Cinta Pertama

Cinta Pertama
Bab. 128


__ADS_3

"Dennis jangan hanya bermain segera tuntaskan semua ini, kamu terlalu lambat dan memberikan mereka kesempatan untuk membalas," sarkasnya Daniel yang duduk di atas kap mobilnya itu.


Ada beberapa muridnya yang terluka sedangkan dari pihak penyamun bukan hanya luka-luka tapi sudah ada yang tewas dan meregang nyawa. Malam semakin larut dan anjing hutan menggonggong menandakan kalau malam ini akan mereka lewati dengan penuh perjuangan.


Kelelahan sudah nampak dari beberapa muridnya Dennis Pak Sahir membantu orang yang terluka untuk memberikan pengobatan medis. Dennis semakin mengeluarkan taringnya dan tidak mau bermain lagi untuk mrnghadapi komplotan penyamun itu.


"Kenapa pihak kepolisian belum datang juga, seharusnya mereka datang," batinnya Dennis.


Pihak kepolisian pun sudah datang, mereka juga ikut bertarung melawan penjahat itu dengan tidak memberikan waktu dan kesempatan untuk melawan. Dennis menatap tajam ke arah calon adik iparnya itu kemudian dia tak segan lagi untuk membunuh lawannya. Bau anyir darah dari pertempuran mereka semakin tercium hingga ke mana.


Akhirnya menyisakan beberapa anak muridnya Dennis Ritchie Valens Edgardo yang tersisa sedangkan penyamun itu sisa dua orang saja. Karena selain mereka lumpuhkan dengan kekuatan fisiknya Dennis juga menggunakan beberapa bubuk ramuan racun hasil racikan dari pak Sahir sehingga taktik itu ternyata berhasil dalam menuai kesuksesan.


Dennis setengah berteriak ke arahnya Dania Aulia Ramadhani Kusuma David istrinya, "istriku! jaga anak-anakmu jangan biarkan satupun penjahat itu mendekati kalian semua!" Teriak Dennis kepada istrinya.


Dania tersenyum ke arah suaminya itu, "Baik Mas tidak usah Mas risaukan kami, jaga diri Mas dengan saja baik-baik!" Jeritnya Dania.

__ADS_1


"Jangan ada yang menyerah,bunuh penyamun itu, ingat berapa banyak sudah keluarga kita yang menjadi korbannya," pak Sahir berkata seperti itu untuk membangkitkan semangat juang para pemuda.


"Ayo semangat bantuan sudah datang dari polisi, jangan ada yang kalah dari mereka, hancurkan Mereka sampai ke akar-akarnya!" Geramnya Ardi salah satu murid sekaligus temannya Dennis yang terbilang kuat.


Mereka berharap pertempuran ini membuahkan hasil yang membuat tidak akan ada lagi generasi penyamun yang ingin menganggu perjalanan mereka ke kota bahkan untuk masyarakat lainnya di desa Sukarya yang besar kemungkinannya mereka akan terbebas. Dennis segera berguling lalu melemparkan ramuan racun itu langsung ke wajah salah satu dari mereka.


Hal itu membuat mata buta sayangnya bos besar mereka berhasil mengelak dari serangan itu. Tapi, Dennis sama sekali tidak menyerah. Tiba-tiba ada seorang penyamun mendekati Daniadan ingin menyerang Danoa dari arah belakang. Tapi pergerakannya diketahui oleh Danisha dan Dafina yang terbangun akibat dari kebisingan pertempuran itu sehingga mereka membantu kelurganya.


Icha melototkan matanya melihat pria itu yang berlari ke arah mamanya, "Mama!! awas ada yang menyerang Mama dari belakang!! Teriakan Icha cukup lantang dan nyaring


Teriakan itu yang membuat fokus Dennis terganggu dan goyah dan lawannya memanfaatkan keadaan itu dan langsung mengayungkan pedangnya ke arah lengannya Dennis. Dan kejadian itu berhasil merobek pergelangan tangan Dennis walaupun ia sudah cukup mampu untuk bergerak menghindari serangannya.


Dabia juga langsung mengambil ancang-ancang untuk meluncurkan tendangannya ke arah wajah penyamun itu tanpa belas kasihan lagi. Tetapi terlebih dahulu Dania mengolesi cairan racun ke sepatunya.


Kejadian aksi Dania berhasil dan tendangannya cukup yang sangat kuat mengenai daerah sekitar mata orang itu. Icha tetap tertidur lelap bahkan keributan dan kegaduhan yang terjadi tak berhasil mengusik tidur cantiknya. Denni sangat terbantu dengan ramuan racun milik pak Sahir.

__ADS_1


Beberapa polisi, Daniel, David, Daniel,pak Ahmed Sahir dan beberapa anak murid Dennis terlebih dahulu memakan pil penawar racun itu. Sehingga mereka kebal dari pengaruh racunnya.


Mobil yang mereka pakai pun tidak kalah ributnya karena ketakutan dengan keadaan itu. Bahkan ada salah kuda yang berhasil lepas dari kereta. Dan langsung berlari ke arah hutan belantara. Dia segera melumpuhkan lawannya bahkan membunuh orang itu.


Dania seger bergegas ke arahnya Dennis untuk membantu suaminya. Karena keamanan si Kembar sudah terjamin. Ada anak murid Dennis dan pak Sahir yang menjaganya serta beberapa tentara juga baru datang untuk memberikan bala bantuannya.


Tersisa satu penyamun yang bertahan dia lah bos besarnya yang sedang dilawan oleh Dennis. Dania membantu suaminya jadi posisinya sekarang dua lawan satu. Dennis sedikit mengeluh kesakitan karena sudah banyak darah yang keluar dari luka-lukanya.


Dania langsung mengambil inisiatif untuk menyerang menggunakan racun. Dia cukup mampu dan mengetahui beberapa manfaat dan khasiat dari beberapa racun. Hal itu dikarenakan selama tinggal di desa Sukakarya, ia belajar dari pak Sahir dan ibu Masitah yang mengajarkan mereka tanpa pamrih. Dania membubuhkan racun kali ini langsung ke jemari tangannya racun itu berbentuk jel yang cukup mematikan itu.


Dania sempat tersungkur akibat tendangan dari bos penyamun. Ia langsung bangkit dan menyerang dengan membabi buta tanpa memberikan jeda dan waktu kepada penyamun itu. Dania melihat wajah suaminya yang sudah tampak pucat pasi.


"David!! Tlong Dennis keadaannya sekarang cukup parah!" Daniel berteriak ke arah pak David sambil tetap melanjutkan perlawanannya.


Karena kelihaian dan kegigihannya, Dania berhasil menumbangkan bos besar penyamun itu dengan beberapa tusukan di area yang paling vital. Ia segera berlari ke arah Arya untuk membantu Pak Sahir mengobati Suaminya.

__ADS_1


Mereka cukup bahagia Karena perlengkapan dan persediaan obat-obatan yang cukup banyak. Akhirnya Dennis bisa juga bisa tertolong dan pendarahan dari lukanya berhenti. Dania langsung memangku suaminya yang sudah tidak sadarkan diri.


Dania juga sudah meneteskan air matanya melihat sang suami yang tak berdaya di karenakan ingin melindunginya. Dania sudah sedih dan ketakutan melihat kondisi dari Dennis.


__ADS_2