
Cinta tak kuasa untuk berpisah jauh dari kekasihnya apa lagi setelah tahu kalau dia hamil anaknya Daniel Mananta Wijaya.
"Aku harus segera bertemu dengan Abang Daniel dan jujur padanya agar ia tahu kalau aku hamil anaknya," batinnya Cinta dengan meraih tas serta kunci mobilnya.
Cinta kemudian memilih untuk diam-diam menemui Daniel ike apartemen pribadinya.
"Ya Allah… semoga saja Abang Daniel bersedia menikahiku walaupun kami harus menikah siri saja karena aku tidak mungkin mau hamil tanpa ada papanya dan aku ingin aku hamil dalam ikatan pernikahan walaupun kesalahanku sendiri sehingga kami seperti ini, walaupun kedepannya kehidupan kami akan sulit nantinya," gumamnya Cinta seraya terus melajukan mobilnya menuju apartemennya Daniel yang terletak di tengah kota.
Malam itu adalah malam terakhir mereka berada di Indonesia. Jadi Cinta memutuskan untuk menemui kekasihnya agar mereka mendapatkan solusi yang tepat dan terbaik untuk masalah yang mereka hadapi.
Cinta celingak-celinguk melihat sekitarnya sebelum menekan tombol karena takut jika ada orang yang melihatnya serta mengenalinya dan berujung ketahuan oleh papanya.
"Ya Allah… Daniel di mana sih, kenapa ia tidak membuka pintunya apa jangan-jangan Abang Daniel pergi!" Cicitnya Cinta yang sudah semakin khawatir.
Cinta membelakangi pintu sehingga hanya nampak punggungnya saja. Setelah berbalik Daniel cukup dibuat kaget setelah melihat siapa orang yang telah membunyikan bel apartemennya dimalam. Setelah pintu terbuka, Cinta tanpa aba-aba langsung memeluk tubuh kekasihnya itu.
"Abang Daniel!" Teriaknya Cinta yang berhamburan kedalam dekapan pelukannya Daniel pria yang sudah memberikan ia calon baby.
Cinta melihat dan mengamati dengan tatapan tajamnya ke sekitarnya karena takut jika anak buah papa angkatnya berada di sana. Daniel segera membawa Cinta masuk ke dalam apartemennya karena takut jika ada yang melihatnya berduaan disaat hubungannya sudah tercium hingga ketahuan.
Pintu itu tertutup rapat, Cinta segera kembali memeluk tubuhnya Daniel dengan eratnya," Abang aku hamil!"
Ucapannya Cinta membuat Daniel awalnya terkejut dan raut wajahnya langsung berubah drastis dari shock dan sekarang berubah langsung bahagia. Daniel mengendong tubuhnya Cinta ke atas tempat tidurnya.
__ADS_1
"Aaahhh!! Hati-hati Abang aku itu lagi hamil loh!" Pungkasnya Cinta yang tubuhnya sudah berputar saking bahagianya Daniel mendengar kabar baik itu walaupun status mereka tidak ada ikatan pernikahan yang mengikat keduanya tapi, tidak mampu menutupi kebahagiaan yang mereka rasakan kala itu juga.
Cinta melihat dan mengamati dengan tatapan tajamnya ke sekitarnya karena takut jika anak buah papa angkatnya berada di sana. Daniel segera membawa Cinta masuk ke dalam apartemennya karena takut jika ada yang melihatnya berduaan disaat hubungannya sudah tercium hingga ketahuan.
Pintu itu tertutup rapat, Cinta segera kembali memeluk tubuhnya Daniel dengan eratnya," Abang aku hamil!"
Ucapannya Cinta membuat Daniel awalnya terkejut dan raut wajahnya langsung berubah drastis dari shock dan sekarang berubah langsung bahagia. Daniel mengendong tubuhnya Cinta ke atas tempat tidurnya.
"Aaahhh!! Hati-hati Abang aku itu lagi hamil loh!" Pungkasnya Cinta yang tubuhnya sudah berputar saking bahagianya Daniel mendengar kabar baik itu walaupun status mereka tidak ada ikatan pernikahan yang mengikat keduanya tapi, tidak mampu menutupi kebahagiaan yang mereka rasakan kala itu juga.
