanya, aku tidak bisa menundanya lebih lama lagi, karena perasaan,feeling dan hatiku serta pikiranku mengatakan jika dia adalah putriku dengan Emili Zameera Duncan," batinnya Pak Richard Marx Kevin Durant.


Uncle Richard sedari tadi menatap tajam ke arah Dania sedangkan yang ditatap malah tidak mengetahui jika dirinya dalam suasana pengamatan dengan seksama. Uncle Richard ingin menanyakan tentang perihal yang mengganjal di dalam hatinya, Tapi merasa enggan dan sungkan untuk bertanya kepada Dania Andira Aulia Ramadhani Kusuma.


Uncle Richard tidak mau jika Daniia sampai berpikiran yang macam-macam. Tetapi, dikarenakan Uncle Richard tidak mau terbebani dengan pemikirannya sendiri yang akan berakhir dengan penyesalan sehingga dengan penuh pertimbangan, beliau akhirnya memberanikan dirinya untuk bertanya.


"Bismillahirrahmanirrahim semoga sesuai dengan harapanku," gumamnya Pak Richard.


Dennis memperhatikan gerak-gerik pamannya itu kakak kandung mamanya Bu Sanaya Alexandra Durant.


"Apa yang terjadi pada Uncle Richard, sepertinya ada sesuatu hal besar yang ditutupinya, tapi apa karena sedari tadi memperhatikan terus Dania dan seolah matanya menyiratkan kerinduan, penyesalan dan kesedihan yang mendalam," batinnya Dennis Ritchie Valens Edgardo.


Pak Richard menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskan dengan perlahan dan sedikit gusar memikirkan segala sesuatu kemungkinan besar yang bisa terjadi, "Nak Dania, apa Uncle bisa bertanya sesuatu nak?" tanya Uncle Richard yang sudah tidak bisa sabar dan menunggu waktu lagi.

__ADS_1


"Silahkan uncle, tapi pertanyaannya jangan yang sulit soalnya otakku gak mampu berfikir kalau jawabannya susah soalnya," candanya Dania yang sambil tersenyum manis kepada Uncle Richard.


Senyuman itu mampu membuat pak Richard tersenyum penuh kebahagiaan," ya Allah... ya Tuhan senyuman itu sangat tidak ada bedanya dengan senyum khasnya istriku,"


__ADS_2