Cinta Pertama

Cinta Pertama
Bab. 86


__ADS_3

"Kita samperin papa yuk, mumpung mama lagi sibuk masak di dapu," tuturnya Icha yang mengusulkan agar mereka menemuinya Dennis.


"Kamu emang pintar nyuruh Mama masak bakso pagi ini, untuk buat bakso kan butuh waktu lama jadi itu cara yang paling jitu untuk membuat Mama sama sekali tidak mengetahui apa yang kita lakukan saat ini," timpalnya Fina.


"Goods idea!" Pujinya Icha sambil bertepuk tangan saking gembiranya.


Pagi ini Dania memutuskan untuk berangkat ke kantornya dengan mengendarai motor maticnya. Sudah lama ia tidak memakai motor. Jalanan hari ini agak padat bahkan sudah terbilang macet. Dania pun sampai ke kantornya. Semua orang-orang yang berpapasan dengannya pasti menyapanya seperti halnya dengan semua security yang berjaga saat ini.


"Pagi Mbak Dania," sapanya satu security perusahaan yang bernama Pak Narto.


"Pagi juga Pak," balasnya Dania dengan seulas senyumannya.


Dania merasa hal ini sangat aneh karena sebelumnya yang bertutur sapa dengannya hanyalah orang-orang yang sering bertemu dengannya saja dan seolah kadang mereka hanya menatap jengah ke arah Dania tanpa ada niat untuk saling berbasa-basi semata.


Tetapi Dania sama sekali tidak mau ambil pusing dengan itu semua. Baginya hidup terus berjalan walaupun banyak yang nyinyir bahkan menghinanya yang penting dia tidak merugikan orang lain itu sudah cukup baginya.


Sesampainya di kubikelnya,Dania mendapatkan sekuntum mawar putih dan ada surat nya. Dania mencium bunga itu dan sungguh menenangkan hati bagi yang mencium aroma bunga itu kemudian membaca tulisan surat itu.


Semoga kamu suka dengan nunga-bunga yang setiap hari Aku kirim, dari pria yang selalu mencintaimu. Dania tersenyum membaca sepucuk surat itu yang tulisannya begitu singkat. Ia dibuat senyum-senyum sendiri. Hal ini membuat Ririn dan Dea saling bertatapan dan Rina cuma mengangkat bahunya tanda tak tahu apa-apa.


"Heeeemmm," Ririn akhirnya berdehem untuk mengakhiri lamunannya Dania.


"Kamu kenapa, kamu baik-baik saja kan atau kau butuh minum atau mungkin lapar?" Tanyanya Dania yang keheranan melihat reaksi dari kedua temannya.


Ririn dan Dea spontan terbahak-bahak tertawa dengan penuturan Dania, "Kalian ini kenapa sih apa ada yang lucu atau apa itu?" tanya Dania yang merasa heran dengan tingkah kedua temannya.


"Kami justru yang bertanya sama kamu baik-baik saja kan, soalnya dari tadi senyum-senyum gak jelas banget deh," gerutu Dea.


"iya mantul tuh Dea, kayak anak abg labil saja yang lagi jatuh cinta nih sepertinya," imbuhnya Ririn.


"Maksud kalian apa sih, aku masih seperti biasa saja kok, enggak ada yang aneh atau apa kah gitu," kilahnya Dania.


"Yah sudahlah kalau kamu baik-baik saja kita beralih ke laptop saja untuk melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda," ujarnya Dea.


Mereka tertawa bersama dan membuat ruangan mereka ramai bagaikan pasar saja hal itu membuat sontak membuat Ibu Widya menegur mereka.


"Heemm!!! Para ibu-ibu dan gadis cantik di sini bukan pasar loh tapi! Kantor ingat itu baik-baik!" Ketusnya Bu Widya yang malah ikut tersenyum juga karena sudah penak dengan pekerjaannya yang cukup menumpuk itu.

__ADS_1


Hari ini Dania pulang lebih cepat dari biasanya. Berhubung hari ini tidak ada jadwal lembur atau pun kerjaan yang membutuhkan penyelesaian segera. Ia tidak lupa singgah ke salah satu restoran siap saji untuk membelikan makanan pesanan anak-anak kembarnya dan bibinya.


Si kembar pesan martabak manis dan martabak telor sedangkan Bibinya pesan sate kambing dan beberapa makanan karena hari ini bibinya dan juga Mbak Aisyah belum sempat masak untuk memasak makan malam mereka.


Sesampainya Dania di rumahnya,D ia memarkirkan motornya di garasi rumahnya. Tapi Dania dibuat kaget kok ada mobil yang terparkir di depan rumahnya yang jelas-jelas bukan miliknya dan pintu rumahnya terbuka. Bahkan suasana di dalam rumahannya nampaknya ramai.


