Cinta Pertama

Cinta Pertama
Bab. 71


__ADS_3

Setelah dari luar, Dania kembali ke kubikelnya untuk melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda. Dania fokus dengan pekerjaannya walaupun hati dan perasaannya dilanda dilema. Ia masih kepikiran dengan apa yang barusan terjadi padanya. Hatinya selalu mengatakan jika Dennis atasannya adalah suaminya sendiri.


"Kenapa hatiku mengatakan jika Pak Presdir adalah Papa dari kedua anak kembarku, hati ini selalu merasakan sentuhannya hingga detik ini," batinnya Dania.


Dennis Ritchie Valens Edgardo kemudian mengambil hpnya dan kunci mobilnya. Tapi sebum berangkat Arya memerintahkan kepada office boy dengan office girl untuk segera membersihkan ruangannya yang sudah ia hancurkan karena kemarahannya yang sudah menggebu.


"Kalau aku di sini terus, aku bisa dibuat stres dan gila," umpatnya Dennis lalu meraih hp dan kunci mobilnya.


Dennis meninggalkan kantornya tanpa pamit terlebih dahulu kepada sekretarisnya Resky Amelia. Dennis melajukan mobilnya tak tahu arah. Entah angin apa yang membawanya sehingga mobilnya berhenti di depan rumahnya Dania.


Dennis menghentikan mobilnya tidak Jauh dari rumah pribadi istrinya itu, rumah yang ia berikan disaat mereka menikah sebagai mahar untuk Dania. Dennis mengamati dari jauh kondisi dan aktifitas rumah itu.


Dennis mendaratkan keningnya diatas kemudi setir mobilnya. Raut wajahnya seperti seorang yang mati segan hidup pun enggan.


"Kenapa hidupku tidak sebebas pria di luar sana yang sesuka hatinya menentukan pilihannya untuk hidup dengan wanita manapun yang ia sukai dan kehendaki sedangkan aku, apa kebahagiaan itu tidak ada dalam kamus hidupku!' lirih Dennis seraya menyeka air matanya itu.


Tidak lama Danisha dan Dafina keluar rumah. Dennis buru-buru memperbaiki pakaiannya dan penampilannya, ia buru-buru membuka pintu mobilnya lalu berjalan ke arah luar mobil dan berlari kecil ke arah sikembar.


Dennis langsung berhambur ke arah anaknya dan langsung memeluk tubuh anak-anaknya. Bahkan ia sudah menitikkan air matanya dan tak malu-malu untuk menangis di depan anak dan asisten rumah tangganya Dania Mbak Aisyah.


Mbak Aisyah dibuat terkejut dan kaget dengan apa yang mereka lihat. Mbak Aisyah dan security Pak Hasan saling berpandangan. Mbak Aisyah cuma menaikkan bahunya tanda tak tahu apa yang terjadi.


"Papa kok ke sini, papa tahu dari mana kalau kami ada di rumah, paman baik-baik saja kan?" Tanyanya Icha yang memberondong pertanyaan untuk papanya.


Seribu pertanyaan yang terlontar dari bibir mungil Icha, tetapi satupun pertanyaan tidak mendapatkan jawaban dari Dennis.

__ADS_1


Dennis tetap memeluk anak-anaknya dan terisak.


Mbak Aisyah melerai pelukan keduanya, "Maaf Anda ini siapa?" tanya Aisyah sambil menarik kuat Icha dan Fina anak majikannya itu.


"Mbak Aisyah, Paman Dennis adalah Papa kami, suaminya Dania yang punya rumah ini sekaligus temannya kami berdua," Jawab Icha yang tersenyum penuh bahagia..


"Maaf sudah mengganggu aktivitasnya, saya janya teringat dengan anak-anak jadi saya refleks memeluk mereka,"kilahnya Dennis yang sedikit berbohong dan yang telah berhasil kembali ke karakter tegasnya.


"Ohh gitu, kami sebenarnya ingin mengantar si kembar ke masjid yang ada di depan perempatan jalan karena mereka akan mengaji," jelasnya Mbak Aisyah.


"Apa benar Anda adalah papanya, karena setahu saya,kami sudah bekerja hampir setahun disini tapi, kami baru kali ini melihat Tuan, jangan-jangan bapak adalah komplotan penculik anak-anak ," gerutu Pak Hasan.


"Kalau tidak percaya ini adalah buktinya kalau saya adalah Papa mereka," ujarnya Dennis sembari menunjukkan sebuah foto pernikahannya beberapa tahun silam bersama Dania.


Aisyah dan Hasan segera mengambil hp itu tanpa menunggu lama, mereka melihat dengan seksama dan teliti jika benar yang ada di dalam foto itu adalah Nyonya Muda mereka Dania bukan wanita lain. Mereka berdua saling berpandangan satu sama lainnya.


"Bagaimana apa Mbak sama Akang Hasan sudah percaya jika Papa Dennis adalah papa kandungnya kami?" Tanyanya Icha yang tersenyum penuh arti.


Mereka hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju dan mengiyakan perkataan dari mulutnya Icha dan Dennis sendiri.


"Bagaimana kalau aku saja yang mengantar mereka itu pun kalau kalian percaya kepada saya?" Pintanya Dennis.


Mbak Aisyah dan Hasan kembali saling berpandangan dan memutuskan untuk mengijinkan si kembar diantar oleh Dennis papanya itu.


"Baiklah silahkan kalau emang Anda mau dan bersedia mrngantar mereka berdua,"imbuhnya mamang Hasan.

__ADS_1


Akang Hasan merasa pernah bertemu dengan Pak Dennis tapi, lupa dimana mereka bertemu sebelumnya. Dennis dan sikembar menuju masjid. Dennis dengan setia menunggu sampai anak-anaknya pulang.


Dengan melihat senyum anak-anaknya beban berat yang dipikul oleh Dennis terasa ringan. Dennis bertekad dan sudah memutuskan untuk memperjuangkan anak-anaknya dan menunggu waktu yang tepat untuk bertemu dan jujur kepada istrinya.


Makasih banyak all readers…


I love you all..


Pengumuman!!!!!


Mulai besok hingga tanggal 4 aku akan adakan give away Novel MEREBUT HATI MANTAN ISTRI,



Dukungan Nomor Rank 1 dan 2 pulsa 50k Untuk dua orang.


Dukungan posisi rank ke 3-4 masing-masing 25k untuk 4 orang.


Khusus Satu Orang dengan komentar terbaik menurut Fania akan mendapatkan pulsa 25k.



Syaratnya Wajib:


Like, Baca dari bab 1 hingga update bab sampai tgl 4 Desember 2022. Perhitungannya mulai hari Senin tanggal 14 November.

__ADS_1


Harus Follow akun Fania Mikaila Azzahrah yah!!


__ADS_2