Cinta Pertama

Cinta Pertama
Bab. 112


__ADS_3

"Ini semua gara-gara Mas yang terlalu keras dan tidak merestui hubungan mereka, apa sih sebenarnya alasannya Mas yang melarang mereka menikah!" Ketusnya Bu Sanaya.


Pak Edgar hanya terdiam saja tanpa ada niat untuk menimpali perkataan dari mulut istrinya itu yang untuk kali ini sangat kecewa terhadap keputusan dan juga pendirian dari suaminya yang sulit untuk diruntuhkan tembok keras kepala dan keegoisan pria yang telah memberikan dia tiga anak.


Begitu pun halnya dengan Pak Edgardo air matanya menetes setiap kali mengingat apa yang telah dia lakukan kepada anak, cucu dan menantunya. Karena ketakutan dan keegoisannya sehingga dia belum bisa menerima dan merestui hubungan pernikahan anaknya.


Tanpa menunggu lama mereka langsung terbang ke tanah air setelah mendengar kabar itu dari Danil dan David. Mama Sanaya memandangi foto anak dan cucunya yang sempat dia ambil dulu.


"Cucunya Nenek, semoga kalian selamat dalam kecelakaan maut itu, Nenek minta maaf karena kita belum sempat berkumpul seperti layaknya keluarga bahagia tapi, kalian sudah meninggalkanku untuk selamanya," batinnya bu Sanaya.


Ibu Sanaya mendiamkan suaminya tanpa sepatah katapun,ia ingin tidak berbicara dengan suaminya karena menurutnya hal ini terjadi karena keras kepala dan keegoisan suaminya itu sendiri yang membuat anaknya harus menderita.


Oma Martha yang berada di Korea Selatan pun sudah dalam perjalanan menuju Indonesia. Beliau juga sudah mengerahkan seluruh anak buahnya untuk mencari keberadaan cucu dan kedua cicitnya.


Semua anggota keluarganya yang ada di luar negeri juga sudah kembali dan sedang berada di bandara internasional Soekarno Hatta Jakarta.


Rombongan keluarga Pak Edgardo sudah berada di Tanah Air. Tapi sampai sekarang belum juga ada yang menemukan keberadaan dari Dennis, Dania ataupun kedua anaknya Danisha dengan Dafina.


Daniel memunguti barang-barang dari anak-anaknya Dennis Ritchie Valens Edgardo yang ditemukan oleh anak buahnya.


Mayat yang ditemukan di TKP dibawah pihak kepolisian untuk segera diotopsi sesuai dengan keinginan keluarganya Pak Edgardo. Mereka menunggu kedatangan jenazah Dennis dan yang lainnya di Rumah Sakit Sehati.


Berita kecelakaan dari pengusaha termuda dan tersukses tahun ini langsung menjadi viral dan perbincangan dari khalayak ramai. Foto mereka terpampang jelas disemua berita baik itu di media cetak maupun media elektronik, televisi, surat kabar maupun di sosial media.


Dea Mirela Hutson dan Ririn Dwi Ariyanti dan teman kerjanya yang lain sangat shock dan kaget dengan berita yang mereka dengar. Banyak yang berargumentasi bahwa Dania tidak beruntung dalam percintaannya.

__ADS_1


Kenapa mereka berkata seperti itu, Karena belum cukup 24 jam Dani memposting tentang perjalanannya menangkap ikan bersama suami dan anak-anaknya, tiba-tiba terdengar kabar yang sangat mengejutkan itu bahwa Dania beserta keluarga kecilnya meninggal dunia.


"Aku bahagia mendengar kamu sudah mampus, aku sangat beruntung bisa membaca beritamu ini?" Umpatnya Jingga.


Jenazah korban kecelakaan itu akhirnya tiba di rumah sakit milik salah satu sahabatnya Pak Edgardo. Banyak sudah yang datang baik itu keluarga besar Dennis maupun dari kalangan sahabat Dania sendiri.


Beserta rekan bisnisnya dan pewarta berita berdatangan memadati area rumah sakit. Tangis pilu dan haru terdengar jelas dari mereka terutama keluarga yang ditinggalkan. Jenazah itu dibawah ke dalam kamar khusus untuk segera di sebelum membusuk.


Perhiasan emas yang menjadi mas kawin Dania yang terpasang di jari,tangan dan leher korban masih terpasang di tubuh korban. Paman Jamal dan Bibinya Bu Rita pun sudah datang. Mereka tak henti-hentinya menangis atas tragedi kecelakaan yang menimpa keponakan dan keluarganya.


