Cinta Pertama

Cinta Pertama
Bab. 180


__ADS_3

"Itu tidak masalah, suamimu ini akan selalu siap dan bersedia memasak makanan yang kamu inginkan," jelasnya Dennis dengan membanggakan dirimya sendiri sambil menundukkan kepalanya seperti seorang koki yang sedang berbicara dengan pelanggan setianya yang menyukai masakannya itu.


"Seriusly nih Mas!" Tanya Dania Andira Aulia Ramadhani Kusuma Wijaya Edgardo.


"Mas malah seribu rius loh dan itu tidak masalah buat Mas, kamu tenang saja yang paling penting kamu jangan sekali-kali mencela masakanku itu!" ucap Dennis.


Setelah makan Dania sengaja ingin berlama-lama di dalam dapur dan membiarkan suaminya duluan masuk ke dalam kamarnya karena ada niat dan maksud dia melakukan itu semua.


"Kalau kamu seperti ini bisa-bisa aku akan memakan kamu loh di sini di dalam dapur karena selama ini kita belum pernah melakukannya di dapur, apa kau setuju kalau kita cari suasana yang berbeda!" Senyuman penuh arti diperlihatkan oleh Dennis di hadapan istrinya itu.


"Ish… ish… tak boleh.. aku lagi hamil…," ujarnya Dania yang keceplosan karena melupakan kalau ia akan merahasiakan untuk sementara hal tersebut.


Dennis Ritchie Valens Edgardo yang mendengar perkataan dari istrinya itu Dania Andira Aulia Ramadhani begitu terkejutnya dan tidak yakin jika istrinya hamil.


"Ehh hehehe salah ngomong, maksudnya aku gimana kalau aku secepatnya hamil lagi Mas maksudnya aku gitu," elaknya Dania yang berusaha menutupi kenyataan yang ada.


Dennis mengecup sekilas keningnya Dania lalu beranjak pergi dari dalam dapur. Dania akhirnya bisa bernafas lega karena Dennis tidak mempermasalahkan perkataan dan banyak tanya lagi.


"Untung saja tidak ketahuan, aku sih sampai-sampai tidak pintar menyimpan rahasia dari Mas Dennis," umpatnya Dania yang memarahi dirinya sendiri.


"Semoga saja berhasil," batinnya Dania.


"Mas duluan yah ke kamar, aku ingin berbincang-bincang dengan beberapa asisten rumah tangga kita disini, ga apa-apa kan Mas?" pinta Dania.

__ADS_1


"Iya gak masalah sayang,tapi ingat jangan lama-lama yah," ucapnya Denis sambil mencium puncak kepalanya Dania dengan penuh kasih sayang dan kelembutan.


"Oke! Siap suamiku," Jawab Dania sambil mengacungkan jarinya tanda setuju dengan perkataan dari Dennis itu.


Dennis meninggalkan Istrinya yang sedari tadi tersenyum penuh maksud. Dennis tanpa curiga berjalan naik ke lantai dua dan masuk ke dalam kamarnya.


"Tumben hari ini, Dania makan begitu lahap dan banyaknya seolah makanan itu untuk tiga orang sekaligus, apa karena aku beberapa bulan tidak melihatnya gara-gara koma," gumamnya Dennis Ritchie Valens Edgardo yang menggeleng kepalanya mengingat sikapnya Dania yang tidak biasanya.


Dennis segera meraih lalu mengambil handuknya dan segera berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah beberapa saat kemudian, Dennis keluar dengan wajah yang sudah segar dan mengambil pakaian ganti yang sudah disiapkan oleh Daniaa. Tapi tiba-tiba ada suara benda yang terjatuh ke atas lantai.


Bruk!!


"Apa itu yah? Apa yang jatuh gitu," gumam Dennis yang keheranan dengan benda yang terjatuh itu.


Denis tiba-tiba timbul dalam hatinya jiwa yang kepo tersebut, dia penasaran dengan keberadaan isi dari kotak itu dan membuatnya tak berfikir panjang kemudian mulai membuka tutup kotak itu tanpa aba-aba dan banyak pikir.


"Ini kotak apa yah? Kok ada di atas lipatan pakaianku," lirihnya Dennis yang berpikir keras berusaha mengingat kotak itu, tetapi akhirnya tidak juga menemukan titik temu jawabannya.


Dennis memelototkan kedua bola matanya saking tidak percayanya membaca tulisan di dalam kotak tersebut. Ia sangat kaget sekaligus bahagia setelah melihat isi dari kotak itu.


"ya Allah... ini kan testpack tapi, punyanya siapa apa ini punyanya Dania karena tidak mungkin punya wanita lain," lirih Denis yang menatap dengan tajam ke dalam tulisan testpack tersebut.


Dania kasihan pada suaminya itu yang sudah sangat khawatir sehingga ia memutuskan untuk mengakhirinya kejahilan dan permainan suaminya itu.

__ADS_1


Beberapa hari kemudian, Dennis Ritchie Valens Edgardo bertemu dengan adik dari ibunya itu. Pak Richard Kevin Durant. Pak Richard mulai bercerita tentang kisah hidupnya waktu itu.


Mereka berdua dengan seksama dan diam mendengarkan curhatan uncle Richard. Dania tidak ingin memotong atau pun menyanggah pembicara uncle Richard yang menurutnya menyentuh relung hatinya yang paling dalam.


Entah kenapa apa yang diceritakan oleh Uncle Richard seakan-akan dia berada ditempat dan waktu kejadian itu. Ada oerasaan aneh yang timbul dalam hatinya.


"Ya Allah… kenapa hatiku sangat teriris sembilu dan sangat sedih,"Lirihnya Dania Andira Aulia Ramadhani.


Saking bahagianya Dennis berulah dan bersikap seperti anak kecil saja yang jingkrak-jingkrak di depan lemari pakaiannya.


"Syukur Alhamdulillah… aku akan menjadi seorang papa lagi semoga anakku ini cowok kan sudah ada cewek dua orang Fina sama Icha putri kembarku yang lucu," cicitnya Dennis yang sangat bahagia hingga handuk yang dipakainya untuk melilit di pinggangnya itu hampir saja melorot.


Ketika Dania membuka pintu kamarnya handuk yang dipakai Dennis melorot ke bawah hingga Dania terperangah melihat pokok kehidupannya Dennis yang begitu perkasa.


"Apaan tuh Mas?!" Pekiknya Dania.


Delia langsung berteriak dan menutup matanya. Setelah melihat sesuatu yang tidak biasa.


Dania menutup kedua matanya dengan telapak tangannya itu,"Mas! Itu tuh handuknya!" Jeritnya Dania sambil menunjuk ke arah handuk yang dipakai oleh suaminya itu yang sudah tidak terpasang di tempatnya.


Kebahagiaan tidak selamanya dilihat dari segi banyaknya materi dan harta yang Kamu miliki, tapi bagaimana Kamu bisa membuat dan melihat senyuman yang tercipta dari orang-orang yang Kamu sayangi.


Kamu tidak akan menemukan kebahagiaan jika terus menuntut kesempurnaan. Syukuri apa yang kamu miliki, maka di sana akan kau temukan kebahagiaan.

__ADS_1


Kebahagiaan tidak menghampiri mereka yang memiliki segalanya, namun kebahagiaan akan menghampiri mereka yang berterus bersyukur atas nikmatnya.


__ADS_2