Cinta Pertama

Cinta Pertama
Bab. 141


__ADS_3

Sesampainya di Taman Arena bermain di fan, Icha dan Fina saling berkejaran langsung berlari ke bagian dalam tempat tersebut. Hari ini banyak pengunjung yang datang ke Taman karena untuk pertama kalinya dibuka sekaligus peresmiannya.


Pak Ahmad Adam Faizal segera membonceng kedua anak kembar tersebut dibagian belakang kursi jok mobilnya. Jalanan kala itu sangat ramai dikarenakan hari itu adalah pembukaan arena dunia fantasi arena bermain khusus untuk keluarga yang ingin berlibur menggunakan wahana permainan yang mengasyikkan.


Danisha dan Dafina sangat antusias dan bahagia walaupun tanpa ada kedua orang tuanya mendampinginya.


"Icha ingat nanti kita harus membantu menjalankan rencananya papa dan mama," jelas Fina.


"Siap adekku yang bawel tapi cantik," guraunya Icha yang menahan tawanya itu.


Beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di tempat tujuan. Icha dan Fina tak berhenti memuji akan kemegahan dan kecanggihan teknologi arena bermain tersebut. Mereka sengaja bersikap seperti itu karena kebetulan mereka ingin memancing agar penjahat sebenarnya muncul dan mereka bisa menangkapnya.


Danisha dan Dafina langsung berlarian, mereka berkejaran di dalam arena yang dipadati banyaknya pengunjung yang saling berbaur dan berjibaku untuk mendapatkan tiket murah khusus untuk hari itu saja.


Pak Ahmad yang melihat mereka berlarian segera berteriak,"Icha, Fina!! Cucuku jangan berlarian nak, hati-hati banyak orang nak, nanti kalian jatuh dan terinjak!!" Teriaknya Pak Ahmad.

__ADS_1


Pak Ahmad berlari kencang untuk mengejar mereka berdua sambil berteriak-teriak. Tapi, si kembar sama sekali tidak peduli bahkan ia hanya tersenyum menanggapi teriakan dari mulutnya Pak Ahmad.


Walaupun usianya telah tua, tapi tubuhnya masih kuat seperti sekuat dulu, tapi masih sanggup untuk mengejar cucu angkatnya tersebut.


"Alhamdulillah,aku memang tidak memiliki anak dan cucu tapi berkat mereka hidupku terasa sempurna dan lengkap karena mereka tulus menyayangiku walaupun saya bukan lah anggota keluarga kandungnya Tuan Dennis Ritchie Valens Edgardo dengan Dania Andita Aulia Ramadhani Kusuma David," Pak Ahmad membatin.


Kebahagiaan yang kita raih tidak selamanya dari pihak keluarga inti ataupun dengan adanya hubungan darah tapi, kebahagiaan itu bisa tercipta dari ketulusan hati dari mereka yang memberikan kebahagiaan tanpa pamrih dan imbalan apapun.


Pemilik tempat bermain tersebut sengaja mendesain dan merancang khusus tempat itu senyaman dan sebagus mungkin. Mereka sebagai pihak pelaksana menginginkan acara pembukaan tersebut mewah tapi terkesan ramah di kantong masyarakat menengah ke bawah.


Perusahaan pemilik arena bermain itu juga menyediakan berbagai fasilitas tempat bermain dan berbagai outlet makanan. Jadi pengunjung bisa menikmati berbagai macam makanan yang ada disana. Semua jenis makanan nusantara tersedia di dana dan juga makanan siap saji yang sudah populer di lidah masyarakat Indonesia pada umumnya.


Icha menoleh kebelakang tapi langkah kakinya sama sekali tidak berhenti,"Ayo kek, kejar kami kalau Kakek bisa, masa kakek kalah dari kami," pekiknya Danisha yang tertawa terbahak-bahak melihat kakeknya itu yang berlari sambil berteriak ke arah kakeknya.


Mereka berlarian di tengah kerumunan orang yang memadati arena bermain menuju tempat penjualan tiket masuk salah satu wahana bermain.

__ADS_1


"Kakek cepat sebelum tiket murah nya ludes dibeli oleh orang!" Jeritnya Fina yang sudah hampir sampai di loket pembelian tiket.


Karena terlalu terburu-buru Fina berlari dengan kencang dan tidak memperhatikan arah jalan yang dilaluinya dan langkah kakinya yang semakin cepat dan tiba-tiba terdengar bunyi yang cukup gaduh.


Brukkk!!!


"Aaahhhh!!! Kakek!! Kakak!!" Pekiknya Fina yang sudah tersungkur di atas lantai keramik dengan cukup kuat saat terjatuh.


Beberapa orang yang melihat Fina terjatuh segera menolong sekaligus membantunya untuk berdiri. Beberapa kakinya terluka dan lecet, hingga bagian tumit dan lututnya mengeluarkan darah segar.


Pak Ahmad dan Danish segera brerlarian ke tempat jatuhnya Fina yang sudah mendapatkan pertolongan dari beberapa orang dan juga pihak keamanan arena bermain du fan taman impian anak-anak.


"Fina!! tunggu kakak!" teriak Icha yang segera meninggalkan tiketnya yang sudah ia bayar dengan Pak Ahmad.


Icha sudah berlari sedangkan Pak Ahmad meminta tolong kepada mereka untuk menyimpan tiketnya sesuai pesanan mereka bertiga takutnya jika tidak dibayar terlebih dahulu tiketnya akan laris dan laku terjual.

__ADS_1


Setelah menyelesaikan pembayaran, Pak Ahmad segera berlari kencang ke arahnya Icha yang sudah terduduk juga diatas lantai dengan menangis sepertinya mereka bisa menutupi jika sakitnya itu hanya luka ringan dan kecil saja tetapi,agar apa yang sejak tadi mereka rencanakan jadi harus totalitas dan alamiah dalam berakting.


__ADS_2