"Dania! Maafkan Paman yang telah gagal menjagamu dengan baik, aku merasa bersalah sekali karena tidak sanggup memenuhi amanat ibumu," batinnya Pak Jamal.


"Nyonya Dania, saya minta maaf selama ini atas salah dan khilafku, aku merindukan nona muda Icha dan Fina," Mbak Aisyah membatin melihat jenazah kedua orang itu yang dianggap Dennis dan Dania.


David telah mendapatkan bukti yang sangat akurat kalau kejadian ini adalah murni bukan kecelakaan tapi ada orang dibalik semua ini yang sengaja merencanakan agar mereka meninggal.


Akhirnya pihak rumah sakit mengeluarkan Informasi berita kematian dari Dennis Ritchie Valens Edgardo dan Dania Aulia Ramadhani telah meninggal dunia sedangkan anak mereka belum ditemukan mayatnya sampai sekarang.


Sedangkan di dalam ruangan seseorang sedang menikmati minumannya, "Akhirnya kamu benar-benar sudah mati, hahahaha!!" Teriaknya dengan tawanya yang membahana memenuhi seluruh sudut ruangan itu.


"Aku ingin melihat seluruh keluargamu menderita seperti apa yang terjadi kepada adikku dulu!" Geramnya.


Flashback on...


Hari itu adalah hari kelulusan Adinda Kanya Ariesta di sekolahnya. Adinda berniat untuk mengutarakan perasaannya kepada cowok yang selama ini dia suka. Dia sangat mencintai laki-laki itu bahkan seluruh isi kamarnya berisi foto dari laki-laki itu.

__ADS_1


Dia selama ini tidak berani mendekati laki-laki itu dan Dinda hanya bisa mencintainya dalam diam. Hingga hari kelulusan, tepatnya hari sabtu, tanggal 13 Mei 2005 tepatnya sekitar 17 tahun Lalu. Adinda sudah mempersiapkan hadiah untuk menembak cowok yang dia suka.


Dennis Ritchie Valens Edgardo adalah laki-laki pujaan hatinya yang diam-diam selama ini dia sukai tapi tidak mampu untuk mengutarakan isi hatinya.


Setelah beberapa saat acara kelulusan itu selesai. Adinda naik ke atas panggung dan mengumumkan kalau dia suka dengan Dennis. Ia memberanikan dirinya untuk menembak Denis untuk menjadi kekasihnya saat itu di hadapan banyak orang.


Semua orang yang berada di sana tertawa terbahak-bahak mendengarnya, bahkan semua orang berbisik-bisik membahas dan bahkan mereka tak segan-segan untuk menghina cewek itu. Bahkan mereka mempermalukan Adinda di depan umum.


Dennis tidak menggubris atau pun mengeluarkan sepatah kata, dia janya cuek dan langsung meninggalkan ruangan itu tanpa sepatah katapun.


Adinda menangis histeris dan langsung berlari ke arah pintu saking malunya. Dia bahkan tidak pernah lagi datang ke sekolahnya untuk mengurus dan menyelesaikan sua berkas ijazahnya yang mengambil alih adalah kakaknya.


Flashback off..


Orang itu menyeringai dan tertawa jahat dengan berita yang dia dengar dan lihat.


Dia tersenyum penuh kemenangan,"semoga anak kalian secepatnya menyusul kalian juga," umpatnya Pria itu.


"Dulu aku menjebak kalian agar segera menikah dan membuat Ayahmu yang sombong itu hancur tapi tidak berhasil malahan kalian masih bisa bersatu, tetapi untuk kali ini itu tidak akan berhasil karena kamu akan segera bersatu menjadi tanah," kesalnya dengan senyuman liciknya.


"Adikku adinda moga kau bisa tenang karena kakak sudah membalaskan dendanmu ini!," Orang itu memegang foto adiknya yang sudah tiada.


Kehidupan in bukan untuk menemukan cinta, tapi untuk membangun cinta. Cinta yang indah tidak mungkin hanya ditemukan. Cinta yang indah menuntut pengorbanan yang tidak sederhana.


Hanya dibutuhkan beberapa detik untuk jatuh cinta, tapi seumur hidup untuk membuktikannya.

__ADS_1


"Menunggumu dalam kesabaran lebih indah bagiku dari pada mengungkapkannya. Menantimu dalam doa lebih bermakna dari pada menjelaskannya."


__ADS_2