Cinta Pertama

Cinta Pertama
Bab. 144


__ADS_3

Tatapan matanya Bu Sanaya terarah ke arah luar jendela mobilnya," ya Allah… berilah kami kesempatan untuk bertemu dengan cucuku dan anak menantuku sudah terlalu lama kami berpisah dan jika aku menemukan mereka walaupun suamiku marah dan menentang hubungan mereka aku yang akan memperjuangkan cintanya dan juga status mereka, ini sudah cukup dan tidak boleh dibiarkan terus berlarut-larut dalam keegoisannya," gumam Bu Sanaya seraya mengepalkan kedua tangannya itu.


Sedangkan di temoat lain dengan suasana yang sangat berbeda-beda terjadi lah kericuhan dan kegaduhan dari ulahnya di kembar dan seorang perempuan yang menjadi target dari Dennis Ritchie Valens Edgardo dengan Dania Ardita Aulia Ramadhani Kusuma David.


"Fina pintar sekali memilih target utama kita, padahal perempuan itu sama sekali tidak diketahui oleh Fina dan semua ini terjadi tanpa sengaja," ujarnya Dennis yang duduk tidak jauh dari tempat kedua anak kembarnya yang sedang beradu mulut dengan Nanda wanita yang menyebabkan kecelakaan maut yang dialami oleh kedua pasangan pencuri mobilnya kala itu.


Dennis memakai masker, berjaket tebal Levis dan memakai topi sehingga penampilannya sangat perfeksionis dan tidak ada yang mengenalinya sebagai Dennis.


Dania pun sama,ia mengikat rambutnya hingga menggulung ke atas ke dalam topinya jadi ia nampak seperti seorang pria saja dan didukung oleh penampilannya yang sangat tomboi hari itu.


"Ini semua keberuntungan kita Mas, padahal orang yang kita tunggu belum muncul juga tapi, kekasihnya sudah datang dan semoga Icha, Fina dan pak Ahmad Adam bisa mengatasi mereka," pungkasnya Dania.


David dan Daniel juga sudah datang dan berjaga-jaga tidak jauh dari tempat mereka. Pandangan mata mereka tajam dan menelisik ke arahnya Icha dan Fina. Walaupun kursi dan meja yang mereka pakai berbeda.


Perempuan itu bernama Nanda Maulana sedangkan orang yang ditabrak oleh Dafina dengan tidak sengaja itu sudah mulai menunjukkan giginya untuk marah-marah dan tidak terima dengan keadaan itu.


Hal itu terjadi dikarenakan makanan dan minuman yang dia bawa dalam nampan tumpah ke pakaiannya hingga pakaian mahalnya rusak dan kotor terkena penuh dengan noda makanan dan minuman.

__ADS_1


Orang itu langsung ngomel-ngomel dan memarahi Fina tanpa ada rem hingga Fina spontan menutup daun telinganya.


Nanda tersenyum sinis, "Hey anak kecil! Anak miskin kamu tahu tidak pakaian ini baru aku beli dari luar negeri, harganya mahal dan ini limited edition loh tapi gara-gara ulah kamu pakaianku harus kotor, dimana kamu taruh kedua mata kamu apa di dengkul!!" Sarkasnya Nanda.


Nanda tersulut emosinya itu dan tidak tahan untuk marah-marah sambil menunjuk ke arah pakaiannya yang sudah berubah model dan warnanya yang awalnya sangat cantik dan seksi.


Fina menundukkan kepalanya lalu berusaha untuk meminta maaf, "Maafkan saya Tante! Saya sama sekali kan gak sengaja menabrak Tante, lagian Tante juga kalau jalan itu pakai mata jangan pakai hati kan gini jadinya!" Sarkasnya Icha yang menggantikan Fina yang sudah duduk di salah satu kursi sambil diobati lukanya oleh pak Ahmad.


Nanda membelalakkan matanya, "Apa!!!" Teriaknya Nanda dengan nada suara yang keras bagaikan petir di siang bolong menganggu aktifitas pengunjung dunia fantasi tersebut.


