
"Kami sangat bersyukur karena selamat dari kecelakaan maut itu," tuturnya Dania.
"kalau gitu ibu ke belakang dulu, tunggu sebentar ibu akan panggilkan bapak," imbuhnya ibu Astuti Atikah.
Ibu Atikah Astuti berlari kecil ke arah belakang rumahnya karena Pak Aswan Adam Faizal sedang berada di halaman belakang rumahnya. Bapak Adam sangat tidak percaya dengan perkataan Istrinya bahkan pak Aswan malah menuduh Istrinya kalau apa yang dikatakannya sangat tidak masuk akal.
Bu Atikah ngos-ngosan karena berlari, "Bapak sudah selesai kah dengan kerjaan bapak?" ibu Atikah berbicara sambil ngos-ngosan karena tadi berlari.
"Ada apa ibu sampai-sampai ngos-ngosan begitu seakan-akan baru saja melihat hantu, pelan saja jalannya entar jatuh loh!" Gerutu Pak Aswan.
Bu Atikah jengah melihat suaminya, "Bapak benar sekali,ibu sudah melihat hantu yang cantik dan hantu ganteng!" ketusnya Bu Atikah.
"Maksudnya ibu, jangan bercanda lah Bu, mana ada hantu di siang bolong gini, tadi aku cuka bercanda kok malahan ibu membalasnya dengan serius!" ucap pak Adam.
Pak Adam langsung menghentikan aktivitasnya yang sedang memberi makan kambing dan ayamnya yang ada di dalam kandangnya yang berdiri di belakang rumahnya.
__ADS_1
"Maksud ibu! apa sih tolong jelaskan dengan baik, tadi bapak hanya bergurau saja! Gerutu kata pak Aswan Adam.
"Kalau gitu ayo kita ke dalam saja, biar bapak lihat langsung apa aku bicara jujur atau hanya bercanda.
Pak Adam membersihkan tangan dan tubuhnya terlebih dahulu. Mereka berjalan ke dalam rumahnya. Ibu Tuty singgah ke dapurnya untuk membuat minuman dan kue ringan terlebih dahulu untuk menyuguhkan berbagai makanan untuk kedua tamunya tersebut.
Pak Adam Kaget melihat siapa yang duduk di ruang tamunya bahkan pak Adam tidak sengaja menjatuhkan Benda yang dipegangnya.
Dennis Ritchie Valens Edgardo dan Dania Arindita Aulia Ramadhani yang melihat langsung berdiri dan mendekati pak Adam untuk mencium tangan pak Adam.
"waalaikum salam," jawab pak Adam dengan sedikit kebingungan dan heran melihat kedua pasangan suami istri itu yang dikira sudah meninggal dunia dalam Kecelakaan maut.
"Apa bapak tidak salah lihat atau mungkin bapak sedang bermimpi?"ungkap aswan Adam yang shock dengan penglihatannya sendiri.
Dania tersenyum kembali, "Bapak tidak sedang bermimpi, apa yang bapak lihat sekarang adalah benar kenyataannya kami ada di depan Bapak," pungkas Dania.
__ADS_1
Pak Aswan menatap dengan menelisik keduanya, "pasti kalian bukan Nak Dniaa dan Dennis, bapak yakin kalian ini penipu yang menyamar sebagai mereka, iya kan!" Geram Pak Aswan Adam Faisal.
Pak Adam sudah siap mengambil benda yang berada di dekatnya sebagai alat untuk jaga-jaga.
"Dania dan suaminya itu sudah meninggal dunia, jadi tidak mungkin bisa hidup kembali lagian tidak mungkin orang yang sudah meninggal bisa hidup kembali. Hal itu bisa terjadi hanya di televisi saja, jadi jujur saja sebelum bapak bertindak!" Ketusnya ucap Pak Aswan Faisal Adam yang sudah siap Jika Terjadi sesuatu.
Berselang beberapa saat kemudian, Danisha dan Dafina berlari ke arah pak Adam dan langsung memeluk tubuh tegap pak Adam yang berdiri dengan penuhi amarah.
"Paman kakek, apa baik-baik saja?" tanyanya Icha.
"Kami merindukan kek, Fina juga kangen sangat sama paman kakek loh," tuturnya Fina.
Pak Adam langsung memeluk dan menggendong tubuh si kembar yang selama ini sangat beliau rindukan.
"Apa kalian baik-baik saja kan nak, ga ada kan yang sakit di tubuh kalian, kalau ada yang sakit Tanya Kakek?" tanya pak Adam.
__ADS_1