Cinta Pertama

Cinta Pertama
Bab. 145


__ADS_3

"Tapi Tante uang dari mana ,aku kan belum kerja, aku masih kecil Tante sedangkan kakekku hanya orang miskin, huhuhu," Icha mulai berakting dan bersandiwara menangis tersedu-sedu meratapi nasibnya yang dituntut.


"Tante, Tante Terus aku kan sudah bilang jangan panggil aku Tante! Ap kamu tidak punya telinga atau kau budek!!" Jeritnya Nanda.


Perempuan yang bernama Nanda Maulana itu berbicara sambil berkacak pinggang dengan gayanya yang pongah, angkuh dan penuh kesombongan. Perempuan yang menjadi penyebab kepergian Dennis Ritchie Valens Edgardo dengan Dania Ardita Aulia Ramadhani Kusuma David hingga mereka sudah dikabarkan meninggal dunia dalam kecelakaan maut.


Danisha segera berjalan ke arahnya Nanda sambil berlutut hal itu ia lakukan untuk menarik perhatian dan simpatik dari semua pengunjung arena bermain yang baru saja dibuka hari itu juga.


"Aku tidak punya uang Tante, maafkanlah aku tapi, kalau Tante tidak memaafkan aku ijinkan aku untuk mencicil pakain mahalnya Tante!" Pintanya Icha seraya berkata demikian sambil menangis.


Apa yang dilakukan oleh Icha barusan mendapatkan perhatian khusus dari semua pengunjung yang menjadi penonton sedari tadi. Sudah banyak kasat kusut yang terdengar dari mulut mereka.


"Ya Allah… tega benar hatinya perempuan itu! Hanya karena gara-gara pakaiannya kotor sehingga dia menyuruh anak kecil yang tidak tahu apa-apa berlutut di hadapannya, dimana hati nuraninya itu!" Gerutu seorang ibu-ibu.


"Benar sekali, aku pun setuju dengan apa yang kalian katakan, tega benar wanita itu memperlakukan anak kecil yang tidak sengaja menyenggolnya, apa kah lebih penting pakaian atau kesedihan anak itu," pungkasnya Bapak-bapak yang kebetulan menjadi pengamat kejadian itu,


"Apa yang kalian katakan benar adanya, coba kalian lihat anak kecil yang menabraknya kasihan sekali sedari tadi menangis tersedu-sedu karena lututnya yang sudah berdarah dan terluka tapi, dia hanya memikirkan pakaiannya saja, apa dia bukan manusia yah!" Sindirnya ibu itu.

__ADS_1


"Mungkin dia hantu,hewan atau mungkin binatang yang berkedok kan manusia,iya enggak sih!" Sarkasnya bapak yang kebetulan ikut berdiri di salah satu kerumunan tersebut.


"Percuma saja kanu bersujud dan aku juga tidak peduli dengan semua omongan dari orang, yang aku inginkan kamu harus ganti rugi, bukannya berlutut dan menangis seolah-olah meminta belas kasihku, kamu bisanya menangis saja, ayo ikut aku kita mencari kakekmu biar kakekmu yang ganti rugi dan jangan harap aku akan memaafkan kamu, jangan mimpi loh anak ingusan!!" Hardiknya Nanda.


Semua orang yang melihatnya kejadian itu dibuat muak dengan kelakuan jelek dan tidak punya perasaan dari wanita yang berpenampilan layaknya seorang yang mau ke pesta pernikahan saja bukan ke tempat bermain anak.


Icha berusaha untuk melepaskan tarikan tangannya Nanda yang cukup kuat dengan kekuatannya pula, "Jangan Tante kasihanilah aku, kakek aku tidak punya uang! Ampunilah aku Tante kasihan kakek aku nanti dia sakit gara-gara saya," rengeknya Icha yang berusaha melepaskan pegangan tangannya dari tangannya Nanda seraya semakin mengeraskan suara tangisannya tersebut.


Hal ini membuat mereka menjadi bahan tontonan gratis untuk pengunjung. Bukannya berkurang orang yang melihat kejadian naas tersebut, tetapi malahan semakin bertambah banyak dan besar saja. Mereka sama sekali melupakan fungsi dari security dan pihak keamanan arena bermain tersebut. Karena Dennis beserta David dan Daniel mencegah mereka jika ada yang akan memangil pihak keamanan ataupun polisi.


