Cinta Pertama

Cinta Pertama
Bab. 120


__ADS_3

Dania tersenyum bahagia dan sangat memaklumi keputusan yang diambil oleh suaminya. Keputusan ini sangat berat dan hal ini terjadi demi kebahagiaan kedua puteri kembarnya.


Mereka tidak lama kemudian akhirnya memutuskan untuk pulang ke kota kelahirannya tapi bukan sekarang karena masih banyak yang harus mereka kerjakan untuk kehidupan penduduk desa setempat


Beberapa hari kemudian, aktifitas Dennis Ritchie Valens Edgardo dengan anggota keluarga kecilnya masih seperti sebelumnya.


Berkat kedatangan Dea Adinda Chandani dengan Ririn Dwi Ariyanti ke kampung tempat tinggalnya membuat kedua anaknya bahagia dan terhibur. Walaupun kedua nenek dan kakeknya tidak bisa hadir dikarenakan berada di luar negri.


Kedatangan Dea dan Ririn kala itu bersama dengan masing-masing anggota keluarganya termasuk suami dan anak-anak mereka. kedatangan mereka saat itu dengan membawa berbagai macam jenis kebutuhan sesuai dengan permintaan dari Dennis dan Dania sendiri.

__ADS_1


Danisha dan Dafina tidak pernah lagi sedih dan merindukan anggota keluarganya yang ada di kota karena mereka sering datang walaupun tidak setiap bulannya.


Waktu terus berlalu tanpa mereka sadari sudah hampir lima tahun mereka menjadi masyarakat pedesaan. Mereka sudah hidup seperti layaknya orang desa bahkan mereka sama sekali tidak berniat untuk kembali ke Ibu kota Jakarta.


Berkat bantuan dari pemerintah setempat, pihak kepolisian dan juga anak buahnya jalan akses penghubung ke Ibu kota dengan desa mereka sudah bagus dan aman. Setiap jalan yang mereka lalui itu sudah terdapat penerangan jalan dan juga beberapa titik yang dianggap rawan kecelakaan maut dan tindakan seperti begal, pencuri dan penyamun sudah semakin berkurang.


Semua itu berkat dibangunnya beberapa kantor polisi dan juga tentara siap siaga untuk menjaga keamanan mereka. Masyarakat pun tidak tinggal diam mereka bahu membahu membantu untuk kesuksesan rencana mereka itu.


Dania Aulia Ramadhani Kusuma David tidak ikut terjun langsung ke sawah. Hal itu dikarenakan khusus untuk para ibu-ibu dengan para wanita karena bertugas untuk membuat berbagai macam hidangan.

__ADS_1


Karena itu mereka memutuskan tidak ikut karena bergabung dengan ibu-ibu untuk menyiapkan bahan makanan yang akan mereka sajikan setelah para pria pulang dari ladang.


Khusus pria saja yang bertarung di sawah untuk melaksanakan panen raya tersebut. Ada Kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat Desa tersebut. Setiap kali panen akan mengadakan acara syukuran makan bersama seluruh anggota masyarakat beberapa desa tanpa terkecuali.


Nantinya setiap kepala keluarga akan membawa makanan yang mereka masak ke balai desa tempat yang menjadi keputusan dan pilihan untuk nantinya mereka pakai untuk perkumpulan setiap kali pesta panen.


Mereka akan berkumpul dan berbaur dengan masyarakat lainnya tanpa adanya perbedaan sosial maupun kasta. Mereka akan berbondong-bondong mendatangi tempat tersebut.


Semua aparat desa setempat menunjuk beberapa masyarakat sebagai tim panitia pelaksana. Kebiasaan ini sudah turun temurun dari generasi ke generasi sejak hampir ratusan tahun yang lalu hingga sampai detik ini mereka masih melaksanakan kegiatan tersebut.

__ADS_1


Setiap tahunnya acara pesta panen raya ini diadakan. Sebagai wujud rasa syukur mereka kepada sang Maha Pencipta. Acara pembuka biasanya diisi oleh sepatah kata dari kepala desa dan dilanjutkan ceramah oleh pemuka agama dan dilanjutkan dengan berbagai acara tradisional yang membuat mereka terhibur.


Acara terakhir yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat adalah makan berbagai macam masakan yang pastinya sangat menggugah selera dan makanan yang jauh dari campuran bahan kimia. Semuanya makanan menggunakan bahan-bahan dan bumbu-bumbu yang alami. Karena itu lah masyarakat di sini jarang sekali ada yang sakit.


__ADS_2