Cinta Pertama

Cinta Pertama
Bab. 133


__ADS_3

Dania berdiri dari duduknya saking terkejutnya, "ini tidak mungkin kan kakak pasti ada Kesalahan pahaman dari berita ini!?" Ujar Dania Arindita Aulia Ramadhani.


Dennis pun menampilkan wajah yang kebingungan, "Aku pun kaget dan shock setelah melihat berita itu, pantesan bapak-bapak itu melihat ke arahku yang seakan-akan melihat hantu saja," timpalnya Dennis Rodman Richie Valens Edgardo.


"Ini tidak mungkin, pasti mereka salah mendapatkan informasi tentang kita semua!" Gerutu Dania.


Dari situlah Dania mengetahui penyebab suaminya nampak tegang dan tangannya menggenggam erat kepalan tangannya hingga memutih.


"Ya Allah… siapa pun orangnya yang telah melakukan hal itu padaku maka aku akan membalas dendam kepada mereka siapa pun itu!!" Geramnya Denis yang sudah marah-marah.


Dania menatap intens suaminya, "Tapi dari mana mereka sampai tahu dan mengeluarkan berita itu?" ungkap Dania lagi.

__ADS_1


Dennis tiba-tiba terdiam dan merenungi semuanya termenung dan teringat tentang yang terjadi terakhir kalinya. Iya hanya tidak menyangka dengan fakta yang ada.


Dennis berusaha untuk mengingat kejadian beberapa tahun silam, "Waktu itu kan saya menelepon David ada Daniel untuk datang ke lokasi kita setelah melihat ada beberapa mobil yang mengikuti kita, tapi karena kita harus singgah ke masjid untuk shalat akhirnya aku tidak melihat keberadaan mobil yang mengikuti kita lagi setelahnya itu," jelasnya.


Dania tersenyum tipis,"Apa karena orang yang mengikuti kita itu penyebab jatuhnya mobil kita ke dalam jurang?" Tanyanya Dania yang mencoba untuk menebak.


Dennis tersenyum penuh maksud, "Benar sekali untuk mengetahui itu Kita segera pergi dari sini sebelum ada yang curiga kalau kita masih hidup" imbuhnya Dennis.


Langkahnya Dennis setelah itu adalah iaa menyewa hotel dan tidak ingin menyewa hotel bintang lima. Dennis takut, cemas, khawatir jika kedatangannya sampai diketahui oleh orang yang berada dibalik perencanaan kecelakaan mobilnya itu.


Hotel yang kebetulan yang disewa mereka berdua berada tidak jauh dari terminal bus tersebut. Dennis segera menidurkan anak-anaknya dan mengajak istrinya untuk membahas berita kematiannya.

__ADS_1


Dennis menerawang jauh, "Pantesan tidak ada satupun yang mencari keberadaan kita karena mereka menganggap kita sudah meninggal, aku pikir mereka sudah bahagia dan senang setelah kepergian kita ini," ungkap Dennis.


Dennis kembali teringat dengan wajah mamanya Bu Sanaya dan Oma Margaret ketika membaca surat kabar itu yang menampilkan wajah mereka yang sangat sedih. Dennis tidak menyangka akan terjadi seperti ini. Di luar dugaan mereka mengalami hal yang sangat berbahaya.


"Mas Ingat enggak di dalam mobil itu hanya ada dua korban kan dan tidak ada mayat anak-anak, berarti ceritanya si kembar sampai sekarang belum ditemukan keberadaannya kalau seperti ini," tebaknya Dania.


"iya benar sekali apa yang kamu katakan Istriku," pungkasnya Dennis yang tersenyum penuh kemenangan..


"Sepertinya kita bisa manfaatkan berita itu untuk mengetahui apa maksud dari semua ini, tidak mungkin Daniel, David dan papa tidak melakukan otopsi terhadap mayat korban itu dan itu sangat mustahil menurut saya yakin ada Maksud di dibalik semua itu," ungkapnya Dennis.


"Itu benar banget Mas, saya yakin jika tidak mungkin Papa Edgar dan yang lainnya tidak bertindak, semakin ke sini permasalahan ini semakin menimbulkan berbagai pertanyaan dan teka-teki yang harus kita segera pecahkan," tuturnya Dania.

__ADS_1


__ADS_2