Suara sarkas dan suara sumbang bahkan suara teriakan dari beberapa orang tidak membuat Nanda mengurungkan niatnya dan berubah pikiran. Bahkan Nanda tidak gentar dengan ancaman dari semua orang yang melihat kejadian tersebut, sehingga mereka sibuk dan asyik mengabadikan moment-moment tersebut ke dalam sosial media mereka masing-masing.


Pak Ahmad segera diam-diam meneteskan air mata buatan ke atas kelopak matanya, "Maafkan cucuku ibu, dia tidak sengaja menabrak ibu kami hanya rakyat miskin biasa Ibu makan saja kami sangat susah apalagi untuk beli pakaian mahal dari luar negeri," keluhnya Pak Ahmad Adam.


Nanda memutar kedua bola matanya dengan jengah dan marah, "ibu.. ibu emang aku ibumu, aku itu masih muda dan cantik begini kok dipanggil ibu-ibu! Kamu buta yah Pak tua!" Cibirnya Nanda yang sudah dibuat geram oleh Pak Adam.


"Iya Tante maafkan adikku yah, kami hanya punya uang segini, hanya seratus ribu saja Tante!" ucapnya Danisha lagi. sambil menyerahkan semua uang jajannya yang ada di dalam tasnya.

__ADS_1


"Apaan sih kalian ini! aku butuh uang ganti rugi bukan panggilan Tante mulu, dan apaan ini uangmu cuma 100rb mana cukup untuk ganti rugi, biaya laundrynya saja tak cukup apa lagi untuk mengganti pakaianku ini, emang dasar kalian kumpulan orang-orang melarat!" Geramnya Manda.


Karena perempuan itu berbicara dengan suara yang lantang dan keras membuat kedua anak kembar itu saling pandang dan tersenyum penuh kemenangan mereka kemudian ikut menangis.


"Maafkan saja lah mereka, kasihan mereka tidak punya uang, apa kamu tidak punya perasaan iba sedikit pun!" ucap salah satu pengunjung.


"Iya kasihan mereka sudah menangis, berlutut dan jujur juga kalau mereka tidak punya uang kasihan sekali nasibnya," timpal pengunjung yang lainnya.


"Kalau aku tidak akan meminta rugi malahan aku cuma ingin mencubit dan mencium pipi anak-anak itu, lihat lah mereka kan lucu dan keduanya sangat cantik kan, aku pasti gak tega memarahi mereka aku mungkin akan ajak mereka pulang untuk tinggal di rumahku," imbuhnya yang pengunjung lainnya lagi sehingga semakin ramai dan gaduh tempat itu.


"Lagian mereka juga kan sudah minta maaf, lagian mereka gak sengaja juga menabrak Tante, heran aku yah a ada saja manusia berkepala egois seperti dia, kayaknya dia itu perempuan matre dan gadis perawan tua lagi!" Sindirnya seseorang yang tertawa terbahak-bahak melihat Nanda.


"Iya nih Tante gak jelas banget deh, apa gak kasihan melihat mereka yang lucu dan menggemaskan itu, mungkin dia enggak dapat jatah bulanan dari sugar Daddy nya kali," gerutu yang lain.


"Dengar yah! Saya sama sekali tidak perduli dengan kalian semua, aku tidak mau dengar kata-kata atau alasan yang tidak penting dari kalian semua, kalau kalian kasihan sama ini bocah silahkan kalian ganti rugi dengan pakai uang kalian saja masalah kan sudah beres!" Gerutu Nanda yang seolah tidak punya kesalahan sedikit pun.


Kejadian itu tak lepas dari pengamatan seseorang dan orang itu hanya tersenyum melihat tingkah lakunya si kembar.

__ADS_1


"Aku suka gaya kalian Nak, sungguh awal yang bagus, lanjutkan Nak aksi kalian, akting kalian sangat luar biasa dan patut diacungi jempol nih," ujarnya David yang ingin tertawa terpingkal-pingkal tapi, ia tahan.


__ADS_2