
"Kenapa kok bisa mama kalian melarang itu kan makanan enak?" ucap Dennis Ritchie Valens Edgardo.
"Kata mama cukup tiga kali saja dalam sebulan makan makanan siap saji Pa, makanan siap saji kurang baik untuk kesehatan jadi kalau bisa dan diusahakan untuk tidak terlalu sering mengkonsumsi makanan itu," imbuhnya Icha lagi.
Dennis tersenyum tipis,"ohh gitu yah alasannya, gini saja kalian boleh makan lagi tapi untuk bulan depan kalian cukup makan dua kali saja, gimana?" tanya Dennis yang mengusulkan hal tersebut untuk menengahi perdebatan kedua anaknya.
Dafina dan Danisha saling berpandangan sebelum mengiyakan. Mereka masih ragu dan takut jika ketahuan oleh mama mereka. Ada rasa takut dan rasa yang sangat menginginkan makan makanan ayam goreng kesukaan mereka.
"Gimana dengan idenya Papa, apa kalian setuju?" Tanyanya Dennis.
Lama mereka memikirkannya dan akhirnya mereka mengiyakan. Icha juga sangat suka dengan makanan kesukaan Upin dan Ipin tapi karena mamanya melarangnya dengan alasan yang membuat mereka mengerti. Pesanan mereka pun sudah ada di meja.
Mereka menyantap makanan itu dengan lahapnya. Tapi sebelum makan mereka selalu berdo'a. Hal itu membuat Dennis sangat bersyukur memiliki istri yang mendidik anak-anaknya dengan baik. Bukan hanya pendidikan formal saja tapi pendidikan agama tetap mereka dapatkan.
"Papa, apa tidak mau makan bersama kami? Tanyanya Fina yang sudah mengigit daging ayamnya.
"Papa! yuk kita makan bersama,coba deh Papa ayamnya sangat enak," bujuk Icha yang menyodorkan sepotong ayam goreng ke arah papanya Dennis Ritchie Valens Edgardo.
"Iya nak, makasih Papa akan ikut bersama kalian," timpalnya Dennis yang spontan mengambil ayam goreng dari dalam tangannya anak pertamanya.
Jam sudah menunjukkan pukul dua siang, Mereka akhirnya meninggalkan kebun Binatang. Dennis mengantar anak-anaknya ke sekolah sebelum mama mereka datang. Ia tidak ingin Dania mengetahui hal ini dan tidak ingin Dania tahu kalau anaknya telah berbohong dan bolos sekolah.
Setiap jam istirahat Dania meminta ijin kepada rekan kerja atau kepada atasannya untuk pulang menjemput anak-anaknya di sekolahnya dan mengantar si kembar ke rumahnya. Hal itu terjadi sebelum kedatangan Mbak Aisyah bekerja di rumahnya, karena hari ini Mbak Aisyah kurang fit jadi tepaksa Dania yang mengambil alih untuk mengantar jemput anaknya.
Dania kembali ke kantornya, sesampainya di Kantor Dania mendapatkan panggilan dari presdirnya. Danka kaget dan merasa was-was, ia berpikiran kalau ia membuat kesalahan sehingga mendapatkan panggilan langsung dari pimpinan tertinggi di tempat kerjanya.
"Ada apa yah, kenapa aku dipanggil, perasaan kerjaan aku aman saja," batinnya Dania.
__ADS_1
Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..
Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Cinta Pertama loh, judulnya ada di bawah ini:
Pelakor Pilihan
Cinta Kedua CEO
Love Story Ocean Seana
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Baby Sitter Pilihan
Merebut Hati Mantan Istri
Duren, i love you
First Love Rubi Salman
The Second Life Love
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap CP Cinta Pertama Istri dengan caranya: Like Setiap babnya
__ADS_1
Rate bintang lima
Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi
Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...
Makasih banyak all readers…
I love you all..
Pengumuman!!!!!
Mulai besok hingga tanggal 4 aku akan adakan give away Novel MEREBUT HATI MANTAN ISTRI,
Dukungan Nomor Rank 1 dan 2 pulsa 50k Untuk dua orang.
Dukungan posisi rank ke 3-4 masing-masing 25k untuk 4 orang.
Khusus Satu Orang dengan komentar terbaik menurut Fania akan mendapatkan pulsa 25k.
Syaratnya Wajib:
Like, Baca dari bab 1 hingga update bab sampai tgl 4 Desember 2022. Perhitungannya mulai hari Senin tanggal 14 November.
__ADS_1
Harus Follow akun Fania Mikaila Azzahrah yah!!