Cinta Pertama

Cinta Pertama
Bab. 68


__ADS_3

Dania terduduk di undakan tangga, dan menangis sejadi-jadinya menumpahkan segala penat dan rasa yang ada didalam hatinya. Ia tidak habis fikir kenapa suara dan sentuhan Presdirnya sangat persis dengan S


suaminya.


Karena saking asyiknya mendalami dan menghayati kejadian yang terjadi antara ia dan Pak Dennis sampai-sampai Dania tidak memperhatikan dering hpnya yang sedari tadi tidak berhenti.


Dania masih sesegukan dan tak berani mengangkat tlpnya. Ia terlebih dahulu menetralkan perasaannya serta Isak tangisnya agar orang lain tidak mengetahui semuanya yang telah terjadi.


"Assalamu alaikum Rin,ada apa?" Tanyanya Dania yang berusaha menetralkan perasaannya dan juga menyeka air matanya.


"Waalaikum salam, kamu dimana kok belum pulang, apa kamu masih berada di ruangan Presdir?" Tanyanya Ririn selidik karena sudah hampir dua jam lebih Dania meniggalkan kantornya.


"Tidak, Alhamdulillah urusannya sudah selesai kok, aku baru saja keluar dari ruangan pribadinya Pak Presdir," jelasnya Dania.


"Alhamdulillah kalau gitu, kamu tidak apa-apa kan dan tidak ada masalah dengan kerjaanmu kan?" Tanyanya Dea yang mengambil paksa hpnya Ririn.


"Nanti aku jelaskan soalnya aku mau sholat ashar dulu," ucap kilahnya Dania.


Sambungan telpon mereka pun terputus, Dania bergegas berjalan ke arah musholla,dia tidak ingin terlambat untuk melaksanakan kewajibannya. Dalam sholatnya ia memohon ampun kepada Allah SWT dan meminta petunjuk tentang keadaan dan kondisi suaminya.


Bahkan Dania untuk pertama kalinya meminta kepada Allah SWT untuk mempertemukan sua dengan suaminya. Selama ini,ia tidak pernah dalam do'anya untuk meminta suaminya datang menemuinya. Baginya Dennis baik-baik saja dia sudah sangat bahagia. Ia merasa tidak pantas dan takut jika mereka bertemu kembali. Rekan bisnis Dennis sudah berpamitan untuk pulang tinggallah ia dan papanua di dalam kantornya.


"Kamu sudah berani rupanya bertemu dengan anak-anak dan istrimu,apa kamu lupa dengan janji yang kau ucapkan dulu?" Gerutu Pak Edgardo.


Dennis hanya diam saja, tidak berniat untuk menimpali perkataannya Pak Edgardo dan mengingat perjanjian mereka sebelum Dennis balik ke Indonesia.


Flashback on..


Hari itu adalah hari terakhir Dennis berada di London sesuai dengan kesepakatan dan perjanjiannya dengan papanya. Arya sangat gembira menantikan saat-saat Dia akan balik ke tanah air untuk menemui istrinya dan anak-anaknya.


Dennis menemui Papanya dan mengutarakan maksud dan keinginannya untuk pulang ke Indonesia. Sesuai dengan kesepakatan dan janji mereka sebelumnya. Awalnya Pak Edgardo, masih santai saja dan belum ingin menanggapi permintaan Dennis.

__ADS_1


"Papa! hari ini adalah hari terakhir saya berada di London, dulu papa sendiri yang berjanji untuk mengijinkan aku pulang ke Indonesia dan menemui anak-anakku," jelasnya Dennis.


"Terus..." tanya Pak Edgardo dengan tatapan tajamnya.


"Papa aku ingin menemui anak-anakku yah, pasti mereka sangat ingin bertemu juga dengan ayahnya,dari itu lah Aku Ingin meminta ijin untuk pulang yah," ucapnya Dennis dengan memelas di hadapan papanya.


Pak Edgardo masih betah berada di kursi kebesarannya. Dengan tatapan matanya yang tajam masih seperti biasa.


"Jadi kamu ingin pulang?" Tanyanya balik.