"Apa! Yang benar saja! Kamu hanya minta maaf, lihat baik-baik pakaianku yang kamu kotori, setelah mengotori pakaian mahalku kamu hanya minta maaf!" Kesalnya Nanda yang menatap jengah ke arah Icha


"Hanya meminta maaf! Maaf itu tidak cukup, enak saja loh bocah nakal, aku tidak terima permintaan maafmu yang aku inginkan kamu mengganti pakaianku ini dengan pakaian baru!" Geramnya Nanda seraya menunjuk ke arah dadanya Icha.


"Apa!! Mengganti pakaiannya Tante dengan yang baru!! What's? Yang benar saja Tante, apa tidak lihat usianya saya yang masih anak-anak, saya harus ambil uang dari mana untuk ganti pakaiannya Tante,coba lihat di sana Kakek yang duduk itu hanya dia yang menjaga dan merawat saya selama ini kami hanya orang miskin Tante!" Ratapnya Icha yang menangkupkan kedua tangannya di depan dadanya yang berpura-pura sedih sekali.


"Ya Allah… putriku belajar dari mana aktingnya kok alamiah banget yah!" Tuturnya Dania yang sedari tadi tidak pernah mengalihkan perhatian dari anaknya itu.

__ADS_1


"Itu urusan kamu emang aku pikir apa! Dan satu hal lagi jangan panggil aku Tante karena aku bukan saudara mamamu dan juga aku belum menikah, ingat itu baik-baik!" Dengusnya Nanda.


Icha tersenyum penuh kelicikan, "Terus aku harus apa Tante, kan kalau kita punya salah sama orang kan harus minta maaf dan juga usianya situ wajar sekali dipanggil dengan Tante kalau ada yang panggil aku Tante baru itu yang tidak wajar dan sangat tidak cocok!" Cibirnya Icha lagi yang semakin memanaskan keadaan.


Orang-orang yang kebetulan berada di sana semuanya terdiam dan tak ada yang ingin berkomentar sedikitpun seolah mereka mendapatkan tontonan yang sangat bagus untuk mereka lihat langsung.


"Itu urusan kamu emang aku pikir apa! Dan satu hal lagi jangan panggil aku Tante karena aku bukan saudara mamamu dan juga aku belum menikah, ingat itu baik-baik!" Dengusnya Nanda.


Icha tersenyum penuh kelicikan, "Terus aku harus apa Tante, kan kalau kita punya salah sama orang kan harus minta maaf dan juga usianya situ wajar sekali dipanggil dengan Tante kalau ada yang panggil aku Tante baru itu yang tidak wajar dan sangat tidak cocok!" Cibirnya Icha lagi yang semakin memanaskan keadaan.


Orang-orang yang kebetulan berada di sana semuanya terdiam dan tak ada yang ingin berkomentar sedikitpun seolah mereka mendapatkan tontonan yang sangat bagus untuk mereka lihat langsung. 


Nanda semakin melototkan matanya saking tidak percayanya mendengar perkataan Icha yang diluar dugaannya, "Yanga jelasnya aku tidak terima kamu hanya minta maaf, aku ingin kamu ganti rugi titik!!" Hardik Nanda.


"Apa ganti rugi!" ucapnya Fina dengan Icha dengan wajah pura-pura shock mendengar perkataan perempuan yang jahat itu.


"Iya ganti rugi, kamu harus mengganti uang yang aku pakai untuk membeli baju ini masa pakai beras!" Sindirnya Nanda lagi yang berkacak pinggang.

__ADS_1


"Tapi Tante uang dari mana ,aku kan belum kerja, aku masih kecil Tante sedangkan kakekku hanya orang miskin, huhuhu," Icha mulai berakting dan bersandiwara menangis tersedu-sedu meratapi nasibnya yang dituntut.


"Tante, Tante Terus aku kan sudah bilang jangan panggil aku Tante! Ap kamu tidak punya telinga atau kau budek!!" Jeritnya Nanda.


__ADS_2