
"Sepertinya kita bisa manfaatkan berita itu untuk mengetahui apa maksud dari semua ini, tidak mungkin Daniel, David dan papa tidak melakukan otopsi terhadap mayat korban itu dan itu sangat mustahil menurut saya yakin ada Maksud di dibalik semua itu," ungkapnya Dennis.
"Apa mungkin Papa dan David mengetahui kebenarannya tapi mereka rahasiakan hal itu dari orang lain?" Tebaknya Dennis Ritchie Valens Edgardo.
Dania cukup tenang untuk berfikir,"Selama ini orang-orang dan keluarga sudah menganggap kita sudah meninggal sedangkan kita tak tahu sama sekali keadaan di kota setelah berita kematian kita dan aku yakin mereka pasti percaya," imbuh Dania.
"Tapi siapa pelakunya, kenapa papa tega sekali melakukan hal ini kepada kita! Aku sangat tidak percaya!" Gerutunya Denni.
Denni tampak frustasi memikirkan jika Papanya pak Edgrado adalah yang melakukan ini semua karena dengan maksud tertentu.
Dania tersenyum simpul, "Tapi Aku sangat yakin bahwa bukan Ayah yang melakukan ini semua walaupun kita tahu kalau ayah tidak merestui hubungan kita," sanggahnya Dania yang tidak percaya dengan perkataan suaminya itu.
__ADS_1
Dennis mencoba untuk menyangkal semua itu, "Aku pun sempat berpikir demikian tapi kalau bukan Ayah terus siapa, apa kah salah satu pesaing bisnis Kakak atau Mas sendiri punya dendam atau masalah dengan orang lain? Mungkin itu penyebab kematian dari kita," ucapnya Dania.
Denni terdiam di tempatnya, "Aku sudah lama di dunia bisnis Tapi kejadian seperti ini belum pernah terjadi di perusahaan ataupun dikeluargaku, Karena kami memperlakukan pesaing bisnis kami seperti teman tidak seperti lawan yang harus dihancurkan, karena itu lah perusahaan Papa semakin sukses dan disegani oleh pengusaha lainnya," pujinya Dennis dengan sikap ketegasan papanya itu.
Mereka terdiam sesaat vdan sibuk dengan pemikirannya masing-masing. Ia tidak memikirkan siapa otak dari kecelakaan itu sedangkan Damia sedang emikirkan cara untuk mengetahui apa motif dari kecelakaan maut itu.
"Gimana kalau kita memanfaatkan berita di kembar yang belum ditemukan keberadaannya sampai sekarang?" Tanya Dennis yang tersenyum tipis.
Dennis menatap intens ke arah istrinya itu lalu kemudian menjelaskan secara detail rencananya kepada Dania dengan rincian rencana mereka. Dan ternyata Mereka benar-benar sudah siap untuk melakukan rencana itu.
"Berarti mulai besok kita harus mengatur siasat gimana caranya keberadaan si kembar diketahui oleh Ayah tanpa mereka tahu keberadaan kita," ujarnya Dennis.
__ADS_1
"Benar sekali, kita ajarkan kepada kedua putri kembarku Icha dan Fina untuk berpura-pura tidak tahu kalau selama ini kita berhasil lolos dari kecelakaan maut itu dan hidup di Desa Sukaksrya," jelas Dennis.
"Berarti kita harus cari orang yang Bisa membantu kita untuk melakukan rencana kita ini agar tidak terlalu mencolok," jelas Dennis dengan tatapan membunuhnya.
"Tapi siapa orang yang bisa berakting dengan bagus, rencana kita harus berjalan mulus tanpa menimbulkan kecurigaan dari pihak mana pun," terangnya Dania.
Setelah beberapa saat kemudian, nereka memikirkan orang yang tepat untuk membantu mereka akhirnya menemukan satu sosok yang paling pas untuk membantunya untuk merencanakan semuanya.
Pilihan mereka jatuh kepada jatuh pada sosok pria bijaksana yang baik hati yaitu pak Aswan Taher dan Istrinya Bu Nurmala orang yang bekerja sebagai Security tempat tinggal Dania sebelumnya.
Dania dan si kembar selama ini, hubungan mereka cukup dekat dengan keluarga pak Aswan. Mereka memutuskan untuk menemui pak Aswan dan Istrinya dan akan menceritakan tentang rencana mereka dengan jelas dan terperinci.
__ADS_1
"Itu benar banget Mas, saya yakin jika tidak mungkin Papa Edgar dan yang lainnya tidak bertindak, semakin ke sini permasalahan ini semakin menimbulkan berbagai pertanyaan dan teka-teki yang harus kita segera pecahkan," tuturnya Dania yang butuh kejelasan.