
Ibu Sanaya histeris mendengar kabar anak,menantu serta cucunya mengalami kecelakaan, bahkan beliau meraung.
"Tidak!! Anakku masih hidup, pasti ada kekeliruan di sini, putraku Dennis Ritchie Valens Edgardo!!" Jeritnya Bu Sanaya yang terduduk di atas lantai keramik kamar pribadinya itu.
Hal ini tak luput dari pendengaran anak kembarnya Cinta dan Citra. Keduanya buru-buru ke dalam kamar orang tuanya. Mereka ikut shock dan terkejut mendengar kabar dari berita itu.
Bu Sanaya pingsan saking tidak percayanya mendengar kabar duka mengenai anak sulung dan juga cucu serta anak menantunya yang mengalami kecelakaan.
"Sanaya! Istriku!" Teriaknya Pak Edgardo yang berlari kencang kearah istrinya yang sudah terkapar di atas sofa buludru berwarna cokelat itu.
__ADS_1
Seluruh anggota keluarga Edgardo Muller Winata Sing Antonio dibuat gempar setelah mendengar kabar kecelakaan maut yang menewaskan dan yang menjadi korban adalah Dennis Ritchie Valens Edgardo dengan Dania Almira Ramadani Satya beserta kedua anak kembarnya dan keluarga kecilnya.
"Cinta! Telpon segera Dokter Joseph untuk segera datang ke sini, Citra bantu Papa untuk angkat Mama ke atas ranjang!" Perintah Pak Edgardo.
Cinta segera menjalankan perintah papanya, tanpa banyak tanya dan pikir lagi. Bu Sanaya nampak diwajahnya cantiknya ada tetesan air matanya yang membekas dipelupuk mata.
Sedangkan di tempat lain, Daniel dan David masih tidak percaya kalau yang berada di dalam mobil itu adalah jasad sahabatnya sekaligus calon kakak iparnya. David ingin menyangkal kejadian itu tapi senua bukti mengarah ke Dennis dengan keluarganya sesuai dengan bukti yang mereka temukan di tempat kejadian.
Mereka hanya menemukan dua jasad saja. Tapi anak buahnya David berhasil menemukan barang-barang peninggalan Dennis yang tercecer di sekitar lokasi kejadian. Sedang Icha dan Fina anak-anaknya hanya menemukan dua tas bermotif boneka Doraemon dan kuda poni yang tercecer di sekitar tempat tersebut tapi,sang pemilik tas sama sekali tidak mengetahui dimana keberadaannya.
__ADS_1
Bahkan pihak kepolisian juga sudah bergerak langsung untuk datang ke lokasi itu dan secepatnya untuk menyelidiki kejadian kecelakaan maut itu, apakah murni karena kecelakaan ataukah hasil dari sabotase dari orang lain yang sengaja mereka rencanakan.
Setelah kondisi dari Bu Sanaya cukup membaik, mereka memutuskan untuk kembali ke tanah air. Pak Edgardo dan Istri beserta keluarga besarnya datang ke Indonesia. Bu Sanaya tak henti-hentinya menangis meratapi kepergian anak,cucu dan menantunya.
"Ya Allah… kenapa hal ini terjadi padaku, kenapa anak dan cucuku begitu cepat meninggalkanku," batinnya Bu Sanaya sambil memandangi awan.
Bu Sanaya menyesal dengan apa yang dilakukannya selama ini yang tidak memperjuangkan hubungan anaknya dengan keluarga kecilnya.
"Ini semua gara-gara Mas yang terlalu keras dan tidak merestui hubungan mereka, apa sih sebenarnya alasannya Mas yang melarang mereka menikah!" Ketusnya Bu Sanaya.
__ADS_1
Pak Edgar hanya terdiam saja tanpa ada niat untuk menimpali perkataan dari mulut istrinya itu yang untuk kali ini sangat kecewa terhadap keputusan dan juga pendirian dari suaminya yang sulit untuk diruntuhkan tembok keras kepala dan keegoisan pria yang telah memberikan dia tiga anak.