"Siapakah yang datang, apa itu Dea atau Ririn tapi itu tidak mungkin atau Indra adiknya Mbak Aisyah yang datang tapi itu bukan mobil mereka juga," Gumamnya.


Dania penasaran dengan tamunya Dania pun bergegas masuk ke dalam rumahnya. Betapa kagetnya Dania setelah melihat siapa sosok orang yang bertamu ke rumahnya.


"Pak Dennis Ritchie Valens Edgardo," cicitnya Dania.


Dennis yang melihat kedatangan istrinya tersenyum manis kepada Dania. Senyuman itu langsung membuat perasaan Dania merasakan sesuatu yang aneh entah apa itu dejavu.


Dania pun membalas senyuman Dennis. Mereka lagi-lagi berpandangan dan membuat si kembar dan bibinya tersenyum melihat tingkah mereka.


Dafina dan Danisha berlari ke arah mamanya. Dania menyambut dan membalas pelukan anak-anaknya.


"Kapan aku juga bisa memelukmu Istriku, aku sangat merindukan hal itu," batinnya Dennis yang terlihat sendu.


"Maaf pak, apa Bapak sudah lama disini atau ada yang bisa saya bantu Pak?" Tanyanya Dania yang kebingungan harus menyapa Dennis dengan berbicara apa.


Dania dibuat tidak percaya dengan apa yang dilihatnya hari ini.


"Anak-anakmu sudah besar yah Dania, mereka asyik diajak ngobrol," ujarnya Dennis.


Dania hanya menanggapinya dengan senyuman.


"Maaf pak aku pamit dulu mau ganti pakaian ga apa-apa kan kalau aku tinggal sebentar?" tanya Dania.


"Silahkan," sahut Dennis.


Si kembar buru-buru ke pangkuan ayahnya dan menyatukan tangan mereka yaitu Tos, High five kepada ayahnya tanda mereka berhasil. Beberapa saat kemudian, Bibi Ainun memanggil mereka untuk makan malam. Makanan sudah tersedia di meja makan.


"Dania tolong panggil sana Nak Dennis untuk makan kasihan dia sudah lama disini tapi belum makan apapun," pintanya Bu Ainun.


"Baik bibi," jawabnya Dania yang langsung berjalan ke arah ruang tamunya di mana Icha, Fina dan Dennis berada.

__ADS_1


Dania ke ruang tengah dan memanggil anaknya serta Dennis. Mereka berjalan menuju dapur dan masing-masing sudah mengambil posisi duduk untuk makan malam. Bibi Ainun bahagia melihat mereka dan meneteskan air matanya.


"Ya Allah hati ini tentram dan damai melihat kebahagiaan dari anak dan cucuku, semoga hal ini berlangsung lama," Bu Ainun membatin.


Bibi Ainun dan Pak Jamal buru-buru menghapus jejak air matanya sebelum ada yang melihatnya. Bibi Ainun pun sudah mengetahui kebenarannya dari mulutnya Dennis. Bahkan bibi Ainun sangat bahagia karena papa dari cucunya sudah pulang.


Mereka makan bagaikan sepasang keluarga yang harmonis bahagia. Dennis sangat senang dengan makan malam di rumahnya Dania. Hal ini lah selama ini ia impikan yaitu berkumpul bersama keluarga kecilnya walaupun Istrinya belum mengetahui kebenarannya.


Tetapi bagi Dennis, hal tersebut sudah lebih dari cukup dan sangat membuatnya bahagia. Rona bahagia itu tersirat di wajah tampannya.


Mereka segera berlari ke arah luar dan menemui Papanya secara diam-diam.


Mulai besok hingga tanggal 4 aku akan adakan give away Novel MEREBUT HATI MANTAN ISTRI,



Dukungan Nomor Rank 1 dan 2 pulsa 50k Untuk dua orang.


Dukungan posisi rank ke 3-4 masing-masing 25k untuk 4 orang.


Khusus Satu Orang dengan komentar terbaik menurut Fania akan mendapatkan pulsa 25k.



Syaratnya Wajib:


Like, Baca dari bab 1 hingga update bab sampai tgl 4 Desember 2022. Perhitungannya mulai hari Senin tanggal 14 November.


Harus Follow akun Fania Mikaila Azzahrah yah!!


Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap CP Cinta Pertama Istri dengan caranya: Like Setiap babnya


Rate bintang lima


Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi


Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...

__ADS_1


Makasih banyak all readers…


I love you all..


__ADS_2