
Dania tersenyum tipis, "Baik sayang kita toilet dulu yah, jangan sekali-kali ditahan jika ingin buang air nanti sakit kalau keseringan tahannya," imbuhnya Dania yang mengajari ke-dua anak kembarnya itu.
"Yah, Mama antar Icha dan Fina sekalian mama cari tempat untuk shalat dzuhur sudah adzan di hpnya Mama loh!" ucapnya Dania.
"Kalian Hati-hati yah sayang" ujarnya Dennis Ritchie Arfatan Valens Edgardo.
Berkat beberapa ramuan obat tradisional yang diracik oleh pak Ahmad Sahir dan Dania juga istrinya sendiri. Setelah sampai di terminal bus mereka berpisah dengan anak buahnya Danial dan David.
Mereka ingin langsung ke rumah Dania karena rumahnya letaknya lebih dekat dari terminal dibandingkan rumah pribadinya Dennis. Tapi sebelum mereka melangkahkan kakinya untuk melanjutkan perjalanannya, tiba-tiba Icha dan Fina ingin buang air kecil terlebih dahulu.
"Ma aku pengen pipis, antara aku ke toilet yah Ma!" Danisha meminta tolong pada mamanya sendiri itu berkata demikian sambil menunjuk ke arah Toilet.
Ketiga perempuan yang paling disayanginya setelah Mama kandungnya sendiri mereka berjalan ke arah toilet. Sedangkan Dennis mencari tempat untuk duduk yang tak jauh dari toilet tersebut untuk berjaga keamanan mereka.
__ADS_1
"Maaf Pak, bisa geser dikit Pak!" Pintanya Dennis di depan seorang pria paruh baya yang mungkin umurnya berusia kira-kira lima puluhan.
Spontan Bapak itu langsung menggeser tempat duduknya dan menatap intens ke arahnya Dennis sedangkan yang ditatap seperti itu heran. Dennis mengambil beberapa surat kabar yang ada ditumpukan surat kabar yang ada di atas kursi tunggu.
Dennis mencari beberapa berita bisnis yang lagi hangat dan ingin mengetahui perkembangan perusahaannya tapi Matanya tanpa sengaja melihat fotonya terpampang jelas di surat kabar itu.
Dennis membelalakkan matanya dan melotot saking kagetnya dan semakin dibuat penasaran dan matanya terbelalak setelah membaca berita kematiannya dengan Dania Almira Aulia Ramadhani.
Dennis dibuat bener-bener shock membaca berita itu dan sangat kaget dan sedih juga. Dennis semakin dibuat tak percaya dengan berita itu. Padahal kenyataannya mobil yang mereka pakai, dicuri oleh seseorang disaat Dennis melaksanakan shalat dzuhur dan ashar bergantian dengan Istrinya.
Dan untung saja waktu itu Dania tidak ikut dalam mobil karena menemani Icha dan Fina ke toilet ingin buang air kecil. Dan karena terburu-buru Dania melupakan mengambil kunci mobilnya yang terparkir di sekitar lokasi area masjid. Mobil mereka dibawah kabur oleh pencuri.
Bahkan barang-barang yang sempat diselamatkan oleh Dennis Ritchie Valens Edgardo dengan Dania istrinya. Hanya tas kecil milik Icha dan Fina yang tak pernah lepas dari punggungnya mampu mereka selamatkan.
__ADS_1
Dari situlah awal kisah mereka hingga tersesat sampai ke desa Sukakarya. Dania, Dafina dan Danisha menghampiri Dennis suaminya yang duduk di kursi tunggu.
Dania memperhatikan raut wajah suaminya yang tidak biasa. Dania segera menyentuh lengan suaminya, "Mas, tidak apa-apa kan?" Tanyanya Dania yang penasaran dengan apa yang terjadi pada suaminya itu.
Sebenarnya Dennis, dibuat kaget oleh kedatangan Dania yang secara tiba-tiba itu. Hingga beberapa majakah, koran yang dipegangnya langsung terjatuh ke lantai.
Reflek Dania memungut surat kabar itu dan dia juga kaget setelah membaca artikel berita tentang kematian mereka dalam kecelakaan maut.
"Ini tidak mungkin, pasti mereka salah mendapatkan informasi tentang kita semua!" Gerutu Dania.
Dari situlah Dania mengetahui penyebab suaminya nampak tegang dan tangannya menggenggam erat kepalan tangannya hingga memutih.
"Ya Allah… siapa pun orangnya yang telah melakukan hal itu padaku maka aku akan membalas dendam kepada mereka siapa pun itu!!" Geramnya Denis yang sudah marah-marah.
__ADS_1