Dennis menganggukkan kepalanya tanda setuju, "iya Papa, anak-anakku pasti sudah besar dan membutuhkan saya berada di samping mereka," tampiknya Dennis.


"Silahkan jika kamu ingin pulang," kata pak Edgardo.


Raut wajahnya Dennis spontan brubah, ia tak segan berjalan lr arah di mana papanya sedang duduk. Kemudian berjalan ke arah papanya dan langsung memeluk papanya karena Dennis sudah mendapatkan ijin dari Pak Edgardo.


Dennis pun berbalik dan hendak meninggalkan ruangan papanya, tapi belum selangkah Dennis berjalan tiba-tiba suara bariton dari papanya mampu membuat menghentikan langkahnya.


"Maksudnya syarat!" Beo Dennis seraya menolehkan kepalanya ke arah papanya berada.


"Iya benar apa yang kamu katakan ada syaratnya," timpalnya Pak Edgar.


"Maksud ayah syarat? syarat apa lagi yah, ini benar-benar diluar dari kesepakatan kita sebelumnya, aku mohon ijinkan aku pulang menemui mereka papa!" Rengek Dennis yang memohon kepada papanya.


"Papa sama sekali tidak melarangmu untuk pulang, tetapi ayah tidak ingin kamu pulang dan hidup bersama istri dan anak-anakmu itu," pungkasnya Pak Edgar.


Dennis tidak tahu kenapa Ayahnya sampai berbuat seperti ini, bahkan sampai detik ini ia masih bingung dengan sikap keras kepala papanya. Setiap saat ia berfikir dan kebingungan dengan sikap dan keputusan papanya yang menolak untuk merestui pernikahan mereka berdua.


"Apa sebenarnya yang ayah inginkan, Papa melarangku pulang selama lima tahun dan melanjutkan kuliahku serta meneruskan usaha ayah di sini! sekarang Papa sendiri melanggar janji ayah sendiri, kenapa Ayah tega melakukan ini kepadaku!!" Teriaknya Dennis yang mulai tersulut emosinya.


Dennis bahkan sudah menaikkan suaranya beberapa oktaf bahkan selama ini ia tidak pernah menantang atau pun berbicara dengan suara keras dan lantang di depan papanya. Ia cukup jadi anak yang penurut dan mengikuti semua keputusan Papanya.

__ADS_1


Denis terduduk di depan Tuan Besar Edgardo dan memohon ampun kepada papanya dan mencium kaki ayahnya agar ia diijinkan untuk pulang. Dennis tak segan menampilkan sisi lemahnya dihadapan Pak Edgardo.


"Aku mohon? Tolonglah aku papa! apa yang harus saya lakukan untuk papa agar aku bisa bertemu dengan istri dan anak-anakku??" Ratapnya Dennis yang sudah putus asa.


Siapa pun yang mendengar suara tangisan Dennis pasti akan tersentuh dan Hanyut ikut dalam kesedihannya, tetapi hal itu tidak berlaku untuk Pak Edgardo. Dia masih tak bergeming di kursi kebesarannya. Seakan-akan tidak tersentuh oleh tangisan dan permohonan dari Dennis tidak ada gunanya.


"Saya tidak pernah melarangmu pulang ke Indonesia Tapi Papa tidak..." Ucapan Pak Edgardo terpotong.


Makasih banyak all readers…


I love you all..


Pengumuman!!!!!


Mulai besok hingga tanggal 4 aku akan adakan give away Novel MEREBUT HATI MANTAN ISTRI,



Dukungan Nomor Rank 1 dan 2 pulsa 50k Untuk dua orang.


Dukungan posisi rank ke 3-4 masing-masing 25k untuk 4 orang.


Khusus Satu Orang dengan komentar terbaik menurut Fania akan mendapatkan pulsa 25k.



Syaratnya Wajib:


Like, Baca dari bab 1 hingga update bab sampai tgl 4 Desember 2022. Perhitungannya mulai hari Senin tanggal 14 November.


Harus Follow akun Fania Mikaila Azzahrah yah!!

__ADS_1


__ADS_2