Iya, makasih banyak atas doanya dan dukungan morilnya," tuturnya Dania Andita Aulia Ramadhani Kusuma yang masih sangat sedih apalagi mengingat dirinya sedang hamil tiga bulan anak ketiga mereka.
"Terus keadaannya Bang Dennis gimana gimana kak, apa sudah sadarkan diri atau gimana?" tanyanya Cantika Putri Adijoyo.
"Mbak yang sabar yah, aku akan membantu kamu untuk menjaga Abang di rumah sakit Mbak kan sedang hamil," ucap Cantika senantiasa menggenggam tangannya Dania kakak ipar sepupunya itu.
"Alhamdulillah kalau kamu ingin membantu kami menjaga suamiku, karena beberapa hari kedepan saya tidak bisa berada di rumah sakit untuk menjaga Bang Dennis,"pintanya Cantika yang menawarkan bantuannya setelah melihat kondisi psikis dan mentalnya Dania istri dari sepupunya itu.
"Syukur Alhamdulillah kalau seperti itu, aku sangat bahagia dan bersyukur mendengar perkataannmu," ujarnya Dania yang sedikit bisa bernafas lega.
"Tidak apa-apa kok Kakak,aku selalu siap dan ikhlas melakukannya tanpa Kakak suruh pun aku bersedia," tampiknya Cantika lagi
"Makasih banyak Andita, tolong jaga Mas Dennis, karena aku sudah mendapat kabar keberadaan anak-anaknya Mbak Dania dan juga Mama Sanaya katanya anak buahnya papa sudah bergerak ke tempat penyekapan mereka dan kita harus mendoakan mereka agar hari ini ditemukan dalam keadaan yang baik-baik saja," Ungkap Cinta.
__ADS_1
"Alhamdulillah kalau gitu kakak, semoga mereka segera ditemukan dan diselamatkan dan bisa kembali berkumpul dengan kita dalam keadaan yang selamat," imbuhnya Cantika.
"Amin ya rabbal alamin, makasih banyak atas bantuannya," ujar Dania lagi.
"Kalau gitu aku pamit dulu, tolong sampaikan kepada Papa Kalau kami telah berhasil menemukan posisi mereka, Karena aku sudah menghubungi handphone nya papa tidak aktif tapi belum juga diangkat teleponku," ujar Citra.
"Siap dilaksanakan Kakak kami akan menjalankan sesuai dengan petunjuk," Cantika mengiyakan.
"Makasih, assalamu alaikum," ucap salam Cinta dan Dania yang meninggalkan kedua perempat yang baru bisa bernafas dengan baik setelah kepergian saudaranya itu.
"Waalaikum salam," jawab mereka berdua.
Setelah mendapatkan informasi dari Daniel Mananta Wijaya , David Hermansyah Renan bergegas berangkat ke lokasi yang dikirimkan oleh Diki dan Dion.
Persiapan Daniel dan David kali ini tidak lah main-main, mereka menerjunkan seluruh anak buah terbaiknya dan bantuan dari pihak kepolisian dan tentara nasional republik Indonesia beserta seluruh keluarga besar Edgardo Wijaya Miller Sing.
Citra baru bisa bernafas lega setelah kepergian kakak kembarnya itu dari kantin rumah sakit.
"Syukur Alhamdulillah… mereka tidak mendengar pembicaraan kami, semoga saja nantinya juga kedua anakku aman dan tidak terjadi sesuatu di Sidney Australia walaupun aku tinggalkan putri dan putraku yang baru berusia dua tahun lebih itu," batinnya Citra.
"Kamu tenang saja aku tidak bakalan jatuhkan kamu kok palingan jatuh kedalam pelukanku lagi dan lagi untuk selamanya hingga akhir waktuku," imbuhnya Daniel.
Cinta masih mengalungkan tangannya ke lehernya Daniel dengan senyuman lebarnya," kalau gitu gimana kalau kita menikah siri saja Abang, aku ingin melihat anakku lahir dalam keadaan kita sudah suami istri dan aku juga akan menutupi semua ini dengan baik dan aku berjanji walau besok kita akan pisah untuk sementara waktu aku tidak perlu takut dan khawatir lagi karena kita sudah menikah, gimana apa Abang setuju?" Cinta menarik tubuhnya Daniel hingga Daniel harus setengah mati bertumpu pada sisi ranjang karena takut menindih tubuhnya Cinta yang hamil muda itu.
__ADS_1